Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
80



...SKIPPP EPISODE INI GAK JELAS!!!...


...*...


...*...


...*...


Selama satu Minggu Zahra banyak diam, dan memilih untuk menyendiri. Tapi itu tidak membuat sang mertua curiga atau berpikiran buruk tentang menantunya.


Tapi lain halnya dengan Gus Sayhan yang tak lain suami dari zahra, ia menyadari sikap istrinya. ke jadian di rumah syakila berhasil membuat Zahra menjadi bungkam pada orang sekitarnya.


Syakila juga sekarang di sibukkan dengan pekerjaannya, Selama satu Minggu ini ia belum berkunjung setelah acara pengajian di hari itu.


" Nak Zahra benar! Abi cuma bertanya gak ada salahnya kan ummi !"


" Tapi bisa kan Abi membicarakan atau menanyakan hal nya lain !!" menatap sang suami dengan kekesalan.


" Iya ummi, tapi Abi sangat mengharapkan nak Sayhan menjadi menantu kita ummi " Ucap laki laki yang berpeci putih ini terus terang tanpa ada saringan sama sekali. Ia berpikir gak ada salahnya kan mengungkapkan keinginannya. Siapa tahu dengan begini keinginannya bisa terwujud.


" Abii!!!" Panggilnya dengan tatapan yang membunuh, bagaimana tidak kesal dengan apa yang di ucapkan suaminya, bagaimana pun ia seorang wanita, ia paham betul itu akan sangat melukai hati Wanita ketika mendengar suaminya di harapkan menjadi menantu di keluarga orang lain selain keluarga nya.


" Pada bahas apa sih, kayaknya seru banget" Tanya Syakila yang bergabung dan membawa beberapa bingkisan untuk di bawa pulang oleh Zahra dan Gus sayhan.


***


" Maaf " Ucap Gus Sayhan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ya, Zahra hanya menghabiskan waktu untuk menatap ke luar dari jendela, melihat para santri yang berlalu lalang tanpa ada niatan untuk keluar sama sekali.


" Ya tolong jangan diami mas!!, Mas gak bisa di diami sama kamu " Ucap Gus Sayhan, dan baju Zahra merasakan air jatuh ke bajunya.


Zahra melepas pelukan dari sang suami dan membalikan badannya melihat sang suami. " Mas gak bisa Sayang, Mas gak kuat di diami sama kamu " Tangis Gus Sayhan pecah dan memeluk istrinya sangat erat.


" Mas!! aku gak bisa napas " Ucap Zahra menyuruh suaminya melonggarkan pelukannya. Gus Sayhan pun melonggarkan pelukannya tapi tidak melepaskannya.


" Maafin mas sayang" Ucapnya berkali-kali dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti. mungkin ini bukan untuk pertama kalinya Zahra melihat suaminya bersikap seperti ini tapi tangisan ini lebih parah dari sebelumnya.


" Mas lepas dulu pelukannya"


" Gak mas gak akan lepas sebelum kamu maafin mas !!"


" Mas!! aku capek berdiri, Bisa kah pelukannya sambil duduk saja " Tawar Zahra, dan membuat Gus Sayhan melepas pelukan dan menuntun istri untuk duduk di tempat tidur. dan kembali memeluk pinggang istrinya dengan posisi duduk lutut berdiri (Semoga kalian paham, lutut berdiri kayak gimana)


" Mas lihat aku !!" Ucap zahra, melihat ke bawah dan menapakan puncak kepala suaminya. Gus Sayhan pun mendongak menatap istrinya.


" Masya Allah Abi mu nangis sayang, lihat hidungnya sampai merah gini " Zahra mengusap Air mata Gus Sayhan dan menyentuh hidung sang suami.


" Abi nangis karena apa ? hm?" Tanya Zahra seperti suara anak kecil.


" Oo Abi nangis Karena ummi diami Abi ya, " Merapikan rambut Gus Sayhan. " Tapi kok ummi gak ngerasa ya " Tapi percakapan seperti itu malah membuat Gus Sayhan menangis lagi buka meredakan tangisannya .


" Cup cup sini, ummi peluk, biar gak nangis lagi "


**


terimakasih sudah mampir 🤍


semoga suka 🤍


jangan lupa like vote and comments 🤍