Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 45



Keesokannya Aira pergi keluar hotel, hanya sendiri, ia ingin mengistirahatkan pikiran nya untuk sementara waktu


Aira pergi ke pantai terdekat yang ada tidak jauh dari hotelnya, Ia melihat lihat sekelilingnya, bisa tercium aroma khas laut dan makanan seafood bakar yang menyentuh penciuman nya


"Kakak kakak, bisa tolong ambilin bola ku ga kak??" Ucap seorang anak yang tiba tiba menghampiri Aira


"Ehh bola??" Ucap Aira bingung


"Iya bola, aku tidak sengaja melempar nya terlalu jauh" Ucap anak itu semakin sedih


"Uhmm yaudah, jadi dimana bola nya??" Ucap Aira


"Disana kak" Tunjuk anak itu ke arah laut


"Yaudah tunggu disini ya?" Ucap Aira yang langsung dapat anggukan


Aira pergi ke laut untuk mengambil bola yang semakin ia kejar semakin arus membawa nya pergi, saat Aira berhasil menangkap bola nya, ombak besar datang dan membuat nya kehilangan keseimbangannya karena tekanan air yang tinggi


Ombak membawa Aira sampai ke laut yang lumayan dalam, Aira berusaha meminta tolong tapi tak ada seorang pun yang mendengar nya karena ia memang terseret cukup jauh, apalagi suaranya teredam oleh suara orang orang yang berlalu lalang


Saat Aira berpikir ia akan mati mengenaskan sebuah tangan terulur padanya, tapi karena kehabisan nafas tentu saja dia pingsan.


"Siapa pun cepat panggil ambulan!!!" Teriak Brian setelah menyelamatkan Aira yang tenggelam


Orang orang mulai mengelilingi mereka, dan ada yang juga menelfon ambulan, Brian mencoba hal apapun yang bisa membuat Aira sadar karena detak jantung Aira mulai melemah


Brian melakukan penanganan pertama tapi Aira tetap masih sulit bernafas sehingga ia melakukan transfer udara untuk memompa paru paru Aira


Seketika saat itu Aira memuntahkan semua air yang tidak sengaja tertelan, bersama an dengan ambulan yang membawa nya pergi ke rumah sakit.


.


.


.


.


"Kondisinya baik baik saja, jika anda tidak melakukan penanganan pertama mungkin kami akan kesulitan, ini resep obat nya, kalau begitu saya mau pergi mengurus pasien lain" Ucap sang dokter memberikan resep obat lalu pergi


Brian memasuki kamar rawat Aira, ia lihat Aira yang sudah sadar kan diri hingga tanpa sadar berlari dan memeluk Aira yang membuat Aira sedikit terkejut


"A-anu om??" Ucap Aira heran


"Ah maaf saya... " Ucap Brian langsung menjauh


Mereka terdiam cukup lama hingga akhirnya Aira membuka suara, "Aku... Gatau kalo om juga disini, aku udah ngerepotin om lagi ya?" Ucap Aira


"kamu... Sekalipun... Kamu tidak pernah membuat saya kerepotan" Ucap Brian


"Saya... Minta Maaf" Ucap Brian


"Ehh... Buat apa?? Harusnya kan aku yang minta maaf karena udah ngerepotin om" Ucap Aira


"Kamu gapernah ngerepotin saya, dulu bahkan untuk seterusnya" Ucap Brian menggenggam tangan Aira lembut


"Maafin saya karena udah mengatakan sesuatu yang kasar" Ucap Brian


"jadi bener ya yang dibilang kak Andri..... " gumam aira pelan


(flash back)


"Maaf tiba tiba tanya gini, tapi.... selera kamu unik ya?" ucap Andri tiba tiba di dalam mobil


"ehh... maaf?" sahut Aira tidak paham


"iya selera kamu aneh, gimana bisa kamu suka sama modelan kaya Brian, meskipun ku akui dia memang awet muda tetap saja dia bisa dipanggil seperti om kamu kan?" ucap Andri


"Maaf kalau saya mencampuri urusan pribadi kamu" lanjut nya


"Ah kakak pasti dengar dari pak Dimas ya.... " ucap Aira


"uhmm aku sendiri juga bingung, gatau kenapa tiba tiba aja tiap liat om Brian rasanya adem aja gitu hati ku, terus juga liat tingkah lakunya yang imut aku udah tertarik aja" jawab Aira dengan tawa khasnya


"yaahh bagus deh kalo kali ini ceweknya bener" gumam Andri


"kakak ngomong sesuatu?" sahut Aira


"engga, ngomong ngomong kamu kayak nya ga peka ya, Brian udah ngikutin kamu loh seminggu ini, kamu ga sadar??" ucap Andri


"Eeehh??!!, masa??, ga mungkin ah, om Brian aja gamau liat aku lagi" ucap Aira


"yakin??" goda Andri dan Aira hanya tertawa


Tentu aja Aira gabisa berkata kata, karena dia yang paling tau isi hati Brian yang sebenarnya, hanya saja ia ingin mendengar nya langsung dari Brian, bukan dalam keadaan mabuk, tapi dalam keadaan sadar


( flashback selesai )


"om kesini karena ada urusan ya??, gamungkin om ke sini cuma buat minta maaf ke aku...... saat om aja gamau liat wajah ku" ucap Aira


"Saya kesini untuk kamu" ucap Brian penuh keyakinan menatap dalam mata Aira


"Buat nemuin aku??, kenapa??" tanya Aira sok polos


"saya..... apa saya masih ada kesempatan??" ucap Brian tiba tiba


"maksudnya om??" tanya Aira sedikit menahan tawa


"saya.... saya minta maaf untuk semuanya, saya gabisa kalau kamu gaada, saya bodoh dan gatau perasaan saya sendiri, bahkan hawatir pada hal yang bahkan tidak perlu dikhawatirkan..... saya tidak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya, karena itu.... apa kamu bersedih memberikan saya kesempatan sekali lagi untuk menebus kesalahan saya??" ucap Brian


"om.... om tau kan kalo Ira suka sama om, Ira gamau cuma sekedar dianggap sebagai anak" ucap Aira


"Ira... aku menyukai mu, bahkan jika kamu tidak memilihku lagi aku akan tetap menyukaimu" ucap Brian menunduk takut dengan apa yang dia ucapkan sendiri


Aira mengulurkan tangannya, memegang tangan Brian yang mengepal erat, Brian mengangkat wajahnya dan melihat Aira dengan tatapan pasrah


"Harusnya om bilang kaya gitu sambil bawa bunga mawar merah, om ga peka banget sih" ucap Aira tertawa


"ehh??" sahut Brian sedikit tercengang


"Aira udah tau kok om, kalo om suka ke Aira tapi om aja yang keras kepala, peduli sama pandangan masyarakat yang bahkan gatau apa apa tentang om" ucap Aira


"Aira juga minta maaf ya udah buat om cemburu karena kedekatan Aira sama Arya, tapi kami gaada hubungan kok om, om juga pasti udah tau kan dari Arya, kami sengaja buat om cemburu biar om sadar tapi tetep aja ga ngaruh, kayak nya bener deh seseorang bakal sadar kalau orang itu udah mulai menjauh " ucap Aira


"ahem.... aku ganggu ga nih?" ucap Andri muncul tiba-tiba


"kau!?.... jadi kau sebenarnya sudah tau tapi pura pura tidak tau kalau aku mengenal Aira!" ucap Brian sedikit geram


"hahaha seru juga ngerjain senior yang selama ini kukira gaada kelemahan" ucap Andri tertawa


"Nah Aira sekarang jangan suka ngelamun lagi waktu materi, sebentar lagi babak final loh" lanjut Andri


"babak final??" ucap Brian bertanya tanya


"iya om babak final Olimpiade ku, aku kan disini karna ikut olim, om gatau??" ucap Aira menatap Brian


"tapi kata dimas.... ah" Brian menutup wajahnya


"ppfftt jangan jangan om dibohongi ya, makanannya langsung terbang ke sini" ucap Aira menahan tawa


"Kamu suka sekali ya mengejek saya?" ucap Brian


"ya habis om lucu sih" ucap Aira masih dengan tawa nya


"hisshh dasar anak nakal" ucap Brian mengacak-acak rambut panjang Aira


"iihh om nanti kusut iihh" rengek Aira


"permisi.... aku bukan nyamuk loh disini" ucap Andri datar yang membuat Brian dan Aira tertawa bersamaan