
"Om bisa pakai kamar ini, maaf ya om kalo kamarnya kecil" ucap Reza
"Tidak apa apa, ini sudah cukup, terima kasih" balas Brian
"Kalo gitu saya tinggal ya om" ucap Reza
"Iya, maaf sudah merepotkan mu" sahut Brian
Brian pergi ke balkon, melihat suasana komplek yang sepi, lalu masuk kembali dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, saat kembali ia lihat ponsel nya berdering, tertulis nama Dimas di kontak nya
"Halo?" ucap Brian
"Lu kemana kok gue telfon ke rumah katanya lu gaada" ucap Dimas
"Aku ada di rumahnya Aira" jawab Brian
"Hahh!! ngapain?" tanya Dimas heran
"Tian mau makan masakan nya Aira, jadi ya gitu" ucap Brian
"Yan bukannya lu terlalu deket sama Aira?, gue bilang gini bukan karena dia murid gue, tapi pandangan orang tentang kalian yang gapunya hubungan darah tapi deket pasti aneh" ucap Dimas
"Tenang aja, gue gaada perasaan apa apa, Aira udah ku anggap kayak anak sendiri" jawab Brian
"Lu yakin perasaan yang lu rasain sekarang sama kayak jalan pikir lu?" tanya Dimas
"....." -Brian
"Hubungan kalian terlalu deket kalo dinamai antara ayah dan putri nya, lu gabisa bohongin gue, sekarang pikirin dulu aja perasaan lu, jangan sampai hal lama terulang lagi" ucap Dimas lalu mematikan panggilan
Brian mengusap wajahnya kasar, ia tidak tau bagaimana perasaannya sekarang, meskipun jika ia memiliki perasaan yang lebih Brian takut kalau perasaannya bisa melukai Aira, di dalam masyarakat yang mengecap buruk hubungan dengan jarak umur yang jauh Brian takut kalau Aira dicap buruk karenanya
"Ayah!!, Ayah bangun!!" ucap Tian menggoyangkan lengan Brian
Brian mengerjapkan matanya, melihat sekeliling lalu bangun dari tempat tidur, "Ayah lama ihh bangun nya" ucap Tian dengan bibir manyun
"Ayah cepat siap siap, kak Ira udah masakin banyak makanan buat sarapan" ucap Tian meninggalkan sang ayah
Brian segera pergi ke kamar mandi, bersiap lalu keluar dari kamar, saat keluar ia melihat Aira yang tengah menyuapi makan Tian, orang lain yang melihat bisa mengira kalau mereka adalah ibu dan anak, dalam hati Brian bertanya tanya bagaimana jika mereka benar benar menjadi keluarga, mungkin saja mereka akan bahagia menjadi sebuah keluarga
tapi pikiran itu segera hilang dari benaknya, umur mereka yang terlampau sangat jauh membuat jarak yang menarik paksa Brian agar menjauh, pandangan masyarakat tentang hubungan dengan jarak sejauh ini hanya akan memberi cap yang buruk untuk Aira
"Oh om udah selesai siap siap nya??, aku tadi buat sop ayam, uhmm kalo om gasuka aku bisa pesenin makanan" ucap Aira saat melihat Brian
"Engga, saya suka" jawab Brian tersenyum ramah lalu duduk di kursi meja makan
"Biar ku ambilin om" ucap Aira menyiapkan sarapan untuk Brian
"Terima kasih" balas Brian
"Ga masalah, kalo kayak gini bukannya kita seperti keluarga yang lengkap" ucap Aira tersenyum ramah
"Tian mau seperti ini untuk selamanya, tapi ayah gaakan suka, padahal kak Ira suka" ucap Tian polos
Brian terkejut, apa yang Tian katakan itu benar??, tapi itu tidak mungkin, mungkin saja Aira mengatakan hal lain, tapi Tian menanggapi nya dengan berbeda.
"Om gaada niatan cari bunda baru buat Tian?" tanya Aira
"ah itu.... sepertinya gak ada" balas Brian
"Kenapa??, padahal saya mau loh daftar jadi istrinya om, eh maksudnya bunda nya Tian" ucap Aira tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya
"Jangan ngomong yang aneh aneh, kamu tuh masih kecil udah mikirin nikah" ucap Brian mengusap lembut Surai Aira
"Iishh padahal gue serius loh" gumam Aira manyun
"Ah iya waktu nya sekolah" sahut Aira saat melihat jam di tangan nya
"Mau saya antar?, sekalian untuk ucapan terima kasih karena udah nurutin kemauan Tian" ucap Brian
Dengan senang hati Aira meng iya kan tawaran Brian, dan akhirnya setelah mereka selesai makan, Brian mengantar Aira ke sekolahnya, tidak lupa sebelum itu Aira mengunci pintu rumahnya dulu
"Yeii!! Tian tau tempat kak Ira sekolah!" seru Tian
"Tian pasang sabuk pengaman nya" tegur Brian
"iya ayah!" ucap Tian patuh
"Anu om, sabuknya macet" ucap Aira tersenyum canggung
Brian menarik sabuk pengaman di belakang Aira, posisi mereka ambigu, keduanya merasakan perasaan yang sama, hanya Brian tidak dapat memahami perasaan nya sedangkan Aira sudah tau tentang perasaan nya
"Sudah saya pasang" ucap Brian lalu menjauh, menenangkan jantung nya yang berdetak kencang dan mulai menjalankan mobil.
"itu bukan nya Aira... kenapa bisa-" ucap Arya mengepalkan tangannya dan pergi ke sekolah dengan motornya
"Makasih om buat tumpangan nya!!" ucap Aira
"Tidak masalah, kalau gitu saya pergi dulu" jawab Brian
"Dadah kak Ira!~" ucap Tian
"Dahh~" balas Aira
Aira berjalan ke kelasnya dengan wajah yang berseri-seri, orang orang yang liat sampai heran liatnya
"Pagii semuaaa~, hari ini cerah ye kan!" salam Aira heboh
"Ra! kesambet setan jamet ya?!" sahut Haykal
"Sabar Ra sabar" gumam Aira padahal tangannya udah gatel pen nampol Haykal
Aira duduk di bangkunya, sebelah Arya, ia lihat Arya yang tengah sibuk dengan ponselnya
"Main apa?? kok kayak seru banget" ucap Aira
"Main ml, mau pinjem?" tanya Arya
"uhmm engga deh" balas Aira mengambil ponselnya dari sakunya
*percakapan dalam chat
________________________________________________
^^^Udah nyampe mana nih om?😗^^^
Om Brian<3:
Baru pulang nganter Tian sekolah
^^^sekarang mau ngapain^^^
^^^lagi??^^^
Om Brian<3:
siap siap ke kantor
jangan main hp terus
sekolah yang bener
^^^iya habibi😘❤️^^^
^^^wkwk 🤣^^^
________________________________________________
"Ra gue mo nanya" ucap Arya
"Nanya apa?" sahut Aira masih fokus dengan ponselnya
"Gue beneran gaada kesempatan ya?, plis jawab jujur" ucap Arya
"...." Aira terdiam, ia bingung harus menjawab apa, di satu sisi Aira gamau bohongin perasaannya, tapi disisi lain Aira gamau nyakitin perasaan sahabatnya
"gue-"
"gak Ra, gausah di jawab, gue tau kok, sory ya gue egois" ucap Arya tersenyum padahal batinnya hancur
Akhirnya selama jam pelajaran Arya hanya diam, pandangan nya juga kosong, sampai akhirnya ia bolos entah kemana saat jam istirahat ke dua
"Gusy kalian liat Arya ga?" tanya Aira pada teman temannya
"Arya... dia balik" Jawab Kayla ragu
"Hah balik!? ko dia ga ngomong ke gue?" ucap Aira
"Lu sibuk chat an sama sugar daddy lu!!, jadi ya Arya gamau ganggu lu!!" ucap Haykal nyolot
"Kal jangan kasar, ini bukan salah Aira" sahut A'am
"Kay gue nitip absen ya!, gue mau ke rumah Arya" ucap Aira lalu bergegas pergi ke rumah Arya naik gojek
Sesampainya di depan rumah Arya Aira langsung menekan bel rumah, berulang kali sampai Bi Ija membuka gerbangnya
"Bi' Arya di rumah?, aku mau ketemu sama Arya" ucap Aira
"Maaf non, den Arya nya gaada di rumah, maaf ya non, kalo gitu bibi' mau masuk dulu, mau beres beres rumah" ucap bi' ija lalu menutup pintu gerbang
"Bohong!! jelas jelas gue liat motor lu Ar" gumam Aira nanar