Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 74



"Hoi ******, ikut gua lu sekarang!!" ucap pria itu kasar


Aira melihat pria itu bingung sambil mengernyitkan dahinya, "Kemana??" ucap Aira merasa terganggu


"Haloo jalangg~" sapa seorang gadis yang tiba tiba muncul dari balik pria itu


"lu.... siapa ya?" ucap Aira, karena dia memang cepat melupakan seseorang yang dia anggap tidak penting


"Luu!! Gausah pura pura lupa ya!!, gara gara lu gua jadi bahan olok olokan kemarinn, sekarang lo harus tau akibatnya karena udah buat gua marah!!" ucap gadis itu marah


'Aahh cewek yang kemarin' batin Aira baru ingat karena ekspresi marah nya yang jelek, karena yang dia ingat hanya itu


"Sayanggg!!, masa kamu diem aja sih liat aku dihina sama cewek ituuu~" ucap gadis itu manja


"Tenang aja sayang, aku bakal beresin masalah ini" ucap pria yang tadi menghampiri nya


"Sekarang dia bakal mampus, dia gatau aja kalo ayahnya cowok gua itu dekan di kampus ini" gumam gadis itu lalu tertawa bersama teman teman nya


"Padahal gua udah janji gaakan berantem lagi ke om Brian" gumam Aira pelan


"uhmm eh kamu" ucap Aira pada teman sebangku nya


"ah i- iya apa??" balasannya


"nanti kalo dosen dateng tolong bela aku ya" ucap Aira


"i - iya" ucap gadis itu sedikit takut lalu menjauh


"Karena lu kalah debat ama gua, jadi lu ngandelin cowok lu?, gaada harga diri banget jadi cewek" ucap Aira menyunggingkan senyum membuat gadis di depan nya merasa marah dan hampir akan menampar nya


Tapi kini Aira tidak membiarkan dirinya di tampar, ia menghentikan tangan gadis itu lalu melayangkan tamparan balik hingga gadis itu tersungkur jatuh.


Setelah melihat pacar nya yang di tampar, pria itu merasa tidak terima dan akan menampar Aira balik, tapi Aira menghindari nya, karena tubuh nya yang kecil ia gampang menghindari tamparan nya lalu menendang kasar xxx pria itu hingga dia tersungkur


"yang penting ga gua gebukin" gumam nya, karena dirasa masih kurang, Aira kembali menendang xxx pria itu kasar sebanyak 5 kali


Angga yang baru datang dan melihat hal itu merasa merinding dan ikut merasakan ngilu karena nya, "gua gaakan buat Aira marah ato ganggu dia lagi abis ini" gumam nya sambil memegangi selangkangannya


**********


Kini Aira sudah berada di ruang BK, dengan pria yang tadi ia tendang xxx nya, dekan, dan gadis tikus merah.


"Sangat memprihatinkan, anak gadis yang terlihat polos seperti kamu malah berperilaku seperti anak jalanan yang tidak berpendidikan" ucap dekan pada Aira


"Permisi, pembelaan, bukan saya yang salah" ucap Aira


"masih saja mengelak, karena kamu bisa saja masa depan putra saya hancur" sahut sang dekan


"cepat telfon orang tua kamu!!" ucap nya


Karena Aira malas berdebat, ia menelfon Brian, "saya gapunya orang tua" ucap Aira saat ia menelfon Brian


"iya ada apa hmm?" jawab Brian lembut


"uhmm... bisa ke sini ga??, aku masuk bk" ucap Aira sedikit takut


Tiba tiba saja dekan itu merampas ponsel Aira seenaknya membuat Aira juga sedikit terkejut,


"Apa kamu keluarga nya?!, kalian pasti menyuap seseorang agar gadis jalanan seperti dia bisa masuk universitas yang bagus, saya pastikan adik kamu akan saya keluarkan dari kampus ini" ucap dekan itu pada Brian


Brian hanya tertawa kecil yang membuat dekan sedikit kebingungan, "keluarkan saja jika bisa" ucap Brian lalu menutup telfon nya


"anak anak zaman sekarang benar benar tidak punya sopan santun!!" ucap nya


Aira kembali mengambil ponsel nya dan menunggu hingga Brian datang, 5 menit kemudian Brian datang dengan membawa sebuah dokumen, dia tersenyum saat melihat Aira yang membuat Aira merasa tenang, Brian juga sepertinya membawa seseorang di belakangnya yang entah siapa


Aira mendekati Brian untuk menjelaskan apa yang terjadi, tapi Brian menghentikannya, "Saya sudah tau semuanya dari Kayla, kamu tidak perlu menjelaskan apapun, ini bukan salah mu" ucap Brian lembut


"Sekarang kamu bisa keluar, biar aku yang mengurus nya, oke?" ucap Brian, Aira mengangguk pelan lalu memberikan kecupan singkat di pipi Brian, yang membuat semua orang di ruangan itu terkejut


Setelah memastikan Aira sudah keluar, seketika raut wajah Brian berubah datar, "Baiklah, biar aku dengar keluh kesah kalian tentang Istri ku"