
"Sebenernya ini kenapa?, kenapa Aira bisa kayak gini" ucap Reza
"Maaf kak maafin gue" ucap Arya
"Kenapa gaada yang bisa jelasin ke gue, sebenernya Adek gue kenapa!!" ucap Reza yang mulai naik pitam
"Sebenernya tadi...-"
*PYARR (suara kaca pecah)
Arya dan Reza langsung berlari ke arah kamar Aira dan melihat Aira yang memegang erat pecahan kaca di tangan kirinya hingga berdarah, sedangkan tangan kanannya ada 5 goresan tepat di pergelangan tangannya
Arya berlari dan langsung mengambil paksa kaca di tangan Aira dan melemparkannya asal, sementara Reza mengambil kotak P3K
"AIRA!! LU GILA APA?!, LU BISA MATI!!" teriak Arya panik
Aira tetap tidak bereaksi, tatapan matanya kosong seakan tidak ada kehidupan di tubuhnya
Arya memeluk Aira erat tapi Aira tetap diam tidak bereaksi, sementara Reza mengobati luka goresan di pergelangan tangan Aira yang sepertinya sangat dalam
"Ra jangan kek gini Ra, gue takut" ucap Arya
Reza melepas pelukan Arya dan menatap dalam mata sang adik, Reza membelai lembut surai sang adik dan mengusap bekas air mata yang ada di pipi Aira
"Maafin kakak .... maafin kakak gabisa jaga kamu lagi, maafin kakak" ucap Reza dalam penuh penyesalan dengan keningnya yang menempel dengan kening Aira
Seketika air mata Aira turun deras tanpa izin, Aira menangis dengan keras dan dalam suara tangisannya terdapat banyak sekali luka hingga orang yang mendengarnya akan merasakan sakit di hatinya
Aira menangis cukup lama hingga ia tertidur, dengan lembut Reza menidurkan Aira di tempat tidur, menyelimutinya agar ia tidak kedinginan lalu memberikan kecupan singkat di keningnya sebelum meninggalkan kamar Aira
Reza kembali menatap tajam Arya meminta penjelasan, Arya menjelaskan situasinya pada Reza secara jelas sampai pada Aira yang tiba tiba hilang kendali lalu menangis dengan terisak lagi
"Maafin gue kak, maafin gue" ucap Arya penuh sesal
Reza hanya menghela nafas kasar lalu menyuruh Arya agar pulang, saat ini mungkin yang dibutuhkan Aira adalah seseorang sebagai sandaran
.
.
.
.
Malam pergi dan tergantikan oleh pagi, sejak pagi Reza sudah sibuk di dapur dan memasak makanan yang akan disukai Aira, setelah matang Reza menaruhnya dalam nampan
"Dek?, udah bangun ? kakak bikinin kamu sarapan" ucap Reza tapi tidak ada jawaban, Reza memutuskan untuk membuka pintunya sendiri karena memang tidak di kunci.
Nampan yang dipegang Reza jatuh yang menimbulkan suara keras bergema di seluruh rumah, Reza berlari menuju adik nya yang sudah tergeletak di lantai dengan darah di pergelangan tangan kanannya
Ia mencoba menghubungi siapapun, siapapun yang bisa membantunya saat ini, Reza berlari ke luar dengan Aira dalam gendongannya dan langsung memanggil taxi yang lewat lalu pergi ke rumah sakit. Arya yang melihat hal itu ikut mengikuti Reza dari belakang bersama dengan Mita
"Tolong tunggu di sini pak" ucap suster yang membawa Aira ke ruang IGD
Suster menutup pintu IGD dengan Reza yang masih berdiri di luar melihat Aira yang dibawa masuk ke dalam ruangan IGD
"Kak Reza! Aira kenapa?!!" ucap Arya panik
"Dia ngelukai dirinya sendiri, kenapa gue bodoh banget ga cek kamarnya ada benda tajam ato gak, sekarang gimana gue bisa jawab ke tante Dewi" ucap Reza mengusap wajahnya kasar
"Reza tenangkan diri kamu, saat ini yang Aira butuhkan itu dukungan kita, kalau kita ikut merasa terpuruk, dimana lagi dia bisa bersandar" ucap Mita menenangkan Reza
"Kamu keluar saja, tenangkan diri kamu di luar, setelah sudah tenang kamu bisa kembali, biar Tante yang nunggu Aira di sini" lanjut nya
Reza hanya menghela nafas panjang lalu mengangguk pasrah dan pergi untuk menenangkan dirinya, "Makasih te" ucap Reza
"Sama sama, lagi pula kamu dan Aira sudah ku anggap seperti anak ku sendiri" ucap Mita
"Arya kamu temani Reza ya, dia pasti butuh seseorang untuk berbagai cerita" ucap Mita yang dapat anggukan kecil dari Arya
setelah beberapa menit Mita menunggu, dokter keluar bertepatan dengan Reza yang sudah kembali dari luar
"Dokter bagaimana keadaan adik saya?!" ucap Reza langsung berjalan cepat ke arah dokter yang baru saja keluar dari ruang IGD
"Untungnya dia baik baik saja, jika telat sedikit mungkin saja bisa fatal karena goresan di pergelangan tangannya cukup dalam, dan karena anda melakukan penanganan pertama darah yang keluar jadi tidak banyak keluar" ucap dokter
"Saya akan meresepkan obatnya, dan maaf jika saya agak ikut campur tapi jangan biarkan adik anda melukai dirinya sendiri meskipun dia sangat tertekan, karena itu bisa memberikan dampak buruk untuk kondisinya dan terutama mentalnya" lanjut nya
"Apa adik saya bisa pulang?" tanya Reza
"Iya dia bisa pulang tapi tidak sekarang, untuk sementara pasien harus menginap selama tiga hari untuk memastikan tidak ada yang salah dengan jahitannya, saya menjahit luka yang terlalu dalam, jangan biarkan dia memberi tekanan berat di tangan yang terluka, karena jahitannya belum kering" jelas dokter lalu memberikan resep obat dan pergi
"Biar aku yang beli obatnya kak" ucap Arya
Reza menyerahkan resep obat pada Arya bertepatan dengan Aira yang sudah dipindahkan di kamar rawat inap, Saat Arya pergi membeli obat, Reza dan Mita menemani Aira di sampingnya
Saat Arya datang membawa obat Aira masih juga belum sadarkan diri, "Arya lu ga sekolah?" tanya Reza
"Ah enggak, lagian gue udah telat juga kak kalo masuk sekarang" ucap Arya
"Kamu ga kerja Rez?" tanya Mita
"Ahh itu.... aku bisa ijin dulu te" ucap Reza
"Kamu kerja aja, biar kami yang jaga Aira, kalo kamu bolos gini ayahmu, dia pasti akan semakin menyalahkan Aira lagi" ucap Mita
"Tapi...." sahut Reza ragu ragu
"Kak, ada aku sama mama, jadi kakak gausah bolos kerja, Aira juga pasti lebih setuju kalo kakak ga bolos" ucap Arya
"Mohon bantuannya ya te, Reza nitip Aira bentar, kalo gitu aku pergi dulu te" ucap Reza pamit mencium telapak tangan Mita dan pergi meskipun berkali kali berbalik melihat wajah Aira
"Sister complex ya?" ucap Arya
"Hush ngawur kamu!" sahut Mita memukul kepala belakang Arya
"Iihh sakit ma!" ucap Arya agak ga terima
"Ya kamu ngomong ngawur gitu, mereka itu sedarah" ucap Mita
"uhmm..... mama mau pulang bentar ya, ambil makan, jadi kalo Aira sadar dia bisa makan sesuatu yang enak buat ngubah suasana hati" ucap Mita
"Iya, hati hati ma, perlu Arya anter ga nih?" ucap Arya
"Engga deh, kamu jaga Aira di sini aja" ucap Mita lalu pergi
Arya mendekati tempat tidur Aira, duduk di kursi yang ada di samping Aira lalu menggenggam tangan Aira lembut dan mencium telapak tangannya
"Ra.... apapun yang terjadi gue selalu ada buat lu, jangan kek gini lagi Ra, gue takut, gue gabisa kehilangan lu, ga masalah meskipun gue cuma bisa jadi temen lu, gamasalah meskipun lu gaakan jadi milik gue, tapi gue harap lu bahagia, gue selalu pengen liat senyum lu ceria kayak kita kecil dulu, gue pengen lu bahagia, gapapa meski bahagia lu bukan bareng gue, tapi tolong..... jangan kek gini" ucap Arya dalam
Berjam jam sudah berjalan, dan sudah lewat sehari Aira masih belum bangun, kata dokter itu karena perbedaan imun dan tubuh yang memberikan reaksi berbeda terhadap obat bius,
"Aryaa~ kami dateng nih, gimana Aira? udah siuman??" ucap Kayla
"Gue bawa buah buahan" ucap A'am
"Gue bawa pizza nih sama sprit*" ucap Haykal
"Lu gila ya?, masa orang sakit lu kasih makanan sama minuman yang ngga sehat gini" sahut Kayla
"Kata siapa buat Aira?, orang gue bawa ini buat kita" ucap Haykal
"kalian jangan risuh, ini rumah sakit" ucap Arya
"uhmmng!!"
Arya yang mendengar suara Aira langsung berjalan cepat ke arah Aira, ia melihat mata Aira yang perlahan terbuka, dan langsung memanggil dokter lewat bel di meja, Dokter datang dan memeriksa tubuh Aira, sudah tidak ada efek obat bius yang tersisa karena itu Aira terbangun, mungkin Aira akan sedikit lemas karena seharian kekurangan protein jelas sang dokter, setelah selesai memeriksa dokter kembali keluar
"Ra lu gapapa?" -Kayla
"Sakit ga di infus gitu?" -Kayla
"gimana rasanya pingsan?" -Haykal
"Ra otak lu masih ada kan?" -Haykal
"Kalian kalo ngasih pertanyaan tuh yang bener dikit" ucap A'am malu ngakuin mereka berdua temennya
Arya tiba tiba langsung memeluk Aira erat tanpa peduli pada pandangan teman temannya.
"Ra jangan bangun dulu, lu tidur aja please" ucap Arya saat melihat Aira yang mencoba untuk bangun
"Lu haus ga? mau gue ambilin minum?" ucap Arya
Tiba tiba mata Aira kembali berkaca kaca dan air mata turun tanpa izinnya, "Hiks Arya..." ucap Aira mengusap Air mata di wajahnya seperti anak kecil
"Gapapa gapapa, gaakan ada yang marahin lu, gaakan ada yang ninggalin lu lagi" ucap Arya memeluk Aira lembut dan mengusap surai hitam milik Aira
"Gue minta maaf, tapi kalian bisa pulang aja ga?, Aira butuh waktu buat sendiri" ucap Arya
"Yahh kami ga masalah kok" jawab Kayla
"Gue taroh buahnya di sini" ucap A'am
"GWS ya Ra" sahut Haykal
"Semuanya.... maafin gue sempet marah ke kalian" ucap Aira
Kayla, Haykal, dan A'am merasa lega dan tersenyum bersamaan, "Gapapa Ra, maafin kita juga yang sempet egois, sekarang lu fokus nenangin sama sembuhin diri lu dulu, kita bakal bantu juga sebisanya, semuanya kangen Aira yang ceria dan super heboh" ucap Kayla
"thanks guys, makasih banget" ucap Aira sambil terisak di pelukan Arya
________________________________________________
*Cerita bonus azeekk:v (flash back nya waktu Aira berantem)
"*Ish cape!!" ucap Aira ga nyante
"Lu kenapa?, pms?!" tanya Haykal
"Diem lu kalo gamau gue banting!" sahut Aira
"Ra lu kenapa sih akhir akhir ini marah marah terus?, kita cape tau gak dengerin lu marah marah ga jelas!!" sahut Kayla yang lagi pms
"Kay lu kenapa sih!!?" sewot Aira
"Ya lu itu yang kenapa!!, jangan karena lu di ghosting sama ayank lu, lu lampiasin ke kita!!" ucap Kayla naik pitam
"Gue gak di ghosting ya!!" balas Aira ga terima
"Halah, lu jangan bego karena cinta, dia tuh cuma anggep lu kek anak sendiri, lu bego banget tau gak nyia nyia in Arya yang udah jelas jelas sayang ma lu, demi duda anak satu yang bahkan ga pernah anggap lu ada!!" ucap Kayla
"Kay sabar Kay" cicit Haykal
"Dan lu juga pasti sadar kan, tapi tetep aja lu nempel terus ke duda itu, Ra jangan jadi kek lonT deh" ucap Kayla lagi
"Lu jarang ngumpul ke circle kita oke, lu minta waktu kita kasih, sebenernya di sini itu lu yang ego*-"
*Plakk (suara tamparan)
"*Mulut lu kalo ngomong tuh dijaga anjg" ucap Aira
"Lu... lu tega nampar gue?!!" ucap Kayla kehilangan kata-kata
"Karena mulut lu kurang ajar!" jawab Aira tegas
"Tega lu, gue benci lu!!" ucap Kayla ninggalin Aira disusul A'am dan Haykal
"Kayla biar gue temenin" ucap A'am
"Gue kecewa Ra ama lu" ucap Haykal
Aira terdiam di tempatnya, Arya yang dari tadi ada di belakang Aira mendekati Aira dan memeluknya untuk menenangkan nya
"Gue.... salah ya?" cicit Aira
"Kalian berdua salah, gue ga bela siapapun karena emang itu kenyataan nya, besok setelah tenang lu harus minta maaf oke?, dan lagi atur waktu lu sama rata, biar adil" jawab Arya yang langsung dapat anggukan kecil dari Aira*