
"Masa Aira dikira umur 16 tahun, iihh males banget ngulang kehidupan, waktu umur segitu kan Ira masih belum kenal om" rengek Aira manja di lengan Brian
"Ya jangan salahkan dia, karena kamu sangat cantik dan imut semuanya mungkin akan mengira kamu putri ku" seru Brian tertawa kecil
"iihh om mahh" sahut Aira kesal
"Iya iya maaf, nah kita sudah sampai, ini kantor ku" ucap Brian membuka pintu kantor nya
"cukup sederhana dari yang Aira bayangin" gumam Aira
"Bahkan mungkin terlalu sederhana kan buat ruang kerja pemilik perusahaan yang sudah terkenal di mana mana" lanjut nya
"Saya ga terlalu suka menyimpan banyak barang aksesoris" sahut Brian sambil berjalan duduk di kursi nya
Saat Aira melihat Brian yang duduk di kursi kerja nya dengan memakai kaca mata kerjanya, segera Aira ambil ponsel dari tas nya dan memotret gambar Brian
Brian menatap Aira heran, dan Aira hanya tersenyum lebar lalu mendekati Brian dan duduk di pangkuan nya
"Liat deh, keren kan" ucap Aira menunjukkan foto Brian yang baru saja ia ambil, juga beberapa foto Brian yang ia ambil diam diam dulu
Brian melihat semua fotonya yang memenuhi isi galeri Aira sampai akhirnya ia menemukan satu foto Aira dengan mini dress sedang menggendong Tian
"Yang ini bagus" ucap Brian
"Iihh aku kan mau nunjukin foto om, kenapa malah jadi yang ini" gerutu Aira
"ini saat pernikahannya Dimas kan?" tanya Brian
"Iya, ini waktu resepsinya, om waktu itu gatau kemana, jadi Ira culik bentar Tian buat diajak foto" jelas Aira
"Kirimkan foto ini ke nomor ku, dan suruh pak jo untuk membingkai foto ini dengan bingkai besar" ucap Brian
"eehh yang ini??!!" seru Aira terkejut
"Iya" balas Brian lembut
"iihh jangan ahh, liat deh Ira kelihatan kucel gituh" sahut Aira
"Engga kamu cantik" ucap Brian
"jelek om" bantah Aira
"Cantik" ucap Brian
"iihh jelek" ucap Aira tidak mau kalah
"Kamu cantik sayang" sahut Brian yang membuat Aira sedikit terkejut
"A apa sih om, tiba tiba panggil sayang" sahut Aira salah tingkah
"gaboleh hmm?" ucap Brian lembut di telinga Aira, bahkan mungkin terdengar seperti berbisik
"b bukannya gaboleh" ucap Aira
"kalau emang gak boleh saya gaakan panggil kamu seperti itu" goda Brian
"Iihh boleh kok bolehh iihh, tetep panggil aku sayangg!!" ucap Aira cukup keras menatap mata Brian dan menangkup wajah Brian dengan kedua tangan nya
Brian hanya tertawa kecil melihat tingkah Aira yang menurutnya imut, "Jangan ketawaa!!" sahut Aira
"iihh jangan ketawaa!!" rengek Aira menenggelamkan wajahnya di dada Brian sambil memukul pelan lengan Brian
"hey jangan menyembunyikan wajahmu" ucap Brian memegang tangan Aira
"Gatau ahh" sahut Aira menghadap ke arah lain saat Brian mencoba menatap matanya
"Marah hmm?" sahut Brian lembut
"Gatauu!!" balas Aira
Brian memeluk Aira semakin erat, menenggelamkan wajah nya di leher Aira sambil sesekali menghembuskan nafas lembut, "Harum... " gumam Brian lembut
"Jangan marah ya? atau aku mungkin tidak bisa menahan diri ku sendiri nanti" ucap Brian
"Kamu terlihat sangat manis saat marah, membuat ku ingin menggigit mu" lanjut nya yang sontak membuat Aira terkejut sekaligus membuat wajah nya memerah
"Masih di kantor loh" ucap Aira pelan di dada Brian
"Kalau gitu mau mampir ke hotel dulu?, sepertinya di sekitar sini ada hotel" sahut Brian
"Presentase Tian memiliki adik baru juga pasti lebih banyak waktu pagi" ucap Brian
"Permisi pak 5 menit lagi rapat akan segera di mul-" ucap sang sekretaris terhenti saat melihat raut wajah Brian yang menatap nya tajam, sedangkan Aira yang menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangannya nya karena malu
"Ah maaf pak" ucap sang sekretaris sambil berteriak dalam hati nya
"Hahh... sudahlah, rapat dimulai setelah makan siang" ucap Brian mengusap wajahnya kasar
"ah baik, kalau begitu saya permisi" ucap sang sekretaris lalu langsung pergi
"Pffttt... ahahaha" seru Aira tertawa tiba tiba
"Apanya yang lucu?" tanya Brian heran
"Lucuu tauu, tiap kita mau romantis pasti ada aja gangguannya" ucap Aira masih dengan tawa
"Menurut kamu lucu?" tanya Brian hanya fokus melihat wajah Aira
"Iya lucu loh" ucap Aira
Brian masih fokus dengan wajah Aira, ia memeluk pinggang Aira, menenggelamkan wajahnya ke leher Aira, "aku lapar, kamu mau kan nyuapin aku makan?, karena aku masih harus mengerjakan ini untuk presentasi sebentar lagi" ucap Brian
"Cieee manjaaa" goda Aira
"gaada salah nya kan aku manja sama istriku sendiri" ucap Brian
"Yaudah pegang ini bentar, aku Ira mau ambil kursi buat duduk" ucap Aira
"Tidak perlu, disini saja, suapi aku seperti ini" ucap Brian
"Nanti om gabisa kerja kalo gini, udah iihh Ira mau ambil kursi dulu" ucap Aira
"Humm... kalo gitu suapin aku di sofa itu aja, biar aku ngerjain di sana juga" ucap Brian
Brian membawa kotak bekal di tangan kiri nya, dan menggandeng tangan Aira di tangan kanannya, Aira membuka kotak bekal nya, sementara Brian masih sibuk dengan layar laptop nya
"Om aaa~" ucap Aira menyuapi sesendok nasi goreng ke Brian, dan tentu saja Brian menerima suapan itu dengan senang hati
"Kamu ga makan?" tanya Brian
"Humm??, aku udah kok om" balas Aira
Brian mengambil sendok dari Aira, mengambil sesendok nasi juga telur dan menyuapi Aira, "Eehh tapi aku udah makan" ucap Aira
"Itu tadi pagi, siang ini belum kan?, ayo buka mulut mu, lengan ku sakit loh kalo di diemin gini" ucap Brian
Aira menerima suapan dari Brian dengan senang hati lalu kembali menyuapi Brian makan, dan sesekali dia sendiri juga makan karena Brian menyuruhnya
Saat Aira sedang minum tiba tiba saja ada yang menerobos masuk ke kantor nya, membuat Aira terkejut hingga tersedak. Dengan cepat Brian menepuk pelan punggung Aira dan memberinya minum lagi
"Eehh maaf, aku ga bermaksud membuat dia terkejut... tapi bentar.... dia siapa?!" ucap seorang pria yang kira kira sepantaran dengan Brian
"Berhenti menerobos masuk kantor ku Je" ucap Brian melempar tatapan dingin ke pria itu
"Kamu baik baik aja?" tanya Brian ke Aira
"Ah iya gapapa kok om" ucap Aira
"Uhmm... dia siapa om?" tanya Aira
"Dia Jerome, teman sewaktu kuliah ku di Belanda" jawab Brian
"Dia ponakan mu?" sahut Jerome yang langsung dapat tatapan sinis dari Aira
"Dia istri ku" jawab Brian
"HAAHHHHHH!!!" Jerome terkejut bukan main
"Berisik!" Jawab Brian dingin
"Ah maaf.... tapi dia terlihat seperti anak SMA... aku tidak tau kalau tipe mu anak anak seperti ini" sahut Jerome
"Aku 20 tahun bulan ini" jawab Aira cepat, Jerome tidak terkejut dengan jawaban Aira yang sinis, tapi terkejut karena wajah Aira dan umurnya sangat berbeda
"enak aja dibilang ponakan nya, huhhh!!" gerutu Aira kesal