
"Aira lihat itu" ucap Brian sedikit berbisik
Aira melihat arah yang ditunjuk oleh Brian, di sana ia melihat Reza yang sedang menikmati minuman yang di sediakan oleh pelayan. Wajah Aira langsung berseri seketika, ia langsung berjalan menghampiri Reza, di ikuti Brian di belakangnya.
Aira akan menghampiri Reza dan akan memeluknya, tapi tiba tiba langkah nya terhenti, velin berlari kecil lalu memeluk Reza dengan panggilan yang sangat hangat, beberapa gadis seusia velin melihat senang ke arah mereka berdua
"Dari mana aja?" tanya Reza hangat
"Velin abis nyapa teman teman velin, katanya mereka mau kenalan sama kakak" ucap velin ceria
"Ah begitu ya, halo saya kakaknya velin, terimakasih ya sudah menjaga adik saya" ucap reza basa basi
"A-ah iya sama sama kak"
"Kakak lebih keren waktu dilihat dari dekat"
"vel ayo kesana, katanya di sana ada idola mu"
"humm, kak velin pergi dulu ya sama teman teman velin" ucap velin
"iya" jawab reza singkat mengusap kepala velin lembut
Melihat hal itu Aira merasa ragu untuk menghampiri Reza, Aira takut kalau kehadirannya mungkin saja mengganggu Reza, Brian yang melihat hal itu menggenggam tangan Aira dan berjalan ke arah Reza
"Halo tuan Reza" sapa Brian formal
Reza menoleh ke asal suara, tapi mata Reza tertuju pada Aira yang tersenyum canggung ke arah nya, tanpa aba aba Reza mendekati Aira, mengusap lembut kepala nya lalu tersenyum.
Melihat senyuman Reza rasa khawatir itu lenyap seketika, Aira ingin memeluk Reza saat itu juga tapi ia menahannya karena banyaknya mata yang ada di sana.
"gimana kabar kakak??, kenapa nomor kakak sekarang udah ga aktif lagi" tanya Aira
"Maaf ya, sejak kamu pergi aku mulai tinggal di rumah utama, saat kita telfonan terakhir kali nenek melihat nya dan langsung mengganti nomor ponsel ku, juga menyadap nya, rasanya aku seperti terkekang di sana" jelas Reza
"Gitu ya, Aira hawatir kakak kenapa kenapa, tapi syukurlah kalo emang cuma itu, kalo gitu berarti Ira gaakan bisa hubungin kakak lagi??" tanya Aira
"iya, maaf ya" Ucap Reza
"iya gapapa kok" jawab Aira sedikit murung
"gimana kabar kamu?, apa Brian memperlakukan mu dengan baik?" tanya Reza
"ya om Brian sangat baik" ucap Aira berseri
"Sepertinya aku bisa lihat dengan jelas kebaikannya, Brian sepertinya memperlakukan mu dengan sangat sangat baik sampai wajah mu jadi berseri seperti ini" Goda Reza
"syukurlah kamu baik baik aja" ucap Reza mengusap lembut kepala Aira
"Mamaa, mamaa" seru Tian berlari ke arah Aira
"Tian jangan berlari" seru Aira
saat Tian berlari menghampiri Aira, ia tidak sengaja menabrak seseorang, hingga coklat yang ia bawa untuk Aira mengenai gaun wanita itu.
Melihat Tian yang terjatuh Brian dan Aira segera menghampiri Tian dan memberikan seluruh tubuh Tian.
"Kamu gapapa? ada yang sakitt?" ucap Brian
"Sini mama lihat, sudah mama bilang tidak boleh berlari kann" ucap Aira
"Maaf ya, putra ku tidak sengaja" ucap Aira
"IIHH GAUNKU JADI KOTORR!!" seru velin
Aira merasa sangat tidak asing dengan suara yang baru saja ia dengar, dan benar saja, yang baru saja Tian tabrak adalah velin, Aira juga melihat Reza yang berusaha menenangkan velin
"Tolong maafkan putra ku, dia tidak sengaja menumpahkan coklat ke gaun mu" ucap Aira
"Tidak sengaja kau bilang!!"
"pasti kau kan yang menyuruhnya untuk merusakk gaun ku!!" sahut velin
"m - mama... " ucap Tian bersembunyi di balik Aira
"Nona, aku tidak pernah mengajarkan sesuatu hal yang buruk kepada putra ku" ucap Aira
"istri ku sudah meminta maaf pada mu, tapi kamu malah merendahkannya di depan umum, aku tidak akan hanya menonton saat keluarga ku di permalukan seperti ini, apa aku harus beranggapan bahwa VR Company tidak ingin memiliki hubungan baik lagi dengan BR Company" ucap Brian tajam yang membuat velin sedikit takut
"Mohon maaf pak Brian, adik saya masih sangat labil" ucap Reza meminta maaf
"Kakakk tapi gaun ku kotorr!!" ucap velin masih tidak ingin kalah
Brian mengeluarkan chek nya, dan menyobek satu chek kosong dengan tanda tangan nya lalu memberikannya kepada velin.
"Tulis saja berapapun sebagai ganti rugi dari gaun mu yang terkena noda kecil dari coklat putra ku, meskipun kau membeli satu toko dengan chek itu BR company tidak akan gulung tikar hanya karena beberapa helai gaun" ucap Brian
"Ayo kita pergi" lanjut Brian menggandeng tangan Aira dan meninggalkan velin di belakang