Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.27



Aira pergi dengan Brian menuju ke sebuah restoran mewah dan makan malam di sana, setelah ke restoran Brian mengajak Aira berjalan jalan dan bermain di seluruh kota, sampai hingga jam 9 malam Brian mengajak Aira ke sebuah pantai tapi mata Aira tertutup oleh kain berwarna hitam


"Om kita mau kemana??" tanya Aira


"Ke suatu tempat yang mungkin bakal kamu sukai" ucap Brian


Brian menghentikan langkahnya, lalu melepas penutup mata yang tadi ia pasangkan pada Aira. Aira mengerjapkan matanya pelan dan melihat sekitarnya


Lampu lampu kecil terhias indah di sekelilingnya, lalu ada meja kecil dengan kue berbentuk hati di atasnya yang bertuliskan 'congratulation' di kuenya


"Ini.... apa om?" tanya Aira kagum sambil melihat sekitarnya


"Ini hadiah untuk kerja keras kamu, selamat atas selesainya ujian mu" ucap Brian


Malam itu adalah malam terindah dan mungkin malam terakhir Aira bersama dengan Brian. Di sini mungkin hanya Aira yang merasa bahagia tanpa tau bahwa ada dua orang yang terluka


"Selamat ya Air-" ucap Brian tertahan


"Om.... kalau sikap om kayak gini, gapapa kan kalo Aira sedikit berharap baik?" ucap Aira tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya


.


.


.


sebulan berlalu sejak hari itu, dan Brian tiba tiba menghilang tanpa kabar, Aira sudah berusaha menghubunginya, bahkan pergi ke rumah Brian, tapi nihil, dia tidak pernah bertemu dengan Brian, bahkan batang hidungnya tidak terlihat


"lemes pren, blom ketemu ayank" ucap Aira menatap kosong lurus ke depan dengan dagu yang menempel di meja


"Ada masalah apa?" tanya Arya sibuk dengan ponselnya


"Udah sebulan lebih gue ga ketemu om Brian, masa sih om Brian ngehindarin gue" gumam Aira yang masih terdengar oleh Arya


"Emang ada masalah apa sampe om gue ngehindarin lu" tanya Arya yang mulai fokus pada cerita Aira


"Gue minta kepastian tentang hubungan kami, emang salah ya?" ucap Aira dengan bibir manyun


"Hmm..... sabar aja, palingan ntar om gue muncul bawa buket bunga, mahar, sama cincin kawin" balas Arya, agak nyesek sih bund


"Aamiinn... moga moga aja dah" ucap Aira


"Eh.... temenin gue beli seblak yok?" tanya Aira


"Hmm.... yg deket perumahan itu?" balas Arya


"Hu'um, ngidam nih" ucap Aira


"Emang lu hamil, pake acara ngidam ngidam segala!" ucap Arya


"Ishh ayang ko gitu sih, adek kan lagi hamil angin, makanya ngidam" jawab Aira


"Ada lagi hamil angin, iya iya ntar kita beli agak sorean dikit, kalo siang gini mana ada yang jual seblak" sahut Arya


"Ish baik deh, jadi makin sayang" ucap Aira


"Giliran ada maunya aja lu bilang sayang" cicit Arya


Saat mulai sore Aira dan Arya pergi siap siap buat nyari seblak, kalo ditanya kenapa pake acara dandan rapi bak artis Drakor, alasannya "Kali aja gitu dapet jodoh nanti di tengah jalan" jawab mereka kompak


"yok kita gaskeunnn ngennn~" seru Aira heboh


"Diem ajg-, bisa bisa oleng nih pedmot, ku cemplungin parit lu" ucap Arya


"Sensi amat sih, gaakan jatuh juga" cicit Aira


"Iyadah serah lu aja" balas Arya pasrah, cape dia tuh


Mereka pun sampai di amang amang jualan seblak dan langsung memesan seblak tiga porsi super pedess.


"Duduk dulu situ neng" ucap amang seblak


"Iya mang" jawab Aira dan Arya barengan


"Arya..... ko gue haus ya?" ucap Aira


"tuh ada air, minum gih" balas Arya menunjuk ke air bekas cucian piring punya mang seblak


"Minta di mutilasi ya?" sahut Aira datar


"Yaudah trus lu maunya apa?, klo lu haus ya minum air lah, kenapa manggil gue coba, lu mau minum lewat mulut gue?" ucap Arya


"Boleh tuh, gue mager" sahut Aira iya iya aja


"Sabar Arya sabar, pen nampol tapi gue sayang" gumam Arya hanya mengusap dadanya


"Ikut gue yok beli es cendol, pengen nih" sahut Aira setelah liat fidio fyp es cendol seger di titoq


"Ish lu mau anak gue ileran!?" sahut Aira


"Emang lu bunting?" tanya Arya


"Ya nanti klo bunting, mencegah lebih baik daripada mengobati" ucap Aira sok iya


Karna terlalu malas berdebat akhirnya ya Arya nurut aja dah tuh, "Mang, kami tinggal ya, temen saya ngidam es cendol" ucap Arya


"ohh inggih mas" ucap mang seblak


"Arya, kita belinya yang deket alun alun aja, gue biasa langganan di sana" ucap Aira yang udah duduk di motor


"injih diajeng" ucap Arya


"Artinya apa?" tanya Aira


"Iya cantik" jawab Arya


"Ouwhh" ucap Aira


Setelah mereka sampai, Aira langsung turun dan membeli dua es cendol bungkus untuk di bawa pulang, saat sedang menunggu ia lihat dari jauh ada mobil yang berhenti di sebuah kafe, Aira memperhatikan mobil itu karena gabut, seorang wanita anggun dan cantik keluar dari dalam mobil, tak lama disusul seorang pria dengan setelan jas hitam, "Beuhhh sugar daddy" gumam Aira kagum


Wanita itu menghampiri sang pria dan memeluknya lalu mencium pipinya, sang pria terlihat kurang nyaman lalu melepas kacamatanya.


"Loh itu kan..." -Aira


"Neng ini es nya" -mang cendol


"eh ah iya mang, ini uang nya" ucap Aira segera membayar pesanannya lalu melihat ke arah kafe lagi


Hilang, mobilnya sudah tidak ada, ia menghampiri sang wanita yang masih ada di luar kafe sambil berlari kecil, Aira yang melihat Aira berlari merasa heran, jadi ia memutuskan untuk menyusul Aira


"Anu permisi" ucap Aira pada wanita yang kira kira berusia 30 tahun itu


"iya kenapa?" Jawab wanita itu


"Uhmm yang tadi bersama Tante itu siapa ya?, soalnya kayaknya saya pernah lihat" ucap Aira


"Ah dia, Brian Anggara Dewantara, pemilik BR Company, mungkin kamu sering lihat karena dia sering muncul di televisi dan media sosial, dan dia kekasih saya" ucap wanita itu


"Kalau begitu saya masuk dulu ya" lanjutnya lalu meninggalkan Aira yang masih tertegun


"Hoi Ra lu kenapa tiba tiba lari kesini dah?" ucap Arya


Aira masih terdiam sampai akhirnya Arya menepuk pelan pundak Aira, "Eh ah, kenapa?" ucap Aira linglung


"lu kenapa dah kok kayak orang linglung gini?, kesambet setan pohon jambu?" ucap Arya heran


"Apaan sih Ar, aneh aneh aja lu!" ucap Aira lalu tertawa


Semenjak hari itu Aira semakin sering mencoba menghubungi Brian, bahkan menghampiri ke rumahnya, tapi Brian tidak pernah ada, hanya ada Tian disana, bahkan saat mereka tidak sengaja bertemu Brian akan langsung seperti hari ini


"Oh non Aira?" ucap pak Joko


"Den Tian, ada non Aira" seru pak Joko


Tian langsung berlari kecil menuruni tangga dan memeluk Aira, "Kak Ira dateng lagi, ayah pasti sekarang udah ga sibuk, karna ayah baru pulang!" ucap Tian


"Benarkah?" ucap Aira


"Iya!, biasanya kan ayah pasti selalu pergi setiap ada kakak" ucap Tian


'Udah kuduga om Brian hindarin gue' batin Aira


"Kak ayo main puzzle di kamar Tian, Tante Wulan beliin Tian puzzle bentuk dinosaurus loh!" seru Tian


"Tante Wulan??" tanya Aira


"Iya Tante Wulan, sekretaris pribadinya ayah yang baru" seru Tian


"Uhmm kakak gatau, apa Tian bisa tunjukkan foto nya?" ucap Tian


"Tentu, tunggu disini ya, Tian mau ambil puzzle sama ponsel Tian, tadi Tian foto bareng sama Tante Wulan" ucap Tian


Setelah meninggalkan Aira sebentar Tian kembali dengan membawa kotak puzzle dan ponsel di sakunya, Tian menyerahkan ponselnya ke Aira sementara ia sibuk menata puzzle nya


"Kakak liat aja sendiri, Tian mau nata ini bentar" seru Tian dengan senyum khasnya


Aira membuka ponsel Tian, melihat isi galeri nya dan melihat ada foto yang baru baru ini diambil, Dan benar saja, wulan adalah wanita yang ia temuin kala itu, wanita yang mengaku sebagai kekasih Brian


Tiba tiba Brian turun dari kamarnya dan langsung terburu buru pergi ke luar, Aira menghampiri Brian untuk menanyakan kebenaran tapi bahkan Brian tidak menatap nya


"Apa gue.... nyerah aja" gumam Aira pelan