Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 60



Brian terduduk di dalam kamarnya yang dipenuhi kegelapan, entah apa yang ia pikirkan seorang diri di dalam kegelapan.


Aira mencari Brian ke sekeliling rumah sampai akhirnya menemukan Brian di kamar yang dulu dipakai oleh Lia, tapi kamar itu minim pencahayaan


Dalam kegelapan Aira melihat Brian yang sedang membawa sebuah bingkai foto, Brian menatap nya cukup lama, di foto itu adalah Lia juga Brian yang masih kecil.


Aira mendekati Brian dan mendekap Brian ke dalam pelukan nya, bukan hanya dia yang merasa kehilangan, Brian juga kehilangan seorang ibu dan dia berusaha tegar agar keluarga nya tetap kokoh.


"Om yang bilang kan kalau kita bisa menangis saat kita merasa sedih, kenapa sekarang om menyembunyikan perasaan om?" ucap Aira lembut mengusap lembut kepala Brian


Brian menarik Aira mendekat, menyembunyikan wajahnya di balik badan Aira, "Tolong seperti ini dulu... sebentar saja" ucap Brian lirih


Brian memeluk Aira cukup lama sampai akhirnya perasaan nya sedikit tenang, Tian datang dan melihat mata ayah nya yang memerah, Tian menghampiri Brian dan mengusap lembut pipi Brian dengan tangan nya yang mungil.


"Tian akan selalu nemenin ayah, jangan sedih ya yah" ucap Tian lirih


Brian menatap Aira dan mereka tertawa kecil melihat tingkah imut Tian, Brian mengusap kepala Tian lembut lalu tersenyum hangat "Terima kasih sudah menghibur ayah" ucap Brian


Tian melihat Brian yang tersenyum hangat pada nya, Tian tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya lalu memeluk Brian erat...


.


.


.


.


Tiga hari berlalu, kini Aira bersiap siap untuk pergi kuliah, ya benar, Aira diterima di salah satu univ yang ia minati, jurusan akuntansi.


Ia bangun cukup pagi, menyiapkan sarapan juga bekal makanan lalu mulai bersiap diri sebelum membangunkan Brian dan Tian.


"Om bangun udah pagi, om harus siap siap kerja kan" ucap Aira sedikit menggoyangkan badan Brian


"Sayangg~" ucap Aira lembut tepat di telinga Brian yang membuat Brian langsung terbangun


Aira tertawa kecil melihat Brian yang salah tingkah karna nya, Brian menarik tangan Aira dan mendekap nya dalam pelukan nya lalu mulai menggelitiki Aira


"Ah om geli, ahahaha, udah om" ucap Aira tertawa lebar sambil berusaha menghentikan tangan Brian yang menggelitiki nya


"om udah, ahaha, iihh geli om"


"Ini hukuman karena kamu udah jail"


Tian yang sudah bersiap mendatangi kamar Aira dan melihat Brian yang sedang mengganggu Aira, "Iihh ayaahhh!!, jangan ganggu mamaaa!!" seru Tian berlari ke arah Aira, Tian mengambil bantal kecil yang ada di sofa dan memukuli Brian


"Jangan ganggu mamaaa!!" ucap Tian sambil memukuli Brian dengan bantal


"aw aw aw, kenapa ayah yang dipukul?" sahut Brian berhenti menggelitiki Aira, dan Tian langsung menarik dan memeluk Aira lalu menatap ayah nya dengan tatapan tajam


"Tiann mama diganggu sama ayahh, Tian bakal lindungin mama kan??" ucap Aira berbohong


"Ayah yang diganggu oleh mama mu, kenapa ayah yang dipukul??" sahut Brian


"Iihh udah jelas jelas ayah yang ganggu mama, Tian bakal jaga mama dari ayahh!!" ucap Tian


Aira hanya tertawa melihat perdebatan Brian dan Tian, apalagi Brian yang semakin suka mengganggu Tian dan tidak mau kalah.


"yahh liat saja, mama mu pasti juga bakal ayah jahilin lagi nanti, karena mama mu lebih lama bersama ayah" ucap Brian dengan wajah mengejek


"Mamaaaa~" rengek Tian ke Aira


"Udah iihh om, masa gamau ngalah sama anak sendiri" seru Aira tertawa kecil


"Udah yok makan, tadi mama masak sup ayam kesukaan Tian, ada nugget nya juga" ucap Aira


"Waahh sup ayamm~"


"Ayoo maaa"


"Iya iya, om mandi sana, siap siap"


"Iya sayang, aku menyusul sebentar lagi"


Aira dan Tian turun ke bawah, "Tian mau duduk di samping mama~"


Aira menyiapkan makanan untuk Tian dan Brian, saat Aira selesai menyiapkan makanan Brian turun dengan pakaian yang rapi seperti biasanya, tapi aneh nya ia membawa jas nya di lengan nya dan tidak memakai dasi?!


"Om... ga lupa pake dasi?" ucap Aira heran


"Ini..." ucap Brian menyodorkan dasi pada Aira


Aira yang tau keinginan Brian tersenyum hangat dan mengambil dasi yang ada di tangan Brian, Aira mendekat ke arah Brian dan memasangkan dasi Brian dengan rapi lalu memakaikan jas nya juga


Tian yang melihat itu melepas dasi kupu kupu nya dan menghampiri Aira, "Mamaa~ Tian juga mau di pasangin dasi" rengek Tian manja


"Iya iyaa, sini mama bantu" ucap Aira tertawa kecil melihat tingkah imut Tian


Rasanya suasana rumah itu kembali baik berkat Aira, semua pelayan yang berkerja dengan Brian pun mengakui hal itu, rumah Brian yang awalnya sunyi menjadi sangat ceria setelah kedatangan Aira.


Brian yang biasanya hanya sibuk di ruang kerja nya kini lebih sering berada di sekitar Aira dengan senyuman yang tidak pernah ia tunjukkan dulu


Setelah selesai makan Brian, Tian, dan Aira berangkat ke sekolah Tian, juga mengantar Aira pergi ke kampus.


"Hari ini mama sekolah lagi ya??" tanya Tian


"Iya hari ini mama sekolah lagi" jawab Aira


Tian tiba tiba menggeledah isi tas nya, lalu mengeluarkan gantungan boneka beruang yang memakai seragam sekolah dengan warna yang sama seperti seragam sekolah Tian


"Ini untuk mama, Tian beli di sekolah kemarin, Tian juga pake, liat nih" ucap Tian menunjukkan tas nya yang terdapat gantungan boneka beruang juga


"Ayah ga dikasih?" seru Brian


"Humm.... ini buat ayah, yang beruang habis soalnya" ucap Tian menyerahkan gantungan boneka singa yang memakai jas kerja


"Wahh imut nya, sama kaya om" seru Aira


"Mama yang ini boleh??" ucap Aira


"Eehh... mama yang ini??"


"Iya... gaboleh ya?"


"boleh kok ma, kalo gitu ayah yang beruang ya"


"iya.. " sahut Brian


"Waahh makasihhh sayangg, baiknya anak mamaa" ucap Aira mulai menciumi Tian yang ada di pangkuan nya


Tanpa sadar mereka sudah sampai di sekolah Tian, Tian berpamitan ke Brian juga ke Aira, Aira mencium lagi kening Tian sebelum Tian pergi masuk ke sekolah nya.


"Dadah mamaa~" ucap Tian


"Dadahh ssyang" balas Aira


Aira menunggu Tian masuk ke sekolah lalu Aira masuk ke dalam mobil, "Udah om ayo"


Selagi dalam perjalanan ke kampus, Aira melihat media sosial nya juga teman teman nya, ia melihat Kayla yang memposting fotonya yang saat ini sudah ada di kampus, ya Aira dan Kayla memilih kampus yang sama, hanya jurusan yang berbeda, Aira memilih akutansi dan Kayla otkp


"Om liat deh kampus nya kayak nya bagus deh" ucap Aira menunjukkan foto yang diposting Kayla


"humm"


Aira mulai merasa aneh, sejak mereka meninggalkan rumah Brian tiba tiba terasa seperti orang lain, Brian memang ada di sebelah nya, hanya saja pikiran nya ada di tempat lain.


Aira memegang tangan Brian lembut dan Brian sedikit terkejut karena hal itu, "Kamu kenapa?" ucap Aira hawatir


Brian menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu terdiam sambil menatap mata Aira, Brian mengusap wajah Aira lembut membuat Aira semakin bertanya tanya.


"Aku..... aku takut" ucap Brian


"Takut??" Aira heran


"Aku takut kau akan meninggalkan ku..." ucap Brian


"Om ngomong apa sih, gamungkin aku ninggalin orang yang udah aku perjuangin" jawab Aira memegang tangan Brian lembut yang ada di pipi nya


"Om... Aira sayangg banget sama om, jangan berfikiran yang aneh aneh oke?" ucap Aira memegangi tangan Brian dan mengecup punggung tangan nya


Brian tersenyum hangat lalu melanjutkan perjalanan mereka, saat sudah sampai di depan kampus Aira menyiapkan ponsel nya.


"Gaada yang tertinggal kan?" tanya Brian


"Gaada sayang~... eh kayak nya ada deh" seru Aira


"Apa??" tanya Brian


Aira mendekat lalu mencium pipi Brian sambil memotret kejadian itu dengan ponsel nya, Brian terkejut dengan tingkah Aira hingga terdiam untuk sementara.


"Nah udah Ira kirim juga ke om, jangan lupa pasang jadi wallpaper ya... ah tapi lain kali kita ajak Tian juga" ucap Aira


Brian menarik Aira mendekat dan mencium bibir Aira singkat, "Aku akan memasang nya nanti, foto kita" ucap Brian tersenyum lembut


Aira tentu saja terkejut, wajahnya memerah dan dia malu untuk menatap mata Brian, "Kenapa tiba tiba jadi malu hmm?, bukannya kita bahkan sudah melakukan hal yang lebih memalukan dari ini?" goda Brian


"Iihh om iihh" rengek Aira


Brian melihat Kayla yang sepertinya sudah menunggu Aira, "Teman mu sudah menunggu mu" ucap Brian


"humm..... om sini deh"


"Kenapa?" Brian mendekat ke arah Aira


Tanpa aba aba Aira mengecup juga menghisap leher Brian hingga tercetak kiss mark yang sangat jelas di leher Brian.


"Itu tanda dari ku, kalo hilang om bakal tau akibatnya" seru Aira lalu keluar dari mobil


"Dasar gadis nakal" gumam Brian mengusap lembut lehernya