
Jam lima, acara baru selsai. Zahra berbincang bincang bersama ummi Syakila dan Syakila. dan di sisi lain Gus Sayhan juga sedang berbincang dengan laki laki paruh baya.
" Bagaimana kabar ya Gus ?" Tanya laki-laki paruh baya ini.
" Alhamdulillah Abi Saya baik, kalau Abi sendiri ?" Gus Sayhan memanggil laki laki paruh baya ini Abi? Siapa dia ?.
" Alhamdulillah baik nak, Mari mampir dulu ke rumah, sebelum kamu pulang!. sudah lama kamu tak berkunjung ke rumah."
" Iya Abi, tapi sebelum itu saya panggil istri saya dulu Abi "
" Masya Allah, kamu kesini bersama istri mu nak ?"
" Iya Abi, Kalau Syakila tidak dateng ke rumah untuk menjemput istriku, saya gak ada disini Abi. "
" Masya Allah, Mari kita tunggu Syakila bersama istri mu didepan nak! " Ya, Laki-laki yang di panggil Abi ini adalah ayah dari teman kecilnya, Syakila.
***
" Usia ya, berapa sekarang nak ?" tanya ummi Syakila yang melihat ke arah perut Zahra.
" usianya lima bulan ummi " Zahra memanggil ummi dengan sebutan ummi karena beliau sendiri yang minta.
" Masya Allah, semoga di beri kelancara sampai hari kelahirannya tiba nak "
" Aamiin" Ucap Zahra dan Syakila bersama. Ketiga wanita itu berjalan keluar dari aula ini, Dan mereka bisa melihat kedua laki-laki itu sedang menunggu mereka dan sedang berbincang bersama jamaah lainnya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
" Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab mereka dan kedatangan ketiga wanita ini membuat para jamaah yang sedang berbincang bersama Gus Sayhan dan juga Abi Syakila undur pamit.
" Ini istri mu nak ?"
" Iya Abi"
" Masya Allah, Ya udah kita lanjut ngobrol di rumah saja" ajak Abi Syakila.
Sesampainya di rumah, Gus Sayhan dan Zahra duduk bersama Abi Syakila di ruang tamu, sedangkan Syakila bersama sang ummi pergi ke dapur.
" Alhamdulillah saya baik " Jawab Zahra canggung.
" Panggil saja Abi nak, seperti Suami mu. Siapa tahu nak Sayhan mau menambah istri." kata terakhir yang di ucapkan oleh Abi syakila langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zahra pada Gus Sayhan.
Gus Sayhan yang melihat tatapan sang istri hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. dan ia hanya bisa tersenyum kaku melihat tatapan sang istri.
"Ya Allah tatapannya sangat menyeramkan"
" nak ini tehnya, dan maaf cuma ada cemilan ini saya " Tatapan tajam dari Zahra pun terahlikan, Zahra melihat ummi Syakila dan Syakila yang membawa cemilan.
" Apa Abinya Syakila berniat menjodohkan Syakila bersama Gus Sayhan ? hanya membayangkannya saja sudah sesesak ini, Ya Rabb."
" Gak Abi, Syahan tak ada niatan" Jawab Gus Sayhan dan tersenyum ke Zahra.
"satu saja susah untuk menaklukannya, Gimana mau nambah "
" saya kira kamu ada niatan nak " Jawab Abi Syakila dengan gelak tawa, ia melihat interaksi pasangan muda ini, dan ia mengerti kalau Gus Sayhan takut pada istrinya.
" Niat untuk apa bi ?" Tanya ummi Syakila yang ikut bergabung.
" Itu lho ummi, saya tanya pada nak Sayhan, apakah ia berniat untuk menambah istri atau poligami " Ucapnya santai.
" Abii, Jangan ngomong seperti itu, kasian nak Zahra. Maafkan Suami saya nak, emang mulutnya suka Ngadi-ngadi kalau ngomong " kata ummi Syakila tak enak.
Zahra tersenyum di balik cadarnya " Iya ummi, gak salah kok, beliau bertanya seperti itu. hanya bertanya saja " Beng... Jawaban yang di berikan Zahra membuat Gus Sayhan takut sendiri.
...****************...
Terimakasih sudah mampir 🤍
semoga suka 🤍
jangan lupa like vote and comments 🤍
Maaf tidak sesuai ekspektasi kalian 🙏