Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
59



Di sebuah kafe, ayu terdiam dengan tatapan kosong. Semua fakta yang ia dengar dan lihat hari ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantung dan mentalnya.


Ia tak pernah membayang kan apa yang di alami sahabatnya terjadi pada dirinya sendiri. Ternyata kisah dirinya lebih menyakitkan ketimbang sahabatnya.


Mengagumi seseorang secara berlebihan tidak baik. Dulu ia selalu menasehati sahabat tapi sekarang pada siapa ia harus mengadu, dan memberikan ia nasehat, kepada Zahra? jelas tidak bukan.


Tapi Ayu tidak menyalahkan Zahra dalam hal ini, ya walaupun posisi Zahra memang harus di salah kan, tapi ayu tidak melakukan itu. terlebih ia mendengar, Zahra dan Gus sayhan itu di Jodohkan.


" Lucu bukan ? " senyum ayu sinis, meratapi nasib " Dunia emang sebecanda ini " liriknya lagi melihat orang berlalu lalang.


Air mata itu jatuh begitu saja, tanpa izin. ayu langsung menepis air matanya agar tidak jatuh tapi air matanya seolah olah menggambar suasana hatinya saat ini.


" Pakai ini untuk mengusap air mata mu " ucap seseorang yang ada di depan ayu dan menyodorkan sapu tangan.


Ayu mengambil sapu tangan itu, tanpa melihat siapa yang memberikan nya dan ia memakai sapu tangan itu untuk menghapus air nya dan cairan yang keluar dari hidung nya.


" Terimakasih" Ucap ayu setelah berhasil menghapus air matanya dan cairan di hidung nya. " Kamu !!"


" Maaf, mungkin aku terlalu lancang untuk duduk di sini, tapi aku perhatikan sejak kamu masuk sini sampai kamu menagis seperti ini. sepertinya kamu lagi ada masalah, dan aku berinisiatif untuk kesini, ya mungkin aku bisa memberikan mu solusi " Jelas nya panjang lebar.


" Tidak aku tidak punya masalah, hanya saja... ah sudah tidak perlu di bahas " ucap Ayu, ia tidak mau orang tahu apa yang terjadi pada dirinya.


" Are you ok ?" Tanyanya lagi.


" Aku tidak apa apa bay " Ya, orang yang memberikan ayu sapu tangan dai ialah Bayu, musuh bebuyutan nya di kampus.


Deg deg


" Sudahlah, tidak perlu menahan air mata mu, menangis lah aku tidak akan mengejek mu " Ucap Bayu.


" Aku baik baik saja, sudah lah lebih baik kamu pergi dari sini " usir ayu.


" Baiklah, sebelum aku beranjak pergi, aku ingin menawarkan kamu sesuai " Kata Bayu.


" Tidak perlu menawarkan apa pun pada ku, aku tidak akan menerima tawaran kamu itu "


" Benarkah? Kamu tahu tawaran ku ini cukup membuat mu melupakan masalah mu, tapi sayang kamu tidak mau, baiklah kalau begitu aku pergi dulu " Bayu beranjak dari kursi itu, dan ia mulai mengayunkan kaki nya untuk menjauh dari meja ayu.


Ayu menatap punggung Bayu yang mulai menjauh dan ia mulai mencerna apa yang baru saja Bayu katakan padanya.


" aku terima saja tawaran ya, tapi kalau tawarannya menyesatkan bagaimana ? Urusan itu belakang, yang terpenting sekarang aku butuh ketenangan " Tanpa menunggu waktu, ayu langsung pergi mengejar Bayu, dan seperti apa yang di pikirkan Bayu, pasti ayu akan mengejar nya.


" Bagaimana apa kamu tertarik dengan tawaran ku ?" Tanya Bayu.


" Tapi Tawaran mu itu tidak menyesatkan bukan ?" ucap ayu.


Bayu tersenyum melihat sahabat wanita yang pernah ia cintai ini " Apa aku terlalu buruk untuk di percayaan?" Tanya Bayu dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.