Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 51



FLASHBACK ON


Brian terbangun di pagi hari dan akan pergi untuk membuat segelas kopi, saat ia selesai membuat kopi ia melihat Aira yang tengah keluar diam diam, karena hawatir Brian memutuskan untuk mengikuti Aira dari jauh.


Brian melihat Aira yang memasuki mobil yang sepertinya sangat tidak asing baginya, beberapa menit kemudian Aira turun dari mobil, tapi raut wajahnya tidak terlihat baik baik saja


Brian menghampiri Aira memanggil namanya ragu ragu dan memegang pundak nya, Aira sedikit terkejut lalu tiba tiba saja memeluk Brian yang membuat Brian sedikit salah tingkah sampai ia mendengar isak tangis Aira yang ada di pelukannya


"Sekarang gimana, semuanya hancur, Aira cuma punya kak Reza, kak Reza satu satunya keluarga Ira, dan mereka bilang Aira harus jauhin kak Reza, ira gabisa" ucap Aira sesenggukan


Jujur Brian merasa marah karena sikap keluarga Aira yang sudah sangat keterlaluan, ia merasa apa salah gadis kecil ini sampai harus menderita seperti ini


"Om Ira cape!!, kenapa semua orang pergi dari Aira, ira cape" isak Aira masih dalam pelukan Brian


"Sshh... it's ok baby girl, daddy's here" ucap Brian mengusap lembut kepala Aira, menempelkan dahinya dengan dahi Aira


FLASHBACK OFF


Aira masih tetap menangis sesenggukan membuat Brian ikut merasa terluka mendengar tangis Aira, Brian mengecup lembut dahi Aira berharap Aira akan berhenti menangis


Dan ya, Aira sedikit terkejut karena kecupan kecil itu hingga ia berhenti menangis, "Shh jangan menangis, aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan membiarkan mu menangis, biar aku yang cari jalan keluar nya" ucap Brian menatap mata Aira dalam lalu mendekap nya dalam pelukan nya


"Ira gabisa kehilangan kak Reza om, Ira gabisa, cuma kak Reza satu satunya keluarga Ira" ucap Aira


"Saya tau, tenang saja oke?, kita akan cari jalan keluar nya" ucap Brian


Setelah Aira sedikit lebih tenang mereka kembali ke apart dan melihat Tian yang tengah terbangun dan duduk di sofa dengan keadaan mata yang masih tertutup


"Eh kenapa dia tidur di sana?" ucap Brian


"Ah tadi saat aku akan pergi Tian terbangun, jadi aku bilang ingin pergi sebentar untuk minum, tapi karena aku tidak kembali dia mungkin jadi menunggu ku disana" ucap Aira


"Uhmm.... kak Aira??" gumam Tian mengusap mata nya yang masih terasa berat


"Kenapa tidur disini? badan kamu bisa sakit semua" ucap Aira menghampiri Tian dan menggendong nya


"Kak Ira ga dateng dateng, Tian nungguin kakak" ucap Tian polos


"Maaf.. Kakak lama ya?" ucap Aira


"Gapapa kok, Tian mau tidur lagi boleh kan?" ucap Tian


"Iya boleh" ucap Aira lembut


Aira mengantar Tian ke tempat tidur, menyelimuti tubuh nya lalu kembali ke Brian, "Udah tidur?" ucap Brian


"Iya om" balas Aira


"Bentar lagi juga reza pasti udah bangun" ucap Brian


"Ira mau masak dulu, sekalian jernihin pikiran" ucap Aira pergi ke dapur


"Sini saya bantu" sahut Brian


Brian membantu mengiris bahan makanan juga mencuci nya, sedangkan Aira yang memasaknya, saat Aira sedang memasak Brian juga merapikan meja makan untuk mereka sarapan.


Mereka yang terlalu sibuk dengan urusan mereka sampai tidak menyadari keberadaan Reza yang sedari beberapa menit yang lalu memperhatikan mereka.


"Ciee pasutri baru~" goda Reza


"Eh kakak udah bangun?" tanya Aira sedikit terkejut


"Udah dari beberapa menit yang lalu" jawab Reza


"Kak coba icipin ini dulu dong, gantiin Aira, aku mau bangunin Tian" ucap Aira


"Yaudah sana bangunin dulu anaknya buat makan" goda Reza


"Apa sih ka" ucap Aira sedikit salah tingkah


"Uuhnmm kak Aira masak apa?" ucap Tian di depan pintu kamar


"Tian nyium aroma masakan kakak jadi kebangun" ucap Tian tersenyum lebar


"yaudah ayo cuci muka dulu, abis itu makan" ucap Aira


Aira pergi untuk membantu Tian sedangkan Reza dan Brian menata meja makan untuk sarapan, saat Aira selesai membantu Tian, semuanya sudah selesai makanan sudah tertata rapi, Tian berlari ke arah meja makan, tidak sabar untuk makan karena dia sangat lapar


Aira duduk di sebelah Brian, untuk sesaat mereka bertatap cukup lama hingga membuat Reza sedikit bingung, "Ada apa??" tanya Reza heran


Aira menatap Brian sekali lagi, Brian mengangguk dan menggenggam tangan Aira lembut sambil berbisik pelan "Gapapa oke? percaya sama saya" ucap Brian


"Kak... Aira mau nikah sama om Brian" ucap Aira lantang


"Oohh yaudah" ucap Reza sepele


"Aira mau nikah loh, gamau lanjut sekolah lagi" ucap Aira sekali lagi


"Yaudah kalo nikah mah nikah aja" ucap Reza enteng


"Kakak ga benci gitu ke Ira?!, Ira gamau sekolah lagi loh, mau nikah aja ini" ucap Aira menekankan tiap katanya


"Iya yaudah, astagfirullah ukhti, kalo mau nikah mah nikah aja, ku restuin" ucap Reza


"Kakak mau nikah sama ayah?? serius?? gaboleh boong loh ya" ucap Tian berbinar


"Harusnya kan bukan gini.... " gumam Aira


"Maaf... saya yang memberitahu Reza tentang pertemuan kamu tadi pagi, dalam keluarga tidak boleh ada kebohongan, kamu sendiri yang selalu mengajar kan ku seperti itu kan" ucap Brian


"Ah... gitu ya" Aira terdiam


"Humm.... kakak tau niat kamu baik, tapi membuat kakak jadi membencimu?? itu sama aja kamu ga ngehargai diri kamu sendiri" ucap Reza


"Awalnya kakak kira bisa menyadarkan mereka... tapi sepertinya memang sulit, karena itu om Brian tolong jaga adik saya ya, meski dia binal, gajelas, prik, kek bocah tk, tapi dia baik kok, kelewat baik sampe bisa dikata goblk" lanjut nya


"Kok aku ga ngerasa dipuji ya" ucap Aira datar


"Kamu juga... gausah hawatirin kakak, kita mungkin gaakan ketemu untuk beberapa waktu, tapi kakak janji, suatu saat kakak akan buat semua orang yang menyakiti adik kecil kakak mendapat balasan yang setimpal" ucap Reza


Tangis Aira pecah seketika membuat ketiga pria kebingungan karena nya, "Eeehh Kak ira??" ucap Tian panik


"Lah nangis" seru Reza


"..... " Brian hanya terdiam sambil mengambil tisu untuk Aira


Aira memutuskan membuat banyak kenangan di hari itu, karena setelah ini mungkin saja akan sangat sulit untuk menemui kakak satu satunya yang ia miliki.


.


.


.


.


.


"Adek ga tidur?" ucap Reza membawakan jaket untuk Aira di balkon


Tiba tiba saja Aira memeluk Reza erat seakan tak ingin melepas nya, Reza melihat wajah adiknya yang memerah karena menahan tangis.


"Aira gasiap kak.... Aira gabisa" ucap Aira pelan


"sshhh tunggu kakak sebentar ya, kakak bakal selesein semua masalah di keluarga kita, kita pasti bisa sama sama kaya dulu" ucap Reza


"Kakak tau kuat, sekarang tidur ya, udah malem" ucap Reza


Reza mengantar Aira pergi ke kamarnya, menunggu hingga Aira tertidur lalu pergi sambil menitipkan sebuah surat kepada Brian


Reza melihat lagi adiknya, mencium lembut kening nya lalu pergi tanpa berbalik sekalipun, "kakak pasti akan kembali" gumam Reza meyakinkan dirinya sendiri