
Extra Part 1.3
Kenapa si kalau mas-mas starbucks gantengnya gak ketulungan. Kan gue baper jadinya.
- Mahda Adijaya-
****
Akhirnya yang mereka tunggu datang juga, sebuah keputusan dimana pengadilan akan memutuskan sebuah hukuman untuk seorang yang berbuat kejahatan. Walaupun tidak membutuhkan waktu yang lama dan proses introgerasi yang lumayan cepat. Mereka sangat senang karena pihak kepolisian sangat membantu kasus ini.
Mahda yang notebenenya sebagai penonton dari sidang ini, berharap segala keputusan akan di proses seadil-adilnya apalagi sahabatnya sampai terluka. Mahda lebih senang wanita itu bersemedi di penjara.
"Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang di terima. Maka saudari Putri dinyatakan bersalah. Hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 3 bulan dengan denda 4.500. Tok..Tok...Tok..." pukulan palu mengakhiri sidang siang yang berlangsung dengan khidmat.
Note.
Pasal 351
1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
- Pasal 352
1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.
Mahda dan kawan-kawannya memilih meninggalkan lokasi untuk sekedar berkumpul bersama seperti biasanya Karena tempat terdekat adalah Starbucks. Mereka memutuskan untuk menghentikan mobil masing-masing. Bahkan Gibran sampai berlari untuk membuka pintu supaya Fresa bisa berjalan lebih dulu memasuki bangunan di depannya. Sedangkan yang lain, memang sudah masuk dari tadi karena mereka kan tidak memiliki anak, jadi tidak repot menggendong tas yang berisi perlengkapan bayi.
Mereka memesan tempat paling pojok karena lebih tenang untuk membahas masalah apapun. Termasik bucin oppa-oppa yang sudah lama tidak mereka lakukan karena terlalu sibuk dengan persiapan magister mereka. Apalagi Park Chanyeol baru saja mengeluarkan MV terbarunya. Siapa yang tidak akan tergoda melihatnya? Ditambah dengan Suho yang mengikuti jejaknya, tentu saja semua itu membuat Mahda lemah.Apalagi MV terbaru tersebut sangat mengena sekali ke hati Mahda dan yang lainnya. Membuat mereka tidak bisa mengalihkan.
Yours' - Raiden X, Chanyeol EXO ft LeeHi & Changmo
ipsure garyeojin
nunbichui soksagim
I'll be yours
I'll be yours
musimhan gwansimmankeum
apeun ge isseulkka
heukbaek gateun sigan
han chi apdo moreun chae
neoreul hemaedeusi
gidaryeo on neukkim
chalna binteum eopsi
neoro ieojin kkumeseo
da eodume gathin geoscheoreom
du nuneul gamgoseo
bul kkeojin gamjeonge chwihae
naneun neoreul ilheoga
sumi meojeul geot gateun ibyeol kkeut
nun meon sarangi amjeondoen geu sungan
chagaun ongi gadeukhan heunjeok
simjangi balphin deushae
kkeuteopsneun eodumeul samkin deusi
buseojin gieogui jogakdeuri
bokjaphan maeumi biwojijil anha
Yeah yeah
ne nunmureun naega da gajilge
neoreul wonhae dareun iyueopsi
saeppalgan ipsulcheoreom seonmyeonghan neoreul
Let me tell ya
Oh oh neol dameun siseon
love me don't hurt me
Oh oh nuneul gamado Yeah
just kiss me don't burn me
I'll be yours
and I'll be yours
I'll be yours baby
I'll be yours
I'll be yours
I'll be yours baby
Oh oh deouk ppajyeoga
love me don't hurt me
Oh oh sumgil suga eopseo
just kiss me don't burn me
I'll be yours
and I'll be yours
I'll be yours baby
I'll be yours
I'll be yours
I'll be yours baby
neon naekke anya I'll be yours
deureogagil jacheohae ni son ane
heorakhaejwo I'll be yours
geu sunganbuteo
neul teureojyeo issneun Radioen
nae maeumeul chukbokhaneun noraeppun
for real
doenoeigon hae
nae tansaengeun neol wihae
irueojin ge anilkka
geureon honjasmal
geudael johahandan mal
swipge naojireul anha
na geudae gyeoteseo
ipsureul bomyeo
nae saengeul gyeondigo pa
for real
kkeuteopsi ikkeullyeo
seororeul wonhaneun
neowa na
I'll be yours
I'll be yours baby
neowa na
I'll be yours
I'll be yours baby
modeun sigan sok I'll be yours
1cho 2bun 3il nedal daheullae na 5 years
geureohge forever ever
forever ever
irwojiji moshal kkumimyeon
dalkomhan jameseo
jeoldaero an kkae
i ane kkok sumgin maeumi
geu naren bandeusi
kkeonae dalla naege malhae
eotteohge yaegil sijakhaeyahae
ne gipeun du nune nal gadun chae
mal eopsi kkeuteopsi soksagyeojwo
Yeah yeah
eosaekhage majubon neowa na
naccseoljiman iksukhan i sungan
kkeutnaji anheul bameul
uri hamkke hae
Let me tell ya
Oh oh neol dameun siseon
love me don't hurt me
Oh oh nuneul gamado Yeah
just kiss me don't burn me
I'll be yours
and I'll be yours
I'll be yours
baby
I'll be yours
I'll be yours
I'll be yours
baby
Oh oh deouk ppajyeoga
love me don't hurt me
Oh oh sumgil suga eopseo
just kiss me don't burn me
I'll be yours
and I'll be yours
I'll be yours
baby
I'll be yours
I'll be yours
I'll be yours
baby
love me don't hurt me
just kiss me don't burn me
and I'll be yours
I'll be yours
love me don't hurt me
just kiss me don't burn me
and I'll be yours
I'll be yours
Terjemahannya :
Tertutup di bibir
Bisikan mata
Aku akan menjadi milikmu
Aku akan menjadi milikmu
Perhatian acuh tak acuh
Adakah yang sakit?
Hitam dan putih
Tanpa mengetahui satu inci di depan
Seperti berkeliaran di sekitar
saya telah menunggu
Tanpa kegagalan
Dalam mimpi yang menuntunmu
Seolah semua terjebak dalam kegelapan
Dengan kedua mata tertutup
Saya mabuk dengan emosi yang padam
aku Kehilanganmu
Akhir dari perpisahan yang menakjubkan
Saat cinta buta menjadi gelap
Jejak hangat yang dingin
Hati saya sepertinya terinjak
Seolah menelan kegelapan tanpa akhir
Potongan memori rusak
Pikiran yang rumit tidak dikosongkan
Iya iya
"Rasanya gue mau ke Korea lagi." Celetukkan Mahda hanya bisa di jawab dengan senyuman oleh Fresa.
"Gue juga kali. Mau banget liburan sebelum sibuk sama kampus baru," ucap Fanisa.
"Ya, apalagi berburu kuliner." Seru Fresa dan Kiki berbarengan.
Andai saja mereka bisa ke korea kayanya mereka akan lakukan. Tapi sepertinya tidak bisa. Karena anak kecil di gendongan Fresa harus ikut kemanapun dia pergi walaupun usianya bukan lagi bayi yang baru lahir atau apapun, tapi tetap saja Fresa sangat khawatir dengan Alex kecil. Mungkin, saat Alex bisa berjalan dia akan liburan bersamanya. Tidak perlu sekarang. Karena waktu mereka akan mepet dengan urusan kuliah. Walaupun mereka yakin akan menyelesaikan dengan cepat, tetap saja. Masa-masa itu akan mereka nantikan. Jangan tanya kemana anak lelaki, karena mereka sengaja memisahkan diri saat ini.
"Park Chanyeol kenapa sexy banget ya, gue mau culik rasanya," ucap Mahda
"Wahai wanita ingatlah jika anda sudah menikah." Sindir yang lain.
"Gak apalah ya cuci mata," Mahda tertawa membuat yang lain menggelangkan kepalanya.
Jujur saja, Mahda sangat lemah jika melihat Chanyeol ataupun Suho.Kaya dia yang lemah menatap sosok waiters di depannya. Sosok tampan yang membuat jantungnya meronta-meronta. Kenapa ya, kalau waiters starbucks dan beberapa tempat yang berhubungan dengan anak-anak hits pasti tampan. Kaya Arkan cs. Mereka juga termasuk group paling tampan. Tapi tak apalah mereka cuci mata sekarang.
"Da, gue cappucino ukuran grande ya." Fanisa berucap tanpa memandang Mahda. Saking asiknya menyaksikan video terbaru Park Chanyeol.
"Gue java chip frappuccino extra caramel sauce, ukurannya samakan saja dengan Fanisa. Kalau lu Fres apa?" Kiki bertanya pada Fresa yang sibuk dengan drama thailand.
"Ice shaken lemonade tea." Ucap Fresa dan Fanisa bersamaan. Bahkan mereka saling tertawa setelahnya.
"Good. Tunggu ya."
"Da!" Panggil Kiki membuat Mahda menghentikan langkah kakinya.
"Mau nambah sesuatu?" Tanya Mahda menatap Kiki dengan serius.
"Hahaha. Gak, jangan baper aja sama waitersnya. Kasian Evan." Ledek Kiki membuat Mahda tersenyum salah tingkah. Dan melanjutkan langkah kakinya menuju tempat di mana Mahda harus memesan minumannya.
"Selamat sore Kak, mau pesan apa?"
"Maunya akang gimana?" suara Mahda menghentikan segala kegiatan Galmoners yang lainnya, bahkan Evan yang duduk jauh dari mereka mulai beranjak dari tempatnya membuat Fresa menggelengan kepalanya.
"Abdi teh sudah punya istri, Teh." jawabnya dengan tersenyum sosok lelaki bernama Aditya itu mencoba ramah dengan pengunjungnya. Sebagai Manager dia harus tetap bisa berlaku sopan pada pelanggan walaupun sering kali hal ini terjadi. Semoga saja istrinya tidak ada, bisa berabe nantinya.
"Wah... Akang main-main di sini ya sama wanita lain. Ckckck jahat sekali ayah kalian kembar."
"Eh? Saya bercanda Teh, jangan di ambil hati. Saya juga sudah bersuami kok." Mahda jadi kikuk sendiri. Gegara fokus ngebucin jadi lupa kalau dia ada di dunia nyata. Dasar Mahda bodoh!
"Omelin aja Mba, istri saya memang kurang ajar." Evan malah mendukung wanita yang datang bersama dengan kedua anak kembarnya yang bisa Mahda tebak usianya tiga tahun.
"Eh? saya bener deh minta maaf, tidak ada niat apapun Teh, maaf sekali."
"Hahaha... Kamu lucu sekali. Sepertinya usia kita tidak berbeda. Saya Lia. Istrinya lelaki tampan itu dan kedua anakku Aidan dan Alden. Salam sayang sama Om dan Tantenya." ciuman di tangan yang dirasakan Mahda dan Evan membuat hati keduanya bergetar hebat.
"Wah pintar sekali, saya Mahda dan suami saya Evan. Kalau boleh tau berapa usianya Teh?" Tanya Mahda antusias.
"Panggil nama saya saja. Usianya tiga tahun Mahda."
"Serius? Tapi pintar ya. Apa sekolahnya paksaan kalian?" Pertanyaan Evan membuat Mahda memukul lengannya.
"Tidak Evan. Saya pakai nama kalian saja ya sepertinya usia kita tidak beda jauh."
"Santai Aditya. Jadi sekolah kemauan mereka?" Tanya Evan penasaran karena kedua anak kembar tersebut menggunakan seragam sekolah taman kanak-kanak yang sangat terkenal di sini, apa lagi jika bukan Starlight. Terlihat dari lambang yang ada di pakaian keduanya.
"Ya Evan, mereka yang menginginkan untuk bersekolah." Aditya menjawab dengan tersenyum tidak lupa kembali bertanya pada Mahda mengenai pesanan mereka dan meminta yang lain membuatkannya. Karena jika istrinya ke sini, pasti Aditya akan meluangkan waktunya untuk mereka.
"Wah keren. Mah kamu harus berguru sama Lia sana."
"Eh? Jangan sama akulah." Seru Lia tidak enak hati.
"Maaf sebelumnya Lia, Kalian menikah usia berapa?" Mahda bertanya pada wanita berhijab di hadapannya. Aish, Mahda sampai lupa jika wanita itu berkerudung dengan pakaian gamis yang sangat cantik ditubuhnya.
"Tidak enak berdiri di sini, bagaimana jika saya bergabung dengan kalian? Lagian juga Lia jarang bersosialisasi sejak kami menikah."
"Abang apaan si gak ya." Dengus Lia.
"Bercanda adek. Jika kalian mengizinkan ya." Lanjut Aditya.
"Tentu saja, ayo."
Alhasil di sinilah mereka. Di sudut terpojok bagian dari kafe ini dan duduk bersamaan sesekali melihat interaksi si kembar yang begitu menggemaskan. Bahkan Fresa yang menggendong Alex malah ikut andil dalam interaksi dengan si kembar.
"Jadi?" Pancing Mahda.
"Kami menikah di usia 17 tahun Mahda. Lulus sekolah aku dan Aditya di jodohkan."
"Really? Tapi kalian tidak seperti dijodhkan?"
"Panjang sekali ceritanya untuk sampai di sini Mahda. Semua tidak seinstan yang kamu bayangkan. Bahkan kami pernah hampir--aku tidak mau membahasnya." Lia menatap Mahda meminta pengertian, karena dia tidak sanggup jika menceritakan masa lalunya yang begitu menyakitkan.
"Bunda, Al mau susu."
"Ouh ya, ini." Lia memberikan dua kotak susu kemasan yang sangat disukai anaknya. Interaksi ibu dan anak itu tak luput dari mata semua orang yang ada di sana.
"Dulu istriku itu sangat takut melahirkan saat tahu dia hamil. Bahkan menyendiri di kamar tidak mau bicara pernah dia lakukan. Bahkan hal terparanhnya..."
"Aku takut menggendong anakku sendiri." Seru Lia dengan mata berkaca-kaca.
"Setidaknya itu sudah masa lalu, terbukti dengan kamu yang mendidik mereka dengan baik. " Fresa tahu ibu dua anak itu pasti sedih jika mengungkit masa lalu. Lagi pula mereka orang asing, pasti Lia segan pada mereka.
"Betul sekali, bahkan kelahiran mereka adalah anugrah yang Tuhan kirimkan padaku."
Benar. Baik Mahda ataupun yang lainnya. Mereka merasa bersyukur dipertemukan sosok Lia yang mau berbagi cerita tentang bagaimana menjadi sosok ibu muda yang pastinya sigap terhadap kedua anaknya. Apalagi Aditya, yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya.
💗💗💗💗