
"ARRGGHHHH!!!!! PLISS KENAPA OM LU GANTENG BET SIH!!!, HAMPIR AJA GUA MLEYOT TADIII!!!" heboh Aira
"jan keras keras nyet, rencana kita bisa ancur" cletuk Haykal memukul pelan kepala Aira
"udah udah... om gua emang kelewat ganteng sih, tapi lu juga jan gampang mleyot" ucap Arya
"inget tujuan kita, paham!!" lanjut nya
"betewe nih ya, gua geli njrit waktu lu pake bahasa sok indo ke gua" ucap Aira
"gue juga geli, tapi mau gimana lagi, emang ada orang pacaran yang pake lo gue??" ucap Arya
"kaga ada sih" jawab Aira
"eh eh om Arya keknya liatin lu deh" sahut Kayla
"serius lu?" ucap Arya
"iya, ngapain juga gua boong" Jawab Kayla
Mereka berlima saling memandang dan berbicara lewat mata, lalu Arya memegang erat tangan Aira dan berbicara lewat mata, Aira paham dan langsung melakukan sesuatu
"Arya coba ini deh, enak banget, manis" ucap Aira menyuapi kue yang sudah ia makan ke Arya
"jangan makan yang manis manis terus, gabaik loh" ucap Arya lembut membersihkan krim kue yang ada di ujung bibir Aira
"eeehh kenapa" rengek Aira manja
"kamu tuh udah manis, kalo makan yang manis manis juga nanti tambah manis, kalo aku diabetes gimana" ucap Arya
"huuu bulol bulol" ucap Haykal
"udah bucin tolol lagi" lanjut Kayla
"Biarin wlek, makanya jan jomblo!" seru Aira lalu tertawa
"ini sebenarnya yang nikah pak Dimas ato lu berdua deh, heran lengket banget dari kemarin" ucap Kayla
"udah Kay, namanya juga pasangan baru" seru A'am
"A'am~ lu kapan nge resmiin hubungan kita~" rengek Kayla manja
"Ah maaf gue ada perlu" jawab A'am spontan
"WKWKWK NGAKAK!!!" sahut Haykal
"Diem lu!" ucap Kayla ngegas
"Eh eh udah diem, pengantin nya dah dateng tuh" ucap A'am
Semua mata mulai memandang sang pengantin karena memang mereka tokoh utama dalam acara ini
semua adat pernikahan dilangsungkan tanpa ada masalah hingga akhir, semua penonton bertepuk tangan saat kedua mempelai mengikrarkan janji suci mereka dengan pemasangan cincin
"Aahhh gua baper njr" sahut Aira
"sama gua juga... kapan ya giliran gua" ucap Kayla
Makanan prasmanan mulai di sajikan, semua tamu yang datang mulai berfoto dengan para pengantin dan banyak juga yang sudah pulang setelah berfoto
A'am, Kayla, dan Haykal pulang setelah berfoto dengan guru mereka, termasuk juga Aira dan Arya. Saat Aira akan memasuki mobil ia mendengar suara anak kecil yang memanggil nya
"Kak iraaa!!" Seru Tian berlari lalu memeluk Aira erat
"Tian kangen... kapan kak Ira bakal mengunjungi Tian lagi?!" ucap Tian
"Apa selama rencana berlangsung Tian gabisa ketemu kakak??" lanjut Tian
"Bisa kok, Tapi di rumah kak Arya, dengan begitu kita juga bisa menghabiskan banyakkkk sekali waktu tanpa terganggu apapun" jawab Aira
"hmm... oke, kakak janji kan?!" ucap Tian
"iya kakak janji" jawab Aira
Arya mengantarkan Aira pulang ke rumah, setelah itu ia juga pulang ke rumahnya, saat sampai di rumah ada sebuah panggilan dari Tian, ia mengangkat panggilan nya dan mulai mendengarkan Tian bercerita tentang banyak hal, hingga ia tidak pernah melewatkan perkembangan Tian juga Brian
"jadi kaya gitu kak, kakak paham kan?" ucap Tian
"Iya paham kok" Jawab Aira
"Tian bakal ke rumah kak Arya pulang sekolah besok, kakak harus datang ke rumah kak Arya loh ya!" ucap Tian
"iya Tian sayang" ucap Aira
"kalo gitu Tian matiin ya kak?" sahut Tian
"dadah kak Ira" ucap Tian
"dah sayang" balas Aira lembut lalu tertidur karena kelelahan
Keesokannya di sekolah Aira sedang mempersiapkan dirinya untuk ujian Olimpiade fisika yang akan ia ikuti di solo. Sementara ke empat temannya juga sedang mempersiapkan diri mereka untuk ujian kelulusan
"ARRGHHH CAPE GUA NJIR" ucap Aira
"Otak gua keknya berasep deh" ucap Haykal
"semangat semangat, semangat matinya" ucap A'am
"gua ngantuk berat sumpah" sahut Arya
"sabar mas ini ujian" ucap Aira
"tau kok dek" ucap Arya
"kemarin aku kamu, sekarang mas adek, besok apalagi?? papi mami?!" ucap Kayla tersulut emosi
"pms mbak? " ucap Arya
"iya gua PMS!!" jawab Kayla ga nyantai
"Selo kay, ngegas amat, cepet tua lu ntar" ucap Haykal
"Hweeee gue capeeee!!!" rengek Kayla
"keknya emang kita rehat aja dulu deh, sia sia kan kalo kita belajar tapi ntar waktu ujian malah sakit karena belajar terlalu keras" ucap Arya
"hmmmm.... bolos yuk?" tawar Aira
"iya gua yakin, refresing aelah, meski gua kutu buku akut tapi gua juga bisa bosen kalo liat huruf huruf terus, pen liat yang seger seger" balas Aira
"Yaudah lah yok gaass" sahut Haykal
"Eh gua mau nitip absen dulu" ucap Aira
"sekalian nitip ya, gua tunggu di gerbang belakang sekolah" ucap Arya
"iya! duluan aja! " seru Aira sambil berlari menuju ke kelas
Setelah selesai menitipkan absen ke temannya ia menyusul yang lainnya ke gerbang belakang sekolah, mereka berlima memutuskan untuk pergi ke alun alun karena biasanya tidak banyak pengunjung di hari senin
"eh gua mau krepes" seru Aira sambil menunjuk abang abang yang jual crepe
"crepe anjirr bukan krepes!" sahut Kayla
"Yailah sama aja, Arya ikut gua" ucap Aira menggandeng tangan Arya
Arya membelikan Aira crepe seperti yang Aira mau lalu kembali lagi, "gua ga dibeliin nih??" tanya Kayla
"beli sendiri!" sahut Arya acuh
"kek tai lu, pilih kasih" cicit Kayla
Mereka menghabiskan waktu di sana hanya sebentar karena setelah itu ada panggilan dari circle mereka untuk berkumpul di base kamp
"eh gua ga ikut ya??" ucap Aira
"hah?? emang mau ke mana??" tanya Arya
"calon anak gua" jawab Aira
"eh kal sini motor gua" lanjut nya
"lah trus gua naik apa??" sahut Haykal
"Bonceng Arya kek ato A'am, serah lu, gua mesti cepet nih" ucap Aira
"yodah yodah gue bonceng Arya aja, ti ati, jan ampe nabrak semut" ucap Haykal
Aira pergi menggunakan motor nya ke sekolah Tian, ia lihat Tian yang sepertinya sedang menunggu jemputan
"Tian hay!" sapa Aira yang langsung dapat pelukan dari Tian
"Kak iraa~" ucap Tian riang
"gimana kabar mu hmm?" tanya Aira
"Baik!" seru Tian
Aira mengusap kepala Tian lembut, Aira juga membelikan Tian permen kapas yang dijual tak jauh dari tempat nya
"Kak.... kalo rencana ini berhasil kak Ira bakal jadi bunda Tian kan?" ucap Tian
"iya, karena itu Tian harus menjaga rahasia ini sampai kita menang" ucap Aira
"hehe... kakak tau gak, ayah menolak waktu Tian mau membuang foto kakak, lalu saat Tian intip ayah menyimpan foto kakak di dalam laci, padahal ayah suka ke kakak kenapa gak jujur aja??" oceh Tian
"itulah ayah mu, sangat kaku dan membosankan" ucap Aira lalu mereka tertawa bersama
Tapi tawa itu menghilang saat Aira melihat mobil Brian yang berhenti tak jauh darinya, Brian turun dari mobilnya lalu menghampiri mereka
"Tian ayo pergi!" ucap Brian tanpa memandang sedikit pun ke Aira
"Tian cepat!" ucap nya lagi
"kesana lah, ayah mu bisa marah nanti" ucap Aira lembut
"T-tapi.... kita baru bertemu sebentar" ucap Tian nanar menatap mata Aira
"kakak janji akan menemui mu lagi besok, sekarang ke sanalah, ayah mu sudah memanggil mu" ucap Aira
"kakak janji kan?" ucap Tian
"Iya, kakak janji" balas Aira
Tian pergi ke arah Brian, dan Brian langsung menggendongnya dan pergi meninggalkan Aira, Tian melambaikan tangannya saat akan memasuki mobil dan dibalas oleh Aira
"hmm..... sudah kuduga dia tetap keren, bahkan saat dahinya berkerut kesal" gumam Aira
.
.
.
.
.
visual Om Brian
______________________________________________
Hi~
uhmm... maaf karena udah lama ga up
novel nya masih up kok
dan mungkin juga bakal sering up karena insyaallah udah gaada lagi halangan
mohon dukungannya ya
tinggal kan jejak setelah membaca
dan terimakasih udah baca cerita ku yang mungkin agak prik dan gajelas
semoga kalian ga bosan sama jalan cerita nya
(≚ᄌ≚)ℒℴѵℯ❤