
"Jadi bisa jelaskan apa yang terjadi?" ucap Lia
Kini Brian dan Lia sudah ada di ruang tamu dengan tian yang duduk di sebelah Lia, Brian dengan santai hanya melihat layar laptop nya, sedangkan Tian dan Lia masih fokus melihat Brian dengan tatapan tajam
"Apa?? jangan mengganggu ku, aku masih ada kerjaan" ucap Brian mulai merasa jenuh
"Tian bisa jelaskan apa yang terjadi??" tanya lia
"Ayah dengan bodoh dan payahnya membuat kak Ira menjauh, bahkan juga berbicara dengan nada kasar ke kak Aira sampai kak Aira menangis" ucap Tian
"Aku melakukan itu untuk kebaikannya, apa kata masyarakat kalau dia dekat dengan ku, apalagi perbedaan usia kami yang cukup jauh. " jawab Brian.
"Lalu perasaan kalian? apa kau juga tidak memikirkan perasaan Aira?" sahut Lia.
Brian terdiam, meskipun terkesan egois tapi yang ia lakukan adalah demi kebaikan, karena ia tidak ingin Aira mendapatkan pandangan buruk dari masyarakat.
"Kamu pasti berpikir kalau yang kau lakukan sudah benar, tapi pernah kau pikir kan apa yang hati mu dan Aira inginkan sebenarnya??" ucap Mita lagi.
"Semua keputusan ada di tangan mu, tapi jika kau terus bersikap egois dan terikat pandangan masyarakat, maka terpaksa ibu harus mengambil Tian, karena Tian masih sangat kecil, dan membutuhkan perhatian yang lengkap, sedangkan kau hanya selalu sibuk dengan pekerjaan mu" Ucap Lia lalu pergi bersama Tian.
.
.
.
.
.
"Arya yang ini caranya gini bukan sih?" tanya Aira.
"Iya udah bener, tapi cari dulu sisi yang kosong, baru abis itu lu kurang" Jawab Aira.
"Eh am ini bener gini ga?" tanya Arya ke Putra.
"Kayak nya ini nyari sisi q deh bukan sisi x" ucap A'am.
"Lu ga belajar?? payahh" ejek haykal untuk Kayla.
"Lu juga kaga goblk, ngaca!" ucap Kayla ga nyante.
"Eh kalian berdua daripada berisik nih ya, kalo gamau belajar mending beliin kita makanan" ucap Aira.
"hmm okelah" jawab Kayla dan haykal bersamaan.
"Tumben tuh dua anak kompak" sahut A'am.
"gatau juga, karena bego kali" sahut Arya yang sontak mengundang tawa.
"njr jahat lu" ucap Aira tertawa.
"Dah dah lanjut belajar aja" sahut A'am.
Jam istirahat berakhir, mereka berlima kembali ke kelas bersamaan dengan Dimas yang kebetulan mengajar di kelas mereka.
"Nah Anak anak hari ini kita belajar materi.... " ucap dimas menerangkan.
"eh itu guru kita kelihatan seneng gitu, ada apa yak" ucap Kayla menginterogasi alias kepo.
"Iya berseri seri banget" sahut haykal.
"coba lu ganggu, dia marah ga?" lanjut nya.
"psst psst ra" Kayla menyenggol bahu Aira pelan.
"hah! paan??" tanya Aira heran.
"coba lu ganggu pak dimas" ucap Kayla.
"lah kok gue!?" Aira heran.
"ish kalo urusan daddy daddy gini kan cuma lu yang paling ahli" sahut haykal.
"nyindir mas?" ucap Arya.
"iya biar ngerasa" jawab haykal enteng yang langsung kena lempar buku dari Aira.
"ish ra cepetan" desak Kayla.
"iya iya aelah" Aira pasrah, akhirnya ia memikirkan segala gombalan yang ada dan memutus urat malunya, eh udah keputus dari dulu sih.
"Jadi anak anak ada yang mau ditanyakan?" ucap Dimas seusia menerangkan materi.
"bapak tau gak bedanya Indonesia sama aku?" sahut Aira tiba tiba
"maksudnya??" Jawab dimas
"Indonesia terbagi oleh garis Weber dan Wallace, kalau aku enggak akan terbagi bagi, khusus buat pak dimas doang" jawab Aira sambil nyengir lebar
"azekkk~"
"pepet terus mbak~"
"adeknya mulai aktif ya bund"
ucap beberapa anak anak kelas
"Aira berenti ya becandanya, nanti ayank saya marah" Jawab dimas masih dengan senyuman di wajahnya
"aduh kesian kali kau dek"
"butuh pelampiasan ga dek"
balas beberapa cwo yg lain yang langsung kena tatapan sinis dari Aira.
Malu dia tuh ditolak kek gini, padahal biasanya dia yang nolak. "selama jalur kuning belum melengkung, saya masih bisa menikung" lanjut Aira
"Saya sudah tunangan, dan tiga hari lagi acara nikahannya" ucap Dimas menunjukkan cincin pertunangan nya
"udah ra nyerah aja"
"sama abang aja gimana"
"aduh kasian adek ku"
ucap beberapa anak cowok
"Diem ah lu, ku lempar sepatu nih!" ucap Aira geram yang malah membuat anak anak kelas tertawa renyah, tentu saja Aira juga ikut tertawa
"sudah sudah, kalian semua saya undang di acara pernikahan saya, ini undangan nya, jangan dibuat main pesawat pesawatan, kalo gaada undangan gaboleh hadir" ucap Dimas membagikan Undangan satu persatu
"wihhh cantik juga pak istrinya" sahut salah seorang siswa
"mata istrinya rabun ya pak" ucap murid yang lain
"Khusus kalian berdua gausah datang gapapa" ucap Dimas
"ehh jangan dong pak, sensian amat"
"canda pak canda"
"wkwk mampus! ngapain coba cari gara gara ke pak Dimas"
ucap beberapa anak
"Ah tapi emang manis sih, liat deh" ucap Kayla menunjukkan foto yang ada di belakang kartu undangan
"eh gue kok kaya pernah liat gitu ya" ucap Aira
"hahh?? lu liat di sosmed kali?" sahut haykal
"Bukan, gue emang kek pernah kenal gitu" ucap Aira
"Eh Arya ini cewek yang pernah gue samperin itu kan, yang waktu lu nganterin gue beli seblak" ucap Aira
"hmmm.... ah mbak mbak bohay depan kafe, inget gue inget" ucap Arya
"perasaan dia bilang ke gue dia pacar nya om Brian njr, ko bisa tiba tiba jadi tunangan nya pak Dimas?" ucap Aira heran
"lu yakin ra?" tanya Arya
"iya ya, gue yakin pake banget, masa sih dia tunangan sama pak dimas trus om Brian dia jadiin simpanan" sahut Aira
"wiihh pemain handal berarti tuh" ucap Haykal
"eh kalo gini ya kita coba cari tau aja kebenarannya, kasian juga pak dimas kalo di duain" ucap Arya
"Gue ngikut ajalah, kayaknya seru" ucap Haykal
"Uhmm gue juga, terus gue juga mau tau hubungan om Brian sama dia tuh sebenernya apa" ucap Aira
"jiakhh masih gamon yak" sahut Kayla
"diem lu!" jawab Aira
Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid meninggalkan sekolah kecuali Aira dan teman teman nya yang masih stay di kelas sambil beberapa kali menunggu wali kelas mereka keluar
Setelah beberapa menit akhirnya Dimas keluar dari kantor guru, dan sebuah mobil berhenti di parkiran sekolah, Aira dan haykal berpura-pura sedang bingung dan membenarkan motor haykal.
Dimas yang melihat Aira dan haykal menghampiri mereka, "Kalian belum pulang?" tanya Dimas
"eh pak dimas, blom pak, saya ga dijemput jadi niatnya mau nebeng Haykal, eh motornya malah rewel" jawab Aira
"hmm... di sekitar sini gaada bengkel, udah mau sore juga, kalian mau bareng saya aja?" tawar Dimas
"naik apa pak?" tanya Haykal
"Naik mobil tuh" ucap Dimas menunjuk mobil berwarna merah yang tadi mereka lihat
"itu mobil bapak?" tanya Aira
"bukan itu punya pacar, eh salah calon istri saya, kalo saya masih belum beli, dan motor saya juga sedang di bengkel" ucap Dimas
"cieee di anter jemput dong, enak banget" sahut Haykal
"jadi gimana? mau ga" tanya Dimas
"boleh lah pak, males juga aku jalan" ucap Aira
"trus motor saya gimana nih pak?" tanya haykal
"nanti biar saya telfonin bengkel langganan saya buat ambil, sekalian di servis biar ga sering rewel, saya yang bayarin juga" ucap Dimas
"Wihh okelah pak, makasih banyak loh pak udah di bolehin ngerepotin" jawab Haykal sumringah
Dimas menghampiri mobil merah itu diikuti haykal dan Aira di belakangnya, Ia berbicara sebentar dengan orang yang ada di dalam mobil itu lalu menyuruh Aira dan Haykal naik ke kursi belakang mobil
Saat Aira dan haykal memasuki mobi, mereka melihat kursi pengemudi, ada seorang wanita cantik yang sedang tersenyum sangat cerah sambil membalas salam Dimas
Saat itu Aira sangat sangat yakin kalau tunangan guru nya adalah wanita yang sama yang mengaku sebagai pacar Brian...
"Halo kalian muridnya kak Dimas ya?, salam kenal ya, aku Wulan, calon istrinya kak Dimas" ucap Wulan menoleh ke belakang dengan tersenyum ramah
"Anu te.... bukan nya tante pacar nya om Brian?" sahut Aira tiba tiba yang membuat semuanya terkejut.