
Beberapa hari setelah hari itu Dimas mengajak Arya untuk bertemu berdua, mereka membahas tentang masa depan Aira, awalnya Arya takut, ia takut kalau kalau Aira membencinya karena hal ini, tapi kalo terus terusan gini Arya juga gabisa tahan, akhirnya Arya mutusin buat dukung wali kelasnya, olim beberapa bulan lagi harus nama Aira yang tercantum di piagam penghargaan, akhirnya Arya memutuskan untuk menemui Aira saat hari Minggu dan membicarakan tentang hal ini di rumah Arya.
"Aira gue gamau lu ikut olim tapi nama orang lain yang lu pake" ucap Arya tegas
"Hahh!? lu kenapa dah, kesambet guru baru??" sahut Aira
"Ra lu gabisa terus lari dari keadaan, lu juga berhak bagaia Ra, lupain semua orang, sesekali lu harus egois!!" ucap Arya
"Ya lu kenapa sih!! lu tau sendiri gue itu dianggap apa di keluarga gue, harusnya lu yang paling ngerti soal gue!!" jawab Aira dengan suara tinggi
"Tapi ini gabaik buat lo, gue cuman mau lo bahagia" sahut Arya yang juga mulai tersulut emosi
saat mereka sedang adu mulut tiba tiba ponsel Arya berdering, Arya mengangkat telfon nya dengan wajah yang marah "Anjg- apaan sih, kenapa lu nelpon!" ucap Arya ngegas
"Anak SMA teratai ngelunjak, mereka ngeroyok kita tiba tiba, markas diserang ajg-" ucap salah seorang cowok dari telpon
"Hah!! kok bisa"
"Alah jan tanya doang lu njg- kita butuh ketua kita sekarang, cepetan ke sini"
Alhasil pertengkaran mereka pun tertunda, tapi amarah mereka belum reda, buktinya Aira memakai motor nya sendiri dan menolak di bonceng Arya, Aira melampiaskan amarah ke lawan, sampai semua orang terheran, "gak biasanya dia kek gitu, lagi pms tuh cewek!?" tanya seorang cowok ke Arya
"Kaga! Abis berantem gue ma dia tadi" balas Arya
"wiihh tumben kalian berantem"
"Alah bacot lu, selesein aja dulu nih!" sahut Arya yang juga mulai kesal
beberapa menit berlalu kedua kubu juga mulai letih, akhirnya semua sepakat bakal ngadain by one sesama ketua, tapi saat akan mulai bertarung tiba tiba terdengar suara sirine polisi, semua berusaha agar tidak tertangkap, bahkan yang tadinya pingsan auto bangun dan kabur.
Aira terpisah dari kelompok nya, karena polisi yang berpencar untuk menangkap semua nya, bahkan mungkin tadi ada yang tertangkap, Aira berusaha lari tapi ia terlalu letih setelah perkelahian yang ia lakukan, dari jauh ia lihat ada seorang pria yang kira kira berusia 30 tahun an.
"Om om! tolongin saya pliss, kalo saya ketangkap polisi bisa bisa habis saya sama kakak saya!" ucap Aira memelas pada pria itu
"sebenernya apa sih yang kamu lakuin sampai dikejar polisi begini?"
"hehe saya ikut tawuran om" sahut Aira dengan watados nya
"Astaga anak cewek kok ikut tawuran sih.... yasudah masuk ke mobil biar saya yang tangani" ucap pria itu
dan benar saja beberapa detik setelah Aira memasuki mobil dua polisi datang dan bertanya sesuatu "Permisi pak apakah anda melihat ada seseorang yang melewati jalan ini?" ucap salah seorang polisi
"ehmm saya seperti pernah melihat anda di suatu tempat.... ahh iya anda Pak Brian Anggara Dewantara pemilik perusahaan barang itu kan, perusahaan anda sangat hebat, bahkan Anda mengelola semua perusahaan anda tanpa cacat, istri saya melihat anda di berita dan dia selalu membandingkan saya dengan anda" ucap salah seorang polisi di sampingnya
"wahh sepertinya media terlalu menambahkan banyak hal ya" balas pria itu
'wiihh hebat juga nih om om' batin Aira
"Wahh pak Brian anda benar benar hebat ya, anak buah saya bahkan mengagumi anda, yahh BR company memang sedang panas panasnya di perbincangkan di dunia politik, bahkan bapak presiden pun ingin bekerja sama dengan BR company" ucap seorang pria paruh baya yang tiba tiba muncul
"Wahh pak Jaka sudah lama juga ya, gimana keadaan putri anda?" tanya Brian
"Baik dan itu semua berkat bapak" ucap pria yang adalah ketua polisi
Akhirnya Aira sedikit membuat suara di mobil sehingga Brian menyadari nya dan segera memutuskan pembicaraan, setelah para polisi pergi Aira keluar dari dalam mobil.
"iihh om lama banget sih, kek emak emak ngerumpi aja!" sewot Aira
Brian hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Aira yang gaada sopan sopannya, untung imut jadi dimaafin....eh?
"Jadi sekarang kamu mau kemana? pulang atau balik ke tempat tongkrongan kamu? lagian juga kamu itu kan cewek kenapa ikut tawuran sama cowok cowok?" tanya Brian
"Oohh jadi om ngeraguin kemampuan cewek gitu?? Om inget yang lahirin om itu cewek loh, cewek aja bisa tahan sama rasa sakit yang kayak hampir mati gitu, tawuran doang mahh kecil, lagian juga saya ga sendirian kok, ada yang cewek juga di kelompok saya" sahut Aira lalu berniat untuk pergi dengan cara keren, tapi gagal karena kakinya keram, dan alhasil Aira mendesah keras lalu terjatuh karena hilang keseimbangan
"Kuat ya kamu, sampai teriak nya kenceng banget" ejek Brian
"om daripada ngejek aku, mending bantuin bediri deh" sahut Aira marah sedikit malu juga karena gagal keren
Brian menghampiri Aira lalu menggendong nya dengan gaya bridal style, Aira sedikit malu karena tidak ada yang menggendong nya seperti ini sebelumnya, jantung nya berdetak sangat kencang, bahkan pipinya terasa panas, jadi Aira mengalihkan pandangannya ke arah lain agar Brian tidak tau kalau dia sedang malu
Brian mendudukkannya di kursi mobil lalu jongkok untuk membuka sepatu Aira "E-eehh om mau ngapain??" ucap Aira panik
"Mau urut kaki kamu lah, ngasih penanganan pertama itu penting, setelah itu baru cek ke dokter" ucap Brian
"Eehh gausah om!" sahut Aira
tapi Brian tidak mendengarkan, ia tetap memijat kaki Aira dengan lembut dan telaten, setelah beberapa menit Brian menghentikan aktivitasnya dan bertanya ke Aira "gimana, udah mendingan?" tanya Brian
"eeh ehmm iya om, pijetan om enak banget" jawab Aira cepat
"Keenakan kamu?" sahut Brian
"Hehehe" tawa Aira canggung sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal
"kalo masih sakit kita pergi ke dokter" ucap Brian
"eehh gausah om, udah enak kok, tuh tuh udah bisa jalan" ucap Aira lalu jalan dan lompat lompat untuk menandakan bahwa kakinya baik baik saja
"yasudah kalau begitu.... kamu saya antar ya, gabaik anak gadis pulang sendirian malam malam gini" ucap Brian
Aira hanya mengangguk karena terpesona dengan ketampanan pria jangkung yang baru ia temui itu, Aira memakai kembali sepatunya dibantu oleh Brian yang mengikatkan tali sepatunya
*baper ga digituin??kalo aku sih iya... oke lupakan
Brian memasuki mobil nya dan menjalankan mobil nya lalu bertanya dimana alamat Aira, setelah tau tempat pasti Brian mulai fokus mengemudi sampai tiba tiba *grooowwll~ ( suara perut Aira ), Brian menoleh ke asal suara dan melihat Aira yang menunduk malu sambil menggenggam erat ujung sweeter nya
"Kita mampir makan dulu deh, saya juga belum makan" sahut Brian diselingi tawa kecilnya
Aira hanya mengangguk karena ia tidak berani menatap Brian, ia terlalu malu untuk itu, akhirnya mereka pun sampai di salah satu restoran bintang lima, tapi entah kenapa Aira merasakan firasat buruk. "kok perasaan gue gaenak gini ya?" gumam Aira pelan
"Kenapa kamu??" tanya Brian
"eehmm gapapa kok om" jawab Aira cepat