
"Tian bangun sudah pagi" ucap Aira lembut sambil mengelus kepala Tian
"uuhmngg~..... selamat pagi kak" ucap Tian tersenyum
"Pagi juga sayang" seru Aira lembut
"Uhmm.... sekarang Tian boleh kan panggil mama, soalnya kan sekarang kakak udah jadi pasangan ayah" ucap Tian ragu ragu
"Boleh kok" jawab Aira mengelus kepala Tian lembut
"hehe mama~" seru Tian memeluk pinggang Aira seakan tidak ingin melepaskan nya
"gosok gigi, mandi, lalu kita turun ke bawah buat sarapan" ucap Aira
"Iya, tunggu bentar ya ma, ah mama bisa pilihin baju buat Tian ga?" ucap Tian
"Iya mama pilihin ko, mandi sana gih" ucap Aira
Tian tersenyum lebar menunjukkan gigi kelincinya sambil mengangguk pelan lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi, sedangkan Aira memilihkan baju untuk Tian, dan sepertinya juga besok tugasnya sebagai istri juga seorang ibu sudah dimulai, ia jadi semakin ragu apakah ia harus meneruskan pendidikannya atau tidak.
.
.
.
.
Setelah selesai membantu Tian bersiap siap Aira dan Tian turun kebawah, mereka melihat semua orang yang menunggu kehadiran mereka di meja makan.
"Papa~" seru Tian manja berlari ke arah Brian
"Tian jangan lari, nanti jatoh" sahut Aira
"Ko tumben panggil papa, biasanya ayah" ucap Arya
"Soalnya kan sekarang Tian udah punya mama, jadi Tian manggil ayah papa" seru Tian
"Cieee mamud" ejek Arya
'Lu kalo ga diem gua sleding lu ajg-' batin Aira
Arya yang paham ekspresi wajah Aira langsung terdiam dan mengalihkan pembicaraan, "Ahahaha udah ah laper aku, sini Tian makan sama kak Arya" ucap Arya
"Gamau ah, Tian mau sama mama" ucap Tian menggandeng tangan Aira
"Tian jangan ganggu Aira makan" ucap Brian
"Om juga mau ku suapin?" ucap Aira yang langsung membuat Brian terkejut hingga tersedak
"papa kalo mau disuapin mama bilang aja, tapi gantian ya, Tian dulu" ucap Tian polos hingga membuat yang lainnya menahan tawa
"Aku sudah selesai, ada banyak pekerjaan yang tertunda, lalu Tian, papa sudah besar, jadi tidak perlu di suapin" ucap Brian lalu pergi
"Plis gua nahan ketawa sampe pen berak ajg-" ucap Arya
"udah udah, dia om lu malah lu ketawain, kuwalat lu" ucap Aira
"Hilih lu juga juga sebenernya pen ketawa kan" seru Arya yang membuat semuanya jadi ikut tertawa
setelah sarapan pagi selesai Arya, Kayla, haykal, dan A'am memutuskan untuk pulang, gaenak juga udah ganggu pengantin baru
Aira pergi ke ruang kerja Brian dan mengabari kalau Arya dan teman teman nya akan pulang, Brian menyempatkan diri untuk mengantar kepulangan mereka karena bagaimanapun Arya adalah keponakannya
"Yaudah om Arya pergi ya...... jaga Aira buat Arya, hati hati juga dia masokis" ucap Arya berbisik di akhir kalimat
"Gua denger ya babiks" sahut Aira
"Hush mulutnya" seru Brian
"Ah maaf om, keceplosan" ucap Aira
"Yaudah ra, pikir pikir lagi loh ya omongan gua, dadah mamud" seru Kayla
"Dah ra~, gua nitip om gua ya!" ucap Arya melambaikan tangannya saat mobil mulai berjalan
"Dadahh Tiann" lanjut nya
"Dah kak Arya~" seru Tian
"Mama.... " ucap Tian menatap mata Aira
"Tian kenapa??" ucap Aira
"Uhmm.... mama ga nyesel kan jadi mamanya Tian??" ucap Aira ragu ragu
"Tentu engga sayang, mama suka jadi keluarga Tian" ucap Aira tersenyum ramah
Tian tersenyum lebar lalu memeluk Aira erat, Tian juga menarik tangan Brian agar memeluk Aira yang membuat Aira sedikit terkejut
"Anak nakal" ucap Aira tersenyum
3 hari berlalu dengan sangat singkat, ia menghabiskan cukup banyak waktu hanya untuk Tian karena Brian yang hanya menghabiskan waktunya di ruang kerja nya
"Humm.... ini udah jam malem tapi om Brian juga masih blom selesai aja kerjaan nya, trus gua kapan disentuhnya" gerutu Aira
"Mama~" seru Tian berlari ke arah Aira
"Eh tian ada apa??" ucap Aira heran karena biasanya Tian sudah tidur di jam ini
"Tian mau tidur bareng mama, gapapa kan?" ucap Tian dengan mata penuh harap
"Iya boleh kok, udah cuci tangan,kaki,sama gosok gigi kan?" ucap Aira
"Udah ma!" ucap Tian menunjukkan gigi nya yang bersih
"Anak pintar, yaudah sini" ucap Aira
Tian menaiki tempat tidur dan tidur di samping Aira sambil mendengar lagu tidur yang dinyanyikan Aira.
.
.
.
.
.
"Aaahhh akhirnya selesai" ucap Brian meregangkan tubuh nya lalu melihat jam dinding
"Sudah tengah malam.... dia pasti juga sudah tidur" ucap Brian
Brian beranjak dari kursi nya dan meninggalkan ruang kerja nya lalu pergi ke kamar nya, ia melihat Aira juga Tian yang tertidur sangat pulas.
Brian mendekati Aira, nengusap lembut wajah mungil Aira, tanpa sadar mata nya terfokus pada bibir Aira Aira yang entah kenapa terlihat sangat menggoda dimata nya
"Uhhmmngg" gumam Aira yang membuat Brian sedikit terkejut dan langsung menjauhkan tangan nya dari wajah Aira
"Apa yang kupikirkan tadi" gumam Brian mengusap wajahnya kasar karena terangsang saat melihat bibir Aira
Brian memutuskan untuk mandi air dingin untuk menenangkan dirinya, padahal malam itu udara sangat dingin. Aira terganggu karena mendengar suara air dari kamar mandi, ia melihat ponsel di sebelah nya dan melihat sudah tengah malam.
"Kayaknya itu om Brian.... ku siapin baju sama makanan deh" ucap Aira pelan pelan turun dari tempat tidur dan pergi mengambil makanan
Brian keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk di pinggang nya, ia melihat Aira yang tidak ada di tempat tidur dan pintu yang terbuka, ia mengambil celana tidur nya lalu memakainya, saat akan mengambil baju tidurnya ia mendengar suara Aira dari luar
"Oh, om udah selesai??" ucap Aira di depan pintu kamar dengan nampan berisi 2 susu hangat dan sandwich daging
"Maaf membuat mu terbangun" ucap Brian menghampiri Aira dan mengambil nampan yang dibawa Aira
"Ga kok om, aku kebangun sendiri tadi, laper juga jadi ambil makan" ucap Aira
"hummm.... om sengaja ya mau nunjukin tubuh atasnya??" goda Aira memegang perut Brian yang sixpack dan membuat Brian sedikit merasa geli
Brian mengabaikan Aira dan menaruh nampan ke laci di dekat tempat tidur, Aira mengikuti Brian dan lagi lagi mengelus perut Brian lembut.
"Badan om dingin.... om mandi air dingin??" ucap Aira masih belum melepas pelukan nya
Brian berbalik dan melepas pelukan Aira, "Jangan menggodaku, aku sudah menahannya dengan keras, kamu tau?" ucap Brian dengan wajah yang memerah
Aira melihat wajah juga telinga Brian yang memerah lalu melihat ke bawah, "Mau mandi bareng ga om?" ucap Aira menyeringai sambil mengelus dada Brian dengan jari tangan nya yang perlahan turun ke perut Brian
"Dasar gadis nakal, kamu mungkin akan menyesalinya nanti" ucap Brian menarik tubuh Aira ke pelukan nya dan mencium Aira lembut dengan penuh gairah
"Entah lah, aku gaakan tau kalo kita belum melakukannya" ucap Aira berbisik pelan saat Brian melepas ciuman panas mereka.