
"Aryaaa~ minta kon- eh pentol" ucap Aira sambil bersender di bahu Arya sibuk memainkan gamenya
"Nih buka tu mulut" sahut Arya sambil menyuapi Aira pentol, Aira dengan senang hati membuka mulutnya dan memakan pentol yang disuapi oleh Arya
"Hmmm.... siapa ya yang tadi hawanya canggung banget trus saling tatap tajam" sindir Haykal di sebelah Kayla
"Sirik wee sirik, kasian joness!" timbal Aira dengan wajah mengejek yang membuat teman teman mereka tertawa
"Makanya jan gangguin Arya sama Aira kalo udah nempel" sahut Kayla
"Prenjone gausah sok keras!!" Sahut Haykal yang sontak jadi debat walpres dengan Kayla
"Heh kalian udahan!! gaada pacar pacaran di geng kita, ga sayang apa sama pertemanan kita yang kita bangun 10 tahun lebih" ucap Aira santai sambil tetap fokus ke dalam gamenya
Aira saat itu tidak tau kalau kata katanya menjadi sebuah bumerang yang melukai perasaan Arya, tapi seperti biasanya Arya hanya tersenyum tipis karena ia tau Aira menganggap persahabatan mereka lebih penting apapun.
Now playing
"Akulah dia" - Drive
IllII.llIlI.IIllII.llIlI.IIllIIl.IIllII.
0.45---β’---------------------5.21
"Arya nanti sibuk ga pulang sekolah?" tanya Aira menatap dalam mata Arya
Tak pernah berhenti, Mencari cinta
"Engga, kenapa?" balas Arya lembut
"Anterin gue ke toko buku ya, mau beli novel baru"
Selalu saja ada, Yang tak kamu suka
"Iya, duid nya ada gak?, kalo gaada pake duit gue aja"
Terlalu jauh, Engkau melihat
"Ada kok, kalo habis kan gue tinggal kerja part time di toko nya mas Ilham"
Coba rasakan yang ada di sekitarmu
"Kenapa ga jadi pacar gue aja?, sehari 500K"
Sesungguhnya dia ada di dekatmu
Tapi kau tak pernah menyadari itu
"hmmm, gak deh meskipun pacaran boongan gue tetep gaakan mau, kita ini kan sahabat dari kecil, apalagi lu juga udah kayak sodara gue sendiri"
Dia slalu menunggumu
Untuk nyatakan cinta
"hhh sahabat ya, iya juga..."
"makanya jan aneh aneh lagi" sahut Aira
Sesungguhnya dia adalah diriku
Lebih dari sekedar teman dekatmu
"Kalo gue bilang gue suka lu gimana" tanya Arya
"hmm.... gaakan lahh, gue kan tau tipe cewek yang lu suka kayak gimana" sahut Aira diiringi tawa kecilnya
Berhentilah mencari
Karna kau telah menemukannya
"kalo sekarang aja gimana?, gue juga mau bolos sekali sekali" ucap Kayla untuk mencairkan suasana
"gue ikut aja" sahut A'am
"yok gass" ucap Haykal
"let's go daddy~" seru Aira
Dia mungkin bukan
Manusia sempurna
Tapi dia selalu ada untukmu
"semangat Ar" bisik A'am ke Arya
"ya... "
"Arya ayoo buruan, ntar ketahuan guru ganteng" sahut Aira lalu menarik tangan Arya dan berlari bersama ke tempat parkir
Hanya.. dia..
'bener, gausah buru buru' batin Arya
Yang t'lah mengenalmu
Dia 'kan s'lalu setia
"ahh iya tas! biar gue yang ambilin tas lu, lu emang terbaik kalo soal kabur" sahut Aira bersemangat lalu mengecup singkat pipi Arya dan pergi ke kelas
"kabur dari perasaan sendiri juga termasuk" sahut Haykal
"lu ga cape? mau sampe kapanpun dia gaakan liat lu, Aira tuh oon" lanjut nya
"gue tau, tapi gaada salahnya kan kalo gue berharap"
"hahhh.... serah lu deh"
Aira sampai di kelasnya, ia mengambil tas dan nitip absen ke temannya lalu pergi bersama circle nya ke cafe, tapi karena Aira harus membeli novel yang baru dirilis oleh novelis kesukaannya, jadi ia memutuskan untuk pergi ke toko buku dan akan menyusul teman teman nya nanti
"lu boleh balik aja, ntar kalo gue udah beli buku gue telpon" ucap Aira
"biar gue tunggu aja, emang beli buku selama apa sih"
"Liat tuh antrian, kek antrian sembako gratis" tunjuk Aira di antrian meet and great sang novelis kesukaannya
"anj- lah kok bisa gitu"
"bisalah, lu nyusul aja yg laen, ntar kalo gue udah selesai gue kabarin og, suer deh"
"hahh.... yodah, kalo selesai kabarin loh"
"iya bawell"
"daahh gue tinggal ya"
"dahh~"
"hmm ga nyangka bisa dapet tdd nya langsung, ngantri ahh~" lanjut nya lalu mulai mengantri
setelah penantian panjang akhirnya sekarang giliran Aira, jantung Aira berdegup kencang karena gugup akan bertemu dengan sang idola, aneh sih meskipun Aira sikap nya kayak anak dajj-l tapi dia pinter + kutu buku akut.
"Anu, saya selalu membaca karya anda dari pertama kali anda debut, saya sangat mengagumi semua karya yang anda tulis" ucap Aira sambil menaruh buku yang tadi ia beli ke meja
"saya senang anda sudah membaca karya saya, semoga anda tidak bosan dengan cerita saya" ucap sang penulis sambil menandatangani bukunya
"saya tidak akan bosan, tidak akan pernah" ucap Aira bersemangat lalu bersalaman dengan sang penulis kesukaannya
"apa kamu bisa menunggu saya sebentar?, aku ingin berbicara dengan mu" ucap sang penulis
meskipun Aira bingung kenapa tiba tiba penulis kesukaannya meminta nya menunggu tapi ia tetap mengangguk dan menunggunya di bangku baca yang kosong, setelah beberapa menit menunggu sang penulis datang menghampiri Aira lalu membuka masker dan topi yang ia kenakan.
"PAK DIMAS!!" seru Aira terkejut, siapa yang menyangka kalau novelis kesukaannya adalah wali kelasnya yang baru
"senang kamu masih mengenal saya, siapa yang menyangka kalau ternyata salah satu murid yang saya tandai adalah penggemar saya" ucap Dimas menyeringai
'iihh nyesel udah ngomong semua yang kupikirin' batin Aira
"penyesalan memang selalu ada di akhir kan" sahut Dimas
"terus kenapa kalau saya penggemar bapak?" balas Aira sinis
"hmm tidak saya hanya sedikit senang karena ada salah satu murid saya yang membaca karya saya" ucap Dimas tersenyum ramah
'gajelas banget ni om om' batin Aira
"yaudah ya pak, saya mesti balik" ucap Aira
"tunggu.... bukan nya sekarang ini masih jam pelajaran ya?" tanya Dimas
'mampus, gue lupa klo gue bolos' batin Aira panik
"eehh ... ehhmmm, pak liat pak ada fans bapak" ucap Aira menunjuk salah satu pelanggan lalu berlari meninggalkan Dimas, tapi Dimas tidak terkecoh dan langsung mencengkram kerah belakangan Aira, sekarang Aira seperti seekor kucing yang ketahuan mencuri ikan
"coba sebutin siapa saja yang bolos" ucap Dimas menyeringai
"pinter banget ya kamu udah berani nyoba bohongin saya" lanjut nya
"maaf pak, lagian saya bolos juga kan biar ketemu idola saya yang ternyata adalah guru saya yang paling tampan se sekolah" ucap Hyura menatap Dimas dengan puppy eyes
"gausah di imut imutin gitu, gak cocok sama kelakuan kamu yang kayak kucing garong" ucap Dimas langsung mengalihkan pandangannya
"garong garong gini bapak juga suka liat tampang saya" gumam Aira pelan
"apa kamu bilang tadi?" sahut Dimas
"hah!! gaada tuh pak, bisikan setan kali" ucap Aira
'nih om om tajem juga telinga nya' batin Aira panik
alhasil hari itu Aira terpaksa mengikuti sang guru yang entah akan membawanya ke mana, ia hanya bisa pasrah dan menurut bahkan saat Dimas menyuruh nya untuk memasuki mobil...
haiii kakk
terima kasih banget udah liat cerita aku yang mungkin gaje dan kurang nyambung, terimakasih bangettt ^β^
semoga kalian ga bosan sama jalan ceritanya ><
jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :3
like, komen, kasih bintang nya juga ya kak πβΊοΈ
terima kasih π€