Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 48



Arya, Aira, Brian dan Tian mengunjungi beberapa butik di salah satu mall besar, sampai akhirnya mereka menemukan baju yang cocok untuk Aira.


"Kak coba gaun yang ini" ucap Tian menunjuk mini dress dengan nuansa hitam putih



"Eh keknya bagusan yang itu deh, cocok ma karakter lu yang binal" seru Arya menunjuk salah satu dress



"Gua tampol lu ya!" sahut Aira


"Lah njir, gua kan jujur" ucap Arya sedikit tertawa


"Gimana kalau ini?" ucap Brian membawakan mini dres simpel yang terkesan polos



"wahh mata om tajam juga" ucap Arya


"itu bagus... tapi terlalu polos" jawab Tian


"Ah gitu ya" ucap Brian


"Maaf aku gak terlalu mengerti tentang gaya berpakaian, tapi yang bisa ku yakini, kamu akan tetap terlihat cantik memakai apapun" lanjut Brian menatap Aira lembut yang membuat Aira mati kutu


"Jadi lu milih yang mana nih?" tanya Arya


"Uhmm gua pilih ini aja deh" ucap Aira mengambil dress yang dibawakan oleh Brian


"ini simpel, dan aku suka warnanya" lanjut nya


"Bilang aja karena di pilihin ayang kan lu" sewot Arya


"hummp.... padahal ini juga bagus" rengek Tian ngambek


"Gimana kalo beli aja tiga tiga nya, kali aja gitu kan lu butuh" usul Arya


"Benar lebih baik beli beberapa lagi" sahut Brian setuju


"Tian mau pilih lagi" seru Tian berlari ke arah gaun pengantin


"Hey kau salah, itu untuk gaun pengantin" seru Arya mengejar Tian


Aira dan Brian hanya tertawa kecil melihat Tian yang bersikeras ingin membeli gaun pengantin untuk Aira.


Akhirnya mereka selesai memilih beberapa gaun, juga satu gaun pengantin karena Tian yang bersikeras ingin membelinya untuk Aira, Brian dan Arya pergi ke kasir untuk membayar biaya gaun sedangkan Aira dan Tian memilih pergi untuk membeli es krim


"Tian mau es krim rasa coklat" seru Tian


"Iya iya" balas Aira dengan tertawa kecil melihat tingkah Tian yang aktif


Mereka selesai membeli es krim dan akan kembali ke Brian saat Tian tidak sengaja menabrak seseorang hingga es krim yang ia bawa mengenai rok sang gadis


"Iihhh kotor!!" seru gadis itu histeris hingga membuat dua bodyguard nya segera menghampiri nya, dengan sigap Aira juga langsung menangkap Tian yang akan jatuh ke lantai


"Tiang gapapa??" ucap Aira


"Tiang gapapa kok" Jawab Tian sedikit terkejut


"Huhhh dasar, lu tau ga baju yang gue pake tuh mahal!!" ucap gadis itu melotot ke arah Tian yang membuat Tian takut hingga sembunyi ke belakang Aira


"Ah maaf ya, dia ga sengaj-" ucapan Aira terhenti saat melihat ternyata orang yang Tian tabrak tidak lain adalah adik tirinya


"Velin?!" gumam Aira terkejut


"Kakak... Tian takut" ucap Tian ke Aira yang segera di tenangkan oleh Aira


"Hahhh!! KAKAK?!!" ucap Velin


"Pfft hah yang benar saja" lanjut nya menyeringai


"Kamu gapapa?" tanya Brian hawatir


"Ah iya aku gapapa kok" jawab Aira


"wah wah wah, sekarang jadi simpanan om om?!" sahut Velin


"Yahh pantes sih, buah gak jatuh jauh dari pohonnya" ucap Velin menyeringai


"Ayo pergi, aku tidak akan pergi ke mall ini lagi, benar benar kotor" ucap Velin lalu pergi bersama bodyguard nya


"Ra lu kok diem aja digituin, goblok bet" seru Arya tidur terima


"Dia adik gue ya" ucap Aira


"HAHHH!, serius lu?!, adik yang pernah lo ceritain itu??" ucap Arya


"Iya... dia adik gue" jawab Aira


"Lebih kelihatan seperti kakak perempuan mu" gumam Brian tanpa sadar


"wahh se server kita om" sahut Arya


"Kenapa adik kakak jahat?, padahal kakak baik" ucap Tian menggenggam tangan Aira


"Ah.. itu" Aira tidak bisa berkata kata


"wahh wahh Tian mau beli makanan ga?" seru Arya mengalihkan pembicaraan


"Eh uhmm, kakak laper ga?" tanya Tian ke Aira yang hanya dibalas anggukan juga senyuman kecil


"Tian mau beli donat" seru Tian menggandeng tangan Arya lalu pergi ke toko donat


Brian dan Aira memilih duduk di kursi kosong yang ada di luar mall, untuk sesaat Aira terdiam begitu juga Brian, sampai akhirnya Brian memberanikan diri untuk bertanya


"Apa.... hubungan mu dengan adik mu buruk?" tanya Brian, Aira sedikit terkejut lalu tersenyum kecut sambil menatap ke bawah


"Iya... dulu kami dekat, bahkan sangat dekat hingga rasanya tidak akan ada yang bisa memisahkan kami, tapi entah sejak kapan dia mulai menjauh" ucap Aira


"Om sepertinya kalau om juga mulai menjauh sekarang belum terlambat, emang nya om mau nikah sama cewek yang banyak masalah kaya aku, bisa aja nanti aku bawa sial buat om" ucap Aira tulus sambil tersenyum menatap Brian


Brian memegang tangan Aira lembut dan menatap wajah nya, ia lihat air mata yang mulai menggenang di mata nya lalu menarik Aira dalam pelukan nya


"Kamu bukanlah kesialan, kamu adalah anugrah yang datang padaku dan keluarga ku, itulah yang kurasakan tentang mu, jadi jangan pernah menyuruh ku untuk pergi karena mungkin aku bisa gila" ucap Brian lembut


"Tapi.... gimana kalo ternyata aku emang pembawa sial?" sahut Aira dengan suara kecil


"Maka akan kubawa semua keberuntungan untuk mu karena aku adalah orang yang paling beruntung karena bisa mendapatkanmu diantara banyak nya orang yang menginginkan mu" ucap Brian menempelkan keningnya di kening Aira


Saat itu tangis Aira akhirnya pecah, padahal ia tidak ingin memperlihatkan sosok yang lemah lagi pada Brian tapi sepertinya dekapan Brian selalu memberikan kenyamanan juga kehangatan disaat yang sama membuat hati nya lebih jujur pada dirinya sendiri


Dengan lembut Brian mengusap air mata yang perlahan keluar menggunakan sapu tangan nya, "jangan menangis atau Tian pasti akan marah pada ku karena membuat calon ibu nya menangis sesenggukan seperti ini" ucap Brian


"Om gombalan nya garing iihh" ucap Aira sedikit tertawa


"Kak iraa liat nih, Tian bawa donat" seru Tian berlari ke arah Aira dan Brian membawa sekotak donat di tangannya


"Ini lihat, enak kan, ada yang rasa macha juga" seru Tian menunjukkan isi kotak nya yang penuh donat dengan berbagai rasa


"wahh iya kelihatan enak" ucap Aira


"Uhmm... ini Tian kasih ke kakak, jangan sedih lagi ya kak" ucap Tian tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya


"Ehh buat kakak??" tanya Aira bingung sedikit terkejut


"Iya buat kakak, kata kakak makanan manis selalu bisa buat perasaan jadi baik, karena itu Tian beli donat yang banyak selai manis nya, karena kakak juga suka macha jadi Tian beli macha juga, karena itu jangan sedih lagi" ucap Tian


Aira tersenyum lebar lalu memeluk Tian, "Tentu aja, gamungkin kakak sedih kalo ada malaikat kecil yang manis seperti Tian di sisi kakak" ucap Aira tulus....