
"Tian dimana mama mu?" tanya Brian yang baru saja keluar dari ruang kerja
"Mama masih siap siap yah" ucap Tian yang sedang asik bermain mobil mobilan
"Tiannn~" teriak Aira dari arah kamar
"Iya maa~" balas tian segera berlari ke kamar orang tuanya
"Sini mama benerin dasi kupu-kupunya" ucap Aira
Tian mendekat ke arah Aira yang sedang dirapikan rambutnya oleh pelayan
"Nyonya mau memakai aksesoris rambut apa?" sahut pelayan
"Ah pasangkan pita putih saja di tengah" ucap Aira
"Mama kelihatan cantik kalo pakai pita, kata temen Tian juga gitu" ucap Tian
"haha makasih sayangg" ucap Aira mengecup singkat pipi Tian
"Apa aku tidak dapat kecupan juga, hmm?" sahut Brian yang tiba tiba sudah berdiri di depan pintu
Brian mendatangi Aira, memegang pinggang nya dan mengecup singkat pipi airnya lalu berbisik pelan di telinganya, "Kamu terlihat lebih cantik saat rambut mu terurai" ucap Brian lembut
Aira berbalik dan menatap mata Brian dalam, membenarkan dasi Brian yang terlihat kurang rapi sambil mengulum senyuman.
"Aku tau aku cantik, tapi kalo kamu liatinnya kaya gitu bisa bisa rambut di kepala ku rontok nih" goda Aira karena Brian yang sedari tadi hanya memperhatikan nya
"Ayah sama mama kalo mau berduaan jangan di depan Tian, Tian mau nunggu di mobil aja" ucap Tian lalu berlari ke luar
"Bisakah lady?" ucap Brian lembut mengulurkan tangan nya dan berpose seperti seorang pangeran
"Tentu, dengan senang hati" jawab Aira mengulum senyum sambil menerima uluran tangan Brian
************
Mereka sampai di hotel xxx tempat pertemuan akan di adakan, setelah pertemuan antar para investor diadakan perjamuan yang digunakan bagi para pemegang juga pembeli saham untuk berbincang bincang
Tempat untuk anak anak dan orang dewasa juga dibuat terpisah, begitu sampai dua staff hotel langsung menghampiri mereka dan mengantarkan ke tempat yang akan mereka tuju.
Brian di antar ke ruang pertemuan, sedangkan Aira dan Tian langsung pergi ke tempat perjamuan, "Tunggu aku sebentar oke?" ucap Brian
"Iya" balas Aira lembut
"Ayo Tian ikut mama" ucap Aira menggandeng tangan Tian dan mengikuti staff perempuan ke tempat perjamuan
Jujur Aira merasa sangat tidak percaya diri, di dalam ruang perjamuan banyak wanita wanita hebat yang biasanya hanya ia lihat di televisi, ada artis, politisi, model terkenal, bahkan seniman wanita yang sudah terkenal hingga mendunia
"Permisi nyonya, saya akan membawa tuan muda ke tempat khusus anak anak, ada di sebelah sana" ucap sfatt itu ramah
"Ah iya"
Aira sedikit berjongkok, menata kembali dasi kupu kupu Tian lalu mengusap lembut rambutnya agar tidak berantakan
"Baik baik ya, jangan nakal oke?" ucap Aira
"Iya maa~" seru Tian tersenyum ceria
Dia pergi ke salah satu meja yang kosong, duduk dan menikmati acara dengan tenang menunggu Brian, karena ia tidak mengenal siapa siapa
saat sedang menikmati kue yang baru saja diantar oleh pelayan ia mendengar tangisan seorang anak, Aira mengira itu suara Tian dan segera menghampiri asal suara
Ada seorang wanita yang kira kira berusia sekitar 25 tahun sedang menenangkan seorang anak kecil yang sepertinya adalah putra nya
Banyak yang memperhatikan wanita itu dengan tatapan risih dan acuh, Aira mengambil beberapa coklat yang dibawa oleh pelayan lalu mendekati mereka
"Halo tampan" seru Aira tersenyum hangat
Anak itu mendongak dan melihat Aira yang tersenyum hangat ke arah nya, "Kenapa menangis??" tanya Aira sedih
"K kakak siapa??" tanya anak itu mulai berhenti menangis
"Uhmm aku.... jangan bilang siapa siapa ya, sebenarnya aku peri" ucap Aira sedikit berbisik
Anak itu tiba tiba tertawa kecil, "Kakak memang cantik, tapi kakak bukan peri, peri kan punya sayap" ucap nya
"Ini coklat untuk anak baik" lanjut Aira memberikan coklat yang sedari tadi ia sembunyikan di belakang badan nya
"waahhh coklat, terimakasih kakk" ucap anak itu
"Tau ga?, di tempat untuk anak anak banyakkk sekali coklat, kalau kamu mau, kamu bisa ke sana, mencari teman juga makan coklat bersama yang lain" ucap Aira
Anak itu melihat ke arah wanita itu yang sedari tadi memperhatikan mereka, saat wanita itu mengangguk anak itu langsung pergi ke tempat yang di sediakan khusus untuk anak anak
"Terima kasih sudah membantu ku" ucap nya tiba tiba
"Ah iya sama sama" ucap Aira
"Aku benar benar bingung, karena biasanya dia anak yang tenang" ucap wanita itu
"Ah maaf terlambat memperkenalkan diri, aku Cynthia" ucap wanita itu mengulurkan tanggal
"Eehh, penulis novel sastra itu?, Cynthia Mahesa?" ucap Aira terkejut
"iya" ucap cynthia yang sudah tau sepertinya Aira salah satu penggemarnya
"Ah maaf sedikit tidak sopan, tapi anda adalah orang yang sangat hebat, saya mengagumi anda" ucap Aira tiba tiba sopan
"Siapa yang kau kagumi sampai salah tingkah seperti itu, hmm?" ucap Brian tiba tiba di belakang Aira dan memeluk pinggang nya
"Ehh udah selesai pertemuan nya??" ucap Aira sedikit terkejut
"Iya udahh" ucap Brian lembut
"Ahemm!!" deham cynthia
"Halo tuan Brian" sapa cynthia
"Anu, ini cynthia, penulis novel sastra yang aku kagumi, aku pernah cerita kan" jelas Aira
"Bisa bisanya kamu kagum sama orang serampangan kaya dia" sahut Brian tanpa ekspresi
"kenapa bilang gitu iihh" sahut Aira mencubit pelan lengan Brian
"Jangan merusak image ku di depan fans ku dong, hishh dasar!!" sahut cynthia
"Eehh??" Aira terheran
"Seharusnya kau bangga karena sudah dijadikan panutan oleh istri ku" sahut Brian acuh
"Meskipun sudah punya istri kau tetap saja menyebalkan ya" ucap cynthia yang sepertinya mulai kesal
"Uhmm... kalian saling kenal??" ucap Aira
"Dia teman sma ku, anak yang paling bermasalah dulu" ucap Brian
"Dan dia adalah ketua osis, dan anak paling berprestasi" sahut cynthia
"Dunia ternyata sangat sempit ya... " ucap Aira
"Hahaha, sepertinya iya, tapi aku sedikit terkejut karena ternyata kamu tidak mirip dengan Brian, kamu sangat cantik" ucap cynthia
"Eehh mirip??" ucap Aira heran
"Dia istriku bukan putri ku." ucap Brian penuh penekanan
"hah!!?" sahut cynthia sangat terkejut mendengar perkataan Brian hingga membuat Aira tertawa kecil karena ekspresi nya yang lucu
"Sayang, kamu ga dipaksa nikah sama om om mesum ini kan" sahut cynthia tiba tiba menggenggam kedua tangan Aira
"Ehh, ahahaha engga kok, malahan aku yang ngelamar duluan" ucap Aira
"Mata kamu rabun ya, bisa bisanya milih cowok kulkas dua pintu kaya dia" ucap cynthia
"hahhh, tolong tutup saja mulut mu, umur mu sudah tidak muda lagi sampai kau pantas bicara seperti itu" ucap Brian
Aira hanya tertawa kecil melihat wajah Brian yang masam, ternyata dunia politik tidak semua orangnya kaku, pikir nya yang membuat dia sedikit merasa lega.