Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 66



"Wah wahhh, ternyata ada gembel nyasar ya?" sahut velin menyilangkan tangan sambil melihat Aira dari atas ke bawah


Aira hanya mengacuhkan velin dan sesegera mungkin keluar dari kamar mandi, tiba tiba velin tertawa cukup keras, membuat Aira merasa heran.


"kabur aja, emang cuma itu yang bisa lu lakuin haha!!, sekarang semua milik kakak udah jadi milikku, kakak sekarang ga punya siapa siapa, bahkan ka reza pun sebentar lagi bakal ngelupain kakak!!" oceh velin


Aira hanya tersenyum kecil lalu mengacuhkan velin yang membuat velin merasakan diabaikan, "****** sialan!!, padahal cuma anak haram, tapi beraninya dia...."


velin mengikuti Aira yang berjalan ke arah ruangan vvip lalu kembali tertawa, "kakak ga salah masuk ruangan tuh, hah!! itu ruangan vvip yang bahkan aku aja sulit buat reservasi, apalagi kakak!!" ucap velin sengaja berbicara dengan nada yang lumayan keras hingga pelanggan vvip yang lain mulai memperhatikan mereka


Sementara itu Brian menyuruh pelayan yang baru menyajikan makanan untuk mengecek kondisi Aira, karena sudah lama Aira tidak kunjung kembali.


"permisi, apa saya boleh minta tolong?" ucap Brian


"ya pak, katakan saja" jawab sang pelayan


"Istri saya tidak kunjung kembali dari kamar mandi, apa bisa tolong cek keadaan istri saya, mungkin dia terkena masalah" ucap Brian hawatir


"baik pak" ucap sang pelayan


sementara itu velin terus saja mengoceh dengan suara yang lumayan keras hingga membuat pelanggan yang lain terganggu.


"itu ada keributan apa sih"


"ganggu banget"


gapunya etika "


"bisa panggil security ga si"


"velin, ini tempat umum, apa kamu gapunya malu?" ucap Aira yang juga mulai risih


"Apa!!, emang bener kok, gembel kaya lo ga cocok sama tempat makan yang mewah ini, apalagi masuk ruangan vvip?, hahhh" ucap velin kukuh


pelayan yang tadi sehabis menghidangkan makanan untuk Brian melihat Aira saat menghampiri kerumunan.


"loh nona Aira" ucap sang pelayan yang baru saja keluar dari ruangan vvip


Aira hanya merasa heran karena jujur ia memang tidak mengenal pelayan itu, "uhmmm iya???" ucap Aira heran


"makanan anda sudah siap di dalam, kenapa anda masih di luar?" ucap sang pelayan yang membuat velin terkejut


"hah!!??" velin melotot ke arah pelayan


"mari nona saya antar" ucap sang pelayan membawa Aira pergi


Semua orang yang sedari tadi melihat velin mulai berbisik bisik menertawakan velin yang membuat velin malu bukan main.


Velin keluar dari restoran dengan marah dan langsung menelfon nenek nya.


**********


"Sayang kemana aja kamu??" ucap Brian saat melihat Aira


"maaf lama, ada sedikit masalah tadi" ucap Aira


Brian melihat wajah Aira seksama dan merasa kalau suasana hati Aira berubah, bahkan Tian juga menyadari hal itu.


"Mama kenapa??" ucap Tian hawatir


"Ada masalah apa hmm?" sahut Brian


"maaf udah buat kalian hawatir, tapi aku gapapa, Mama gapapa oke??" ucap Aira mengusap lembut wajah Tian


Setelah mendengar jawaban Aira, Tian dan Brian melanjutkan acara makan malam mereka, Aira sedikit merasa cemas karena ia tau velin bukan orang yang akan mundur setelah dipermalukan.


Brian menyadari kegelisahan Aira dan akhirnya memutuskan untuk pulang, begitu pula Tian yang hawatir dengan kondisi Aira


Saat akan meninggalkan restoran pemilik restoran menghentikan Brian karena masalah yang terjadi dan meminta sedikit waktu Brian untuk memberi saran


"Permisi tuan, mohon maaf atas gangguan tadi, untuk selanjutnya kami ingin meminta pendapat anda tentang restoran ini, jika tidak sibuk"


Brian melihat Aira untuk meminta persetujuan, Aira mengangguk dan menyuruh Brian pergi.


"Om bisa pergi, aku sama Tian bisa nunggu di mobil" ucap Aira lembut


"Aku pergi dulu ya" ucap Brian mengecup kening Aira lembut lalu pergi


"Ayo Tian" ucap Aira


"iya maa~" seru Tian tersenyum riang


Saat Aira akan masuk ke dalam mobil tiba tiba ada seseorang yang menarik tangannya dan menampar wajahnya


"Berani sekali anak kotor seperti mu mempermalukan ku"


"Apa yang kau maksud" ucap Aira


"hah!! jangan pura-pura bodoh, kau membuat ku menjadi seperti bahan tontonan, apa kau tidak malu??!"


"velin- ah gak, kita bukan lagi keluarga, kanu harusnya belajar bagaimana cara menghormati orang terlebih dahulu, kamu sendiri yang seenaknya mempermalukanku di depan umum" ucap Aira tegas


"Berani sekali kau menatap ku tajam, dasar tidak tau terimakasih, tanpa keluarga ku anak kotor seperti mu hanya akan berakhir di jalanan!!" ucap velin marah dan akan menampar Aira


"BERHENTIII!! JANGAN GANGGU MAMA!!" ucap Tian berdiri di depan Aira


Velin melihat ke bawah, dan melihat Tian yang menatap nya tajam, "hah!! mama!!?" tatap velin meremehkan


"Tian tetap di belakang mama" ucap Aira menarik tangan Tian


"Sekarang kau jadi simpanan om om?, pantas aja rakyat jelata seperti mu bisa masuk ke tempat ini" ucap velin


"bukan simpanan, tapi istri sah!" sahut Brian


"Sayang kamu gapapa?, kenapa pipi mu bisa sampai merah seperti ini" ucap Brian


"Ah aku gapapa, Tian masuk duluan ya" ucap Aira


"uhmm... iya ma" ucap Tian


"Sayang ayo, kita gaperlu ngurusin orang asing" ucap Aira menggandeng tangan Brian


"ya kamu benar" ucap Brian mengecup jari Aira yang terdapat cincin pernikahan mereka


velin merasa semakin marah saat mengetahui bahwa Aira mendapatkan laki laki yang lebih mapan dari keluarga nya.


"AARRGGGHHH!!!, AWAS AJA, KAMU GAAKAN BAHAGIA, AKU GAAKAN NGEBIARIN ORANG YANG UDAH HANCURIN HIDUP BUNDA KU BAHAGIA!!" ucap velin


**********


"Dia adik mu yang kamu maksud itu?" tanya Brian yang hanya dapat anggukan


"Apa itu sakit, hmm??" ucap Brian lembut membelai pipi Aira yang di tampar oleh velin


"engga kok om, ga sakit" jawab Aira


"Hiks, tadi...kakak jahat itu tiba tiba tampar mama" ucap Tian


"Tian itu bukan kakak jahat, tapi adik mama" ucap Aira


"Kalo adiknya mama, kenapa jahat ke mama, hiks"


"Uhmm... sini Tian, mama peluk, jangan nangis lagi ya, cup cup" ucap Aira mengalihkan pembicaraan


"Aira... kamu boleh baik, tapi jangan terlalu baik, karena kebaikan mu bisa jadi masalah untuk kamu sendiri, paham??" ucap Brian


"iya sayanggg~" balas Aira mencoba mencairkan suasana


"Huft... dasar" Brian hanya tersenyum pasrah dan mengusap kasar rambut Aira


"iihh berantakan nantii" rengek Aira


______________________________________________


Hallooo minnaaa o(〃^▽^〃)o


mohon maaf karena aku jarang... lebih tepatnya ga update cerita lumayan lama (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू)


Aku baru selesai ujian akhir, dan baru kembali dari ldks ( Latihan Dasar Kedisiplinan Siswa) , jujur rasanya badan ku remuk semua ಥ‿ಥ


mohon maaf sebanyak-banyaknya dan terimakasih udah baca cerita hasil kegabutan ku ini (≚ᄌ≚)ℒℴѵℯ❤


Do'akan juga semoga badan ku kuat buat update cerita  (இдஇ; )


ceritanya masih terus berlanjut kokkk


˚‧º·(˚ ˃̣̣̥⌓˂̣̣̥ )‧º·˚


makasih juga buat yang udah like, sama komen, jujur komen kalian yang buat aku semangat nulis cerita ini, rasanya beban sehabis ldks jadi hilang (^з^)-☆Chu!!


Jangan bosan sama cerita ku yaaa(≚ᄌ≚)ℒℴѵℯ❤


mohon maaf juga kalo typo banyak bertebaran


╥﹏╥


Dan makasih karena udah selalu jadi support system buat aku (≚ᄌ≚)ℒℴѵℯ❤


...HAPPY WEEKEND SEMUANYA (♥ω♥*)...