
Beberapa hari ini, Zahra tak di izinkan untuk berpergian, atau pun kuliah. dan beberapa hari ini juga sahabat tidak pernah menjenguk dirinya.
Zahra selalu mengalami morning sickness dan itu membuatnya terlalu lemas dan membuat sang bunda mewajibkan Zahra mengonsumsi makanan yang bergizi.
Rasa sedih menyelimuti hati ketika ia tak mendapatkan kabar dari sang sahabat sama sekali. ia ingin menemui sahabatnya tapi karena kondisi yang sekarang tidak memungkin kan.
" Mas, Aku ingin ke rumah ayu. " rengek Zahra pada suaminya.
" Nanti ya, setelah kamu baikan." Sebagai suami Gus Sayhan selalu mencoba menenangkan istrinya, dan yang pastinya mengunakan tata kata yang tidak menyingung hati sang istri.
Mengingat mood istrinya berubah ubah, sebisa mungkin ucapan yang di lontarkan nya itu disaring terlebih dahulu.
" Sekarang minum vitamin ya,"
Gus Sayhan sangat lihai mengurus sang istri, ia selalu ada kapanpun Zahra membutuhkan nya. Maryam dan ahmad tak salah memilih menantu, ia sangat bangga pada menantu nya ini.
" Terimakasih Gus " Ucap Ahmad duduk bersama Gus Sayhan.
" Terimakasih untuk apa ayah ?"
" Terimakasih Karena telah menjadi suami yang baik untuk Zahra, jujur saya sangat senang karena tak salah dalam memilih pasangan untuk Zahra. sekali lagi terimakasih Gus "
"Tidak perlu berterimakasih ayah, itu sudah menjadi tugas saya. dan saya masih butuh bimbingan dari ayah. "
Itu lah Gus Sayhan, walaupun terkenal agamis tapi ia tak pernah malu meminta bimbingan dari siapapun dan selalu merendahkan diri.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam warahmatullahi" jawab kedua laki laki yang beda usia ini.
" lho ummi, kenapa tidak mengabari terlebih dahulu kalau mau kesini?" tanya Gus Sayhan
" Kalau ummi bilang kamu gak akan kasih"
" udahlah nak, kamu tahu sendiri ummi mu kayak gimana " timpal Ibrahim.
" Tapi Abi "
" Sudahlah, kami pun sampai dengan selamat. oiya, dimana menantu ku?" ucap Siti.
" Di kamar ummi, mari Sayhan antarkan "
Walaupun keles pada sang ummi, iya tetep menghormati sang ummi. Siti saat ini dalam kondisi tidak baik baik saja, itu lah yang membuat Gus Sayhan melarangnya dateng kesini.
Gus Sayhan sudah berencana untuk mengunjungi sang ummi setelah kondisi Zahra baikan. tapi yang namanya orang tua pasti ngeyel di kasih kasih tahu.
" Sayang, ada ummi " ucap Gus Sayhan mendekat ke Istrinya.
" Assalamualaikum ummi, " Ucap Zahra dan mencium bunggung tangan sang ummi.
" Waalaikumsalam warahmatullahi, gimana kondisinya, udah baikan "
" Alhamdulillah udah baikan ummi, ummi gimana kabarnya "
" Alhamdulillah ummi sudah mendingan nak "
" Tapi kata dokter ummi itu harus istirahat Idak boleh berpergian jauh " Timpal Gus Sayhan.
" Mas!, " Zahra menatap suaminya
" emang bener gitu lho sayang "
" Biarin saja nak, gak usah di anggap "
skakmat ....
" Ummi " panggil Gus Sayhan.
" Apa mau marah?, kamu tenang aja ummi baik baik saja "
" Tapi ummi harus janji sama Sayhan, telah ini ummi istirahat. "
"Iya nak, sekarang tinggal ummi, ummi mau sama menantu ummi dulu "
" ummi, ngusir Sayhan ?"
" kalau iya gimana ?"
" ummi tega, huuu"
" Mas udah dong, jangan kayak anak kecil, " memotong pembicaraan ibu dan anak ini. Gus Sayhan yang tak mau mood istrinya berubah pun langsung menyetujui nya.
" Iya udah Sayhan keluar ya, tapi ingat jangan lama lama, ummi juga butuh istirahat.
" iya, ummi tahu kok, "
Maaf lama up-nya🙏
Ada yang nungguin gak ?