Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.34



"Ra lu gapapa? " tanya Arya


"Gue gapapa Ananda Arya Wicaksono" Jawab Aira


"Ish serius ajg-" sahut Arya


"Iya gue gapapa astagfirullah" jawab Aira


"Bener lu gapapa" tanya Arya kesekian kalinya


"iya gue gapapa, sans aja key?! " jawab Aira


*flashback*


"Ah ayahmu sudah datang, kalau begitu biar kakak belikan yang baru buat dibawa pulang ya?" ucap Aira


"jangan pergi.... Tian gamau sama ayah, Tian mau sama kak Ira, jangan tinggalin Tian" ucap Tian nanar


"Tapi Tian.... kak Ira gabisa" ucap Aira ragu


"kakak.... benci sama Tian??" ucap Tian mulai berkaca kaca


"Engga! bukan gitu, kakak gapernah benci ke Tian, gapernah sekalipun, jangan ngomong kayak gini lagi oke! " ucap Aira


"Kalo Tian gabisa ikut kakak... anterin Tian ya? Tian gamau sama ayah, Tian benci ayah!" mohon tian


"Tian gaboleh ngomong gitu, mau se brengsek apapun Om Brian, dia tetep ayah tian, gaboleh benci ke ayah paham?" tutur Aira


"Bego ya, omongannya loh! " tegur Arya


"eh iya... pokoknya Tian gaboleh kurang ajar sama orang yang lebih tua, paham! " ucap Aira


"uhmm.... iya" Jawab Tian


Aira, Arya, dan Tian pergi setelah membeli es krim cup ukuran sedang untuk dibawa pulang, mereka menghampiri Brian yang tengah menunggu di depan mobilnya sambil berbicara dengan seseorang di telepon


"Om Brian!" seru Arya memanggil Brian


Brian menoleh, melihat Arya dan Tian yang berada di belakang Arya sedang menggandeng tangan seseorang, Aira memiliki tubuh yang kecil karena itu ia bisa bersembunyi di balik Arya jika ia ingin, tapi Aira memilih untuk menunjukkan dirinya dengan percaya diri.


Aira bergeser dari balik Arya, sekilas ia menoleh ke arah Brian yang tengah melihat nya dengan wajah yang aneh, antara terkejut, kecewa, juga terluka, melihat itu Aira sedikit terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Tian yang saat ini menggandeng tangan nya dengan cemas


"Bunda.... " ucap Tian yang sontak membuat Aira, Arya, dan Brian terkejut


"T tadi Tian bilang apa?" ucap Aira membelai lembut pipi Tian


"Bunda... salah ya?, tapi tadi kak Ira udah janji kan bakal jadi bunda nya Tian" ucap Tian


"Engga kok, ga salah" ucap Aira tersenyum ramah, melihat itu Tian langsung tersenyum lebar menunjukkan gigi nya


"Tian kemari! masuk ke mobil!" pinta Brian tiba tiba naik pitam


"Gamau!!" sahut Tian kasar


Aira menatap Brian sinis lalu menatap Tian, "Tian sana masuk, ingat kata bunda?, gaboleh kasar sama yang lebih tua, apalagi orang tua Tian sendiri, paham?!" ucap Aira lembut yang langsung dapat anggukan kecil dari Tian


Tian pergi memasuki mobil belakang di bagian penumpang dengan berkali-kali melihat kearah Aira


"Ha! yang benar saja, sepertinya kamu lupa kalau saya pernah bilang untuk menjauh dari keluarga saya! " ucap Brian


"Saya sudah menjauhi keluarga anda tuan Brian Anggara Dewantara, saya tidak mengganggu atau bahkan mengusik hubungan anda, saya hanya menepati janji saya kepada seorang anak yang sudah menganggap saya sebagai keluarga nya, sebagai ibu nya" Jawa Aira tegas


"Ha! ibu?!, bagaimana bisa kamu menjadi Ibu nya saat kamu saja bukan istri ku!" ucap Brian dengan tersebut sinis


"pfft.... ah maaf ini sangat lucu, sepertinya anda salah paham akan ucapan saya, saya hanya berjanji menjadi ibu dari Tian bukan menjadi istri anda, dan tanpa harus menjadi istri anda saya bisa menjadi Ibu nya, ikatan antara Ibu dan anak bukan dilihat dari silsilah hubungan keluarga atau darah, tapi dari perasaan dan hati yang terikat itu sendiri yang membuat seorang ibu dapat mengerti perasaan anaknya, itulah yang dinamakan hubungan orang tua yang sebenarnya, tapi sepertinya anda tidak akan paham akan hal itu, karena anda bahkan tidak tau kalau putra anda saat ini sedang menderita karena perbuatan anda." ucap Aira lalu pergi meninggalkan Brian sendiri diikuti oleh Arya


Brian mengepalkan tangan nya, bahkan urat di dahinya muncul. "Sangat bodoh.... seharusnya aku senang karena ini yang terbaik untuk semua orang, tapi kenapa hati ku harus terasa sakit seperti ini... " gumam Brian


*flashback selesai....


"Lu beneran gapapa? " tanya Arya untuk kesekian kalinya


"Astaghfirullah akhi, gue gapapa, ini udah yang keberapa coba!? " ucap Aira


"Gue cuma hawatir kalo lu-"


"Hey... dengerin gue, gue gapapa, tapi boong kalo gua bilang perasaan gua udah ilang sepenuhnya, gue masih tetap berharap meskipun gue tau ini perasaan sepihak, karena itu... please help me heal my feelings, key!?" ucap Aira menangkup wajah Arya


"Btw agak jongkok dikit, author nya mau ada adegan romantis" ucap Aira berjinjit sekuat tenaga tapi hanya bisa menyentuh dagu Arya


Arya tersenyum lalu sedikit berjongkok menyesuaikan wajahnya di telapak tangan Aira,


"I will help you, but what will my reply be?" tanya Arya menggoda Aira


"Hmm....maybe I will learn to accept your feelings? " ucap Aira tersenyum khas menunjukkan gigi kelinci nya


"Seriously!....if you lie I will lock you in a golden cage." ucap Arya


"I will never lie to my best friend" Jawab Aira


Tiba tiba aja Arya ketawa kencang yang membuat Aira heran sendiri, "sory sory, gue emang pernah bayangin lu romantis, tapi gue ga pernah bayangin lu ngomong bhs Inggris, mana lancar banget lagi" ucap Arya


"Dih dih, lu ngeremehin gue banget sih, gini gini gue tuh termasuk ke anak yang cepet paham kalo diajarin" ucap Aira menyombongkan diri


"Yain deh" jawab Arya mengacak acak rambut Aira


"ihhh jan diacak acak ajg-, gue dandannya 15 menit loh" sewot Aira mencoba menghentikan Arya meskipun percuma


"Lama bener, benerin rambut gini doan- uhuk!" ucap Arya terhenti karena Aira memukul perutnya


"Bodo' ihh, cepet ah pulang, cape nihh~" ucap Aira


"lah.... gue dah ganteng ganteng gini masa pulang, jalan jalan dulu kek sebentar" ucap Arya


"Ihh ayank ko tega banget sih, aku lagi hamil muda loh, lagi tentang tentang nya, masa mas mau biarin aku sama anak kita kedinginan!" ucap Aira sedikit berteriak membuat orang orang yang lewat jadi memperhatikan mereka


"Astaghfirullah....kumat lagi" gumam Arya hanya mengusap wajahnya kasar


"pulang ga?, kalo ga pulang gue teriak buat drama lagi nih" bisik Aira ke Arya


"Iya yok pulang, nih makan es krim aja, jan buka mulut" ucap Arya menyodorkan es krim lalu menghidupkan mesin motor nya


"Kalo gue ga bukan mulut gimana makan nya, bego lu" ucap Aira membuka es krim cup dan memakan nya lalu duduk di motor Arya bagian belakang


"gue tampol lu kalo ngebut" lanjut nya


"iya babby" Jawab Arya


"ihh jijik ihh, lu kira lu sugar daddy gue apa" Jawab Aira tetap fokus memakan es krim nya


Arya hanya menghembuskan nafas pasrah, cape dia tuh ngurusin bayi gede kek Aira


______________________________________________


hay 😁


jadi gini...... sy mo minta maaf banget karena udah lama ga up, bukannya apa tapi lagi fokus ke sekolah dulu, apalagi PPDB dah dibuka.... so, makasih buat yang udah baca cerita hasil gabut saya, makasih karena ga bosan sama cerita prik buatan ku, ku usahain bakal sering sering up. (≡^∇^≡)


see you。・:*:・(✿◕3◕)❤


*btw novelnya masih lanjut kok:'