Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.14



Karna persiapan tempat pesta sudah selesai jadi Arya membantu untuk menyiapkan makanan dan camilan di meja, sedangkan Brian pergi untuk membantu Aira dan Tian


"Apa sudah selesai, ada yang bisa kubantu?" tanya Brian


"Ehh gaada kok om, udah hampir selesai, tinggal ngasih nama sama lilin doang" jawab Aira sibuk menulis nama di kue


"Ayah coklatnya kak Aira sendiri yang racik, enak loh" sahut Tian menyendok whip cream coklat lalu menyodorkan ke Brian


"Kamu makan saja kalau suka, ayah bisa coba nanti" jawab Brian


"Aira saya bantu pasang lilin ya?" tanya Brian


"Eh wahh boleh om, nih lilinnya" jawab Aira


Tian hanya diam sambil menikmati interaksi antara ayahnya dan Aira, dalam hati Tian berharap agar Aira bisa menjadi bunda nya


"Ini dek- eh ini lilin terakhirnya ditaruh di mana?" tanya Brian canggung


Aira sempet terkejut tapi ia suka panggilan itu, "taruh sini aja mas" goda Aira dengan sedikit tertawa kecil, Brian langsung menancapkan lilinnya rapi lalu segera pergi dari sana


Anak gadisnya mulai aktif ya bund🤣


"saya harus menyiapkan meja" ucap Brian sedikit salah tingkah


Aira dan Tian saling menatap lalu tertawa kecil karena tingkah Brian 'imut banget sih tu aki aki' batin Aira


Akhirnya pesta ulang tahun pun dimulai, banyak teman teman Tian yang sudah mulai hadir, bahkan pengisi acara juga sudah hadir, acara berlangsung sangat meriah, mulai dari acara tebak tebakan, game, hingga sampai ke acara inti, yaitu meniup lilin dan memotong kue nya


"Nahhh sekarang mari nyanyikan lagu tiup lilinnya, nyanyikan dengan ceria~" ucap sang pengisi acara


Anak anak mulai bernyanyi dan bersorak gembira, lalu Tian juga akan meniup lilinnya di akhir lagu, tapi saat akan meniup lilinnya Aira menghentikan nya "Tian sebelum tiup lilin buatlah permohonan" ucap Aira sambil tersenyum, Tian mengangguk dan mulai menutup matanya dan membuat permohonan


"Tian harap ayah dan kak Aira menikah, Tian mau kak Aira jadi bunda Tian" gumam Tian pelan tapi tetap bisa terdengar oleh Brian dan Aira


*wayoloh udah di kode:v


Aira dan Brian tidak sengaja bertatapan di waktu yang sama, mata mereka bertemu lalu sesegera mungkin mereka mengalihkan pandangannya


Ecieeee malu tuch(•ө•)♡


salting ga salting ga salting ga? salting lah masa engga:v


"Nahh sekarang potong kuenya dan berikan pada orang yang kamu sayang" seru sang pengisi acara


Tian mulai memotong kuenya dibantu oleh Aira, Sebenernya tadi tuh Brian juga mo bantu, tapi keduluan Aira, dan jadilah tangan mereka bersentuhan dan akhirnya Brian menarik cepat tangannya dan membiarkan Aira yang ngebantu Tian


"Suapan pertama Tian mau kasih ke ayah karna ayah udah sayang dan selalu buat Tian bahagia, makasih ayah" seru Tian sambil menyuapi Brian kue


"Sama sama sayang" ucap Brian tersenyum kecil menerima suapan sang anak yang membuat para rahim janda janda menghangat


"Terus suapan ke dua buat bunda, Tian mau kak Ira jadi bunda Tian" ucap Tian polos dengan senyum lebarnya sambil menyuapi Aira kue bekas gigitan Brian


"E-eehh... uhmm" Aira hanya tertawa kecil canggung dan menerima suapan dari Tian


lalu suapan ke tiga Tian berikan pada Arya yang sedari tadi memperhatikan Brian dan Aira, firasat nya memang tidak pernah luput, sesuai dugaannya kalau Brian menyukai Aira, tapi selama Aira tidak menyukai Brian balik Arya masih bisa menahan perasaan nya.... mungkin


"Nahh sekarang sesi terakhir, apa keinginan mu tuan muda?" tanya sang pengisi acara pada Tian


berbeda dengan orang orang yang gembira menikmati pesta dan kejadian yang mengharukan, Arya merasa sangat muak dan sakit hingga ia memutuskan untuk pergi dari sana.


.


.


.


.


.


.


.


Sementara itu di dapur rumah Brian


"Argghhh gila jantung gueee astaga" teriak Aira pelan sambil memegang dadanya yang berdetak sangat kencang


"Tu aki aki juga kenapa ganteng banget, bisa gila gue lama lama kalo deket ma dia" gumam Aira menutupi wajahnya yang merah karena malu


"Halo Ira, udah lama ya kita ga ketemu, kamu makin cantik loh sekarang, makin dewasa" sapa seorang wanita yang adalah ibu dari Arya


"Eh tante Mita, uhmm Tante mau minum?" tawar Aira


"iihh jangan basa basi gitu dong, kamu ada hubungan apa sama adik ipar saya hmm hmm?" goda Mita menggerakkan alisnya keatas bawah


"iihh Tante gaada loh, mana mau om Brian sama modelan cabe cabean kek saya" ucap Aira tertawa canggung, salting dia tuh sebenernya


"Jangan bohong gitu ihh, kamu seneng kan Tante ngomong gini, sebenernya Tante ga nyangka juga loh, Tante kira kamu bakal sama anak Tante, eh malah sama om nya" ucap Mita tertawa riang


"A-apa sih te, mana mungkin Aira sama Arya, Arya kan udah kayak saudara Aira sendiri" -Aira


"Berarti kalo sama Brian bisa nih?" goda Mita


"Iihh Tante mahh" ucap Aira menutupi wajahnya malu


Aira memang dekat dengan keluarga Arya, apalagi ibunya, yang sudah Aira anggap seperti ibu sendiri, begitu pula Mita yang menganggap Aira seperti putrinya sendiri.


"Tante kasih restu loh padahal kalo kamu suka sama Brian, Tante dukung sampe pelaminan, jangan bohong kamu suka kan sama mantan adik ipar saya?" ucap Mita menggenggam tangan Aira


kini Aira sangat yakin kalau ia menyukai Brian, Brian adalah cinta pertamanya dan ia berharap jadi yang terakhir juga, dengan malu malu Aira mengangguk pelan


"Kyaaa Tante seneng banget loh, pokoknya kamu harus dapetin Brian, dia tuh orangnya kaku tapi lembek kalo sama orang yang dia suka, pokoknya semangat ya sayang" ucap Mita sambil memeluk Aira


"Tapi te, apa Aira bisa dapetin om Brian?" ucap Aira ragu ragu


"Kamu pasti bisa sayang, Tante percaya kalo kamu pasti bisa" ucap Mita menyemangati


Saat itu Arya tidak sengaja mendengar percakapan ibunya dan Aira, jujur hatinya kali ini benar benar hancur, orang yang tidak bisa ia gapai selama 13 tahun ternyata dengan mudah di dapatkan oleh pamannya, apakah ia harus merelakannya atau harus bersaing dengan paman yang ia sangat hormati dulu


"Lucu banget sih idup gue, haha" gumam Arya tertawa hambar lalu pergi dari rumah Brian, bahkan ia tidak mendengar suara Tian dan ayahnya yang memanggil namanya