
Aira mengerjapkan mata nya pelan, wajahnya terasa hangat karena sinar matahari yang mengenai wajahnya, ia bangun dan melihat Tian yang sedang merapikan gorden.
"Ah kakak udah bangun??Tian kesini buat bangunin kakak" ucap Tian berseri
Aira bangkit dari tempat tidurnya, menghampiri Tian dan mengusap lembut kepala Tian, "makasih ya udah bangunin kakak" ucap Aira
"Hehe sama sama kak" ucap Tian
"Tian kamu udah bangunin kak ir-" ucap Brian terhenti saat melihat Aira yang sudah terbangun
"Sudah yah" ucap Tian
"Anak pintar, sekarang bantu ayah rapikan meja makan ya?" seru Brian
"Iyaa~" sahut Tian bersemangat lalu pergi ke luar
Brian melihat wajah Aira yang kembali murung, ia mendekati Aira dan mengusap kepalanya lembut.
"om.... kakak udah pergi ya?" ucap Aira
"iya" jawab Brian lembut
Aira berjalan lebih dekat ke arah Brian lalu memeluk nya lembut yang juga dibalas oleh Brian, "Kamu ga sendiri, ada aku dan Tian, juga teman teman mu" ucap Brian lembut
"Jadi kapan om nikahin Aira?" sahut Aira membuat Brian sedikit terkejut, tapi untunglah Aira tidak begitu murung karena buktinya ia masih bisa bercanda dengan nya
"Cuci muka, setelah itu kita nikah" ucap Brian mengacak acak rambut Aira lalu pergi karena mendengar suara Tian yang memanggilnya
"Pasti dikira becanda lagi" ucap Aira hanya menghela nafas pasrah
Aira pergi untuk mencuci wajahnya, setelah selesai ia pergi ke meja makan, Aira melihat Brian dan Tian yang sudah selesai menyiapkan sarapan.
"Kak sini duduk di samping Tian, Tian mau disuapin kakak, boleh ga?" ucap Tian
"Boleh kok" Jawab Aira senang
setelah selesai makan, Brian memberikan surat yang dititipkan oleh Reza untuk Aira, Aira membuka isi surat nya dan membacanya, jujur Aira sudah sangat merindukan Reza
Brian memutuskan untuk menunda kepulangan mereka dan berlibur lagi selama 3 hari, ia juga membawa Aira ke villa milik nya dan membuat suasana yang baru.
"Selamat pagi Tian" seru Aira membangunkan Tian
"uhmmngg pagi bun, eh kak" ucap Tian sengaja
"humm, sengaja ya" sahut Aira mencubit gemas pipi Tian
"Hehe" ucap Tian tersenyum lebar
Aira membantu Tian bersiap siap lalu pergi ke kamar Brian, "Om bangun udah pagi" ucap Aira membuka gorden
Aira melihat Brian yang masih tertidur pulas karena semalaman begadang, "om bangun, kalo ga bangun Ira cium loh" bisik Aira lembut di telinga Brian yang membuat Brian sontak terbangun
"Sengaja ya kamu" ucap Brian mengusap wajahnya kasar
"Iya" ucap Aira polos
Brian menarik tangan Aira dan menyeretnya ke dalam pangkuan nya membuat Aira sedikit terkejut, "Sekarang bukan cuma kamu yang bisa gangguin aku" bisik Brian lembut tepat di telinga Aira yang membuat nya jadi salah tingkah
"A apa sih om, s siapa yang gangguin" ucap Aira salah tingkah lalu beranjak pergi dengan wajah semerah tomat
Brian hanya terkekeh kecil melihat tingkah Aira yang menurutnya sangat menggemaskan, "Imut" gumam Brian tertawa kecil
Brian pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badan nya, setelah selesai ia turun ke bawah dan melihat Aira yang tengah hampir selesai menyuapi Tian.
Aira menyiapkan makanan untuk Brian, sekalian belajar jadi calon istri yang baik katanya, saat Aira selesai dengan makan nya begitu juga dengan Tian telfon rumah berbunyi.
Kepala pelayan mengangkat telefon nya lalu menyerahkan nya pada Brian, Brian terpaksa menghentikan sarapan nya dan menerima telfon itu.
"Om ini saya Reza" ucap Reza dalam telfon
"Ada apa?" ucap Brian
"Siapa om?" tanya Aira
"Reza" jawab Brian
"Eh kakak?" ucap Aira sedikit terkejut tapi juga senang
"Om... saya punya permintaan" ucap Reza nanar
"Katakan saja" ucap Brian sedikit takut karena suara Reza yang nanar
"Tolong secepatnya.... nikahi adik saya, Aira" ucap Reza dengan nada memohon, Brian sedikit terkejut dengan permintaan nya begitu juga Aira yang mendengar nya meskipun samar samar
"Nama Aira bukan dicoret dari kartu keluarga, melainkan di pindahkan, Nenek saya berencana menikahkan Aira dengan salah satu teman ayah yang juga pemilik saham perusahaan, mereka berniat menjual Aira demi memiliki 65% saham perusahaan" jelas Reza
Brian menggenggam tangan Aira lembut karena melihat Aira yang menahan tangis juga amarahnya, "Jadi seperti itu... tapi saya perlu wali, dan jika melakukan pernikahan yang tergesa-gesa nama Aira bisa saja tercoreng" ucap Brian
"Saya yang akan menjadi wali nya, aku tidak peduli lagi dengan hak waris, aku tidak bisa menjual adik ku pada seorang bajingan sepertinya" ucap Reza
"Tolong jangan katakan hal ini pada Aira..." lanjut nya
Saat Aira akan membuka suaranya Brian menggenggam tangan nya erat, mengisyaratkan agar Aira tetap diam dan percaya pada nya.
Dan seperti yang diinginkan oleh Reza, malam itu mereka langsung bersiap untuk pulang, Aira menuruti kemauan Brian untuk berpura-pura bahwa ia tidak tau kejadian yang sebenarnya.
Saat mereka sampai Reza langsung menyambut mereka di bandara, "Kenapa tiba tiba sekali memutuskan??" ucapan Reza
"Aku juga gatau kak, tiba tiba om Brian ngajak aku nikah, biar katanya bisa ngelindungin aku lebih leluasa" ucap Aira sesuai dengan yang Brian katakan saat di pesawat
"Maaf ya mengajak mu menikah secara tiba tiba" ucap Brian mengusap lembut kepala Aira
"Gapapa kok om, Aira malah suka" ucap Aira tersenyum lebar
Mereka langsung pergi ke tempat acara yang hanya dihadiri oleh orang orang terdekat saja, melakukan akat nikah, lalu menandatangani surat pernikahan, pernikahan mereka hanya berlangsung selama setengah hari dengan terburu buru.
Aira tidak ingin menangis tapi air matanya turun begitu saja, "Hey kenapa malah menangis di hari bahagia mu?" ucap Reza menghapus air mata Aira yang perlahan turun
"Kak... makasih" ucap Aira lembut sambil tersenyum hangat
"Tentu, apapun demi adik kecilku, ah salah sekarang kamu juga besar, sudah jadi istri orang juga, kakak sebenernya ingin melaksanakan pernikahan mu dengan meriah, tapi malah berakhir seperti ini, maaf ya" ucap Reza
Aira menggeleng pelan dan menggenggam tangan Reza erat, "Kakak udah mau jadi wali Aira aja, Ira udah seneng banget" ucap Aira
"Ciee udah jadi istri orang" sahut Kayla
"Hush jangan ganggu drama sedihnya" sahut A'am yang sontak mengundang tawa
"Nah gini dong, harusnya dari tadi kamu ketawa, ini kan hari bahagia mu" ucap Reza menoel hidup Aira lembut
"Hehe" tawa Aira kecil
.
.
.
.
Acara berlangsung sangat cepat, semua orang sudah pergi kecuali teman teman Aira yang sedang menemani Aira di ruang tamu, dan Brian mengantar kepergian Reza.
"Om.... Aira gatau kan kalo dia hampir dijual?" ucap Reza
"iya" ucap Brian
"Syukurlah, kalau begitu saya pulang, saya juga harus menyerahkan surat pernikahan ini agar mereka tidak berani untuk mengusik Aira lagi" ucap Reza
Saat Reza hampir memasuki mobil Aira tiba tiba berlari keluar dan memeluk Reza dari belakang, Reza sedikit terkejut tapi lalu membalikkan badan nya dan melihat Aira yang sepertinya sedang menahan tangis nya.
"Mau nangis lagi nih?, ga malu dilihat suami mu?" ucap Reza
"Iihh kakak" rengek Aira
"Jangan ngerepotin om Brian, jaga diri kamu baik baik oke?, kakak mungkin bakal mulai sibuk bisa aja makin sibuk setelah ini" ucap Reza
"dan mungkin juga gabisa hubungin kamu" lanjut nya
"Kak... kalo kakak cape, kesini aja" ucap Aira
"Dasar payah, mana ada kakak ipar yang tinggal di rumah adik ipar nya, jangan ngadi ngadi" ucap Reza tertawa kecil
"kakak pergi ya?" ucap Reza tapi tidak ada jawaban
"Ah iya... ini boneka kesayangan kamu" ucap Reza mengambil boneka dari dalam mobilnya lalu menyerahkannya pada Aira
"Aira kan udah besar iihh" ucap Aira tangis yang pecah
"ah iya sekarang udah besar ya.... kakak ga nyangka kamu masih rawat dengan baik boneka pemberian kakak dulu" ucap Reza
"Apa sekarang kakak boleh ambil kembali boneka nya?" ucap Reza
"Boleh kok, sekarang ini buat kakak, dari ira, kalo kakak kangen atau kesepian kakak bisa curhat ke boneka ini, mungkin aja sama seperti ira yang ga lagi ngerasa kesepian karena boneka ini, kakak juga jadi ga kesepian, tolong jaga boneka ira ya kak" ucap Aira tertawa lebar menunjukkan gigi kelincinya
Reza hanya menepuk kepala Aira lembut dua kali lalu mengucapkan salam perpisahan dan pergi dari rumah Brian, Brian melihat kaki Aira yang mulai lemas dan langsung menghampiri Aira untuk memeluk nya.
Aira menangis sejadi jadinya di pelukan Brian, Reza yang melihat nya merasa sangat terluka, tapi itu adalah cara satu satunya agar Aira bahagia dan aman.