Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 65



"lu lagi?!" seru Aira


"Bukannya kita sepakat jadi temen ya??" sahut Angga


"yaa... iya, tapi gausah nempel juga lah" ucap Aira


"Kalian dah saling kenal??" tanya Haykal


"Lu kenal kal?" tanya Aira


"Kaga, baru aja kenalan tadi karena dia nyariin lu" jawab haykal


"Gua tampol nih ya" sahut Aira


"Uhmm, kalian temen temen nya Aira juga?, gua juga temennya Aira, baru resmi kemarin siang, jam nya gua lupa" sahut Angga


"Cepet juga lu mungut temen, inget ra, temen gausah banyak gapapa, yang penting royal" ucap A'am menasehati


"Iyaaa pak ustadz~" sahut Aira


"Dih modelan sering liat nekopoi gini lu panggil ustadz??" seru haykal tidak terima


"bekause saya baik dan tidak sombong, minus nya pelit dikit" ucap A'am


"Eegs" bantah Aira dan haykal bersamaan


Bel pengumuman berbunyi, menyuruh semua mahasiswa agar segera berkumpul di aula lagi, Meskipun mos mereka disatukan tapi barisan mereka berbeda, setiap jurusan berbaris di jurusan masing-masing.


Angga dan Aira kembali ke barisan jurusan akuntansi, Angga bertukar tempat dengan teman nya agar bisa bersebelahan dengan Aira.


"Eh lu tadi bilang suka ngegame?" tanya Angga


"Iya kenapa??" ucap Aira


"Gua juga suka, lu maen game apa aja?" ucap Angga


"Gua sih kebanyakan game mprg" jawab Aira


"EMEL main ga?"


"Main lah, biasa gua main squad, ber empat, lu mau ikutan??" tawar Aira


"Wahh boleh" seru Angga


"Sini id lu, biar gua follow dulu, ntar folback ya" ucap Aira


Setelah berteman di game, Aira menambahkan Angga di squad nya, saat ia menambahkan Angga banyak yang langsung bertanya tanya.


(percakapan dalam chat)


"Siapa yang lu tambahin??" ucap Arya


"Angga, dia mau gabung squad kita katanya, terima ajalah ya, lagian minggu kita ikut turnamen kekurangan orang juga" balas Aira


"Gua sih terserah leader" ucap Haykal


"Gua ngikut ayanggg" balas Kayla


"Gua ngikut kalian aja" ucap A'am


"hmm... yaudah lah ya, lagian sayang juga kalo nyewa joki" ucap Arya menyetujui


"Btw ar, lu sekarang kuliah dimana??" tanya Aira


"Gua sekarang di solo, ambil jurusan mesin" ucap Arya


"Disini kan ada jurusan mesin, kenapa jauh jauh ke Solo??" tanya Aira


"Mau belajar mandiri gua, ini juga abis kuliah gua siap siap mo nyari kerja part time" ucap Arya


"Aww udah dewasa anak mama, wkwk" sahut Kayla


"Njir, gua punya mama kek lu dah gua jual ke om om" sahut Arya


"Durhaka sekaleh anda, didikan siapa nihh" ucap Aira


"Kamuu nanyaaa, aku di didik syapahhh" sahut haykal yang sontak mengundang komentar tawa


"eh dah dulu nih, gua mau lanjut mos" ucapan Angga


"yups gua juga" seru Aira


Aira memasukkan ponsel nya ke dalam tas dan mulai mendengarkan kakak kakak seniornya, mereka akan dibagi lagi sebagai kelompok yang lebih kecil dan bertanding menemukan harta karun.


Pemilihan kelompok di pilih dengan acak, tiap orang mengambil satu kertas yang bertuliskan angka kelompok mereka.


Aira mengambil satu kertas dengan angka 11, dan Angga juga secara kebetulan mendapatkan angka 11.


"Kayak nya kita satu kelompok" ucap Angga yang tiba tiba sudah ada di samping Aira


"Hmm... tiap kelompok isinya 5 orang, kurang tiga orang, nyari yok" seru Aira


Angga langsung menggandeng tangan Aira dan membawanya pergi mencari sisa kelompok, Aira sempat terkejut tapi karena dia juga tidak ingin kerepotan dia menurut saja berlindung di belakang badan Angga yang tinggi.


"cieee nurut" seru Angga


"Lumayan, lu kan bisa jadi tameng" jawab Aira jujur


Angga hanya tertawa kecil, sepertinya jalan nya masih sangat panjang untuk mendapatkan hati Aira, atau mungkin tidak pernah?


Akhirnya semua sudah menemukan kelompok mereka masing-masing, setiap kelompok akan membuat sebuah mading yang berisikan keinginan, cita cita, atau mimpi kita.


"kita buat grup dulu deh biar ga bingung, sini nomor kalian" ucap Aira mulai menyimpan nomor setiap kelompoknya dan membuat grup mading


"uhmm.... gimana kalo pengerjaan nya dimulai besok?, hari ini beli bahan bahan aja" seru salah seorang dari mereka


"oke" jawab mereka sepakat


tim terdiri dari 5 orang, tiap orang sudah dibagi tugasnya oleh Angga yang diutus menjadi ketua, mereka juga sudah mendapatkan konsep makalah yang akan mereka buat.


Setelah bel berbunyi Aira pergi ke luar, tempat parkir kampus, ia melihat sekeliling memastikan apa supirnya sudah menjemputnya, dan ternyata belum, saat Aira akan menelfon supirnya Aira melihat banyak panggilan tak terjawab dari Brian, jadi Aira kembali menelfon Brian.


"Halo om, ada apa??, maaf tadi aku masih mos jadi ku silent, gatau ada panggilan dari om" ucap Aira


"Iya gapapa, aku sudah menjemput Tian, dan kami sedang dalam perjalanan ke kampus mu" ucap Brian


"mamaaaaa tadi Tian buat bonekaaaa lohhhh~" seru Tian dari bangku belakang


"kita akan makan malam bersama, kamu mau kan?, aku udah reservasi restoran juga" ucap Brian


"iya, aku mau kok" jawab Aira


tidak begitu lama Brian sampai di kampus Aira, Aira melihat mobil Brian dan menghampiri nya lalu masuk ke mobil.


Brian kembali melajukan mobilnya ke salah satu restoran jepang kesukaan Tian yang sudah ia reservasi tadi.


"restoran Jepang??" tanya Aira


"iya, sebentar lagi 50% saham restoran ini menjadi milik perusahaan ku, karena kerugian yang dilakukan oleh pemimpin salah satu restoran di cabang lain, pemilik restoran ini menjual saham nya pada perusahaan ku, dan meminta bantuan agar citra restoran kembali membaik" jelas Brian


"lalu.... aku membelinya karena sepertinya dulu saat di solo kamu suka makanan Jepang" ucap Brian sedikit malu malu


Aira tertawa kecil melihat reaksi Brian, "makasih sayang" ucap Aira lembut sambil memeluk lengan Brian


"Ayah, mama, jangan bermesraan di depan Tian" ucap Tian polos yang sontak mengundang tawa


mereka sampai di restoran Jepang yang sudah Brian reservasi, saat Brian datang pelayan langsung menghampiri nya sopan dan menuntun nya ke ruangan untuk vvip


Aira, Brian dan Tian pergi ke ruangan vvip, Brian menyuruh agar membawakan semua makanan yang enak kepada pelayan, pelayan dengan sigap langsung pergi setelah mencatat pesanan Brian


"om aku ke toilet dulu ya" ucap Aira


"mama kebelet??" tanya Tian polos


"iya, mama ke toilet bentar ya" jawab Aira


"hati hati maa" ucap Tian


"perlu ku temani??" tawar Brian


"emang cowok boleh masuk ke kamar mandi cewek??" tanya Aira sambil tertawa kecil lalu meninggalkan Brian dan Tian dan pergi ke toilet


"huhhh lega dehh~" ucap Aira menghampiri wastafel untuk mencuci tangan


*ceklek


'hmm... ada orang lain?, kok aku gatau ya' batin Aira


seorang gadis mendekat ke arah wastafel dan mencuci tangannya, Aira melihat ke cermin dan tanpa sengaja bertatapan dengan gadis itu.


"velin.... " gumam Aira terkejut