
Brian pulang lebih malam hari ini karena menyiapkan rapat untuk besok, Ia membuka pintu kamar nya dan melihat wanita kecilnya sedang tertidur sangat pulas.
Brian mendekati Aira lalu mengusap lembut wajahnya, menyelipkan rambut panjang Aira yang menutupi wajahnya ke belakang telinga Aira dan mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah yang kini menjadi miliknya
Aira terbangun karena sentuhan tangan Brian lalu membalas sentuhan tangan nya dan tersenyum sipit karena ia yang baru saja terbangun.
Tiba tiba saja tangan Brian berhenti mengelus wajah Aira, membuat Aira juga sedikit kebingungan, pandangan Brian teralihkan dengan luka kecil yang ada di sudut bibir Aira.
"Luka apa ini??" tanya Brian
"Ah ini... anu, ituu" Aira kelagapan
"Tadi aku makan, trus ga sengaja ke gigit, jadi gini" lanjut nya
Brian kembali bertanya, kali ini dengan menatap mata Aira, "Aku tanya sekali lagi, luka apa itu hmm?" ucap Brian lembut tapi terdengar sedikit seram untuk Aira hingga membuatnya merinding
"Tadi... aku di tampar sama temen ku" ucap Aira
"kamu yakin dia teman mu?" tanya Brian, Aira hanya mengangguk pelan, melihat reaksi Aira yang ragu ragu Brian hanya menghembuskan nafas nya
"Aku gamau kamu terluka kaya gini lagi, aku sudah berjanji ke kamu, juga diriku sendiri, kalo aku gaakan buat kamu terluka atau bahkan sampai meneteskan air mata" ucap Brian
"Iya sayanggg, aku paham, ini cuma salah paham kokk, janji deh gaakan luka lagiii" ucap Aira manja untuk mengalihkan pembicaraan
Brian yang memang mudah luluh dengan tingkah manja Aira hanya bisa menghela nafas pasrah dan menganggukkan kepalanya, mencoba untuk percaya bahwa Aira mampu menyelesaikannya sendiri
"Sun duluuu, tadi pagi blom dapet sun" ucap Aira menggoda Brian dengan memajukan bibir nya
"Dasar.." Brian tertawa kecil, mengacak-acak lembut rambut Aira lalu memberikan ciuman singkat di bibir Aira
********
"Wooiii bootiiii!" ucap Kayla memanggil Aira yang baru sampai di gerbang kampus
"Boti pala lu peangg!!" balas Aira tidak terima
"Eh ada om Brian, halo om" sapa Kayla yang melihat ada Brian di dalam mobil
"ya halo juga" balas Brian
"Yaudah ya, aku berangkat dulu" ucap Aira
"Iya, hati hati" ucap Brian
Brian menutup kaca mobilnya lalu memberikan aba aba pada supir agar segera melajukan mobilnya, setelah mobil Brian cukup jauh Kayla menyenggol pelan bahu Aira, membuat Aira segera menatap ke arah nya.
"Kata Angga lu di gangguin ma trio tikus merah ya?" ucap Kayla
"Hah?? tikus merah apaan" jawab Aira bingung
"ituu cewek cewek yang rambutnya bawah nya warna merahh, yang atas warna coklat, yang nampar lu kemarin" ucap Kayla
"itu mah orang, bukan tikus" ucap Aira
"yaa tapi mereka di panggil nya trio tikus merah" ucap Kayla
"humm... bukan gua sih yang di ganggu, tapi Angga, karena dia belain gua" ucap Aira
"Ya sama aja ege" sahut Kayla
"Emang apa sih masalahnya??" lanjut nya
"kayaknya mereka ngomongin gua, dan si Angga ga terima, jadi belain gua, karena itu Angga jadi adu mulut ma mereka" jelas Aira
"Njirr parah banget, harusnya adu jotos aja biar seru" ucap Kayla
"palak mu njirr" sahut Aira
"canda bund, sensian amat" ucap Kayla
"trus trus gimana" lanjut nya
"ya gitu, trus mereka adu mulut tuh, dan kayaknya Angga yang menang, kar ngerasa ga terima Angga mau di tabok, gua yang posisinya emang baru selesai tanya tugas langsung aja spontan lari pasang badan" ucap Aira
"G O B L O G, sama dengan, goblog lu ege, ngapain pasang badan, Angga doang juga sanggup kali kalo ngadepin mereka bertiga" ucap Kayla
"ya mau gimana lagi, spontan aja dah" ucap Aira
"haduhhh, antara kelewat baek sama ketololan yang haqiqi 11/12, ga beda jauh" ucap Kayla
"udahlah, dah selesai juga, gausah di ungkit ungkit" ucap Aira
"ya lu boleh udah, tapi gua kan belum, awas aja tu trio cabe cabean, kalo ketemu bakal gua bales" ucap Kayla, Aira hanya tertawa canggung menenangkan Kayla, lalu pergi ke kelasnya
Sesampainya di kelas Aira segera mengeluarkan buku nya, melihat catatan yang sudah ia persiapkan untuk ujian nanti, Aira yang terlalu fokus pada catatannya tidak menyadari kedatangan seorang pria yang tengah menghampiri nya
Pria itu menggebrak meja Aira dan menatap Aira sinis, "Hoi ******, ikut gua lu sekarang!!" ucap pria itu kasar