Galmoners

Galmoners
9



Camping 3


***


Malam harinya anak-anak Starlight berkumpul untuk


mengadakan api unggun. Fresa dan dua sahabatnya duduk bergabung dengan FEGA.


Sedangkan Mahda? Asik berduaan dengan Alex di seberang mereka.


"Baik teman-teman, untuk penutup acara


kegiatan camping ini. Seperti biasa, kita akan mengadakan pentas seni. Jadi


perwakilan kelas harap menunjuk perwakilannya masing-masing dan menyerahkan


kepada panitia. Karena setengah jam lagi kita akan memulai acara. Setelah itu,


pelepasan lampion yang sering di lakukan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, mohon


partisipasinya supaya kegiatan ini tidak memakan banyak waktu. Terima


kasih." Perkataan Arkan membuat anak kelas 10 sampai dengan kelas 12


langsung sibuk menunjuk siapa perwakilan kelas mereka. Begitupun dengan Fresa


dan Kiki. Kedua orang tersebut menjadi perwakilan dari kelas mereka. Awalnya


Kiki yang sekelas dengan Mahda meminta sahabatnya itu untuk tampil, ternyata


Mahda menolak dengan alasan ia ingin berduaan dengan Alex. Kesal? Pasti. Tapi


Kiki berusaha sabar menghadapi sahabatnya yang kasmaran tersebut. Sedangkan


Fresa mengalah dari Fanisa karena sahabatnya yang satu itu sedang sakit. Jadi,


mau tidak mau Fresa menggantikan Fanisa untuk tampil nanti.


"Mau nyanyi lagu apa Ki?" Pertanyaan


Arkan membuat Kiki yang sedang menghafal lagu langsung menengok ke arah Arkan.


"Fight song, Rachel Platten." Balas Kiki.


Entah kenapa, firasat Kiki menjadi kenyataan saat


ini. Mahda memang tidak membentak Fresa. Tapi Mahda membuat jarak untuk


Galmoners. Dan itu sangat menganggu Kiki. Pasalnya, persahabatan mereka


renggang kembali dengan alasan yang sama yaitu, Alex. Ingin sekali Kiki menegur


Mahda, tapi ada saja rintangannya dan itu membuat Kiki kesal sendiri.


"Biarkan Mahda memilih jalannya sendiri, kalau


sudah waktunya sadar, dia akan tahu Alex bukan orang yang baik untuknya."


Ucap Arkan.


"You right. But, how is Evan?" Tanya


Kiki.


"Gak usah khawatirkan si Evan. Kalau kata tuh


anak gini, 'biarin sekarang Mahda sama cowok-cowok lain, yang penting ending


gue yang bakal jadi suaminya', lagian Evan punya cara sendiri untuk menunjuk


kebusukan Alex. Jadi, kamu santai aja." Balas Arkan.


Kiki tersenyum. Seharusnya Mahda sadar jika ada


orang lain yang menunggunya sejak lama. Tapi, Mahda lebih memilih brengsek itu!


Kiki benar-benar kesal sekarang!


Jika Kiki sedang bertukar pikiran mengenai Mahda,


maka Fresa lain lagi. Dia lebih memilih ceplas-ceplos menyindir Mahda. Entah


dia peka atau tidak urusan belakangan.


"Tau gak si, ada ya orang yang udah di sakiti


malah milih balikan. Itu hati apa batu." Kata Fresa.


"Wah, jangan-jangan hatinya udah jadi batu


kali beb." Sambung Gibran.


"Beb? Lu mau gue gibeng hah?!" Omel


Fresa.


"Jangan dong sayang, kalau kamu gibeng aku.


Terus aku mental ke Pluto gimana?" Pertanyaan Gibran membuat Fanisa


tertawa, sedangkan Fano malah asik menggelengkan kepalanya.


"Kalau lu ke Pluto, gue jadi penggantinya.


Gitu aja repot." Balas Evan asal.


"Ya asal lu gak selingkuhin dia aja. Gue


ikhlas." Balas Gibran.


"Sejak kapan seorang Gibran Pahlevi merelakan


Fresa? Gak mungkin!" Tutur Fanisa.


"Tuh tahu pake nanya. Yang penting gue ke


Fresa setia gak kaya itu tuh yang balikan sama mantan tapi tetap pacaran sama


saudaranya. Sedih gak si lu? Kalau gue jadi ceweknya gue bakal maki-maki."


Dengus Gibran. Entah kenapa Gibran jadi kepancing emosi melihat Mahda sama


sekali tidak merasa. Bahkan perempuan itu malah ikut tertawa. Menyebalkan!


"Bran, lu tahukan kalau Mahda tuh lemot?


Percuma usaha lu dan Fresa." Kata Fano.


"Terima kasih ya Allah telah mendengar doa


Evan. Karena Evan sangat bahagia melihat sahabat Evan berbicara panjang lebar.


Terima kasih ya Allah." Ucap Evan membuat yang lain tertawa.


Waktu terus berjalan. Akhirnya acarapun di mulai.


Evan dan Gibran menjadi pembawa acara hari ini, untuk mereka yang tidak ikut


acara, mereka di arahkan untuk membuat lampion. Jadi, setelah acara pentas seni


selesai mereka langsung menerbangkan lampion.


"Baiklah adik-adik dan kakak-kakak yang cantik


dan ganteng. Kita sudah mendengarkan dan melihat penampilan dari kelas 10. Kelas


11 IPA dan Sastra. Sekarang masuk ke perwakilan kelas 11 IPS mana suara IPS


angkatan 2017!!!" Teriak Evan,


"IPS the best!!" Koor mereka.


"Widih pak bro, ternyata angkatan kita masih


semangat. Langsung saja penampilan pertama, yaitu Kiki Rahardja dari perwakilan


IPS 1 untuk Kiki yang cantik jelita saya persilahkan."


Kiki melangkahkan kakinya menuju Gibran dan Evan.


"Malam semuanya. Kali ini saya akan membawakan


lagu berjudul Fight Song dari Rachael Platten. Semoga kalian semua


terhibur."


Like a small boat


On the ocean


Sending big waves


Into motion


Like how a single word


Can make a heart open


I might only have one match


But I can make an explosion


And all those things I didn't say


Wrecking balls inside my brain


I will scream them loud tonight


Can you hear my voice this time?


This is my fight song


Take back my life song


Prove I'm alright song


My power's turned on


(Starting right now) I'll be strong


And I don't really care if nobody else believes


'Cause I've still got a lot of fight left in me


Lagu yang dinyanyikan Kiki membuat suasana hening.


Semua yang ada di sana hanyut dalam suara merdu gadis cantik di depan mereka.


Bahkan Mahda yang kasmaran pun ikut terbawa suasana. Sampai tepuk tangan Gibran


dan Evan membuat mereka semua sadar jika lagu sudah usai.


"Benar kata lagu tadi, saat kita down saat


kita up kita harus tetap ingat jika kita hanya manusia biasa yang sewaktu-waktu


berubah. Tapi dari lagu ini, saya menyadari satu hal. Tidak peduli seberapa


besar orang lain percaya, selama kita punya tekad untuk melawan hal negatif


kenapa tidak? Sama halnya kaya cinta. Jika cinta itu membawa keburukan lebih


baik tinggalkan! Jangan mau di bodohi. Udah ah dari pada akang emosi. Lebih


baik lanjut penampilan berikutnya, kali ini nengnya imut, dan punya akang. Ini


dia Fresa Aditya dari IPS 2. Mana tepuk tangannya IPS 2!" Teriak Gibran.


Prokk... Prok... Prok...


"Malam teman-teman. Hari ini saya akan


membawakan lagu berjud--" belum selesai Fresa mengatakan maksud dan


tujuannya. Gibran menarik Fresa ke pelukannya setelah itu...


Dorrrr....


Semua orang langsung melihat sekeliling, namun


tidak ada tanda orang lain. Bukan tidak ada tanda, tapi keadaan yang gelap


membuat mereka sulit mencari siapa pelakunya. Evan yang peka, langsung mengambil


alih acara.


"Lanjut ya gengs! Kita masuk ke kelas


berikutnya, silakan untuk ananda IPS 3 untuk maju ke depan." Ucap Evan.


Gibran membawa Fresa ke tempat tertutup, bahkan


guru yang mengikuti acara tersebut langsung menghubungi pihak keluarga Fresa.


"You okay, Fres?" Pertanyaan Mahda


membuat Fresa dan yang lain menatap Mahda.


"Gak apa, cuma kaget aja." Balas Fresa.


"Gue turut prihatin ya fres." Kata Alex.


"Heum. Thanks." Balas Fresa.


Sambil menunggu keluarga Fresa, mereka memutuskan


untuk melepas lampion, karena acara pentas seni sudah berakhir. Gibran yang


berdiri di samping Fresa bersyukur karena ia sempat melihat sang pelaku, jika


tidak ia tidak tahu apa yang akan Fresa alami malam ini.


"Thanks for--"


"Anything for you,Bae." Gibran memotong ucapan


Fresa dan tersenyum ke arahnya. Gibran yakin ini ulah rekan bisnis keluarga


Fresa. Tapi penembak tadi tidak asing baginya. Atau hanya perasaanya saja?


"Woiii Gibran Pahlevi! Budek lu ya!" Omel


Evan membuat Gibran menatap bingung sekelilingnya.


"Eh? Sorry. Yuk terbangkan." Balas


Gibran.


"Basi bran! Udah terbang noh." Arkan


menunjukkan lampion Gibran yang sudah terbang, sedangkan sang empunya hanya


bisa tersenyum kikuk.


Karena acara sudah selesai, mereka memutuskan untuk


kembali ke tenda. Tepat saat Fresa menuju tenda Galmoners, keluarganya tiba


langsung mengecek tubuhnya. Membuat Fresa tersenyum tipis.


"Iam fine.. tadi Gibran nolong aku."


Ucapan Fresa membuat keluarganya bernafas lega.


"Tante tidak salah memilih kam--"


"Aduh Fresa ngantuk. Fresa tidur ya semua.


Selamat malam." Lepas mengucapkan hal tersebut Fresa langsung masuk ke


tenda meninggalkan keluarganya yang sibuk meminta penjelasan. Setelah mendengar


penjelasan dari Gibran, mereka memutuskan untuk bermalam. Supaya besok pagi


mereka bisa langsung pulang bersama dengan si keras kepala, Fresa.


***


Akhirnya waktu pagi tiba! Semua murid Starlight


mulai merapikan perlengkapan mereka. Sama halnya dengan Galmoners. Fresa yang


tidak membawa apa-apa membantu Fanisa merapikan perlengkapannya.


"Beruntunglah nak, hari ini gue baik


hati." Ucapan Fresa membuat Fanisa mendengus.


"Fres, lu ikhlas gak si sebenarnya?! Kok


masukinnya asal!" Omel Fanisa sambil mengeluarkan kembali


barang-barangnya.


"Sorry girl! Gue tadi lagi kepikiran sama film


yang gue tonton." Balas Fresa membuat Mahda dan yang lain langsung menaruh


perhatian.


"Itu loh pemeran ceweknya **** bgt, udah tahu


di sakiti masih aja balikan. Gue mah ogah."  Ucap Fresa.


"Kalau udah cinta, lupa segalanya Fre. Yang


benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Jadi kembali ke orangnya


lagi si." Balas Kiki.


"Setuju! Karena, mau lu nasihati seperti apa


kalau yang ada di pikiran dia A ya A. Paling kita cuma tunggu waktu penyesalan


dia aja." Tambah Fanisa.


"Bener juga si yang kalian omongin. Kalau gue jadi


tuh cewek gak bakal terima mantan gue." Balas Mahda membuat Fresa dan yang


lain saling pandang.


Tidak mau melanjutkan perbincangan ini, mereka


memutuskan untuk keluar dari tenda dan membantu FEGA merubuhkan tenda.


Sedangkan Fanisa? Asik mendokumentasikan apa yang ada di depannya.


"Pagi adik-adik semuanya. Tidak terasa acara


ini sudah berakhir. Seminggu kebersamaan kita harus di akhiri hari ini.


Setelahnya, kita semua akan sibuk dengan urusan masing-masing. Semoga dengan


adanya acara ini, kekeluargaan kita semakin erat. Jika ada pembullyan, kalian


harap lapor kepada kami, karena kami akan langsung menindak lanjuti. Tak perlu


banyak bicara lagi, sebelum kita kembali ke rumah masing-masing ada baiknya


berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Berdoa mulai." Ucapan


Arkan membuat mereka menundukkan kepalanya dan berdoa.


Mereka pun meninggalkan tempat acara tersebut.


Canda dan tawa memenuhi bis Galmoners dan FEGA. Siapa lagi jika bukan ulah


Evan. Cowok yang sedang patah hati itu menyanyikan lagu dangdut yang lagi hits


saat ini. Entah apa judulnya Fresa dan yang lain tidak tahu. Yang pasti


penyanyinya Via Vallen.


❤️❤️❤️