Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.25



"Om Brian!" panggil Aira dari jauh


Brian menolehkan wajahnya ke arah suara manis sang gadis dan senyuman langsung terukir jelas di wajahnya, tapi tiba tiba berubah saat Brian mengingat kembali perkataan Haykal


"Kak Aira~ sini sini!!" seru Tian


"Ah Tian haloo~, uhmm maaf ya om aku lama ya?" ucap Aira


"Tidak terlalu, kami yang terlalu cepat sampai" ucap Brian


"ngomong ngomong kenapa om ngajak ketemuan?, ga biasanya" tanya Aira


"Tian ingin bermain di wahana bermain yang baru baru ini dibuka dengan mu, maaf jadi merepotkan mu lagi" ucap Brian


"Ehh aku ga ngerasa direpotin kok om" jawab Aira cepat


"Tauk nih ayah, tuh kan udah Tian bilang kak Ira suka kok main sama Tian" sahut Tian


Aira hanya tertawa kecil karena tingkah imut Tian dan lalu mereka bertiga pergi ke wahana permainan yang baru dibuka


Saat mereka hampir sampai dari jauh sudah terlihat bianglala dan beberapa permainan besar yang menjulang tinggi.


"Kak Ira! Ayah! lihat itu, rodanya sangat besar!" ucap Tian heboh


"Tian itu bianglala bukan roda, saat menaiki itu kita bisa melihat pemandangan dengan sangat jelas dari atas karena itu sangat sangat tinggi" jelas Aira


"Uwahhh.... Tian mau naik bianglala!" seru Tian


"E-eehh naik itu?, tapi itu sangat tinggi loh, Tian yakin?" tanya Aira


"Iya! Tian mau naik bianglala itu!" ucap Tian yakin dengan mata berbinar


Akhirnya mereka pun sampai, Brian memarkirkan mobilnya ke tempat parkir dan membeli tiket masuk untuk tiga orang lalu masuk ke wahana taman bermain


Begitu memasuki wahana tercium aroma makanan dan camilan yang lezat, banyak kedai makanan juga tempat bermain, Tian menatap sekelilingnya dengan mata berbinar, dia sangat bersemangat untuk memainkan semua permainan, begitu juga Aira yang tidak sabar mencoba berbagai makanan juga camilan yang dari baunya saja sudah membuat cacing cacing di perutnya meronta ronta


"(ayah/om) aku mau itu!" ucap Tian dan Aira bersamaan menunjuk ke kedai yang menjual crepes lalu melihat Brian dengan tatapan puppy eyes


"Baiklah baiklah, kalian benar benar kompak ya!" ucap Brian menyunggingkan senyum


Brian membelikan dua crepes dengan toping Nutella cheese untuk Tian dan strawberry vanilla custard untuk Aira karena Aira menyukai strawberry


Aira dan Tian mengambil crepes dari Brian dan memakannya bersamaan, "Uhmmm enakk~" ucap Aira dan Tian bersamaan


Brian hanya melihat mereka makan dengan asik nya hingga tanpa sadar ujung bibirnya terangkat saat melihat Aira yang dengan lahap memakan crepes seperti anak kecil


"Kamu sangat suka ya?, sampai belepotan gini." ucap Brian mengusap krim di ujung bibir Aira dengan tangan nya lalu menjilat krim nya


"ah enak, tapi ini terlalu manis" gumam Brian


Seketika wajah Aira memerah, bahkan ia langsung membeku karena sikap Brian yang tiba tiba, 'BUKANNYA KALO GINI SAMA AJA KAYAK CIUMAN GA LANGSUNG!!!' batin Aira berteriak


"Ternyata kamu suka sesuatu yang manis ya..... sangat cocok untukmu sih karena kamu sendiri juga sangat manis" ucap Brian mengacak acak rambut Aira dengan lembut


"Ayah!! ayah apain kak Aira sampai wajahnya merah gitu!!" sahut Tian


"Eh???" -Brian


"Ahahaha Tian ada ada aja, mana ada wajah kakak merah, Tian ihh, ayo sini kakak bantu cuci tangan sama muka kamu, liat tuh belepotan gitu" ucap Aira salting


"Bener kok wajah kakak merah.... apa kena panas?, tapi kan matahari nya ketutup awan, dan cuacanya juga ga panas kok" gumam Tian


Setelah selesai membantu Tian mencuci tangan dan wajahnya di wastafel terdekat Aira pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya nya, alasan sebenarnya untuk menenangkan hatinya yang dari tadi berdetak sangat kencang


"Tenang Ira tenang, ish ini juga kenapa aku deg deg an gini sih, ntar kalo om Brian denger gimana" sewot Aira


"Oke oke, tarik nafas....buang, nah sekarang harus cool, harus elegan, gaboleh kekanakan" ucap Aira pada pantulan dirinya di depan cermin


"Mah liat deh kakak nya ngomong sendiri" sahut gadis kecil yang baru keluar dari kamar mandi


"udah nak jangan dilihat" balas ibunya


'akhhh maluuu!!' batin Aira histeris....lagi


Aira memutuskan untuk keluar dan menghampiri Brian, dia berusaha menahan perasaannya mati matian saat Brian ada di dekatnya, meskipun berkali kali wajahnya memerah karena Brian terlalu dekat padanya


"Uwahhh seruuu!! Tian sampai berdebar karena banyak sekali permainan yang seru, apalagi tembak tembakan yang baru Tian mainkan tadi!!" seru Tian bersemangat


'iya kakak juga berdebar karena berkali kali skinship sama ayahmu' batin Aira pasrah


cape dia tuh salting terus dari tadi


"Kakak naik itu yuk!" seru Tian menunjuk wahana roller coaster


"Gak boleh!, kamu masih terlalu kecil" sahut Brian


"iihhh kok gituu!!" sahut Tian


"i-iya Tian masih kecil, kita main yang lain aja ya?!" ucap Aira


"hhmmm.... yaudah deh" ucap Tian pasrah


"Kalo gitu Tian mau naik bianglala, setelah itu pulang!" ucap Tian


'mampus aku!!' batin Aira dengan senyuman yang masih terukir manis di wajahnya


"Oke, setelah itu kita pulang oke?" ucap Brian


"Ya ayah!" balas Tian


Akhirnya mereka membeli tiket untuk naik bianglala dan setelah giliran mereka masuk, Tian langsung masuk ke bianglala diikuti Brian dan Aira, tangan Aira mengepal sempurna, tubuhnya sedikit gemetaran dan matanya tertutup rapat saat bianglala mulai bergerak.


Brian yang sadar merasa aneh, tapi segera paham akan situasi, "Aira.... apa kamu takut ketinggian?" tanya Brian yang tepat sasaran


"Ah maaf aku tidak menanyakan pendapat mu tadi" ucap Brian


"g-gapapa kok om, Aira bisa tahan" ucap Aira


"Ayah!!, kak Ira!, lihat deh pemandangan nya indah!" seru Tian bersemangat


"Ah iya memang indah" ucap Brian


"Kak Ira kenapa?" tanya Tian polos


"Ah kak ira-"


"Kak Ira gapapa kok Tian" ucap Aira memotong perkataan Brian


"Kamu yakin?" ucap Brian


"Iya om, Ira masih bisa nahan kok" ucap Aira


Tapi tiba tiba bianglala itu berhenti membuat Aira semakin ketakutan dan secara refleks memeluk Brian yang ada di sebelahnya, "Om Ira takut!, gimana nih, bianglala nya berhenti, kita bisa turun kan om" ucap Aira panik,Brian membalas pelukan Aira dan sesekali mengusap lembut kepala Aira,


"Kita pasti bisa turun, ini biasa terjadi, semua akan baik-baik aja" ucap Brian


"Om Ira takut" ucap Aira


Brian melepas pelukannya, menangkup wajah mungil Aira dengan kedua tangannya, sambil sesekali mengusap lembut wajah Aira "hey semua baik baik aja oke?, kamu percaya kan sama saya?" ucap Brian yang langsung dapat anggukan imut dari Aira


Tian melihat ke arah Aira dan Brian, dan melihat wajah Aira yang pucat, "Kak Ira kenapa?, wajahnya kok pucat?" tanya Tian


"Ah itu..." -Brian


"Kak Ira gapapa kok Tian" balas Aira


"Boong, kakak takut ketinggian ya?" ucap Tian tepat sasaran


'Ayah sama anak peka banget kalo masalah beginian' batin Aira


"sedikit" balas Aira


"Sini Tian peluk juga biar kakak ga terlalu takut" ucap Tian


Tian menghampiri Aira lalu memeluknya lembut, dan setelah itu bianglala kembali bergerak hingga akhirnya mereka turun dari bianglala, karena aira yang masih gemetaran, Brian menggendong Aira ala bridal style yang tentu saja membuat Aira malu apalagi banyak orang yang melihat mereka


"Wahh perhatian nya sama anaknya" -human


"Anaknya mungkin tadi takut makanya di gendong"


"perhatian banget pamud sama anaknya, beda ma suami ku" bisik beberapa orang yang melihat Brian menggendong Aira


'Kedengaran lol, enak aja ngincer inceran gue, gue nih calon bininya, bukan anaknya huhh!!' batin Aira dengan tatapan sinis ke mommy mommy muda di belakang


"Iihh anaknya serem" ucap para ibu ibu yang tadi ngegosipin mereka


Brian pergi ke tempat parkir, menurunkan Aira pelan ke mobil dan menyuruh Aira beristirahat di dalam mobil ditemani Tian, sedangkan ia pergi mencari minuman


"Tian jaga kak Ira ya!" pinta Brian


"iya yah!" ucap Tian


"Saya mau beli minuman dulu buat kamu, diem aja disini oke?, kamu mual ga?, kalo kamu mual biar saya papah ke toilet" ucap Brian


"engga kok om Ira udah gapapa" ucap Aira


"Yaudah saya pergi dulu cari minum, wajah kamu pucet basi gitu, lain kali harusnya kamu bilang kalo fobia ketinggian, yaudah saya pergi dulu sebentar" ucap Brian mengusap lembut kepala Aira singkat lalu pergi ke minimarket berjalan


.


.


.


.


Setelah selesai membeli minuman dan beberapa camilan ringan Brian berniat kembali saat tiba tiba ada orang yang tidak sengaja menyenggol bahunya


"Om, om ga lupa kan sama janji om?!" bisik pemuda itu


"Iya saya ga lupa.... biarin putra saya berada dekat sama Aira selama seminggu, setelah itu Aira akan sibuk dengan ujian, dan setelah selesai ujian saya akan pergi dari kehidupan Aira" balas Brian datar tapi hatinya terasa sangat sakit, seperti tersayang sesuatu


Brian kembali ke Aira dan Tian dengan membawa beberapa camilan ringan dan minuman, ia melihat Tian dan Aira sangat dekat, meskipun sebenarnya ia tidak ingin memisahkan mereka tapi karena ia tidak ingin membuat banyak orang terluka lebih baik dia yang terluka dan menanggung semua kebencian


"Minum ini, saya juga membelikan beberapa camilan ringan, makanlah" ucap Brian ramah


"Ah makasih om" ucap Aira


"Tian juga mau, tapi disuapi kak Ira" ucap Tian


"Setelah ini kita ke restoran, sekalian makan malam jadi jangan ngemil terlalu banyak" sahut Brian lalu duduk di samping Aira dan Tian yang duduk di pangkuan Aira


"Uhmm... om mau?" tanya Aira


"Ah tidak, buatmu saja" ucap Brian


Aira membuka sandwich yang kedua lalu menyodorkannya ke Brian, berniat menyuapi nya


"Ayo aaa~" ucap Aira sambil tersenyum ramah


"Ayah aaa~" ucap Tian juga


Akhirnya Brian memakan sandwich yang di suapi oleh Aira, "Enak kan om" tanya Aira


"Iya enak" jawab Brian yang membuat Aira langsung tersenyum mendengar jawabannya