
Saat sampai di depan rumah Brian, Aira langsung turun dari sepeda motor Arya, karena dia yang terburu-buru hampir aja ia jatuh kesandung tapi gajadi, Aira ngetuk pintu heboh kek rentenir penagih hutang
Seorang pria paruh baya yang hyura kenal sebagai kepala pengurus rumah membuka pintunya, "Nona Aira!?" ucap sang pengurus rumah terkejut
"Siapa itu pak?, kenapa berisik sekali?" sahut Brian dari arah tangga
"Ah om gimana keadaan Tian?!" sahut Aira nyelonong masuk aja tanpa permisi
"Kamu kenapa kesini?, ini kan masih jam sekolah." timpal Brian heran
"Iihh om nih ya, Tian tuh lebih penting tauu!" sahut Aira ga nyantai
"Ah tapi sekolah kamu giman-"
"Ahh tauk ah om lama banget, pak Jo dimana kamar Tian?" tanya Aira mengabaikan pertanyaan Brian
"Ah ada di sebelah kamar tuan Brian" Jawab pak Joko dan langsung direspon oleh Aira yang ngacir gitu aja ke sebelah kamar Brian, karna ia tau letak kamar Brian jadi lebih mudah ia tau letak kamar Tian
'Kenapa dia tau kamar om dimana.' batin Arya
sementara itu Brian dan Arya menyusul Aira ke kamar Tian, Aira duduk di samping Tian sambil menggenggam lembut tangan Tian
"Tian.... hai! kakak disini sekarang, gimana keadaan mu hmm?" ucap Aira lembut sambil membelai lembut kepala Tian
"Kak Ira.." jawab Tian sedikit serak lalu berusaha bergerak dan memeluk Aira erat
"Jangan pergi.... tolong tetap bersama Tian" ucap Tian nanar
"iya kak Ira udah disini, kak Ira gaakan ninggalin Tian kok" jawab Aira tersenyum sangat lembut
"Sekarang Tian makan ya, terus minum obat biar sembuh, Tian gamau liat kak Ira sedih kan?" ucap Aira
"Iya.... Tian makan kok, tapi kakak jangan tinggalin Tian" ucap Tian lagi
"Gaakan sayang, kak Ira sayang banget sama Tian, gamungkin kak Ira ninggalin Tian" jawab Aira lembut menempelkan keningnya dan Tian
Setelah itu pak Joko datang membawa nampan berisi bubur hangat, air putih, dan beberapa obat yang diresepkan dokter
Dengan telaten Aira menyuapi Tian makan, membersihkan makanan yang berceceran di sekitar mulut Tian dengan lembut dan setelah itu membantu Tian meminum obatnya.
"Sekarang Tian istirahat ya, biar cepet sembuh" ucap Aira
"Jangan tinggalin Tian, Tian mau kak Ira tetep disini" ucap Tian menarik tangan Aira lemah
Aira menuruti keinginan Tian dan mengisyaratkan agar Brian dan Arya keluar agar Tian bisa lebih cepat tertidur, Aira menyanyikan lagu tidur yang biasa dinyanyikan oleh pengasuhnya dulu dan itu berhasil membuat Tian tertidur sangat lelap.
"Bangunlah esok saat cahaya mulai bersinar, tidurlah bintang ku~" senandung Aira lalu melihat Tian yang tertidur pulas dan dengan hati hati bangkit dari tempat tidur
Saat ia akan pergi ia merasa rok sekolahnya seperti tersangkut sesuatu, ternyata Tian yang menggenggam rok Aira, dengan hati hati Aira melepaskan genggaman Tian dan lalu pergi, tapi saat dia berjalan pergi, di depan kamar Tian sudah ada Brian dan Arya yang menunggunya sedari tadi
"Tian udah tidur, jadi sebaiknya kalian kalo mau melepas rindu jangan di depan kamar Tian" ucap Aira lalu pergi menuruni tangga
"Maaf sudah merepotkan kamu, saya sudah izinkan kalian ke Dimas tadi lewat chat, jadi seenggaknya kalian hanya akan ditagih surat keterangan, saya sudah menyiapkan surat keterangan nya jadi nanti sebaiknya kalian bawa" jelas Brian
"Om." ucap Aira tiba tiba serius
"iya kenapa?" jawab Brian cepat
"ada makanan gak?, laperr hehe~" sahut Aira tersenyum sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal
Brian hanya tersenyum kecil lalu meminta pak Jo agar segera menyiapkan makanan untuk Arya dan Aira, mereka bertiga sudah sampai di meja makan saat ini, Aira langsung memakan makanannya begitu dihidangkan di depannya, sedangkan Arya masih sedikit penasaran kenapa Aira bisa tau letak kamar Brian
"Om Brian kenal Aira di mana?" tanya Arya
'hmm... berarti udah 3 bulan lebih' batin Arya
"Trus itu Aira kok bisa tau kamar om itu gimana?, om ngajak dia ke kamar om?, hati hati loh om kalo dia khilaf bisa bisa om diterkam" ucap Arya dengan tertawa, padahal hatinya terasa perih karena merasa kalau hubungan antara Brian dan Aira mungkin bukan hubungan biasa, tapi ia menepis pikiran itu karena percaya om nya tidak mungkin menyukai Aira
"Tu mulut minta di tampol or di cium pake sepatu, pilihh!" jawab Aira tidak terima
"Ah waktu dia kabur dari rumah dia kecelakaan kecil di jalan, jadi saya pungut deh, karna kamar tamu belum siap jadi terpaksa pakai kamar saya" jawab Brian enteng
"Eaa pungut ga tuh, berasa kucing liar aja aku tuh diantara kalian" gerutu Aira dengan bibir manyun sambil memainkan sosis yang ada di piring nya
"Minta di sosor neng?" tanya Arya
"Dengan senang hati neng menolak karna abang bau bawang" ucap Aira membuat pose seolah olah merasa jijik
"Bawang kok ngomong bawang" sahut Arya gemas mengacak acak kepala Aira
"Ihh jan berantakin rambut gue, ntar kusut njr" ucap Aira tidak terima
Brian yang melihat kejadian itu entah kenapa merasa sangat tidak suka dengan kedekatan mereka, tapi segera ia tepis fikiran itu dan beranggapan kalau perasaannya tidak enak karena kondisi putra nya yang sedang sakit
"Apa kalian pacaran?, kalian kelihatan sangat dekat" tanya Brian
"Idih ga sudi ah sama cewek slebor kayak dia, tampang nya doang imut, binalnya kek lonT,," -Arya
"Siapa juga yang mau sama Wibu yang cuma bisa senam jari sambil dengerin Sagiri desah" -Aira
"Lagian dari pada sama si pengocok handal gimana kalo aku sama om aja?" ucap Aira dengan tangannya yang menangkup wajahnya imut dan meng wink ke Brian yang langsung dapat jitakan kecil dari Brian
"Iihh om mah ga pekaa wuuu~" seru hyura manyun sambil memegang keningnya yang padahal tidak sakit sama sekali
Arya sangat tidak nyaman dengan itu dan akhirnya memilih untuk pergi ke toilet, lebih baik ia membuang jauh jauh overthinking nya tentang hubungan antara Brian dan Aira juga menenangkan dirinya.
beberapa hari berlalu dan kini Arya, Aira, Brian, Dan Tian ada di rumah Brian untuk menyiapkan acara ulang tahun untuk Tian
Tian bersama dengan Aira sedang membuat kue bersama, sedangkan Brian dan Arya mengurus tempat pesta nya.
"Apa Tian suka manis?" tanya Aira pada Tian sambil mengaduk whip cream
"Tian suka" jawab Tian bersemangat
"Tian mau pake stoberi aja buat hiasan nya, sama Hulk coklat" lanjut nya
"Oke!, ayo buat lapisan gulanya dulu" seru Aira
Brian melihat interaksi antara Aira dan Tian, ia lalu tersenyum dan kembali melanjutkan tugasnya, Arya juga melihat hal sama tapi ditambah Brian yang juga memperhatikan Aira, Arya tau tatapan mata Brian bukan tatapan mata yang biasa, meski ia tidak mau mengakuinya tapi sepertinya pamannya itu mencintai sosok yang juga ia cintai tanpa Brian sadari
Tapi untuk terakhir kalinya ia mencoba untuk tetap percaya bahwa pamannya tidak akan melanggar batas moral masyarakat yang ada
Haiii~(◍•ᴗ•◍)❤
Makasih udah mampir dan baca cerita aku
aku harap kalian bisa terhibur sama cerita yang ku buat, jangan bosan baca cerita ku ya ( ◜‿◝ )♡
tinggal jejak setelah membaca 🤗
like,fote, +fav dari kalian itu berharga loh buat saya ( ˘ ³˘)♥
see u next time (◍•ᴗ•◍)❤