Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.19



"Kakk Iraa~" seru Tian bersemangat sambil berlari ke arah Aira


"Kak Ira Tian kangenn~" rengek Tian manja


"Ehh padahal kan kemarin kita ketemu di ultahnya Tian" jawab Aira


"Tetep aja Tian kangen" kukuh Tian


"Maaf ya Ira sudah bikin kamu kerepotan" ucap Brian


Sekarang Brian tidak lagi hanya melihat, Brian mulai ikut bergabung bermain karna permintaan dari Tian


"Gapapa kok om, Ira juga seneng direpotin Tian!" ucap Aira


"Kak Ira!, kakak laper ga??" ucap Tian menatap Aira


"Ehh... Tian laper?" tanya Aira balik yang langsung dapat anggukan


*groowlll~ (bunyi perut Tian)


"Perut Tian udah bunyi" ucap Tian polos mengerjapkan matanya imut


Aira dan Brian sampai gemas melihatnya, "Kamu mau makan apa hmm?" tanya Brian


"Tian mau makan masakan kak Ira!" Seru Tian bersemangat


"Ehh?? masakan kakak?" ucap Aira bingung


"Iya!! kata kak Arya kakak bisa masak, trus juga masakan kakak enak!" sahut Tian


"Tian gaboleh ngerepotin kak Aira, ayah akan pesan masakan cina kesukaan mu" ucap Brian lalu mengambil ponselnya


"Eehhh jangan om!" seru Aira yang langsung dapat tatapan tanya dari Brian


"Uhmm.... Aku bisa masak kok om, meski ga se enak masakan restoran tapi masih bisa dimakan, kalo boleh aku juga mau buat masakan buat Tian... boleh?" tanya Aira berharap


"Ayah Tian mau makan masakan kak Ira" ucap Tian memegang telunjuk Brian


"Yakin kamu ga ngerasa kerepotan??" tanya Brian


"Engga kok om" jawab Aira cepat


"Uhmm .... kalo boleh sih makan di rumah ku om, soalnya ka Reza juga blom makan" ucap Aira


"Kak Reza itu siapa kak?" tanya Tian


"kak Reza tuh kakak nya kak Aira" jawab Aira


"Berarti pamannya Tian ya!, kak Aira kan mau jadi bundanya Tian berarti kakaknya kak Aira jadi pamannya Tian kan!?, Tian mau ketemu paman Reza!!" ucap Tian polos


*wayoloh udah kode keras dari bocah


"Tian jangan ngomong sembarangan gitu, nanti kak Aira terbebani, mengerti!?" ucap Brian tegas yang membuat Tian langsung murung


"Padahal ga terbebani, dasar ga peka!" gumam Aira


"Iya yah" jawab Tian lesu


Akhirnya mereka berangkat ke rumah Aira, ga lupa mampir dulu ke supermarket buat beli bahan bahan.


"Tian suka sayur gak?" tanya Aira ramah


"Enggak!" balas Tian cepat


"Om gapernah ngajarin Tian kalo makan sayur itu baik buat tubuh?" tanya Aira sinis ke Brian


yang ditanya cuma buang muka karena Brian sendiri juga ga terlalu suka sayur karna pahit, kecuali timun


"Jangan bilang om juga ga suka sayur" ucap Aira tepat sasaran


"ehem... saya cuma ga sempat buat mengajari Tian" deham Brian mengalihkan pembicaraan


"Buah jatuh ga jauh dari pohonnya ya" guman Aira tertawa kecil


Aira membeli ayam, sosis, frozen mix vegetable, telur, dan bumbu bumbu untuk nasi goreng, tidak lupa satu kol, dan beberapa sayur untuk stok persediaan


"Kamu mau buat apa??" tanya Brian


"Nasi goreng.... om suka ga??" tanya Aira


"Saya makan apapun, ga pilih pilih makanan" ucap Brian


"Tapi gasuka sayur kayak anak kecil" ucap Aira tertawa kecil


"Saya cuma gasuka karna itu pahit" Ucap Brian


"Kopi pahit tapi om kok suka?" goda Aira


"Tapi kopi kan ada manisnya kayak kamu, omongan nya pahit tapi orangnya manis" ucap Brian spontan


"A- apa sih om, basi banget gombalan nya" ucap Aira mengalihkan pandangan, malu dia tuhh sampe salting🤣


"Saya serius kok, kamu tuh manis" ucap Brian tersenyum sambil memilih beberapa buah


"Kamu ngomong sesuatu" sahut Brian


"engga tuh, om salah denger kali" jawab Aira menjauh


"Kak Ira!!, Tian mau pake nugget" sahut Tian membawa beberapa bungkus nugget di tangannya


"Yaudah sini masukin keranjang" ucap Aira


Mereka pun selesai berbelanja dan pergi ke rumah Aira, begitu sampai Aira langsung sibuk di dapur, tidak lupa ia mencuci tangan dan memakai celemek nya


"Mau Tian bantu?" tawar Tian yang melihat Aira tampak sangat sibuk dan kerepotan


"Ehh gausah..... uhmm gimana kalo Tian beresin meja makan aja?" ucap Aira


"Baikk!!" seru Tian bersemangat


Brian melihat Aira yang tampak sangat kerepotan jadi ia menghampiri Aira untuk membantunya


"Kamu yakin ga kerepotan?" ucap Brian tiba tiba di sebelah Aira, hampir aja jantung Aira turun ke siku saking kagetnya


"Ehh uhmm... engga kok om, om duduk aja" ucap Aira ramah


Brian menghela nafas kasar, menggulung lengan bajunya dan mencuci tangan nya


"Sini saya bantu motong sayur nya" ucap Brian mengambil kol yang sudah di cuci bersih


"Ehh... tapi om"


"udah jangan bawel, masak aja, lagian kalo dikerjain berdua gini jadi cepat selesai nanti" ucap Brian mengusap rambutnya ke atas karena menghalangi penglihatannya


Aira jujur merasa sangat senang, apalagi liat pemandangan sugar daddy yang masak secara langsung gini, cowok kelihatan tambah keren tuh waktu make kacamata dan waktu lagi serius, bener ga??


Melihat Brian yang fokus memotong kol sambil beberapa kali membetulkan rambutnya membuat Aira merasa Brian sangat imut, dan tentu keren


Aira mengambil jepit rambut berwarna hitam dari tasnya dan memakaikan nya di poni rambut Brian agar tidak menggangu penglihatan Brian.... karna jujur aura sugar daddy Brian lebih berasa kalo rambutnya disingkap ke atas


"Nah kalo gini kan keren" ucap Aira tersenyum lebar


Karena terlalu fokus membenarkan rambut Brian, wajah mereka sangat dekat, bahkan Brian dapat merasakan nafas Aira, dan Aira baru sadar saat wajah Brian tiba tiba memerah


"Eh ahh maaf om" ucap Aira panik langsung menjauhkan dirinya


"ya... tidak apa apa" ucap Brian


"Kak Ira, Tian udah selesai nyiapin meja makannya" ucap Tian bangga


"Anak pintar, tunggu bentar ya... bentar lagi makanan nya jadi" ucap Aira


*ceklek (suara pintu terbuka)


"Ah kayaknya kak Reza udah pulang" ucap Aira


"Adek, kakak pul-.... eh??" ucap Reza tertahan saat melihat Brian dan seorang anak kecil yang bersembunyi di balik Aira


"Oh kakak udah pulang?" ucap Aira menyambut sang kakak


"Om Brian?" tanya Reza heran


"Maaf sudah merepotkan adik mu, yahh.... putra ku Tian sangat ingin makan masakan buatan Aira, jadi Aira bilang tidak masalah dan jadilah seperti ini" ucap Brian sedikit gugup


"Boleh kan kak?, makan lebih nikmat kalo bersama" ucap Aira dengan senyum khas nya


"Iya boleh, jadi kamu Tian?, salam kenal aku Reza kakaknya Aira" ucap Reza berjongkok menyamakan tingginya dengan Tian dan menjabat tangan yang dibalas juga oleh Tian


"A-Aku Tian" ucap Tian menjabat tangan Reza


*Lagu orang yang sama (dering alarm ponsel Aira)


"Ah ayam katsu nya udah matang" ucap Aira mengambil piring berisikan 3 ayam katsu dan beberapa nugget dari dalam airfyer


"Jadi udah matang nih??" tanya Reza


"Iya hampir, Ira cuma tinggal masukin sayuran nya, kakak bisa tolong rapiin meja gak? nyusun piring nya" sahut Aira dari arah dapur


"hmm.... Tian mau bantuin kak Reza ga?" tanya Reza yang langsung dapat anggukan


Reza dan Tian menyiapkan piring piring di meja makan, sedangkan Brian membantu Aira memasak


"Hmm... ini pas gak ya?" gumam Aira setelah mencicipi sedikit nasi goreng nya


"Om coba deh cicipi rasanya, udah enak ga?" ucap Aira menyuapi Brian sesendok nasgor


"Udah enak kok" ucap Brian


"Berarti udah bisa dong kalo aku jadi istri om" ucap Aira menaik turunkan alisnya


"Ada ada aja kamu" ucap Brian mengacak acak rambut Aira lalu pergi membawa nampan berisi gelas ke meja makan


"ish padahal gue ngomong serius" gumam Aira


Malam itu setelah makan Tian langsung tertidur pulas bersama Aira di kamar Aira, Brian dan Reza tidak tega kalau harus membangunkan mereka, alhasil Brian menginap di rumah Aira malam itu.