Galmoners

Galmoners
Part 43



Extra Part 1.3


Kenapa si kalau mas-mas starbucks gantengnya gak ketulungan. Kan gue baper jadinya.


- Mahda Adijaya-


****


Akhirnya yang mereka tunggu datang juga, sebuah keputusan dimana pengadilan akan memutuskan sebuah hukuman untuk seorang yang berbuat kejahatan. Walaupun tidak membutuhkan waktu yang lama dan proses introgerasi yang lumayan cepat. Mereka sangat senang karena pihak kepolisian sangat membantu kasus ini.


Mahda yang notebenenya sebagai penonton dari sidang ini, berharap segala keputusan akan di proses seadil-adilnya apalagi sahabatnya sampai terluka. Mahda lebih senang wanita itu bersemedi di penjara.


"Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang di terima. Maka saudari Putri dinyatakan bersalah. Hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 3 bulan dengan denda 4.500. Tok..Tok...Tok..." pukulan palu mengakhiri sidang siang yang berlangsung dengan khidmat.


Note.


Pasal 351


1)     Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.


-         Pasal 352


1)     Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.


Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.


Mahda dan kawan-kawannya memilih meninggalkan lokasi untuk sekedar berkumpul bersama seperti biasanya Karena tempat terdekat adalah Starbucks. Mereka memutuskan untuk menghentikan mobil masing-masing. Bahkan Gibran sampai berlari untuk membuka pintu supaya Fresa bisa berjalan lebih dulu memasuki bangunan di depannya. Sedangkan yang lain, memang sudah masuk dari tadi karena mereka kan tidak memiliki anak, jadi tidak repot menggendong tas yang berisi perlengkapan bayi.


Mereka memesan tempat paling pojok karena lebih tenang untuk membahas masalah apapun. Termasik bucin oppa-oppa yang sudah lama tidak mereka lakukan karena terlalu sibuk dengan persiapan magister mereka. Apalagi Park Chanyeol baru saja mengeluarkan MV terbarunya. Siapa yang tidak akan tergoda melihatnya? Ditambah dengan Suho yang mengikuti jejaknya, tentu saja semua itu membuat Mahda lemah.Apalagi MV terbaru tersebut sangat mengena sekali ke hati Mahda dan yang lainnya. Membuat mereka tidak bisa mengalihkan.


Yours' - Raiden X, Chanyeol EXO ft LeeHi & Changmo


ipsure garyeojin


nunbichui soksagim


I'll be yours


I'll be yours


 


 


musimhan gwansimmankeum


apeun ge isseulkka


heukbaek gateun sigan


han chi apdo moreun chae


neoreul hemaedeusi


gidaryeo on neukkim


chalna binteum eopsi


neoro ieojin kkumeseo


 


 


da eodume gathin geoscheoreom


du nuneul gamgoseo


bul kkeojin gamjeonge chwihae


naneun neoreul ilheoga


 


 


sumi meojeul geot gateun ibyeol kkeut


nun meon sarangi amjeondoen geu sungan


chagaun ongi gadeukhan heunjeok


simjangi balphin deushae


 


 


kkeuteopsneun eodumeul samkin deusi


buseojin gieogui jogakdeuri


bokjaphan maeumi biwojijil anha


Yeah yeah


 


 


ne nunmureun naega da gajilge


neoreul wonhae dareun iyueopsi


saeppalgan ipsulcheoreom seonmyeonghan neoreul


 


 


Let me tell ya


Oh oh neol dameun siseon


love me don't hurt me


Oh oh nuneul gamado Yeah


just kiss me don't burn me


I'll be yours


and I'll be yours


I'll be yours baby


I'll be yours


I'll be yours


I'll be yours baby


 


 


Oh oh deouk ppajyeoga


love me don't hurt me


Oh oh sumgil suga eopseo


just kiss me don't burn me


I'll be yours


and I'll be yours


I'll be yours baby


I'll be yours


I'll be yours


I'll be yours baby


 


 


neon naekke anya I'll be yours


deureogagil jacheohae ni son ane


heorakhaejwo I'll be yours


geu sunganbuteo


neul teureojyeo issneun Radioen


nae maeumeul chukbokhaneun noraeppun


for real


doenoeigon hae


nae tansaengeun neol wihae


irueojin ge anilkka


geureon honjasmal


geudael johahandan mal


swipge naojireul anha


na geudae gyeoteseo


ipsureul bomyeo


nae saengeul gyeondigo pa


for real


 


 


kkeuteopsi ikkeullyeo


seororeul wonhaneun


neowa na


I'll be yours


I'll be yours baby


neowa na


I'll be yours


I'll be yours baby


 


 


modeun sigan sok I'll be yours


1cho 2bun 3il nedal daheullae na 5 years


geureohge forever ever


forever ever


irwojiji moshal kkumimyeon


dalkomhan jameseo


jeoldaero an kkae


 


 


i ane kkok sumgin maeumi


geu naren bandeusi


kkeonae dalla naege malhae


eotteohge yaegil sijakhaeyahae


 


 


ne gipeun du nune nal gadun chae


mal eopsi kkeuteopsi soksagyeojwo


Yeah yeah


 


 


eosaekhage majubon neowa na


naccseoljiman iksukhan i sungan


kkeutnaji anheul bameul


uri hamkke hae


 


 


Let me tell ya


Oh oh neol dameun siseon


love me don't hurt me


Oh oh nuneul gamado Yeah


just kiss me don't burn me


I'll be yours


and I'll be yours


I'll be yours


baby


I'll be yours


I'll be yours


I'll be yours


baby


 


 


Oh oh deouk ppajyeoga


love me don't hurt me


Oh oh sumgil suga eopseo


just kiss me don't burn me


I'll be yours


and I'll be yours


I'll be yours


baby


I'll be yours


I'll be yours


I'll be yours


baby


 


 


love me don't hurt me


just kiss me don't burn me


and I'll be yours


I'll be yours


 


 


love me don't hurt me


just kiss me don't burn me


and I'll be yours


I'll be yours


Terjemahannya :


Tertutup di bibir


Bisikan mata


Aku akan menjadi milikmu


Aku akan menjadi milikmu


Perhatian acuh tak acuh


Adakah yang sakit?


Hitam dan putih


Tanpa mengetahui satu inci di depan


Seperti berkeliaran di sekitar


saya telah menunggu


Tanpa kegagalan


Dalam mimpi yang menuntunmu


Seolah semua terjebak dalam kegelapan


Dengan kedua mata tertutup


Saya mabuk dengan emosi yang padam


aku Kehilanganmu


Akhir dari perpisahan yang menakjubkan


Saat cinta buta menjadi gelap


Jejak hangat yang dingin


Hati saya sepertinya terinjak


Seolah menelan kegelapan tanpa akhir


Potongan memori rusak


Pikiran yang rumit tidak dikosongkan


Iya iya


"Rasanya gue mau ke Korea lagi." Celetukkan Mahda hanya bisa di jawab dengan senyuman oleh Fresa.


"Gue juga kali. Mau banget liburan sebelum sibuk sama kampus baru," ucap Fanisa.


"Ya, apalagi berburu kuliner." Seru Fresa dan Kiki berbarengan.


Andai saja mereka bisa ke korea kayanya mereka akan lakukan. Tapi sepertinya tidak bisa. Karena anak kecil di gendongan Fresa harus ikut kemanapun dia pergi walaupun usianya bukan lagi bayi yang baru lahir atau apapun, tapi tetap saja Fresa sangat khawatir dengan Alex kecil. Mungkin, saat Alex bisa berjalan dia akan liburan bersamanya. Tidak perlu sekarang. Karena waktu mereka akan mepet dengan urusan kuliah. Walaupun mereka yakin akan menyelesaikan dengan cepat, tetap saja. Masa-masa itu akan mereka nantikan. Jangan tanya kemana anak lelaki, karena mereka sengaja memisahkan diri saat ini.


"Park Chanyeol kenapa sexy banget ya, gue mau culik rasanya," ucap Mahda


"Wahai wanita ingatlah jika anda sudah menikah." Sindir yang lain.


"Gak apalah ya cuci mata," Mahda tertawa membuat yang lain menggelangkan kepalanya.


Jujur saja, Mahda sangat lemah jika melihat Chanyeol ataupun Suho.Kaya dia yang lemah menatap sosok waiters di depannya. Sosok tampan yang membuat jantungnya meronta-meronta. Kenapa ya, kalau waiters starbucks dan beberapa tempat yang berhubungan dengan anak-anak hits pasti tampan. Kaya Arkan cs. Mereka juga termasuk group paling tampan. Tapi tak apalah mereka cuci mata sekarang.


"Da, gue cappucino ukuran grande ya." Fanisa berucap tanpa memandang Mahda. Saking asiknya menyaksikan video terbaru Park Chanyeol.


"Gue java chip frappuccino extra caramel sauce, ukurannya samakan saja dengan Fanisa. Kalau lu Fres apa?" Kiki bertanya pada Fresa yang sibuk dengan drama thailand.


"Ice shaken lemonade tea." Ucap Fresa dan Fanisa bersamaan. Bahkan mereka saling tertawa setelahnya.


"Good. Tunggu ya."


"Da!" Panggil Kiki membuat Mahda menghentikan langkah kakinya.


"Mau nambah sesuatu?" Tanya Mahda menatap Kiki dengan serius.


"Hahaha. Gak, jangan baper aja sama waitersnya. Kasian Evan." Ledek Kiki membuat Mahda tersenyum salah tingkah. Dan melanjutkan langkah kakinya menuju tempat di mana Mahda harus memesan minumannya.


"Selamat sore Kak, mau pesan apa?"


"Maunya akang gimana?" suara Mahda menghentikan segala kegiatan Galmoners yang lainnya, bahkan Evan yang duduk jauh dari mereka mulai beranjak dari tempatnya membuat Fresa menggelengan kepalanya.


"Abdi teh sudah punya istri, Teh." jawabnya dengan tersenyum sosok lelaki bernama Aditya itu mencoba ramah dengan pengunjungnya. Sebagai Manager dia harus tetap bisa berlaku sopan pada pelanggan walaupun sering kali hal ini terjadi. Semoga saja istrinya tidak ada, bisa berabe nantinya.


"Wah... Akang main-main di sini ya sama wanita lain. Ckckck jahat sekali ayah kalian kembar."


"Eh? Saya bercanda Teh, jangan di ambil hati. Saya juga sudah bersuami kok." Mahda jadi kikuk sendiri. Gegara fokus ngebucin jadi lupa kalau dia ada di dunia nyata. Dasar Mahda bodoh!


"Omelin aja Mba, istri saya memang kurang ajar." Evan malah mendukung wanita yang datang bersama dengan kedua anak kembarnya yang bisa Mahda tebak usianya tiga tahun.


"Eh? saya bener deh minta maaf, tidak ada niat apapun Teh, maaf sekali."


"Hahaha... Kamu lucu sekali. Sepertinya usia kita tidak berbeda. Saya Lia. Istrinya lelaki tampan itu dan kedua anakku Aidan dan Alden. Salam sayang sama Om dan Tantenya." ciuman di tangan yang dirasakan Mahda dan Evan membuat hati keduanya bergetar hebat.


"Wah pintar sekali, saya Mahda dan suami saya Evan. Kalau boleh tau berapa usianya Teh?" Tanya Mahda antusias.


"Panggil nama saya saja. Usianya tiga tahun Mahda."


"Serius? Tapi pintar ya. Apa sekolahnya paksaan kalian?" Pertanyaan Evan membuat Mahda memukul lengannya.


"Tidak Evan. Saya pakai nama kalian saja ya sepertinya usia kita tidak beda jauh."


"Santai Aditya. Jadi sekolah kemauan mereka?" Tanya Evan penasaran karena kedua anak kembar tersebut menggunakan seragam sekolah taman kanak-kanak yang sangat terkenal di sini, apa lagi jika bukan Starlight. Terlihat dari lambang yang ada di pakaian keduanya.


"Ya Evan, mereka yang menginginkan untuk bersekolah." Aditya menjawab dengan tersenyum tidak lupa kembali bertanya pada Mahda mengenai pesanan mereka dan meminta yang lain membuatkannya. Karena jika istrinya ke sini, pasti Aditya akan meluangkan waktunya untuk mereka.


"Wah keren. Mah kamu harus berguru sama Lia sana."


"Eh? Jangan sama akulah." Seru Lia tidak enak hati.


"Maaf sebelumnya Lia, Kalian menikah usia berapa?" Mahda bertanya pada wanita berhijab di hadapannya. Aish, Mahda sampai lupa jika wanita itu berkerudung dengan pakaian gamis yang sangat cantik ditubuhnya.


"Tidak enak berdiri di sini, bagaimana jika saya bergabung dengan kalian? Lagian juga Lia jarang bersosialisasi sejak kami menikah."


"Abang apaan si gak ya." Dengus Lia.


"Bercanda adek. Jika kalian mengizinkan ya." Lanjut Aditya.


"Tentu saja, ayo."


Alhasil di sinilah mereka. Di sudut terpojok bagian dari kafe ini dan duduk bersamaan sesekali melihat interaksi si kembar yang begitu menggemaskan. Bahkan Fresa yang menggendong Alex malah ikut andil dalam interaksi dengan si kembar.


"Jadi?" Pancing Mahda.


"Kami menikah di usia 17 tahun Mahda. Lulus sekolah aku dan Aditya di jodohkan."


"Really? Tapi kalian tidak seperti dijodhkan?"


"Panjang sekali ceritanya untuk sampai di sini Mahda. Semua tidak seinstan yang kamu bayangkan. Bahkan kami pernah hampir--aku tidak mau membahasnya." Lia menatap Mahda meminta pengertian, karena dia tidak sanggup jika menceritakan masa lalunya yang begitu menyakitkan.


"Bunda, Al mau susu."


"Ouh ya, ini." Lia memberikan dua kotak susu kemasan yang sangat disukai anaknya. Interaksi ibu dan anak itu tak luput dari mata semua orang yang ada di sana.


"Dulu istriku itu sangat takut melahirkan saat tahu dia hamil. Bahkan menyendiri di kamar tidak mau bicara pernah dia lakukan. Bahkan hal terparanhnya..."


"Aku takut menggendong anakku sendiri." Seru Lia dengan mata berkaca-kaca.


"Setidaknya itu sudah masa lalu, terbukti dengan kamu yang mendidik mereka dengan baik. " Fresa tahu ibu dua anak itu pasti sedih jika mengungkit masa lalu. Lagi pula mereka orang asing, pasti Lia segan pada mereka.


"Betul sekali, bahkan kelahiran mereka adalah anugrah yang Tuhan kirimkan padaku."


Benar. Baik Mahda ataupun yang lainnya. Mereka merasa bersyukur dipertemukan sosok Lia yang mau berbagi cerita tentang bagaimana menjadi sosok ibu muda yang pastinya sigap terhadap kedua anaknya. Apalagi Aditya, yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya.


 


💗💗💗💗