
Camping 3
***
Malam harinya anak-anak Starlight berkumpul untuk
mengadakan api unggun. Fresa dan dua sahabatnya duduk bergabung dengan FEGA.
Sedangkan Mahda? Asik berduaan dengan Alex di seberang mereka.
"Baik teman-teman, untuk penutup acara
kegiatan camping ini. Seperti biasa, kita akan mengadakan pentas seni. Jadi
perwakilan kelas harap menunjuk perwakilannya masing-masing dan menyerahkan
kepada panitia. Karena setengah jam lagi kita akan memulai acara. Setelah itu,
pelepasan lampion yang sering di lakukan setiap tahunnya. Oleh sebab itu, mohon
partisipasinya supaya kegiatan ini tidak memakan banyak waktu. Terima
kasih." Perkataan Arkan membuat anak kelas 10 sampai dengan kelas 12
langsung sibuk menunjuk siapa perwakilan kelas mereka. Begitupun dengan Fresa
dan Kiki. Kedua orang tersebut menjadi perwakilan dari kelas mereka. Awalnya
Kiki yang sekelas dengan Mahda meminta sahabatnya itu untuk tampil, ternyata
Mahda menolak dengan alasan ia ingin berduaan dengan Alex. Kesal? Pasti. Tapi
Kiki berusaha sabar menghadapi sahabatnya yang kasmaran tersebut. Sedangkan
Fresa mengalah dari Fanisa karena sahabatnya yang satu itu sedang sakit. Jadi,
mau tidak mau Fresa menggantikan Fanisa untuk tampil nanti.
"Mau nyanyi lagu apa Ki?" Pertanyaan
Arkan membuat Kiki yang sedang menghafal lagu langsung menengok ke arah Arkan.
"Fight song, Rachel Platten." Balas Kiki.
Entah kenapa, firasat Kiki menjadi kenyataan saat
ini. Mahda memang tidak membentak Fresa. Tapi Mahda membuat jarak untuk
Galmoners. Dan itu sangat menganggu Kiki. Pasalnya, persahabatan mereka
renggang kembali dengan alasan yang sama yaitu, Alex. Ingin sekali Kiki menegur
Mahda, tapi ada saja rintangannya dan itu membuat Kiki kesal sendiri.
"Biarkan Mahda memilih jalannya sendiri, kalau
sudah waktunya sadar, dia akan tahu Alex bukan orang yang baik untuknya."
Ucap Arkan.
"You right. But, how is Evan?" Tanya
Kiki.
"Gak usah khawatirkan si Evan. Kalau kata tuh
anak gini, 'biarin sekarang Mahda sama cowok-cowok lain, yang penting ending
gue yang bakal jadi suaminya', lagian Evan punya cara sendiri untuk menunjuk
kebusukan Alex. Jadi, kamu santai aja." Balas Arkan.
Kiki tersenyum. Seharusnya Mahda sadar jika ada
orang lain yang menunggunya sejak lama. Tapi, Mahda lebih memilih brengsek itu!
Kiki benar-benar kesal sekarang!
Jika Kiki sedang bertukar pikiran mengenai Mahda,
maka Fresa lain lagi. Dia lebih memilih ceplas-ceplos menyindir Mahda. Entah
dia peka atau tidak urusan belakangan.
"Tau gak si, ada ya orang yang udah di sakiti
malah milih balikan. Itu hati apa batu." Kata Fresa.
"Wah, jangan-jangan hatinya udah jadi batu
kali beb." Sambung Gibran.
"Beb? Lu mau gue gibeng hah?!" Omel
Fresa.
"Jangan dong sayang, kalau kamu gibeng aku.
Terus aku mental ke Pluto gimana?" Pertanyaan Gibran membuat Fanisa
tertawa, sedangkan Fano malah asik menggelengkan kepalanya.
"Kalau lu ke Pluto, gue jadi penggantinya.
Gitu aja repot." Balas Evan asal.
"Ya asal lu gak selingkuhin dia aja. Gue
ikhlas." Balas Gibran.
"Sejak kapan seorang Gibran Pahlevi merelakan
Fresa? Gak mungkin!" Tutur Fanisa.
"Tuh tahu pake nanya. Yang penting gue ke
Fresa setia gak kaya itu tuh yang balikan sama mantan tapi tetap pacaran sama
saudaranya. Sedih gak si lu? Kalau gue jadi ceweknya gue bakal maki-maki."
Dengus Gibran. Entah kenapa Gibran jadi kepancing emosi melihat Mahda sama
sekali tidak merasa. Bahkan perempuan itu malah ikut tertawa. Menyebalkan!
"Bran, lu tahukan kalau Mahda tuh lemot?
Percuma usaha lu dan Fresa." Kata Fano.
"Terima kasih ya Allah telah mendengar doa
Evan. Karena Evan sangat bahagia melihat sahabat Evan berbicara panjang lebar.
Terima kasih ya Allah." Ucap Evan membuat yang lain tertawa.
Waktu terus berjalan. Akhirnya acarapun di mulai.
Evan dan Gibran menjadi pembawa acara hari ini, untuk mereka yang tidak ikut
acara, mereka di arahkan untuk membuat lampion. Jadi, setelah acara pentas seni
selesai mereka langsung menerbangkan lampion.
"Baiklah adik-adik dan kakak-kakak yang cantik
dan ganteng. Kita sudah mendengarkan dan melihat penampilan dari kelas 10. Kelas
11 IPA dan Sastra. Sekarang masuk ke perwakilan kelas 11 IPS mana suara IPS
angkatan 2017!!!" Teriak Evan,
"IPS the best!!" Koor mereka.
"Widih pak bro, ternyata angkatan kita masih
semangat. Langsung saja penampilan pertama, yaitu Kiki Rahardja dari perwakilan
IPS 1 untuk Kiki yang cantik jelita saya persilahkan."
Kiki melangkahkan kakinya menuju Gibran dan Evan.
"Malam semuanya. Kali ini saya akan membawakan
lagu berjudul Fight Song dari Rachael Platten. Semoga kalian semua
terhibur."
Like a small boat
On the ocean
Sending big waves
Into motion
Like how a single word
Can make a heart open
I might only have one match
But I can make an explosion
And all those things I didn't say
Wrecking balls inside my brain
I will scream them loud tonight
Can you hear my voice this time?
This is my fight song
Take back my life song
Prove I'm alright song
My power's turned on
(Starting right now) I'll be strong
And I don't really care if nobody else believes
'Cause I've still got a lot of fight left in me
Lagu yang dinyanyikan Kiki membuat suasana hening.
Semua yang ada di sana hanyut dalam suara merdu gadis cantik di depan mereka.
Bahkan Mahda yang kasmaran pun ikut terbawa suasana. Sampai tepuk tangan Gibran
dan Evan membuat mereka semua sadar jika lagu sudah usai.
"Benar kata lagu tadi, saat kita down saat
kita up kita harus tetap ingat jika kita hanya manusia biasa yang sewaktu-waktu
berubah. Tapi dari lagu ini, saya menyadari satu hal. Tidak peduli seberapa
besar orang lain percaya, selama kita punya tekad untuk melawan hal negatif
kenapa tidak? Sama halnya kaya cinta. Jika cinta itu membawa keburukan lebih
baik tinggalkan! Jangan mau di bodohi. Udah ah dari pada akang emosi. Lebih
baik lanjut penampilan berikutnya, kali ini nengnya imut, dan punya akang. Ini
dia Fresa Aditya dari IPS 2. Mana tepuk tangannya IPS 2!" Teriak Gibran.
Prokk... Prok... Prok...
"Malam teman-teman. Hari ini saya akan
membawakan lagu berjud--" belum selesai Fresa mengatakan maksud dan
tujuannya. Gibran menarik Fresa ke pelukannya setelah itu...
Dorrrr....
Semua orang langsung melihat sekeliling, namun
tidak ada tanda orang lain. Bukan tidak ada tanda, tapi keadaan yang gelap
membuat mereka sulit mencari siapa pelakunya. Evan yang peka, langsung mengambil
alih acara.
"Lanjut ya gengs! Kita masuk ke kelas
berikutnya, silakan untuk ananda IPS 3 untuk maju ke depan." Ucap Evan.
Gibran membawa Fresa ke tempat tertutup, bahkan
guru yang mengikuti acara tersebut langsung menghubungi pihak keluarga Fresa.
"You okay, Fres?" Pertanyaan Mahda
membuat Fresa dan yang lain menatap Mahda.
"Gak apa, cuma kaget aja." Balas Fresa.
"Gue turut prihatin ya fres." Kata Alex.
"Heum. Thanks." Balas Fresa.
Sambil menunggu keluarga Fresa, mereka memutuskan
untuk melepas lampion, karena acara pentas seni sudah berakhir. Gibran yang
berdiri di samping Fresa bersyukur karena ia sempat melihat sang pelaku, jika
tidak ia tidak tahu apa yang akan Fresa alami malam ini.
"Thanks for--"
"Anything for you,Bae." Gibran memotong ucapan
Fresa dan tersenyum ke arahnya. Gibran yakin ini ulah rekan bisnis keluarga
Fresa. Tapi penembak tadi tidak asing baginya. Atau hanya perasaanya saja?
"Woiii Gibran Pahlevi! Budek lu ya!" Omel
Evan membuat Gibran menatap bingung sekelilingnya.
"Eh? Sorry. Yuk terbangkan." Balas
Gibran.
"Basi bran! Udah terbang noh." Arkan
menunjukkan lampion Gibran yang sudah terbang, sedangkan sang empunya hanya
bisa tersenyum kikuk.
Karena acara sudah selesai, mereka memutuskan untuk
kembali ke tenda. Tepat saat Fresa menuju tenda Galmoners, keluarganya tiba
langsung mengecek tubuhnya. Membuat Fresa tersenyum tipis.
"Iam fine.. tadi Gibran nolong aku."
Ucapan Fresa membuat keluarganya bernafas lega.
"Tante tidak salah memilih kam--"
"Aduh Fresa ngantuk. Fresa tidur ya semua.
Selamat malam." Lepas mengucapkan hal tersebut Fresa langsung masuk ke
tenda meninggalkan keluarganya yang sibuk meminta penjelasan. Setelah mendengar
penjelasan dari Gibran, mereka memutuskan untuk bermalam. Supaya besok pagi
mereka bisa langsung pulang bersama dengan si keras kepala, Fresa.
***
Akhirnya waktu pagi tiba! Semua murid Starlight
mulai merapikan perlengkapan mereka. Sama halnya dengan Galmoners. Fresa yang
tidak membawa apa-apa membantu Fanisa merapikan perlengkapannya.
"Beruntunglah nak, hari ini gue baik
hati." Ucapan Fresa membuat Fanisa mendengus.
"Fres, lu ikhlas gak si sebenarnya?! Kok
masukinnya asal!" Omel Fanisa sambil mengeluarkan kembali
barang-barangnya.
"Sorry girl! Gue tadi lagi kepikiran sama film
yang gue tonton." Balas Fresa membuat Mahda dan yang lain langsung menaruh
perhatian.
"Itu loh pemeran ceweknya **** bgt, udah tahu
di sakiti masih aja balikan. Gue mah ogah." Ucap Fresa.
"Kalau udah cinta, lupa segalanya Fre. Yang
benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Jadi kembali ke orangnya
lagi si." Balas Kiki.
"Setuju! Karena, mau lu nasihati seperti apa
kalau yang ada di pikiran dia A ya A. Paling kita cuma tunggu waktu penyesalan
dia aja." Tambah Fanisa.
"Bener juga si yang kalian omongin. Kalau gue jadi
tuh cewek gak bakal terima mantan gue." Balas Mahda membuat Fresa dan yang
lain saling pandang.
Tidak mau melanjutkan perbincangan ini, mereka
memutuskan untuk keluar dari tenda dan membantu FEGA merubuhkan tenda.
Sedangkan Fanisa? Asik mendokumentasikan apa yang ada di depannya.
"Pagi adik-adik semuanya. Tidak terasa acara
ini sudah berakhir. Seminggu kebersamaan kita harus di akhiri hari ini.
Setelahnya, kita semua akan sibuk dengan urusan masing-masing. Semoga dengan
adanya acara ini, kekeluargaan kita semakin erat. Jika ada pembullyan, kalian
harap lapor kepada kami, karena kami akan langsung menindak lanjuti. Tak perlu
banyak bicara lagi, sebelum kita kembali ke rumah masing-masing ada baiknya
berdoa menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Berdoa mulai." Ucapan
Arkan membuat mereka menundukkan kepalanya dan berdoa.
Mereka pun meninggalkan tempat acara tersebut.
Canda dan tawa memenuhi bis Galmoners dan FEGA. Siapa lagi jika bukan ulah
Evan. Cowok yang sedang patah hati itu menyanyikan lagu dangdut yang lagi hits
saat ini. Entah apa judulnya Fresa dan yang lain tidak tahu. Yang pasti
penyanyinya Via Vallen.
❤️❤️❤️