Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.11



Aira mengerjapkan matanya imut dan melihat sekelilingnya "Ini....dimana, ah di kamar om Brian ya...." gumam Aira, Aira merasa tangannya menggenggam sesuatu yang kasar, tapi hangat jadi ia melihat tangannya dan terkejut 'Ah iya tadi malem gue nangis kek bayi dihadapan om Brian, argghhhh maluuu' batin Aira berteriak dan Aira yang refleks menarik tangannya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya yang membuat Brian terbangun, tapi lalu ia menyingkirkan tangannya dan melihat wajah Brian seksama


'Aneh banget... padahal dia ganteng gini meski baru bangun tidur tapi gaada satu pun yang dia angkut jadi ibunya Tian' batin Aira mengagumi wajah Brian, melihat Brian yang mengerjapkan matanya Aira kembali menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


"Ah sudah bangun?, apa perasaan kamu udah lebih tenang?" tanya Brian lembut


Aira hanya mengangguk dan tidak melepaskan tangannya dari wajahnya


"Kenapa kamu menutupi wajahmu begitu?, apa aku terlihat sangat buruk saat baru bangun tidur" tanya Brian


Aira menyingkirkan tangannya dari wajahnya dan menunjuk Brian kesal "Om ngeselin, mau merendah untuk meroket ya!" sahut Aira kesal dengan bibir manyun, Brian makin tidak paham dengan tingkah laku gadis di depannya itu


Brian mendekat kan wajahnya ke wajah Aira yang membuat Aira refleks menutup erat matanya, 'gila ni om om, masa sih gue mau dicium' batin Aira.


Brian menyatukan kening mereka untuk memeriksa apakah demam Aira suda turun atau belum, "syukurlah demam kamu udah turun" ucap Brian menjauhkan tubuhnya lalu tersenyum ramah


"eh.... ah... iya ya udah turun" ucap Aira menyentuh keningnya dan menahan malu karena sudah berpikir yang macam macam


"Apa kamu berharap dapat morning kiss dari saya?" sahut Brian terkekeh kecil yang membuat wajah Aira semakin memerah


"iihh engga ya!!" sorak Aira salah tingkah


"yaudah sana mandi setelah itu turun untuk makan, saya bisa pakai kamar mandi tamu" ucap Brian menjauh dari Aira diselingi tawa kecil


"Anu om... makasih buat semuanya" ucap Aira malu malu


"Iya tidak masalah, kamu udah saya anggap seperti putri saya sendiri" ucap Brian tersenyum ramah, pelayan yang melihat pun terpanah karena ini pertama kalinya Brian tersenyum dan tertawa seperti itu pada orang lain


Aira bergegas bersiap diri lalu pergi ke meja makan, disana sudah ada Brian dan Tian yang menunggunya, "Kak Ira duduk sebelah Tian ya!" seru Tian bersemangat


Aira menghampiri kursi kosong di sebelah Tian dan duduk di sana lalu mereka mulai makan bersama, sesekali Aira menyuapi Tian dan mengelap makanan yang belepotan di wajahnya layaknya seorang ibu, ini pertama kalinya ada seseorang yang memperlakukan Tian seperti itu jadi dengan sengaja Tian memakan makanan nya sembarangan agar wajahnya belepotan dan Aira akan mengelapnya


Selesai makan Tian berencana mengajak Aira bermain di luar karna ini adalah hari Minggu "Uhmm kak Ira jangan pulang dulu ya.... main sama Tian dulu" pinta Tian dengan manja yang membuat Aira tidak bisa menolaknya


"Baiklah ayo bermain, uhmm bagaimana kalau ke game center?" ucap Aira


"game center? apa itu?" tanya Tian


"Itu tempat dengan banyakkkk sekali permainan seru" ucap Aira


Tian menatap wajah Brian berbinar menandakan kalau Tian sangat ingin pergi ke sana, "Tidak tidak, kerjakan dulu tugasnya baru bermain" ucap Brian


Alhasil Aira juga ikut memohon bersama dengan Tian karena Aira tidak ingin Tian bersedih, mendapat tatapan puppy eyes dari Tian dan Aira, Brian luluh dan akhirnya mereka bertiga pergi ke game center


"Uwahhh besarrr" ucap Tian kagum sambil menengok ke kanan dan kiri


"Apa ini pertama kalinya Tian ke sini? apa ayah tidak pernah membawamu kemari?" tanya Aira


"Iya! ayah selalu sibuk jadi selalu tidak ada waktu, meskipun kami ke taman bermain pun juga sama, ayah itu membosankan" sahut Tian yang langsung membuat Aira tertawa


"ehem!" deham Brian


"Aku hanya sibuk, bukan berarti aku tidak bisa bersenang-senang" ucap Brian mengalihkan pandangan, sedangkan Aira hanya terkekeh kecil melihat tingkah om om yang menurutnya sangat imut


"Kalo gitu ayo mulai mainn!" seru Aira bersemangat mengacungkan tangan ke atas bersamaan dengan Tian


Sudah setengah game yang ada di game center yang sudah mereka mainkan, tapi mereka tidak pernah puas, Brian merasa menjaga dua orang anak karna sikap Aira yang kekanakan tapi ia tidak memungkiri kalau ia merasa sangat bahagia saat ini, melihat Tian yang juga bahagia Brian merasa sangat berterima kasih pada Aira yang adalah sumber kebahagiaan Tian, saat itu Brian belum menyadari kalau Aira akan menjadi sumber kebahagiaannya juga


setelah bermain cukup lama akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, sebelum pulang Tian ingin mengunjungi Mdc untuk makan malam, "Uwahhh Tian udah gak sabar mau makan" seru Tian bersemangat dengan kedua tangannya yang digandeng oleh Brian di sebelah kiri dan Aira di sebelah kanan


"Ehh emangnya Tian gapernah ke Mdc?" tanya Aira


"Uhmm pernah kok, meskipun Tian selalu datang bersama ayah tapi Tian selalu merasa kalau Tian makan sendirian, ayah selalu saja melihat ponsel nya, entah ada apa disana" ucap Tian


"yahh tidak terkejut sih aku" gumam Aira pelan


"ehem, kalian masuk dan pesan duluan saja, aku ada sedikit urusan" ucap Brian


"Ah om udah balik?, aku beliin ini buat om, gapapa kan" tanya Aira sambil menyuapi Tian makan


"Ah ya tidak masalah, Tian apa apaan sikap tidak sopan itu, ayo makan sendiri jangan membuat kak Aira kerepotan" sahut Brian


"hmmpp kak Ira aja gak masalah kenapa ayah yang sewot" cicit Tian


"Aku gapapa kok om, dulu aku juga punya adik jadi aku ga ngerasa kerepotan kok" ucap Aira tulus


"Uhmm kakak.... kenapa kakak kabur dari rumah?" tanya Tian polos


"Tian selesaikan makan mu!" ucap Brian mencoba mengalihkan pembicaraan


"Hmmp.... Tian cuma mau tau" ucap Tian sedikit jengkel


"Uhmm ayah kakak Aira dan kak Ira tidak terlalu baik, karena itu kakak pergi dari rumah" ucap Aira dengan lembut


"apa ayah kak Aira membenci kakak?" tanya Tian polos yang langsung dapat tatapan tajam dari Brian


"Aira menangkup wajah mungil Tian dan membelainya lembut dengan senyum tipis "iya, kakak sudah pernah cerita kan?, karena itu Tian tidak boleh benci ke ayah Tian, karena ayah Tian itu baik, berbeda dengan ayah kak Aira" ucap Aira


"Kalau begitu kakak jangan kembali ya?, tetap di rumah Tian aja, kata kak Ira kakak suka ayah dan Tian kan, kalau begitu kakak jadi keluarga Tian saja" ucap Tian tersenyum lebar


Brian dan Aira sedikit terkejut, Brian langsung menyuruh Tian agar segera menghabiskan makanannya, dan Aira kalut dengan perkataan Tian, akhirnya mereka selesai makan malam dan kembali ke rumah Brian, Tian tertidur pulas di mobil dalam pangkuan Aira, saat mereka sampai Brian menyuruh pelayan untuk mengantar Tian ke kamar tapi tangan Tian memegang erat baju Aira, Brian melepaskan cengkraman Tian dan menyuruh Aira menunggu di dalam mobil karena Brian berniat mengantarkan Aira pulang, "Kak Ira..." gumam Tian saat Brian akan pergi


Brian menoleh ke belakang dan melihat Tian yang tertidur sangat pulas,lalu bergegas pergi dan mengantarkan Aira pulang ke rumahnya


"Airaa!" seru Reza berlari ke arah Aira dan langsung memeluknya erat


"Kamu kemana aja sih dek!?, kakak nyari nyari kamu dari kemarin, kenapa kamu pergi dari rumah waktu kakak lagi gaada di rumah" ucap Reza bergetar menahan tangis


"Ah....maaf kak, gaakan Ira ulangi lagi" ucap Aira membalas pelukan sang kakak


Reza mencoba untuk menenangkan diri lalu melihat Brian yang berdiri tepat di belakang sang adik


"Eh anda kan pak Brian dari BR Company?" ucap Reza langsung menatap Aira penuh tanya


"Anu kak, kakak janji loh jangan marah dulu, Aira jelasin di dalem aja gimana biar enak" ucap Aira


Alhasil sekarang Reza, Aira, dan Brian duduk berhadapan, Reza di sofa kecil, sedangkan Aira dan Brian duduk bersebelahan di sofa ukuran besar, Brian memaksa untuk ikut hadir dan membantu Aira menjelaskan kejadian yang sebenarnya agar tidak terjadi salah paham


Setelah mendengar semua cerita Aira dan Brian, Reza awalnya sangat marah tapi ia mencoba untuk menenangkan diri dan menyuruh Aira agar membuat kopi sedangkan ia berbicara berdua dengan Brian


"Terima kasih pak sudah menolong adik saya, saya gatau lagi kalau semisalnya orang jahat yang menemukan adik saya, maka mungkin adik saya....saya benar-benar berterima kasih" ucap Reza


"Tidak masalah, sebenarnya yang paling membantu juga adalah Aira, saya memiliki seorang putra, dia tumbuh tanpa kasih sayang yang utuh, apalagi karna kesibukan saya yang padat, tapi setelah bertemu Aira dia jadi lebih banyak tertawa dan tersenyum, saya yang harusnya berterima kasih" ucap Brian ramah tapi tetap terlihat berwibawa


'pantes aja dia sering telat pulang' batin Reza


Setelah itu Aira datang membawa dua kopi yang baru ia buat dan meletakkannya di meja, bersamaan dengan itu pintu rumah dibuka dengan sedikit kasar oleh Arya yang baru dapat kabar kalau Aira sudah kembali, Arya yang melihat Aira langsung memeluknya tanpa melihat situasi


Brian melihat wajah Arya dan merasa tak asing dengan wajahnya, tiba tiba Brian berdiri dan bertatapan langsung dengan Arya


"Eh.... paman kan...?" ucap Arya yang dibalas senyuman tipis oleh Brian.


haiii (◍•ᴗ•◍)❤


tinggal kan jejak setelah membaca yaa (。・ω・。)ノ♡


like, komen, vote, dan dukung cerita saya yang mungkin gaje dan banyak yg prik ini ><


Dukungan kalian sangat berharga buat ku ( ◜‿◝ )♡


semoga kalian ga bosan sama ceritanya


see u next time (◍•ᴗ•◍)✧*。