Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 55



Brian menggendong Aira gaya bridal style dengan bibir mereka yang masih bertautan, Brian pergi ke kamar mandi, menyalakan shower dan air hangat mengguyur tubuh mereka, baju tidur Aira yang tipis basah terkena air hingga membuat tiap lekukan di tubuh nya terlihat sangat jelas, mereka menghabiskan waktu panas cukup lama dengan Aira yang keluar berulang kali.


"uhmmggg mama... " ucap Tian yang membuat aktifitas mereka terhenti


"Mama!" seru Tian lagi mulai berair


"Kau harus menjawabnya" bisik Brian tepat di telinga Aira


"Mama di kamar mandi?!" seru Tian lagi


"Iya.." ucap Aira mengatur nafas nya


"Tian tidur lagi aja.... " ucap Aira


"uhmm" ucap Tian mengangguk lalu kembali tidur


"Sepertinya Tian gaakan tidur kalau kamu gaada, kita berenti aja" ucap Brian


"Aahh tapiii kan~" rengek Aira kecewa


"Om kan belum keluar" lanjut nya


"Saya yang urus.... kamu kembali saja, jangan lupa ganti baju" ucap Brian


Malam itu Aira dengan sangat terpaksa hanya membayangkan Brian yang bermain sendirian hingga ia tertidur, setelah Brian selesai menyelesaikan urusannya ia langsung tertidur di samping Aira karena sangat kelelahan.


.


.


.


.


Pagi pun datang, Aira bangun dan menyiapkan sarapan pagi dibantu oleh para pembantu, liburan telah selesai, hari ini Tian akan memasuki sekolah seperti biasa, Aira juga sudah memutuskan akan melanjutkan pendidikannya


Setelah menyiapkan sarapan, ia lalu menyiapkan bekal untuk Tian dan Brian, setelah itu ia pergi untuk bersiap diri sebelum membangunkan Brian dan Tian.


"Om bangun udah pagii" ucap Aira lembut


"Tian bangun sayang" lanjut nya


"uhmmnggg" gumam Brian dan Tian bersamaan


"Kalian berdua ayo cepat bangun dan bersiap, Tian kamu harus ke sekolah kan" ucap Aira membuka gorden


Tian dan Brian bangun bersamaan dari tempat tidur, bahkan cara mereka menguap sambil berjalan pun sama.


"Ah iya om bantu Tian mandi sama gosok gigi ya, Ira mau nyiapin baju" ucap Aira yang dibalas anggukan oleh Brian


Setelah selesai mandi Brian dan Tian keluar bersamaan hanya dengan memakai handuk di pinggang nya


Aira jujur saja masih belum terbiasa melihat tubuh terbuka Brian, melihat otot perut Brian Aira jadi ingat saat mereka akan melakukannya di kamar mandi hingga wajahnya memerah.


"Kamu gapapa?" ucap Brian


"Ah.. uuhhh... g gapapa, aku udah nyiapin baju nya jadi uhh aku mau ke bawah dulu buat nyiapin sarapan" ucap Aira sedikit terbata bata lalu keluar dari kamar


"Papa apain mama?" seru Tian


"Papa bahkan gajadi meluk" ucap Brian menghembuskan nafas pasrah


setelah selesai bersiap Tian dan Brian turun ke meja makan, mereka melihat Aira yang sepertinya sangat sibuk dengan urusannya


"Sini biar aku yang bawain" sahut Brian mengambil sepiring besar berisi ayam goreng di tangan Aira


"Ah makasih om" ucap Aira dan mereka mulai makan bersama, Tian tetap ingin makan di suapi oleh Aira meskipun berkali-kali Brian tegur


Brian hanya sarapan sedikit lalu pergi ke kantor karena ada urusan yang mendesak, lalu Aira pergi untuk mengantar Tian ke sekolah sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai ibu Tian


"Uhmm permisi bu, ini benar kelas 4A?" tanya Aira ke salah satu guru


"Oh iya ini kelas 4A" jawab sang guru


"Ah perkenalkan saya mama nya Tian... " ucap Aira


"uhmm.... salam kenal bu, saya Tian" ucap Tian malu malu


"Hey Tian ayo sini duduk sebelah ku" ucap salah seorang anak laki laki yang adalah teman Tian


Tian menatap Aira untuk mendapatkan persetujuan, setelah melihat anggukan Aira, Tian langsung pergi dan duduk bersama dengan temannya.


Setelah Aira memperkenalkan dirinya, ia melambaikan tangan ke Tian, berpamitan untuk pulang, Tian berlari ke arah Aira dan memeluk nya dari belakang.


"Eehh kenapa??" ucap Aira sedikit terkejut


"Mama lupa ciuman nya" ucap Tian


Aira berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Tian, mencium kening Tian dan kedua pipinya, Tian tersenyum lebar menunjukkan kedua gigi kelinci nya lalu kembali masuk ke kelas


Setelah memastikan Tian sudah benar benar masuk ke kelas Aira pergi dengan mendengar bisik bisik orang yang berkomentar tentang nya dan Tian, tentu saja dia memilih untuk mengabaikan nya


Aira sampai di kediaman Brian, karena ia tidak tahu harus apa, Aira pergi ke dapur untuk mengambil camilan dan melihat kotak bekal Brian tertinggal di meja makan.


"Anu pak Joko ini kotak bekalnya om Brian ko ga dibawa?" tanya Aira


"Pak Brian memang biasanya tidak pernah membawa kotak bekal, mungkin dia lupa Bu" ucap pak joko


"Panggil aku kaya biasanya aja Pak, aneh juga dipanggil Bu sama orang yang lebih tua.. " ucap Aira sungkan


"Oohh baik non" ucap pak joko


"Mungkin non bisa mengantarkan bekalnya langsung ke pak Brian, saya yakin pak Brian juga pasti suka" lanjut nya


Aira memikirkannya untuk sejenak lalu mengangguk yakin, ia pergi untuk melihat baju yang ia pakai, karena merasa cocok Aira tidak jadi menggantikan baju nya, karena ia juga sudah memakai riasan jadi Aira hanya merapikan sedikit rambutnya lalu pergi ke kantor Brian


Begitu sampai di kantor Brian tiba tiba saja banyak yang memandangi nya saat keluar dari mobil Brian, raut wajah para pekerja di kantor Brian terlihat sedikit heran dan bingung.


Aira pergi ke resepsionis dan bertanya di mana kantor Brian, sang resepsionis langsung menelfon bos nya, sementara Aira berdiri dengan santai sambil melihat ponsel nya, tidak terganggu sedikit pun dengan tatapan semua karyawan Brian.


"Permisi pak, ada seorang gadis yang mungkin berusia 16 tahun sedang mencari bapak" ucap sang resepsionis


"Gadis??, siapa namanya?" tanya Brian


"Permisi nona, siapa nama anda?" tanya sang resepsionis ke Aira


"Ah namaku Aira" jawab Aira lembut


"Nona Aira pak" jawab Sang resepsionis


"Tunggu saya akan kesana" ucap Brian cepat dan mematikan panggilannya


Tidak sampai 5 menit Brian sudah ada di bawah, ia melihat Aira yang berdiri di depan resepsionis dan menghampiri nya.


"Ah om Brian" seru Aira saat melihat Brian berjalan cepat ke arah nya


"Ada apa??, kenapa??, ada yang ngomong aneh aneh ke kamu? " ucap Brian


"Ah gapapa kok, gaada omongan apa apa juga, ini bekal om ketinggalan, padahal udah ku siapin susah susah loh dari pagi" seru Aira


"ah... maaf ya aku lupa" ucap Brian mengelus kepala Aira lembut


"hummp bisa bisa nya lupa" sahut Aira merajuk


"Marah??" tanya Brian


"ga!" balas Aira singkat


"Ini udah mau makan siang juga.... makan siang sama saya ya?" ucap Brian


"Ehh boleh??" seru Aira tertarik


"Tentu boleh, sebentar lagi juga ada rapat perusahaan, aku ingin memperkenalkan istri ku, ke semua karyawan ku" ucap Brian yang membuat sang sekretaris terkejut bukan main


"Aku mau liat kantor om, boleh?" ucap Aira


"Boleh, ayo" jawab Brian cepat menggandeng tangan Aira


"Ah ngomong ngomong kak, aku umur 20 tahun bulan ini" ucap Aira tersenyum ramah ke sang sekretaris lalu pergi bersama Brian