
"enak aja dibilang ponakan nya, huhhh!!" gerutu Aira kesal
Brian hanya tertawa kecil melihat tingkah Aira yang kesal, "iihh jangan ketawa om!" rengek Aira mencubit pelan lengan Brian
"aw aw, baik aku minta maaf oke, hentikan itu sakit" ucap Brian
*tok tok tok
"masuk" ucap Brian singkat
"Uhmm... permisi pak rapatnya akan segera dimulai" ucap sang sekretaris
"Kamu mau ikut rapat?" tawar Brian
"Hummm.... engga deh om" jawab Aira cepat
"Kalau kamu butuh sesuatu minta saja ke sekretaris ku" ucap Brian
"Iya sayangg~" jawab Aira manja
"Permisi... aku masih disini loh" sahut Jerome merasa tidak dianggap
"Ah masih disini ternyata" sahut Aira acuh
"Dasar tidak tau sopan santun, ternyata benar kata pepatah jodoh itu cerminan diri kita sendiri" ucap Jerome
"Jadi maksudnya om Brian gatau sopan santun gitu, hahh!!" sewot Aira tidak terima
"tidak, mungkin kau jodoh orang lain yang tertukar, Brian memang sangat sangat acuh tapi dia masih punya sopan santun" balas Jerome dengan wajah mengejek
"Apa!!!, iihhh enak aja, om Brian tuh jodoh ku, buktinya dia jadi suami ku sekarang!!" bantah Aira
"Pacaran bisa putus, pasutri bisa ceraii!" sahut Jerome
"Je, kau sudah melewati batas" sahut Brian dingin
"Omm~" rengek Aira memeluk Brian lalu berbalik, mengeluarkan lidahnya dan mengejek Jerome
"Hah lihat itu!" ucap Jerome
"Je ingat umur mu, kamu juga jangan nakal" ucap Brian
"Habis ngeselin" ucap Aira
"Yasudah aku pergi dulu, diam disini, jangan jalan jalan tanpa pendamping, oke?" ucap Brian dan dijawab anggukan oleh Aira
Brian dan Jerome pergi meninggalkan ruang kerja Brian, kini Aira sendiri dengan sekretaris Brian yang menemani nya, karena merasa sangat bosan Aira memutuskan untuk mengelilingi kantor Brian
"anu.... aku ingin berkeliling" ucap Aira
"Ah baik, saya yang akan memandu nyonya" ucap sang sekretaris
Aira pergi keluar dan berkeliling kantor Brian ditemani sekretaris Brian yang mendampingi nya dari belakang, ternyata kantor Brian sangat besar, total lantai nya saja ada 20, dan tiap lantai berisi divisi yang berbeda.
"Aku lelah.... " ucap Aira
"Ah, apa perlu saya belikan air minum di kantin?, nyonya ingin minum apa?" tawar sang sekretaris
"Eehh ada kantin??" seru Aira
"Ada nyonya, di lantai bawah, lantai satu" jawab sang sekretaris
"Aku mau liat kantin nya" ucap Aira
Mereka turun dari lantai 6 ke lantai 1 lalu pergi ke kantin yang berdekatan dengan tempat parkir.
"ini kantin nya nyonya, anda ingin membeli sesuatu?" tanya sang sekretaris
"uhmm aku ingin jus stoberi susu... apa ada?" ucap Aira
"Ada, biar saya pesan kan" ucap sang sekretaris lalu pergi
Aira memilih tempat untuk mereka, ia melihat semua meja sudah terisi, tapi untung nya ada salah satu meja yang belum penuh, Aira mendekati meja itu dan meminta izin.
"Uhhmm permisi, apa saya boleh duduk di sini?" tanya Aira sopan
Semua pemuda itu melihat ke arah nya, mereka melihat Aira dari atas sampai bawah lalu tersenyum.
"Oohh tentu tentu boleh saja, silahkan duduk" ucap salah seorang dari mereka
"Kamu umur berapa?" tanya salah seorang dari mereka
"Ah tahun ini 20 tahun" jawab Aira seadanya
"Wahh, anak magang?" seru mereka
"Kamu cantik ya, manis, imut" ucap mereka, Aira hanya tertawa hambar
Mereka terus berbicara tentang kehebatan mereka, bahwa mereka adalah orang yang sudah sukses di umur mereka yang masih muda.
Aira memang kagum tapi juga merasa risih karena kesombongan dan kepercayaan diri mereka, tapi Aira tetap menghormati mereka karena sepertinya mereka seumuran dengan kakaknya.
Sang sekretaris datang dan melihat Aira yang tampak tidak nyaman karena salah memilih tempat duduk, Aira melihat sekretaris Brian dan ingin menghampiri nya tapi mereka tiba tiba memegang tangan Aira tanpa izin dari nya.
Aira menepis tangan mereka kasar dan mereka tampak sakit hati dengan tindakan nya, "Waahh berani sekali kamu, padahal cuma anak magang!" ucap salah seorang dari mereka
'Om Brian punya temen kaya kalian??, gamungkin banget!' batin Aira
"Nyonya, anda tidak apa apa!" seru sang sekretaris menghampiri Aira
"Nyonya??" seru mereka bertanya tanya
Tiba tiba Brian datang dari belakang Aira bersama Jerome di sebelah nya, Brian memeluk pinggang Aira dari belakang, Aira berbalik dan tersenyum melihat Brian lalu memeluk nya, membuat semua yang ada di sana jadi memperhatikan mereka
"Sayang~" seru Aira
"Ada apa ini?" tanya Brian pada sekretaris nya
"Anu... mereka sepertinya tidak tau kalau nona Aira istri tuan, jadi mereka-"
"Menggoda istri ku!?" ucap Brian memotong ucapan sang sekretaris
Seketika mereka semua terdiam dan hanya dapat menelan ludah karena tatapan Brian yang sangat tajam. Di suasana yang sangat suram itu alarm Aira berbunyi.
"Ah udah waktunya jemput Tian" ucap Aira
"Ayang, ayo jemput Tian, kasian nanti anak kita nunggu lama" ucap Aira
"Ah iya kamu tunggu bentar ya di mobil, aku menyusul sebentar lagi" ucap Brian lembut
"Humm.... 5 menit, lebih dari 5 menit kamu tidur di luar!" ucap Aira lalu pergi
"M maaf bos, kami tidak tau kalau gadis itu adalah istri bos" ucap salah seorang dari mereka
"Siapa yang tadi sudah lancang memegang tangan istri ku." tanya Brian tegas
Salah satu dari mereka mengacungkan tangan, tanpa sadar tangan Brian mengepal, tatapan nya lebih dingin daripada beberapa saat yang lalu saat ada Aira di samping nya.
"Hey biar aku yang urus ini, kau hanya diberi waktu 5 menit kan?" sahut Jerome mencegah sebelum ada orang yang hanya tinggal nama
Brian menghembuskan nafas kasar, menahan amarahnya lalu pergi dari kantin, "Urus masalah ini dengan baik, aku harus segera menyiapkan pesta penyambutan untuk memperkenalkan Aira, agar tidak ada lalat yang berani mendekatinya lagi" ucap Brian dingin
"Huft.... benar benar deh, kalian dari distrik mana?" tanya Jerome
"d-distrik A" ucap mereka terbata bata
"Sebisa mungkin kalian hindari bertemu bos kalian dulu jika kalian tidak ingin berakhir jadi pengemis, aku juga akan membantu sebisa ku" ucap Jerome
"T terimakasih" ucap mereka serentak.
.
.
.
.
"Belum lima menit kan?" ucap Brian
"Tetep aja om lama" ucap Aira
"Maaf ya?" sahut Brian
"Humm.... yaudah iihh cepet, kasian Tian nanti nunggu lama" ucap Aira menggandeng tangan Brian agar segera masuk mobil
"kamu, bawa mobil ku pulang, aku yang akan menyetir" ucap Brian ke supirnya
"Baik pak" jawab sang supir lalu pergi
Aira dan Brian memasuki mobil lalu pergi ke sekolah Tian, saat sampai disana ternyata bel sekolah baru saja berbunyi, Aira keluar dari mobil dan menghampiri Tian yang baru keluar dari gerbang sekolah
"Mamaa~" seru Tian senang begitu melihat Aira
Begitu Aira sampai, Tian langsung memeluk Aira erat, Aira menggendong tangan Tian lalu menyebrangi jalan, Brian keluar dari mobil, membuka pintu mobil agar Aira dan Tian bisa masuk, Tian memilih duduk di kursi belakang sedangkan Aira duduk di kursi depan.
"Tian laper ga?" tanya Aira
"Laper.... " ucap Tian lesu
"Om mampir dulu buat makan ya, di.... ah amang nasi goreng yang dulu" ucap Aira
"Di depan komplek mu itu?" tanya Brian
"Iyaa" jawab Aira yang dapat anggukan dari Brian
"Tian gimana sekolah nya?" tanya Aira ke Tian
"Seruuu banget, di kelas Tian juga kedatangan murid baru, tapi dia jutek banget" ucap Tian
"Tapi Tian tetep temenan kok sama dia, mama kan bilang gaboleh jahat dan harus berbuat baik ke semua orang" lanjut nya
"Anak baik" ucap Aira
"Oh iya ma" ucap Tian dengan nada bertanya
"Kenapa?" ucap Aira
"Tadi temen Tian bilang, karena sekarang Tian udah punya mama berarti Tian bakal punya adik kan?" ucap Tian dengan mata berbinar