Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
49



...~ happy reading ~...


Kedua wanita itu keluar dari bioskop, mereka memilih untuk jalan jalan untuk menghilangkan penat mereka.


Zahra tak sengaja melihat sepasang sepatu yang sangat imut menurut nya, Tapi ketika ia menyentuh nya, ternyata ada tangan lain nya juga menyentuh sepatu itu.


Zahra melihat ke arah sang pemilik tangan, sosok wanita yang mengenakan cadar, yang terlihat sedang mengandung.


" Sayang, apa udah ketemu?" Tanya laki laki pada wanita itu.


Deg deg


Zahra terdiam sejenak mendengar suara itu, Suara itu seperti memiliki magnet untuk melihat siapa pemilik nya itu.


Deg deg


M.Reyan Maulana, ya itu suara dari laki laki yang pernah membuat hati Zahra sakit tanpa sepengetahuan diri nya.


" Udah kok sayang, tapi Mbak ini yang lebih dulu, Jadi buat mbak nya saja " Ucap nya, walaupun di sangat menginginkan sepatu bayi itu.


" Ya sudah kalau gitu, kita cari yang lain aja ya " Ucap kak Rey pada istrinya.


" Buat mbak aja " Ucap wanita itu, terlihat jelas di matanya kalau dia sedang tersenyum.


Zahra masih diam di tempat nya, tanpa mengeluarkan suara, mendengar kata wanita itu tadi Zahra menjadi tak tega. ia mengejar nya dan memberikan sepatu anak itu untuk


wanita itu.


" Mbak, ini buat mbak aja " Kata Zahra sambil tersenyum.


" Tapi Mbak - "


" Nggak papa mbak, ambil saja, saya hanya melihat saja tadi, apa lagi saya lihat mbak sedang hamil " ucap Zahra.


" Terimakasih ya mbak " Ucap wanita itu, iya menatap suaminya dengan bahagia, Suaminya juga tersenyum membalas senyuman sang istri.


" Sama sama "


" Nama mbak siapa ?" Tanya wanita itu.


" Saya Zahra Mbak" Jawab Zahra. Wanita itu mengulurkan tangannya, Zahra pun mengerti dengan apa yang di maksud wanita itu pun ia menerima uluran tangan itu.


" Annisa"


" Salam kenal mbak Annisa, kalau boleh tahu usia kandungan nya berapa bulan mbak ?"


" Selamat ya mbak, pasti anak kak ini perempuan " Tebak Zahra.


" Amin " Annisa hanya tersenyum mendengar ucapan Zahra. " Mbak Zahra sudah menikah ?" Tanya Annisa.


" Alhamdulillah sudah mbak " Jawab Zahra senyum.


" Wah pasti ada Bayi di dalam perut mbak juga " Ucap Annisa.


" Doakan aja ya mbak, oiya mbak, saya boleh pegang perut mbak gak ?" Tanya Zahra hati hati. Annisa menggunakan kepalanya.


Zahra menyentuh perut Annisa, dan Zahra mulai mengelus-elus nya.


" Semoga nular ya " Ucap Zahra, lalu mengelus perutnya yang masih rata.


" Aamiin "


Setelah percakapan singkat itu pun, Zahra memutus kan untuk pergi ke tempat ayu. Terlihat Ayu sedang mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Zahra.


" Kamu habis ngapain Ra, di toko keperluan bayi ?" Tanya Ayu, heran. kenapa sahabatnya ini ke toko keperluan bayi? dia kan belum menikah.


" Eh itu tadi, ada sepatu bayi yang lucu banget, jadi pengen beli hehe " Ucap Zahra sedikit bercanda.


" Bikin bayi dulu, baru bisa beli sepatu bayi" Ucap ayu.


" Emang harus ya ?"


" Ya, harus lah Ra, kalau bayi nya gak ada ?, yang pakai siapa ? kamu ?" Ayu tak habis pikir dah dengan sahabat nya ini.


" ooo gitu" Ucap Zahra menganggukkan kepalanya.


" Terus sepatu bayi kamu beli ?"


" Gak, Tadi ada ibu hamil yang mau dengan sepatu itu juga "


" Bagus lah, dia lebih berhak atas itu, siapa tahu dia lagi ngidam kan ?"


" Iya yu, kamu tahu gak siapa wanita hamil itu ?" Ayu dengan cepat menggelengkan kepalanya, " Istrinya kak Rey " Jawab Zahra


" Hah? Serius kamu Ra ?" Ucap Ayu syok mendengar apa yang ia dengar. Dan Zahra hanya menganggukkan kepalanya.


" Dunia memang selebar daun kelor"


***