
Sudah hampir dua bulan Brian menghindari Aira, saat ini Aira kelas 12 awal semester, selama satu minggu ini Aira sibuk dengan tugasnya yang semakin banyak, mungkin karena ia sudah kelas 12
"Istirahat dulu, nih minum, gue beliin susu stroberi kesukaan lu" ucap Arya nempelin susu kotak rasa stroberi ke pipi Aira
"Ukh dingin" ucap Aira sedikit terkejut karena dingin
"Guru emang bilang kalo materi kita ngebut, tapi inget istirahat juga" ucap Arya
"Iya iya~, bawel ihh" ucap Aira
"Lu mau makan ga?, mau gue beliin nasgor di kantin?" tawar Arya
"Gak deng, kita barengan aja" jawab Aira
Aira mengemasi buku bukunya dan menyusul Arya yang sudah menunggunya di depan pintu kelas, setelah selesai makan mereka kembali ke kelas, dan seperti biasa Aira melalui hari hari yang sama, karena Brian yang tiba tiba mulai menjauhinya
"Arya..... ikut gue ke SD nya Tian ya nanti" ucap Aira
"oh oke" jawab Arya
setelah pulang sekolah Arya langsung menemani Aira pergi ke SD nya Tian, bel sekolah berbunyi dan semua anak anak bersiap siap untuk pulang, Aira melihat semua anak perlahan pulang bersama orang tua mereka, dan saat sekitarnya sudah mulai sepi dia melihat Brian, Aira menghampiri Brian dan menggenggam tangan nya lalu menatap mata yang dulu selalu menatap nya dengan perasaan tulus kini hanya menatapnya datar
"Kak Ira!, Tian kangen banget sama kakak!" seru Tian saat melihat Aira dan langsung berlari memeluk Aira
"Tian masuk ke mobil!" pinta Brian tegas membuat Tian terkejut dan otomatis masuk ke mobil meskipun ia berkali-kali melihat ke belakang
Brian juga akan memasuki mobil saat tiba tiba Aira menghentikannya, "Om.... aku mau ngomong sesuatu sama om" ucap Aira
Brian hanya menghela nafas kasar lalu mengusap wajahnya, "Apa kamu masih belum paham padahal saya sudah sengaja menghindari mu?" ucap Brian
Aira tertegun, 'jadi selama ini Brian memang sengaja menghindari nya? kenapa?!' batin Aira
Brian melepas genggaman tangan Aira dan berjalan pergi menuju mobilnya,cuaca yang awalnya berawan terlihat sangat gelap, tiba tiba Aira berteriak membuat Arya yang mendengar nya langsung menghampiri Aira
"Om! Om kenapa sih ngehindar dari Ira!!, Ira salah apa, emang nya Ira salah kalo Ira suka sama om?" Ucap Aira dengan mata berair
"Ira, kamu masih kecil, jadi mungkin kamu salah mengenali perasaan kamu sendiri." Ucap Brian
"Ira udah besar om, Ira tau bedain salah sama bener, om Rian cuma cari cari alasan kan!!, Kalo om emang gasuka sama Ira gapapa kok, Ira juga ga nuntut om buat bales perasaan Ira, tapi tolong om jangan hindarin Ira!" Ucap Ira menahan tangis, tapi nihil air mata Ira perlahan mulai turun membasahi pipi nya bersamaan dengan turun nya hujan
"Maaf ... Tapi ini semua adalah kesalahan, saya gabisa membalas perasaan kamu, ada seseorang yang lebih pantas buat kamu dari pada saya, maafin saya." Ucap Brian dengan tersenyum teduh lalu pergi meninggalkan Aira
"Om jangan pergi..... PADAHAL OM UDAH JANJI AKAN SELALU NEMENIN IRA, kalo jadinya kayak gini ... Ira gamau kenal om dulu!!" Teriak Aira
Jujur Brian merasa sangat hancur melihat Aira yang menangis seperti itu, wajah yang selalu tersenyum manis padanya hilang seketika karena ulahnya, tapi ia harus tetap tegar, bersikap seakan tidak terjadi apapun, karena ini demi kebaikan Aira
"Mulai sekarang kita tidak akan saling mengenal, anggap pertemuan kita hanya pertemuan biasa, dan menjauh lah dari keluarga saya, kita anggap saja kita tidak pernah bertemu, demi kebaikan masing masing" ucap Brian
Aira terkejut, kenapa dia begitu mudahnya melontarkan kata kata seperti itu, padahal dia yang sudah berjanji akan terus menemaninya, pikir Aira, Aira kembali mengingat masa masa dimana ia dan Brian masih bersama
"Om.... kita kayak keluarga kan!, aku ibu, om ayahnya, dan Tian anak kita, om mau gak buat keluarga yang sesungguhnya sama Ira?"
"Kalo gitu tunggu Ira lulus ya om!" ucap Aira mengedipkan sebelah matanya
"hahaha iya iya" ucap Brian
"Om ..... waktu Ira nginap di rumah om waktu itu, om bilang bakal selalu nemenin dan selalu ada buat Aira.... apa om bilang gitu biar Aira ga nangis?" tanya Aira
"Tidak!, saya tulus mengatakan itu, dan saja juga sudah berjanji, laki laki selalu menepati janjinya" ucap Brian dengan tatapan yakin yang membuat Aira percaya dan tanpa sadar tersenyum*
"Saya harap kamu menemukan seseorang yang cocok dengan mu, dan bisa membuat mu bahagia" ucap Brian menyadarkan Aira kembali ke keadaan saat ini
Brian membalikkan badannya dan pergi menjauh, bahkan saat Aira berteriak ia tetap tidak berbalik.
"Padahal om bilang ke Ira, Cowok selalu nepatin janjinya, sekarang apa?, om sendiri yang ingkar janji" ucap Aira
"Padahal om gaperlu bohong kek gini, Ira tau om punya wanita lain kan, Ira tau om!" ucap Aira tersenyum sepat
"Om boleh ga bales perasaan Ira, Ira gapapa, tapi jangan ninggalin Ira..... plis om" ucap Aira, tapi Brian tetap tidak melihat ke belakang dan terus pergi menjauh meninggalkan Aira sendiri
"Maafin saya Ira, tapi masyarakat tidak akan mengerti tentang perasaan kita" gumam Brian pelan, lalu memasuki mobilnya dan mulai pergi dari tempat itu
"Ayah .... Kenapa ayah buat kak Aira nangis, katanya ayah sayang kak Aira" ucap Tian dengan mata berkaca-kaca
"Tian, karena ayah yang sayang ke kak Aira itu salah, ayah ga pantas buat kak Aira, Tian paham kan?" Ucap Brian lembut sambil tersenyum mengusap lembut kepala sang anak semata wayangnya
"Tapi Tian cuma mau kak Aira yang jadi mama Tian." Ucap Tian lalu memunggungi ayahnya dan melihat ke luar jendela mobil
.
.
.
.
Aira merasa dirinya sangat menyedihkan, kakinya lemas, dan dia hanya bisa melihat bayangan Brian yang semakin hilang dari pandangan, hingga akhirnya ia jatuh, "Hahaha lucu banget sih idup gue" ucap Aira
Arya menghampiri Aira yang tengah terduduk di tanah, memakaikan jaket yang ia kenakan untuk menutupi Aira, lalu memeluknya erat hingga seketika tangis Aira pecah, dan Aira menangis dengan tersedu sedu di pelukan Arya
"Ra maafin gue, maafin gue" ucap Arya berkali kali sambil tetap memeluk Aira erat
"Arya sebenarnya gue salah apa?, kenapa semua orang ninggalin gue, kenapa?!!" ucap Aira dengan terisak
"Sebenernya gue salah apa!!, kenapa tuhan selalu nguji gue, katanya tuhan gaakan ngasih ujian yang gabisa ditanggung sama umat nya, terus ini apa!!?" ucap Aira
"Gue cape ya', gue cape, gue pen mati!" ucap Aira
"Ra.... gue tau lu kuat, jangan ngomong kek gitu lagi, plis Ra" ucap Arya menatap mata Aira, hatinya terasa sangat sakit saat melihat mata gadis yang sangat dia cintai, harus seberapa banyak lagi Air mata Aira turun, keputusannya untuk berhenti berjuang membuat Aira semakin terluka
"Arya gue cape" ucap Aira lagi tersenyum dengan air mata yang turun sangat deras bercampur air hujan