Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 68



Aira bangun pagi pagi sekali, menyiapkan sarapan juga bekal makan siang untuk Tian, Brian juga dirinya, dibantu oleh beberapa pelayan.


Sementara itu Brian merasakan ada yang hilang di samping nya, saat ia membuka mata Aira sudah tidak ada di kamar, Brian pergi ke kamar mandi, mencuci wajahnya lalu turun ke bawah dan melihat Aira yang sedang membuat makanan.


Brian mendatangi Aira yang tidak sadar akan kehadiran nya lalu memeluknya dari belakang membuat Aira sedikit terkejut.


"jangan ganggu duluu aahh, aku lagi masak nih" ucap Aira


Brian hanya menggeleng dan menyembunyikan wajahnya di tengkuk Aira, Aira memegang tangan Brian yang melingkar di pinggangnya, berbalik dan memegang wajah Brian.


"Tumben banget om manja kaya gini" ucap Aira


"Apa hanya Tian yang boleh bermanja?" ucap Brian merasa sedikit cemburu karena Aira hanya fokus pada Tian


Aira tertawa kecil, berjinjit, lalu mengecup kening Brian, "boleh kok, tapi masa kamu cemburu sama anak sendiri"


"emangnya gaboleh??" ucap Brian mengecup telapak tangan Aira lalu menatap mata Aira dalam


"AHEM AHEMM!!" seru Tian dengan wajah yang kesal


"huhh!! pantas aja mama ga bangunin Tian, ternyata lagi di ganggu ayah!!" ucap Tian


Brian hanya tertawa mengejek yang membuat Tian semakin kesal, rumah yang dulunya selalu sepi kini ramai akan tawa.


Brian hanya berharap semoga kebahagiaan ini tidak sementara, karena tawa di rumah ini baru saja mekar.


*************


Beberapa bulan telah berlalu, Aira menemukan banyak sosok Brian yang baru ia kenal, terkadang Brian bersikap sangat manja, terkadang juga sangat tegas.


Sejak ia menikah dengan Brian entah kenapa Aira merasa bahwa reza semakin menjauhi nya, terkadang itu sedikit membuat Aira kepikiran


Tapi tentu saja ia mencoba menyembunyikannya dari Brian, tapi seperti biasanya Brian selalu sadar karena Aira sering melamun tanpa ia sendiri sadari.


Seperti hari ini Brian memperhatikan Aira yang melihat taman dengan tatapan kosong, Brian mendekati Aira dan memeluknya dari belakang.


"Kamu yang kenapa?, akhir akhir ini kamu sering melamun, jika ada yang mengganggu pikiran mu katakan saja pada ku, jangan memendamnya sendiri" ucap Brian


"eehh kamu sadar!?"


"Siapa yang gaakan sadar kalau setiap sendirian kamu selalu termenung, aku selalu memperhatikanmu tanpa kamu sadari" ucap Brian


"Maaf ya, jadi buat hawatir" ucap Aira


"jadi ada apa hmm?" tanya Brian


"Uhmm kak reza sekarang udah mulai ga hubungin aku sama sekali, aku hawatir terjadi sesuatu sama dia, karena di keluarga itu cuma ka reza satu satunya yang sayang sama aku" ucap Aira


"Reza ya.... sepertinya besok aku akan bertemu dengan nya,karena dia juga menghadiri pertemuan bagi para pemegang saham" ucap Brian


Mendengar perkataan Brian Aira langsung bersemangat dan menatap Brian penuh harap, tentu Brian paham keinginan Aira.


"Kamu mau ikut??" ucap Brian


"Mauu!!" jawab Aira bersemangat


"Kalau begitu dimana hadiah untukku" ucap Brian


Aira berjinjit lalu mencium pipi Brian dan memeluknya erat, "Ayang yang terbaikk!" seru Aira


"Besok pakai pakaian yang rapi juga formal dan tertutup" ucap Brian


"siapp kaptenn!" ucap Aira ceria


"Lain kali jika ada masalah jangan di pendam sendiri oke?, aku gasuka liat wajah mu ditekuk seperti itu, meskipun imut tapi tetap saja, aku tidak ingin melihat mu sedih" ucap Brian menatap mata Aira


"Iya sayangg" ucap Aira


"iihh Tian kok ga diajak pelukan iihh" sahut Tian yang tiba tiba ada di depan pintu dan langsung berlari ke pelukan Aira