
Setelah dari kampus Aira langsung pergi ke mall untuk menyiapkan semua keperluan selama mos, ia membeli bando telinga kucing lengkap dengan ekor nya, ia juga membeli karton dan spidol warna warni di toko alat tulis, setelah selesai membeli semua yang ia perlukan Aira memutuskan untuk menjemput Tian karena sudah jam 12 siang, waktunya Tian pulang sekolah
"Pak ini kita langsung ke sekolah nya Tian aja, jemput Tian"
"oh iya non, siap"
Aira sampai di depan sekolah nya Tian, satu menit berlalu dan bel sekolah berbunyi cukup nyaring meskipun Aira ada di dalam mobil.
Aira keluar dari mobil dan menunggu di depan mobil, melihat sekeliling nya dan akhirnya menemukan Tian yang sepertinya sedang menunggu nya.
"Tian!" seru Aira melambaikan tangan
"Ah mamaa~" seru Tian berlari ke arah Aira
"Mama mama, hari ini temen Tian mau berkunjung ke rumah, apa boleh?" tanya Tian
"Berkunjung??, tentu boleh, dimana teman mu?, mereka sudah izin ke orang tua mereka??" sahut Aira
"Sudah kok ma, itu mereka" tunjuk Tian
Aira melihat tiga orang anak yang ditemani oleh ibu mereka menghampiri nya
"wahh mama nya Tian masih muda ya"
"ibu juga kelihatan masih muda" sahut Aira
"Hahaha bisa aja"
"Kalau begitu kami titip anak kami ya, mohon maaf loh jadi ngerepotin"
"oh engga kok bu, ga ngerepotin" seru Aira tersenyum ramah
"Oh iya ngomong ngomong alamatnya Tian itu dimana??, biar nanti bisa kami jemput"
"Ah gapapa bu gausah, nanti biar saya yang antar mereka pulang"
"Eihh gapapa"
"humm.... yaudah kalo gitu, alamatnya ada di jalan XX no 10" ucap Aira
"Kalo anak anak ingin pulang bakal saya hubungi"
"wahh makasih ya, kalau begitu kami pamit, kalian jangan buat rusuh di rumah Tian ya"
"iyaa" seru mereka bersamaan
Aira pergi bersama Tian dan teman teman nya, karena ia juga ingat bahwa stok makanan juga mulai habis ia memutuskan untuk berbelanja di supermarket.
"uhmm anak anak, kita belanja dulu ya, soalnya bahan bahan di rumah tante udah habis" ucap Aira
"Iya gapapa kok tante" jawab mereka serempak
"ngomong ngomong tante belum tau nama kalian"
"biar Tian kenalin, ini namanya Roy, sahabat Tian, temen sebangku Tian juga, terus yang cewek kuncir dua itu namanya mey, terus yang rambut pendek itu Debi" ucap Tian memperkenalkan semua teman teman nya
Mereka sampai di sebuah supermarket, Aira, Tian dan teman temannya turun dari mobil, mereka masuk ker supermarket dan membeli bahan makanan, Aira juga membeli banyak camilan juga minuman karena teman teman Tian yang bertamu di rumahnya.
Setelah membeli semua yang diperlukan mereka pulang ke rumah, semua teman teman Tian nampak sangat terkejut juga kagum karena rumah Tian yang begitu besar, apalagi ada taman bermainnya dan juga air mancur kolam ikan
"UWOOOOO kerennn!!, rumah kamu luas banget" ucap Roy
"Iya rumah nya sangat cantik" ucap mey
"Nah ayo masuk" ucap Aira di depan pintu
Tian membawa teman temannya bermain di ruang tamu, dia juga membawa semua mainannya ke ruang tamu dan bermain bersama.
"ini camilan untuk kalian, juga minum nya" ucap Aira menaruh nampan berisi banyak camilan, sedangkan pelayan membawa nampan yang penuh dengan susu kotak, juga jus
"Makasih tante!" ucap mereka
"Sama, sama, ah iya Tian mau nanti malam apa?" tanya Aira
"uhmm.... Tian mau ayam goreng, sama nasi goreng, ada telur mata sapinya juga, ya ma?!" ucap Tian
"tentu sayang.... ah kayak nya ayah mu juga bakal pulang sebentar lagi, Tian mandi dulu sebelum makan ya" ucap Aira
"Tian tanya juga teman teman Tian lapar atau engga, nanti kita makan bersama" lanjut nya
"Oke ma" seru Tian tersenyum lebar
"Iihh Tian keren ya, kaya bangsawan di tv tv, pake makan malam, aku aja cuma makan dua kali" ucap Debi
"Aku juga" ucap mereka serempak
"Kalian mau nyoba makanan mama ku ga?, masakan mama ku enak loh" tawar Tian
"Wahh kami boleh makan disini??" ucap Roy
"Boleh kok, tadi mama yang nyuruh aku nanya ke kalian, kalian laper atau ga" balas Tian
"Wiihh enak banget jadi kamu, mainannya banyak, banyak camilan, mama kamu baik lagi, kalo mama ku suka banget marah marah, aku juga jarang dibeliin mainan kalo ga sama papa, udah gitu tiap minta uang buat jajan juga harus pake marah marah dulu" ucap Roy
Tian hanya tertawa canggung, tiba tiba bel berbunyi, membuat mereka semua bertanya tanya siapa yang baru pulang di jam sore begini.
Aira bergegas membuka pintu dengan senyuman yang tercetak jelas di wajahnya, saat melihat Brian yang ada di depan nya, Aira reflek memeluk nya.
"Selamat datang sayangg~" seru Aira sambil memeluk Brian, Brian membalas pelukan Aira seperti biasanya, mencium kening Aira dan menutup pintu, mereka hampir berciuman sampai Aira ingat bahwa ada anak anak kecil yang sedang bermain di ruang tamu
"Tian tutup mata mu, ayah dan ibu mu akan berciuman, jadi kita harus tutup mata" ucap Roy mengintip di balik tembok
Brian dan Aira jadi terdiam karena mendengar perkataan Roy, tentu sedikit merasa malu juga, "Ira lupa ada teman temannya Tian" ucap Aira menenggelamkan wajahnya di dada Brian
"hahaha, dasar" Brian tertawa kecil dan mengusap rambut Aira
Mereka bergandengan tangan dan menghampiri Aira juga teman temannya.
"Kalian teman temannya Tian?, maaf ya sudah menunjukkan sesuatu yang memalukan" ucap Brian
"om siapa??" tanya mey
"Saya ayah nya Tian" ucap Brian
"Wahhh om kayak orang yang di tv, yang disukai sama mama" ucap Debi
"eh iya, yang sering muncul di majalah juga" sahut mey
"wahhh ternyata om terkenal juga ya" goda Aira
"Jangan menggodaku" seru Brian
Aira dan Brian pergi ke kamar dan anak anak melanjutkan main mereka, sedangkan Tian pergi pamit untuk mandi.
"siapa mereka??" tanya Brian
"Mereka teman teman nya Tian" balas Aira sambil membantu melepaskan baju Brian
Brian melihat Aira lekat lekat, menariknya ke dalam pelukan nya dan berbisik dengan lembut, "Nanti ingin membuat adik untuk Tian??" ucap Brian yang sontak membuat Aira terkejut
"Jangan hari ini iihh, besok Ira ada mos" ucap Aira sambil menyembunyikan wajahnya malu
"udah iihh, om mandi sana, Aira mau nyiapin makanan dulu" lanjut Aira lalu berlari pergi keluar kamar
Brian hanya tertawa kecil melihat tingkah Aira yang menurutnya imut, saat akan pergi ke kamar mandi, ia tidak sengaja menendang tas belanja Aira yang berisi telinga juga ekor mainan.
"aku tidak tau kalau dia menyukai hal seperti ini" ucap Brian menyeringai