
"Om makanan nya udah siap, om udah mandi bel-" Ucap Aira terhenti saat melihat Brian yang sedang memegang ekor kucing yang ia beli
Aira langsung berlari dan mencoba mengambil ekor yang saat ini sedang di pegang oleh Brian, tapi nihil, Brian mengangkat ekornya ke atas sehingga ia sulit untuk merampas nya
"Om iihh, balikinn!!" seru Aira
"Aku gatau kalo kamu suka hal seperti ini" ucap Brian
"Iihh ga gitu iihh" bantah Aira
"Lalu apa hmm??"
"Ini untuk mos besok tauu, kami disuruh pake ini" ucap Aira
"Alasan" ejek Brian
"Om iihh" seru Aira mulai malu
"mama, Ayah, kenapa masih dikamar??, ayah gangguin mama lagi??" ucap Tian
"Ah engga kok Tian, Abis ini mama sama ayah menyusul" jawab Aira
"Humm.... yaudah, Tian tunggu dibawah ya ma!" seru Tian lalu pergi ke ruang makan.
"Om kembaliin iihh" ucap Aira sedikit berbisik sambil berusaha mengambil ekornya
"Aku akan kembalikan.... tapi kau harus memakainya nanti malam" bisik Brian tepat di telinga Aira
Brian pergi ke kamar mandi dan menaruh ekor kucing itu di ranjang, Aira segera menyembunyikan ekor itu dan turun ke bawah, menyusul Tian
Beberapa menit kemudian saat Aira, Tian dan teman teman Tian selesai makan Brian baru saja turun setelah mandi.
"Tian kami mau pulang" ucap Debi mewakili
"Ah bentar aku bilang mama"
Tian menghampiri Aira yang tengah menyiapkan sarapan Brian
"Mama, teman teman ku mau pulang" ucap Tian
"Ah gitu ya, tunggu bentar, Biar mama telfon ibu mereka" sahut Aira
"Kenapa ga kita antar aja??" tanya Brian
"Gatau juga, ibu mereka minta biar mereka yang jemput, mau gimana lagi" ucap Aira
Brian hanya mengangguk paham dan membiarkan Aira yang mengurus semuanya, Aira menelfon ibu dari teman teman Tian, dan sekaligus menyiapkan bingkisan untuk teman teman Tian
"Tunggu ya anak anak, ibu kalian bilang sedang dalam perjalanan" ucap Aira
Beberapa menit kemudian orang tua dari teman teman Tian mulai berdatangan, Aira memberikan bingkisan yang sudah ia siapkan untuk untuk teman teman Tian
"Waahhh, ini pertama kalinya saya ke rumah nya Tian, sepertinya kalau ada pertemuan ibu ibu enak ya kalo di rumahnya ibu Tian" ucap ibu mey
"Bener tuh" sahut ibu Roy setuju
Aira hanya tertawa hambar saja, tiba tiba Brian datang dan memeluk pinggang Aira, membuat semuanya sedikit terkejut.
"O om, masih ada tamu loh" bisik Aira mencoba menyingkirkan tangan Brian yang ada di pinggangnya
"Memang kenapa??, sepertinya kamu lupa kita sudah menikah, apa perlu aku ingatkan hmm?, seperti malam itu" ucap Brian berbisik di akhir kalimat
"Wahh sepertinya kami sudah mengganggu terlalu lama, kalau gitu kami pergi, permisii"
"Ah iya, hati hati di jalan bu" ucap Aira
Saat melihat orang orang yang sudah pergi Aira mencubit pelan tangan Brian yang melingkar di pinggangnya.
"hishh!" desis Brian
"nakal iihh, kan ada tamu" ucap Aira malu malu
"Lagipula mereka juga pasti paham, kenapa malu gitu?" ucap Brian
"Mama..... " sahut Tian dari belakang
"Kenapa sayang??" tanya Aira
"Tian ngantuk" ucap Tian mengucek mata nya
Aira dan Brian mendekati Tian, Brian menggendong Tian sedangkan Aira mengikuti di belakang, saat sampai di kamar Tian, Aira merapikan tempat tidur, Brian menidurkan Tian di tempat tidur lalu Aira memakaikan selimut agar Tian tidak kedinginan.
Brian memeluk Aira dari belakang, mencium aroma tubuh Aira yang membuat Aira sedikit merinding.
"Aku juga perlu di perhatikan" ucap Brian pelan tepat di telinga Aira
"Kamu berjanji akan memakainya kan, aku tidak menerima penolakan" lanjut nya lalu secara tiba-tiba menggendong Aira ke kamar tidur mereka
Brian menurunkan Aira ke dekat tempat tidur, mengambil telinga juga ekor kucing yang Aira sembunyikan tapi ia berhasil menemukannya
"Pakai ini untukku" ucap Brian menaruh tas belanja Aira di sebelah nya
"O omm.... " rengek Aira
"Saya ga nerima penolakan" ucap Brian lagi
Aira mengambil tas itu, mengeluarkan isinya, ia berpikir cukup lama sampai akhirnya Aira memutuskan untuk memakainya saja
"o om tutup mata dulu" ucap Aira malu
Brian hanya mengangguk sambil tersenyum, menutup mata nya erat sesuatu permintaan Aira, Aira mengikat ekor kucing itu di pinggangnya, lalu memakai telinga kucing itu, Aira juga berganti pakaian memakai kemeja Brian yang kebesaran untuk nya.
"O om gaboleh ketawa loh ya" ucap Aira
"iya gaakan" ucap Brian
"K kalo gitu sekarang om bisa buka mata"
Perlahan Brian membuka mata nya, melihat Aira yang tengah memakai kemeja nya yang terlihat kebesaran untuk Aira sambil memakai telinga dan ekor kucing, Aira terlihat begitu cantik juga imut dengan rambut yang ter urai dan telinga kucing itu
Brian mendekati Aira, Aira hanya berdiri membeku menatap Brian dan meremas ujung kemejanya.
Brian menaruh tangan nya di pinggang Aira, menarik nya mendekat dan mendekatkan wajah mereka, Aira memejamkan mata nya karena berpikiran Brian akan mencium nya.
"Apa kamu berharap untuk ku cium, kucing kecil?" bisik Brian lembut dengan suara khasnya tepat di telinga Aira
Aira membelalak, menatap mata Brian tajam, dan saat Aira sedang menatap Brian sinis, Brian secara tiba-tiba mencium bibir Aira
berawal dari sebuah kecupan hingga ciuman yang benar benar intens, Brian menarik tubuh Aira semakin mendekat, mendekap nya erat dan memegangi kepala Aira
Brian fokus pada ciuman nya hingga membuat Aira lemas dibuat nya, Brian menyeringai melihat Aira yang menatap nya lemas.
"Kamu terlihat sangat manis dengan telinga, dan ekor ini" ucap Brian berbisik lembut tepat di telinga Aira.
.
.
.
.
.
"Om ngeselin, padahal besok aku harus kuliah t auu" gerutu Aira mengintip sedikit keluar dari dalam selimut
"Karena itu sekarang aku sedang menenangkan junior ku di kamar mandi kan" seru Brian keluar dari kamar mandi
"Ekornya jadi kotor tuhh, mana sempat kalo dicuci iihh" ucap Aira kesal
Brian mendekati Aira, memegang wajah Aira lembut, "Besok kita beli yang baru" ucap Brian
"Om bakal nemenin aku kan??" tanya Aira
"iyaa" ucap Brian lembut
Aira langsung memeluk tubuh Brian hingga membuat Brian sedikit terkejut, "Janji ya!" ucap Aira
"iya babby~" ucap Brian mengecup kening Aira lembut
Mereka berdua tidur dalam keadaan saling memeluk satu sama lain, tidak terasa pagi datang, Aira bangun, membersihkan tubuh nya dan menyiapkan sarapan juga bekal untuk makan
Aira Tian, dan Brian makan bersama seperti biasa, setelah mengantar Tian ke sekolah, Brian mengantar Aira ke mall dan menemani nya untuk membeli ekor dan telinga yang baru.
Saat sedang berjalan berdua dengan Brian, tidak sengaja ada senior Aira yang melihat nya bermesraan dengan Aira.
"Eh.... itu kan senior ku" ucap Aira
"Kenapa berhenti??" tanya Brian heran
"Anu, itu.... "