
Hari H yang ditunggu tunggu pun tiba, Arya dan Brian tengah menunggu Aira yang bersiap siap dari 1 jam yang lalu
"Woy cepetan, lu ngapain aja dah di kamar" seru Arya
"Sebentar astaga" balas Aira
'pen ngomong kasar tapi ada Tian' batin Aira mencoba bersabar
"Nah udah, sekarang Tian keluar dulu ya, kakak mau ganti baju" ucap Aira
"Iya" jawab Tian lantang lalu pergi keluar kamar
Aira segera menggantikan bajunya dengan mini dress yang dipilihkan oleh Brian, setelah memastikan penampilannya di cermin ia lalu keluar dari kamarnya dengan aggunly
"Gosah sok anggun lu, jijik pen nampol" seru Arya
"Astaghfirullah akhi, pengen rasanya aku berkata kasar tapi ga cocok sama sifat ku yang lemah lembut" ucap Aira
'Gaada om Brian disini dah gua sleding lu nyet' batin Aira sebenarnya
Aira mendekati Brian yang terus menatap nya lekat dari pertama ia keluar dari kamar, "Uhmm.... gimana om penampilan ku?" ucap Aira menatap lekat mata Brian yang terus memandangi nya
"Kamu cantik" ucap Brian tanpa berkedip
"Om juga lebih keren hari ini" ucap Aira tersenyum lebar
"Ahem ahem.... ini kita mau disini aja nih?, aku sih ga masalah tapi ka Andri dari tadi nelponin mulu nih" seru Arya mengacaukan suasana
"Ahem kalo gitu sebaiknya kita berangkat sebelum acara pembukaan nya dimulai" ucap Brian salah tingkah
Mereka ber empat pergi menuju ke tempat acara, saat sampai di sana Aira sedikit takut karena banyaknya wartawan tapi Brian menggenggam tangan Aira dan meyakinkannya bahwa semua akan baik baik saja
"Gaperlu takut, kami selalu ada buat kamu" ucap Brian
Mereka pergi untuk duduk di salah satu meja yang sudah di sediakan untuk para pemenang Olimpiade, semua berjalan sangat lancar hingga akhirnya sampai di acara pengumuman para pemenang Olimpiade.
Untuk awalan adalah pengumuman juara Olimpiade matematika tingkat SMP, saat itu Aira tidak terlalu memperhatikan sampai nama juara ke dua di sebut.
"Untuk juara 2 lomba matematika tingkat SMP adalah Velin Widyanti dari SMP Negeri X kota Surabaya" ucap MC
Begitu mendengar nama yang tak asing lagi baginya ia langsung menatap ke arah panggung dan melihat orang yang akan menaiki panggung, seorang gadis berusia 15 tahun menaiki panggung dengan wajah yang sedikit kecewa
"Itu bukan nya adik kakak?" ucap Tian
"Iya...." ucap Aira sedikit terkejut
'Kalo velin mengikuti lomba ini... berarti dia juga pasti ada di sini.' batin Aira
Akhirnya setelah beberapa menit nama Aira dipanggil untuk menerima piagam penghargaan atas juara satu Olimpiade fisika, awalnya velin sedikit terkejut, tapi segera mengendalikan ekspresi wajahnya kembali datar.
Saat semua pemenangan turun dari panggung seluruh keluarga mereka memeluk mereka dengan bangga, tidak beda dengan velin yang juga dapat ucapan selamat dari nenek dan ayah nya.
"Selamat sayang" ucap Bram pada velin sambil memeluk nya lembut
"Makasih pah, makasih juga nek" ucap velin tersenyum lalu melihat Aira
'Lihat! meskipun lo juara satu, tapi tetep gua yang jadi peran utama nya' batin velin menyeringai
Aira hanya bisa melihat Ayah nya dari jauh tersenyum tulus karena kemenangan velin, adik kecilnya, jujur Aira sedikit merasa iri tapi segera ia buang perasaannya jauh jauh saat ia melihat Reza yang membawakan buket bunga mawar untuk nya.
"Kak Reza!? kok bisa? " ucap Aira sedikit terkejut
"Selamat atas kelulusannya juga kemenangan mu" ucap Reza memberikan buket bunga pada Aira lalu memeluk nya
Tanpa sadar air matanya turun membasahi pipinya, Reza yang sadar langsung mengusap lembut air mata yang perlahan mulai jatuh, "Hei!, ini hari bahagia mu, harusnya kau tertawa bodoh" ucap Reza
"Makasih kak... makasih udah selalu ada buat Ira" ucap Aira
"Iya iya... kakak selalu ada buat kamu, jadi berenti nangis nya, ntar kalo ingus mu nempel di jas kakak gimana?" ucap Reza
"Kakak iihh" rengek Aira memukul pelan lengan Reza
"Becanda becanda, udah dong sakit nih, ga malu diliatin calon suaminya?" ucap Reza melirik ke arah Brian
"Iihh kakak maahh!!" seru Aira makin salah tingkah
Dari jauh velin melihat Aira dengan tatapan marah, tanpa sadar tangan nya sudah mengepal keras, "Dia gaboleh bahagia, setelah apa yang ibunya lakuin ke mama!!" gumam Velin
"Tenang saja, nenek yang bakal mengurus anak kotor itu, kamu tidak perlu hawatir" ucap Dea memegang pundak Velin
.
.
.
.
Meskipun acara belum selesai tapi Aira memilih untuk pulang ke hotel, dia merasa sangat lelah dengan semua kejutan yang ia terima.
"Dek nih minum" ucap Reza menyodorkan susu kotak pada Aira yang tengah melamun di sofa
"kenapa ngelamun gitu?" tanya Reza
"Tadi....kakak juga liat kan, Velin, ayah, sama nenek" ucap Aira
"Iya kakak liat, terus apa hubungannya?" ucap Reza
"Gimana kalo ayah marah karena Ira ikut lomba ini?, gimana kalo sampe muncul kabar yang aneh di berita tentang ini?" ucap Aira
"Gaakan ada apapun yang terjadi oke?, percaya sama kakak" ucap Reza
Aira hanya mengangguk pelan dengan perasaan yang gelisah, apalagi tadi tidak sengaja dia melihat Dea yang sedang tersenyum sambil melihat nya.
Ia merasa neneknya kali ini akan membuat rencana jahat lagi yang mungkin bisa menyebabkan masalah besar.