
"Kak Tian mau makan itu!" seru Tian saat melihat abang abang jualan surabi
"Ahh surabi, itu enak loh, ada yang manis, ada juga yang asin, dan toppingnya pun beragam tergantung sama tipe surabi nya" jelas Aira
"wahh Tian mau" Jawab Tian
"Ayo, kakak juga jadi pengen beli" seru Aira menggandeng tangan Tian dan berjalan ke arah gerobak surabi
Tidak butuh waktu lama pesanan mereka matang, Aira memesan surabi putih dengan topping keju, Tian juga sama hanya saja Tian memilih topping coklat.
Aira dan Tian memilih istirahat di tempat yang teduh, mereka memakan surabi hangat mereka sedangkan Arya dan Brian pergi untuk membeli minuman dingin
"Uhmm.... enakk" ucap Aira dan Tian bersamaan
"Wahh enaknya.... buat kakak gaada nih?" sahut Arya yang baru datang sambil membawa minuman dingin di kedua tangan nya, diikuti Brian yang juga membawa hal yang sama
"Ini buat kak Arya, udah Tian sisihkan kok" seru Tian tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya
"Wahh makasih.... baik banget sih Tian, pasti karena mirip aku" sahut Arya
"ini ada boba buat Tian, kakak pilih rasa kesukaan Tian, rasa coklat" lanjut nya
"uuwwaahhh~ makasih kak" jawab Tian langsung mengambil es boba yang di sodorkan oleh Arya
"Ini buat kamu" ucap Brian menyodorkan es boba rasa susu strawberry ke Aira
"makasih om!" jawab Aira tersenyum ramah
Setelah puas berjalan jalan mereka memutuskan untuk pulang karena Aira juga terlihat sangat lelah karena ujiannya
Setelah mengantarkan Arya dan Tian ke villa, Brian mengantarkan Aira ke hotelnya, kini hanya ada mereka berdua di dalam mobil itu
Cukup lama mereka hanya terdiam, sampai tiba tiba Aira mulai membuka suara.
"Om..... sebenernya om serius ga sama aku?, kalo om deketin dan minta maaf ke aku bukan karena kata hati om sendri.... mending gausah om, hyura gamau om terpaksa deket sama aku karena rasa bersalah" ucap Aira menekankan semua kata katanya.
Tiba tiba Brian menghentikan mobilnya, ia menatap mata Aira yakin dan berkata dengan pasti, "Saya serius sama kamu, karena itu saya harap kamu ga berubah fikiran karena udah menyukai seseorang seperti saya" ucapnya
Aira mencoba untuk tenang seperti orang dewasa tapi gajadi deh, ga heboh kalau bukan Aira namanya, setelah mendapat jawaban yang pasti tiba tiba saja Aira memeluk Brian erat dan mencium pipi Brian.
"Kalo gitu om gaboleh berubah fikiran loh ya" ucap lembut tepat di telinga Brian.
Yang dicium hanya bisa terdiam, Brian tidak menyangka kalau Aira akan melakukan itu saat hubungan mereka bahkan masih belum memiliki status.
Brian menatap Aira lekat saat Aira melepas pelukannya, "Lain kali jangan gitu, gimana kalo saya orang yang jahat, terus hancurin hidup kamu" ucap Brian.
"Hmm.... om kan bukan orang jahat, dan aku percaya kalau om selalu lebih bisa menghormati wanita daripada siapapun" ucap Aira tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya.
Brian hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia berfikir mungkin sebaiknya langsung saja melamar Aira setelah Aira lulus agar tidak ada omongan yang buruk tentang Aira, karena Aira benar benar orang yang frontal.
Brian sampai di hotel tempat Aira menginap, Aira keluar dari mobil Brian, berpamitan lalu masuk ke hotel. Setelah memastikan Aira sudah benar benar masuk ke hotel Brian meninggalkan area hotel.
.
.
.
.
.
Masih jam 9 pagi tapi sudah ada banyak sekali orang yang berkumpul di ruang tamu kamar hotel Aira, siapa lagi kalau bukan Andri, Arya, Brian, Tian, Dan Aira sendiri yang sedang menunggu hasil tes keluar
"Maaf ya udah buat Tian hawatir, kakak gapapa kok" ucap Aira mencoba tersenyum
Andri mengecek semua peserta yang juga menginap di tempat yang sama, semuanya sudah mendapatkan surat, Aira yang tau hal itu semakin hawatir akan hasilnya
Melihat Aira yang panik Brian berinisiatif membeli kue juga beberapa makanan kesukaan Aira lewat staf hotel, saat staf hotel kembali untuk membawakan makanan kebetulan kurir pos juga sudah sampai untuk mengantarkan surat nya
Andri menerima surat itu sedangkan Brian menyiapkan makanan di meja tamu Aira lalu pergi ke sisi Aira untuk memenangkan nya
"Hey jangan hawatir, kamu udah berusaha kan, semua akan baik baik aja" ucap Brian mengusap lembut pipi Aira
Saat Aira menunggu hasilnya dibacakan tiba tiba Andri menaruh surat nya acuh ke meja yang membuat semua orang berfikir tentang sesuatu yang buruk.
Aira memberanikan dirinya dan membaca surat itu.... seketika kaki Aira lemas dan dia menangis disaat bersamaan juga tersenyum.
"Aku lulus.... juara pertama" ucap Aira nanar
"Om aku lulus juara pertama!!" seru Aira cukup keras sambil memeluk Brian
Spontan Brian membalas pelukan Aira erat dan mengucapkan selamat tepat di telinga Aira dengan lembut, mereka berdua saling memandang satu sama lain hingga hampir berciuman
"Ayah, biarin kak Aira ngerayain kelulusannya dulu.... nanti kue nya keburu gak enak" seru Tian yang tidak sabar memakan kue nya
Aira dan Brian hanya tertawa canggung lalu mulai merayakan pesta kelulusan Aira dan Arya bersamaan.
"Nah besok tinggal pesta atas kemenangan mu, sebaiknya kita beli gaun yang bagus untuk mu" ucap Andri
"Uhmm... aku ga terlalu suka pake gaun.... tapi yaudah terserah ka Andri aja deh gaun nya" ucap Aira
"eehh kok gitu... kakak harus pilih sendiri gaun nya" ucap Tian
"Bener tuh, masa yang menang malah pasrah sama keadaan" sahut Arya
"tapi gua ga ngerti yang kek gitu, selama ini kan yang gua pikirin asal enak di pake" ucap Aira
"Tapi waktu itu kamu dateng ke pesta pernikahan Dimas dengan gaun yang indah" sahut Brian
"Ah itu... dibantu temen hehe" ucap Aira jujur
"Hmm... kalo gitu Aira, kamu pergi sama Arya dan Brian aja, soalnya aku juga sibuk bantuin panitia yang lain" ucap Andri
"bisa kan yan?, aku minta tolong" lanjut nya
"Humm.... Aku ga terlalu tau tentang fashion" jawab Brian ragu
"Tian juga mau bantu" sahut Tian
"wahh makasih Tian~" seru Aira memeluk Tian gemas
Setelah semuanya sudah diatur Andri pergi untuk membantu panitia yang lain, sedangkan Aira, Tian, Arya, dan Brian pergi untuk membeli gaun.
Mereka bersenang senang tanpa tau akan ada badan setelah ini.
"Perasaan gua kok gaenak gini ya..... " gumam Aira
"kak kenapa??, kok dari tadi melamun??" ucap Tian
"Ah gapapa kok Tian" ucap Aira sambil tersenyum menyembunyikan perasaannya
'hhmm... dah ah mungkin cuma perasaan gua aja' batin Aira