Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 35



"Yaudah sono masuk" ucap Arya di depan gerbang rumah Aira


"Iya iya bawel, lagian lu napa masih di sini? " tanya aira


"nungguin lu masuk, takut lu kenapa kenapa ntar kalo gua tinggal" ucap Arya


"Dih dih apaan dah, orang rumah kita adep adepan gini" ucap Aira tertawa renyah


"Anjir gua kan cuma mau nyoba romantis, ga peka banget sih lu" ucap Arya mengusap kepala belakang nya, malu cuyy


"bulol wee bulol" ejek Aira


"udah masuk sono ailah" ucap Arya menyentil dahi aira pelan


"ihh sakit loh, ntar kalo gua tambah o'on gimana, lu mau tanggung jawab" sewot aira dengan bibir manyun


"jangankan tanggung jawab, nafkahin lu sekarang aja gue bisa" ucap Arya yang membuat aira sedikit salah tingkah


"apaan sih, garing" ucap Aira memalingkan wajahnya


...Arya memegang wajah Aira dan mengarahkannya agar melihat nya, mata mereka bertemu cukup lama sampai tiba tiba Arya mengecup kening Aira lembut secara singkat...


"Yaudah sono pergi" ucap Arya


Aira hanya mengangguk pelan lalu masuk ke rumahnya, setelah melihat Aira yang sudah memasuki rumah, Arya juga kembali ke rumahnya


Aira berlari ke kamarnya, menutup pintu nya lalu melihat ke kaca yang ada di almari nya, ia lihat pantulan dirinya di depan cermin, pipinya merona tanpa sebab meskipun ia tak memakai perona pipi, selain itu jantung nya berdetak kencang dan wajahnya terasa panas


"gue kenapa sih astaga" ucap Aira menutup wajahnya sendiri, biasa salting


Berbeda dengan Aira yang heboh nya minta ampun, Arya dengan cool memasuki rumah nya, padahal mah hatinya lagi ngedugem, ia memikirkan sepeda motornya ke garasi lalu masuk ke rumah yang langsung disambut ramah oleh Mita yang langsung turun dari lantai dua


"Kenapa mama senyum senyum gitu?" tanya Arya heran melepas helm nya dan menaruhnya di atas tempat sepatu


"Tadi mama lihat hal yang bagusss banget" ucap Mita masih dengan tersenyum lebar


"liat apaan sampe bagus banget, palingan drakor" ucap Arya


"Eyy bukan, tadi mama liat calon mantu mama yang udah kepincut sama anak mama yang kerjaannya cuma senam jari di toilet" ucap Mita


"Hah?? maksudnya!? " ucap Arya masih kurang paham "


"Mama liat kamu sama Aira yang kayak nya makin harmonis aja, kalo gini kayaknya mama gaperlu lama lama nunggu cucu" ucap Mita sambil membayangkan masa depan Aira dan Arya


"ish apasih ma, kami masih sma loh, blom lagi kuliah, mama jangan ngadi ngadi deh" ucap Arya salting


"cieee pake malu malu babi kamu, eh kucing" ucap Mita


"ish terserah mama lah, Arya cape" ucap Arya pergi dengan tergesa-gesa ke kamarnya lalu menutup pintu kamarnya


Arya duduk di ujung kasurnya, mengeluarkan ponselnya dari saku celananya lalu menghubungi Aira


"Kenapa nelpon." jawab Aira dalam panggilan


"Ya gapapa cuma mau nanya lu dah nyampe apa blom" ucap Arya


"Gaje gombalan lu, kan lu yang anter gua sampe depan rumah" ucap Aira


"yaudah ilah gua kan cuma nanya" ucap Arya


"lu kangen ga?" -Arya


"hahh??" -Aira


"lu kangen ga sama gue" ucap Arya


"Emang lu kangen sama gue?" sahut Aira


"Iyalah, gausah di tanya lagi" Jawab Arya


"Garing lu, kita pisah aja blom sampe sejam loh" jawab Aira


"Iyain aja napa, lagian lu mana tau berapa lama gue nunggu lu" seru Arya


"iya deh iya" jawab Aira sambil tersenyum


"Lu laper ga?" tanya Arya


"hmm... agak laper sih" jawab Aira


"Mau gue beliin sesuatu ga? " tanya Arya


"hmm engga deh, ka Reza bentar lagi katanya pulang bawa martabak, sama nasgor" ucap Aira


"enak dong" seru Arya


"lu mau?, kalo mau kesini aja" ucap Arya


"engga deh... keknya ka Reza dah pulang tuh, gue denger suara mobilnya" ucap Arya


"eh iya dah pulang... kalo gitu gue tutup ga nih? " ucap Aira


"tutup aja, lu fokus makan dulu" sahut Arya


"yaudah gue tutup ya... " ucap Aira


"dahh~" -Aira


dadah, selamat makan, jangan lupa minum biar ga mati kesedak" ucap Arya


"gue tutup nih" -Aira


"iya tutup udah" -Arya


"yaudah papay, lu juga jangan lupa makan " -Aira


panggilan pun berakhir bersamaan dengan Reza yang memanggil nama Aira untuk turun dan segera makan


"wahhh nasgor, kakak emang paling peka deh soal perut ku~" ucap Aira girang


"dek.... kamu beneran punya perasaan sama Arya, bukan sekedar pelarian atau penghibur kan?" ucap reza tiba tiba


"Hmm.... ntahlah, aku juga ga paham kak, jujur aku gapernah liat Arya dengan perasaan sebagai lawan jenis, mungkin bener kata kakak kalo Arya cuma pelarian ku, dan Arya juga pasti sadar soal itu" jawab Aira masih fokus dengan nasi goreng nya


"Dek, kakak gamau kamu nyakitin orang lain, dan diri kamu sendiri" ucap reza


"Hmm.... dah ah jangan bahas ini lagi, btw ini nasgornya Bang ijat kan, wahh pasti enak" ucap Aira mencairkan suasana


.


.


.


.


.


Aira kembali ke kamar nya setelah menyelesaikan makan nya, ia berbaring di tempat tidur nya menatap langit langit kamar nya lalu mengambil foto di atas laci di sebelah tempat tidur nya


Didalam foto itu terdapat dirinya juga Arya, foto itu adalah foto mereka saat wisuda SMP dulu,


"Arya..... jangan suka sama gua" gumam Aira pelan saat memandangi foto itu


Sementara itu Arya duduk diam di dalam kamarnya, ia lihat foto Aira yang ia pasang sebagai wallpaper ponsel nya


tiba tiba ada chat masuk dari Aira, sesegera mungkin ia melihat chat Aira


"ARYA MAAF" tulis Aira dalam pesan nya


Arya hanya tersenyum kecut lalu membalas pesan Aira


"gapapa gua paham kok" balas Arya dalam pesan


"padahal gua tau dan siap kalo gua cuma pelarian, tapi ternyata emang sakit ya.... " ucap Arya


Arya mengambil jaket dan kunci motor nya, lalu keluar dari kamar


"mau kemana kamu!?" sahut jaya yang melihat Arya akan pergi ke luar


"healing" Jawab Arya singkat lalu pergi


"Nih uang, jangan buat beli amer apalagi bir, Sandi nya ulang tahun kamu" ucap jaya sambil melempar kartu ATM


"thanks yah" ucap Arya


Arya menaiki motornya dan pergi ke bar yang sering ia datangi, ia menelfon Haykal, A'am dan anak anak lain agar segera datang


Malam itu sesuai janji Arya sama sekali tidak meminum alkohol, tapi ia bisa melupakan rasa sakitnya meskipun hanya sedikit dengan membagi nya bersama teman teman nya


Pagi berjalan seperti biasanya, Arya menjemput Aira untuk pergi ke sekolah bersama, dalam perjalanan mereka membicarakan banyak hal seperti tidak ada apapun yang terjadi antara mereka


"so.... lu beneran gamon nih sama om gue?" ucap Arya


"Diem lu, gue ga gamon ya!" bantah Aira


"iya deh engga" ucap Arya


mereka sampai di sekolah, Arya memikirkan sepeda motor nya di area parkir khusus murid lalu menyusul Aira ke kelas


Disini lain di kediaman Brian, Tian sedang adu mulut dengan ayahnya siapa lagi kalau bukan Brian


"TIAN BENCI AYAH!!, PERGI!!, TIAN GAMAU LIAT WAJAH AYAH!!" teriak tian lalu menutup pintu kamar nya kasar


"Tuan muda tolong jangan seperti ini, anda harus keluar untuk sekolah" ucap salah seorang pengasuh yang baru Brian sewa


"Tian gaakan keluar, tian mau kak Aira!!" ucap Tian dari dalam kamar


"Tian keluar sekarang atau ayah akan mendobrak pintunya." ucap Brian tegas


"Ha! memangnya Ayah berani, Tian akan aduin ke nenek kalo ayah memarahi tian tanpa alasan!!" balas Tian


"Huft..... dari mana dia belajar cara mengancam ayahnya seperti itu" Brian pasrah, dia tidak tau bagaimana cara membujuk anak yang marah, akhirnya ia pergi dan meninggalkan Tian, beranggapan kalau Tian akan keluar dengan sendirinya saat ia merasa lapar


"Ada apa ini, aku berniat memberi kalian kejutan malah aku yang sepertinya di kejut kan" sahut seorang wanita paru baya


'Ah kacau sudah..... ' batin Brian pasrah sambil mengusap wajahnya kasar