Gus Sayhan My Husband

Gus Sayhan My Husband
88



Deg


" Ikatan halal? maksudnya ikatan halal?" kata Zahra penuh dengan kebingungan, dan ia sangat terkejut mendengar ini, jujur saja.


" Iya mereka sudah menikah, itu yang aku maksud ikatan halal"


Mata Zahra terbuka lebar karena terkejut mendengar apa yang di katakan Malik, Gus Sayhan melihat ke arah Zahra.


" Kamu gak apa-apa sayang "


" Aku baik-baik saja mas" Jawab Zahra.


Dia tahu betul bagaimana ayu dengan Bayu, Awal pertemuan mereka seperti memiliki dendam, yang tak pernah akur,dan apa sekarang mereka menikah. bagaimana ceritanya?


" Tunggu dulu, kalian sedang membicarakan siapa?" Tanya Ibrahim yang tadinya hanya diam saja, tapi entah kenapa laki-laki paruh baya ini sangat kepo.


" Kami hanya sedang membicarakan sahabat Zahra Abi, Ayu" Jelas Malik.


" Ayu, apa dia pernah kesini nak ?" tanya Ibrahim, pertanyaan itu membuat sesak di hati Zahra ada rasa rindu yang tidak bisa di jelaskan.


" Ayu tidak pernah kesini Abi" Bukan Zahra yang menjawab melainkan Gus Sayhan. Ibrahim mengangguk paham, ia tak mau bertanya, karena mengetahui apa yang tak seharusnya ia tahu itu tidka baik untuk kesehatannya.


Malik baru memahami satu hal disini, Bahwa hubungan Zahra dan ayu sedang tidak baik-baik saja.


" Kalau boleh tahu ayu sekarang tinggal dimana ?" Tanya Zahra dengan mata berkaca-kaca..


" Saya tidak tahu pastinya, Karena Bayu tidak pernah memberi tahu dimana tempat tinggalnya. " Mendengar jawaban Malik, Zahra kecewa.


" Boleh gak saya minta no ayu?" Ucap Zahra penuh harapan.


" Maaf saya gak punya no nya, tapi saya punya no Bayu yang bisa di hubungi"


****


Selesai sholat isya Zahra terdiam, dan hanya melamun..


ceklek


" Sayang " Gus Sayhan merangkul pundak istrinya.


" Percaya semua ada jawaban di balik ini semua, Ayu pasti memiliki jawaban dan alasan, seperti kita dulu."


" Bukan kita mas, tapi aku " Jawab Zahra. " Tapi Aku takut mas, kalau ayu menikah dengan keterpaksaan " Kata Zahra khawatir ia sudah merasakan yang mana menikah dengan rasa keterpaksaan.


Gus Sayhan terdiam tidak bisa menyambut perkataan sang istri. cukup lama terdiam Gus Sayhan menghela nafas panjang.


" Allah tahu ayu bisa menjalani ini semua, kita akan mencoba menghubungi nomor Bayu, Jangan khawatir "


"Iya" Jawab Zahra singkat.


" Ya sudah, sekarang kita makan ya, Kasian dedek bayi ya udah lapar " Ajak Gus Sayhan mengelus perut Zahra, semata-mata mengalihkan perhatian pikiran Zahra.


" Ah iya " Zahra bangun dari duduk ya di bantu Gus Sayhan, mereka menuju meja makan dan sudah di pastikan ke dua orang tua mereka sudah ada di meja makan..


" Alhamdulillah akhirnya mereka datang juga" celoteh Ibrahim, yang melihat Gus Sayhan dan Zahra datang dan duduk di kursi mereka.q


" Jangan menggoda aku dan menantu ku Ibrahim" Ahmad mencoba memperingati sang besan.


" Ya mas, jangan karena kamu kita gak jadi makan ya " Ibrahim yang mendengar peringatan dari besan dan sang istri hanya bisa nyengir. Dan Maryam hanya bisa menggeleng kepalanya.


Gus Sayhan tidak menghiraukan apa yang di katakan sang Abi, karena kalau ia meladeni apa yang Abinya katakan pasti akan panjang.


" Sayang mau lauk apa ?"


" Terserah kamu dh mas "


" Ini aja? cukup ?" Zahra menganggukkan kepalanya.


" Sangat Terlihat mesra " Celoteh Ibrahim.


" Mas!!!


***


Terimakasih sudah mampir 🤍