Galmoners

Galmoners
Part 8



Camping 1.4


 


Malam harinya anak-anak Starlight berkumpul untuk mengadakan api unggun. Fresa dan dua sahabatnya duduk bergabung dengan FEGA. Sedangkan Mahda? Asik berduaan dengan Alex di seberang mereka.


"Baik teman-teman, untuk penutup acara kegiatan camping ini. Seperti biasa, kita akan mengadakan pentas seni. Jadi perwakilan kelas harap menunjuk perwakilannya masing-masing dan menyerahkan kepada panitia. Karena setengah jam lagi kita akan memulai acara. Setelah itu, pelepasan lampion yang sering di lakukan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, mohon partisipasinya supaya kegiatan ini tidak memakan banyak waktu. Terima kasih." Perkataan Arkan membuat adik tingkat sampai kakak tingkatnya langsung sibuk menunjuk siapa perwakilan kelas mereka. Begitupun dengan Fresa dan Kiki. Kedua orang tersebut menjadi perwakilan dari kelas mereka. Awalnya Kiki yang sekelas dengan Mahda meminta sahabatnya itu untuk tampil, ternyata Mahda menolak dengan alasan ia ingin berduaan dengan Alex. Kesal? Pasti. Tapi Kiki berusaha sabar menghadapi sahabatnya yang kasmaran tersebut. Sedangkan Fresa mengalah dari Fanisa karena sahabatnya yang satu itu sedang sakit. Jadi, mau tidak mau Fresa menggantikan Fanisa untuk tampil nanti.


"Mau nyanyi lagu apa Ki?" Pertanyaan Arkan membuat Kiki yang sedang menghafal lagu langsung menengok ke arah Arkan.


"Fight song, Rachel Platten." Balas Kiki.


Entah kenapa, firasat Kiki menjadi kenyataan saat ini. Mahda memang tidak membentak Fresa. Tapi Mahda membuat jarak untuk Galmoners. Dan itu sangat menganggu Kiki. Pasalnya, persahabatan mereka renggang kembali dengan alasan yang sama yaitu, Alex. Ingin sekali Kiki menegur Mahda, tapi ada saja rintangannya dan itu membuat Kiki kesal sendiri.


"Biarkan Mahda memilih jalannya sendiri, kalau sudah waktunya sadar, dia akan tahu Alex bukan orang yang baik untuknya." Ucap Arkan.


"You right. But, how is Evan?" Tanya Kiki.


"Gak usah khawatirkan si Evan. Kalau kata tuh anak gini, 'biarin sekarang Mahda sama cowok-cowok lain, yang penting ending gue yang bakal jadi suaminya', lagian Evan punya cara sendiri untuk menunjuk kebusukan Alex. Jadi, kamu santai aja." Balas Arkan.


Kiki tersenyum. Seharusnya Mahda sadar jika ada orang lain yang menunggunya sejak lama. Tapi, Mahda lebih memilih brengsek itu! Kiki benar-benar kesal sekarang!


Jika Kiki sedang bertukar pikiran mengenai Mahda, maka Fresa lain lagi. Dia lebih memilih ceplas-ceplos menyindir Mahda. Entah dia peka atau tidak urusan belakangan.


"Tau gak si, ada ya orang yang udah di sakiti malah milih balikan. Itu hati apa batu." Kata Fresa.


"Wah, jangan-jangan hatinya udah jadi batu kali beb." Sambung Gibran.


"Beb? Lu mau gue gibeng hah?!" Omel Fresa.


"Jangan dong sayang, kalau kamu gibeng aku. Terus aku mental ke Pluto gimana?" Pertanyaan Gibran membuat Fanisa tertawa, sedangkan Fano malah asik menggelengkan kepalanya.


"Kalau lu ke Pluto, gue jadi penggantinya. Gitu aja repot." Balas Evan asal.


"Ya asal lu gak selingkuhin dia aja. Gue ikhlas." Balas Gibran.


"Sejak kapan seorang Gibran Pahlevi merelakan Fresa? Gak mungkin!" Tutur Fanisa.


"Tuh tahu pake nanya. Yang penting gue ke Fresa setia gak kaya itu tuh yang balikan sama mantan tapi tetap pacaran sama saudaranya. Sedih gak si lu? Kalau gue jadi ceweknya gue bakal maki-maki." Dengus Gibran. Entah kenapa Gibran jadi kepancing emosi melihat Mahda sama sekali tidak merasa. Bahkan perempuan itu malah ikut tertawa. Menyebalkan!


"Bran, lu tahukan kalau Mahda tuh lemot? Percuma usaha lu dan Fresa." Kata Fano.


"Terima kasih ya Allah telah mendengar doa Evan. Karena Evan sangat bahagia melihat sahabat Evan berbicara panjang lebar. Terima kasih ya Allah." Ucap Evan membuat yang lain tertawa.


Waktu terus berjalan. Akhirnya acarapun di mulai. Evan dan Gibran menjadi pembawa acara hari ini, untuk mereka yang tidak ikut acara, mereka di arahkan untuk membuat lampion. Jadi, setelah acara pentas seni selesai mereka langsung menerbangkan lampion.


"Baiklah adik-adik dan kakak-kakak yang cantik dan ganteng. Kita sudah mendengarkan dan melihat penampilan dari jurusan Hukum dan Manajemen. Sekarang masuk ke perwakilan jurusan Akuntansi!!!" Teriak Evan,


"Akuntansi the best!!" Koor mereka.


"Widih pak bro, ternyata angkatan kita masih semangat. Langsung saja penampilan pertama, yaitu Kiki Rahardja dari perwakilan Akuntansi semester 5 untuk Kiki yang cantik jelita saya persilahkan."


Kiki melangkahkan kakinya menuju Gibran dan Evan.


"Malam semuanya. Kali ini saya akan membawakan lagu berjudul Fight Song dari Rachael Platten. Semoga kalian semua terhibur."


Like a small boat


On the ocean


Sending big waves


Into motion


Like how a single word


Can make a heart open


I might only have one match


But I can make an explosion


And all those things I didn't say


Wrecking balls inside my brain


I will scream them loud tonight


Can you hear my voice this time?


This is my fight song


Take back my life song


My power's turned on


(Starting right now) I'll be strong


I'll play my fight song


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


Lagu yang dinyanyikan Kiki membuat suasana hening. Semua yang ada di sana hanyut dalam suara merdu gadis cantik di depan mereka. Bahkan Mahda yang kasmaran pun ikut terbawa suasana. Sampai tepuk tangan Gibran dan Evan membuat mereka semua sadar jika lagu sudah usai.


"Benar kata lagu tadi, saat kita down saat kita up kita harus tetap ingat jika kita hanya manusia biasa yang sewaktu-waktu berubah. Tapi dari lagu ini, saya menyadari satu hal. Tidak peduli seberapa besar orang lain percaya, selama kita punya tekad untuk melawan hal negatif kenapa tidak? Sama halnya kaya cinta. Jika cinta itu membawa keburukan lebih baik tinggalkan! Jangan mau di bodohi. Udah ah dari pada akang emosi. Lebih baik lanjut penampilan berikutnya, kali ini nengnya imut, dan punya akang. Ini dia Fresa Aditya dari Sastra Semester 5. Mana tepuk tangannya!!!" Teriak Gibran.


Prokk... Prok... Prok...


"Malam teman-teman. Hari ini saya akan membawakan lagu berjud--" belum selesai Fresa mengatakan maksud dan tujuannya. Gibran menarik Fresa ke pelukannya setelah itu...


Dorrrr....


Semua orang langsung melihat sekeliling, namun tidak ada tanda orang lain. Bukan tidak ada tanda, tapi keadaan yang gelap membuat mereka sulit mencari siapa pelakunya. Evan yang peka, langsung mengambil alih acara.


"Lanjut ya gengs! Kita masuk ke kelas berikutnya, silakan untuk ananda Sastra Inggris untuk maju ke depan." Ucap Evan.


Gibran membawa Fresa ke tempat tertutup, bahkan guru yang mengikuti acara tersebut langsung menghubungi pihak keluarga Fresa.


"You okay, Fres?" Pertanyaan Mahda membuat Fresa dan yang lain menatap Mahda.


"Gak apa, cuma kaget aja." Balas Fresa.


"Gue turut prihatin ya fres." Kata Alex.


"Heum. Thanks." Balas Fresa.


Sambil menunggu keluarga Fresa, mereka memutuskan untuk melepas lampion, karena acara pentas seni sudah berakhir. Gibran yang berdiri di samping Fresa bersyukur karena ia sempat melihat sang pelaku, jika tidak ia tidak tahu apa yang akan Fresa alami malam ini.


"Thanks for--"


"Anything for you,Bae." Gibran memotong ucapan Fresa dan tersenyum ke arahnya. Gibran yakin ini ulah rekan bisnis keluarga Fresa. Tapi penembak tadi tidak asing baginya. Atau hanya perasaanya saja?


"Woiii Gibran Pahlevi! Budek lu ya!" Omel Evan membuat Gibran menatap bingung sekelilingnya.


"Eh? Sorry. Yuk terbangkan." Balas Gibran.


"Basi bran! Udah terbang noh." Arkan menunjukkan lampion Gibran yang sudah terbang, sedangkan sang empunya hanya bisa tersenyum kikuk.


Karena acara sudah selesai, mereka memutuskan untuk kembali ke tenda. Tepat saat Fresa menuju tenda Galmoners, keluarganya tiba langsung mengecek tubuhnya. Membuat Fresa tersenyum tipis.


"Iam fine.. tadi Gibran nolong aku." Ucapan Fresa membuat keluarganya bernafas lega.


"Tante tidak salah memilih kam--"


"Aduh Fresa ngantuk. Fresa tidur ya semua. Selamat malam." Lepas mengucapkan hal tersebut Fresa langsung masuk ke tenda meninggalkan keluarganya yang sibuk meminta penjelasan. Setelah mendengar penjelasan dari Gibran, mereka memutuskan untuk bermalam. Supaya besok pagi mereka bisa langsung pulang bersama dengan si keras kepala, Fresa.


 


Akhirnya waktu pagi tiba! Semua mahasiswa Starlight mulai merapikan perlengkapan mereka. Sama halnya dengan Galmoners. Fresa yang tidak membawa apa-apa membantu Fanisa merapikan perlengkapannya.


"Beruntunglah nak, hari ini gue baik hati." Ucapan Fresa membuat Fanisa mendengus.


"Fres, lu ikhlas gak si sebenarnya?! Kok masukinnya asal!" Omel Fanisa sambil mengeluarkan kembali barang-barangnya.


"Sorry girl! Gue tadi lagi kepikiran sama film yang gue tonton." Balas Fresa membuat Mahda dan yang lain langsung menaruh perhatian.


"Itu loh pemeran ceweknya bego banget, udah tahu di sakiti masih aja balikan. Gue mah ogah."  Ucap Fresa.


"Kalau udah cinta, lupa segalanya Fre. Yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Jadi kembali ke orangnya lagi si." Balas Kiki.


"Setuju! Karena, mau lu nasihati seperti apa kalau yang ada di pikiran dia A ya A. Paling kita cuma tunggu waktu penyesalan dia aja." Tambah Fanisa.


"Bener juga si yang kalian omongin. Kalau gue jadi tuh cewek gak bakal terima mantan gue." Balas Mahda membuat Fresa dan yang lain saling pandang.


Tidak mau melanjutkan perbincangan ini, mereka memutuskan untuk keluar dari tenda dan membantu FEGA merubuhkan tenda. Sedangkan Fanisa? Asik mendokumentasikan apa yang ada di depannya.


"Pagi adik-adik semuanya. Tidak terasa acara ini sudah berakhir. Seminggu kebersamaan kita harus di akhiri hari ini. Setelahnya, kita semua akan sibuk dengan urusan masing-masing. Semoga dengan adanya acara ini, kekeluargaan kita semakin erat. Jika ada pembullyan, kalian harap lapor kepada kami, karena kami akan langsung menindak lanjuti. Tak perlu banyak bicara lagi, sebelum kita kembali ke rumah masing-masing ada baiknya berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Berdoa mulai." Ucapan Arkan membuat mereka menundukkan kepalanya dan berdoa.


"Selesai. Wolcome to Starlight University! Jaga ke kompakkan kita!" Ucap Arkan menutup semua rangkaian acara yang ada.


Mereka pun meninggalkan tempat acara tersebut. Canda dan tawa memenuhi bis Galmoners dan FEGA. Siapa lagi jika bukan ulah Evan. Cowok yang sedang patah hati itu menyanyikan lagu dangdut yang lagi hits saat ini. Entah apa judulnya Fresa dan yang lain tidak tahu. Yang pasti penyanyinya Via Vallen. 


❤️❤️❤️