Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.15



Motor Arya melaju kencang dan tanpa tentu arah, sampai akhirnya ia berhenti karena ponselnya bergetar, Aira menelfon nya beberapa kali, Arya menerima panggilan dan langsung terdengar suara lembut yang selalu bisa membuat nya tenang


"Arya lu kemana?, nih Tian nyariin loh" ucap Aira


Arya terdiam untuk beberapa saat sampai tiba tiba Aira kembali bersuara


"Arya!!, ish malah ngelamun nih anak" -Aira


"Gue.... ada urusan bentar" jawab Arya nanar


"Lu sakit ya?, suara lu serak gitu" -Aira


"Gapapa Ra, gue oke kok, yaudah gue dipanggil sama yang lain, duluan ya" sahut Arya lalu mematikan panggilan


"hmmm suaranya kok kayak orang mo nangis gitu ya...." gumam Aira


"Kak Aira ayoo foto bareng Tian~" sahut Tian menarik tangan Aira


"Tian jangan ganggu kak Aira yang lagi nelfon" sahut Brian


"Ehh gapapa kok om, udah selesai juga nelfon nya" ucap Aira


"ahh gitu ya... emang lagi nelfon siapa kok cepet banget" tanya Brian


"Arya, katanya dia ada janji sama temennya" jawab Aira


"Kak Iraaa ayo potoo barengg!!" sahut Tian menarik tangan Aira dan Brian


Karna tidak ingin Tian menunggu lama, Aira akhirnya pasrah mengikuti Tian dan Brian


"maaf ya sudah membuat mu kerepotan" ucap Brian


"eehh gapapa kok om.... om terlalu kaku ga sih, panggil aja aku senyaman om" ucap Aira ramah


"baiklah kalau itu membuat mu senang Ira" ucap Brian


'Astaghfirullah itu namaku kok jadi menggoda gitu waktu om Brian yang manggil' batin Aira histeris sambil memegang dadanya..... byasalahh mengdrama


"Ira? kamu kenapa?" sahut Brian


"Eh gapapa kok om, om kenapa manis banget sih, gula merah aja kalah" goda Aira dengan tersenyum lebar menunjukkan gigi kelinci nya


"yang ada kamu itu yang manis" balas Brian mencubit lembut hidung kecil Aira


yang dicubit gimana? mleyoottt🤣


"Eh, wajahmu merah, kamu sakit?, mau ku antar ke kamar aja biar istirahat di sana?" ucap Brian


"Kak Ira sakit?" sahut Tian mengerjap menatap Aira hawatir


'Aduhh cair gue lama lama kalo ditatap kalian kek gini' batin Aira histeris tapi tetep cool dong, kan mau jadi calon istr- ehem bundanya Tian


"Gapapa kok Tian, kak Ira cuma laper dikit, Tian temenin kakak makan ya?" ucap Aira


"Iyaa!" seru Tian bersemangat


"Kamu beneran gapapa kan Ira?" ucap Brian menempelkan telapak tangannya ke kening Aira yang membuat Aira terkejut bukan main, apalagi wajah Brian yang juga semakin dekat dengannya


"A-Aku gapapa kok om..." ucap Aira salting lalu ngacir gitu aja


"Ayah apain kak Ira?" tanya Tian sambil melotot


"Ayah ga ngapa ngapain kok" balas Brian yang masih dapat tatapan sinis dari sang anak.


.


.


.


.


.


.


.


"Eh den Arya udah pulang? saya kira bakal pulang agak malam karna ini jadi reuni keluarga juga" ucap bi Ija saat melihat Arya memakirkan ninja nya


"Kenapa jadi kek gini Ra, gue yang paling tau soal lu, gue yang selalu deket sama lu, kenapa malah orang lain yang lu suka" ucap Arya nanar


ia ambil lagi bingkai foto yang berisikan fotonya saat Aira sedang mencium pipi nya, tiba tiba Arya membuang foto itu hingga bingkai kaca nya pecah dan berhamburan kemana mana


"ARRRGGGHHHH!!! INI SEMUA GARA GARA OM BRIAN!! KALO AJA DIA GA MUNCUL PASTI AIRA SADAR POSISI GUE!!" teriak Arya bersamaan dengan suara barang barang yang terlempar dan pecah, setelah agak tenang Arya menghubungi A'am


"Halo ya' ada apa? katanya lu ada acara ultah ponakan lu?"ucap A'am


"Am gue mau ke bar, lu ikut gue ya" ucap Arya


"lah lah?? ko tiba tiba? ada apaan!?" tanya A'am


"Alah bacot!! mau nemenin ga sih!!" sahut Arya


"siapa am?" tanya Haykal


"nih si Arya tiba tiba ngajak ke dugem, gimana nih, keknya ada masalah dia, tapi keknya gamau cerita" jawab A'am pelan ke Haykal


"Yaudah lah ikut aja kita, dari pada dia kenapa kenapa ntar" jawab Haykal


"Yodah ya gue otw ke rumah lu" jawab A'am


"Jan ke rumah gue, langsung ke tempat biasa!" sahut Arya lalu mematikan panggilan secara sepihak


"ini si Arya kenapa ya?" tanya A'am heran


"lu tanya gue, gue tanya siapa njr!" sahut Haykal


Setelah perdebatan yang cringe akhirnya A'am dan Haykal sampai di bar tempat circle mereka ngumpul, mereka melihat sekeliling lalu pergi ke tempat bartender


"Si A dimana kak?" tanya Haykal


"Tuh di room, kacau banget dia, ada masalah apa?" tanya si bartender


"gatau juga kita, tiba tiba dia ngajak ke sini, mana ngajaknya ngegas" ucap A'am


""Perlu gue kirim pemanis ga? gue kasih diskon deh, kek kacau banget gitu dia" sahut bartender


"Wihh bole tuh kak, kirim yang masih sempit ya" sahut Haykal semangat yang langsung ditarik oleh A'am ke room dimana Arya berada


Saat sampai disana mereka sudah disuguhkan dengan Arya yang meminum bir langsung dari botolnya dan beberapa botol bir kosong yang bertebaran, keadaan nya terlihat sangat kacau sampai A'am dan Haykal miris liatnya


"Ya' udah Jan minum lagi, lu udah minum banyak banget loh" ucap A'am mengambil botol dari tangan Arya


"alahh bacott!" ucap Arya mencoba mengambil botol bir miliknya tapi segera di dorong oleh A'am, karna keadaan nya yang benar benar mabuk berat Arya bahkan tidak mampu untuk berdiri


"Ishh ini kenapa bisa kek gini sih, Kal pegang ni!" ucap A'am menyerahkan botol bir ke Haykal


"Ya' lu kenapa? kalo ada masalah tuh bilang, kita ini temen lu ya!" ucap A'am memegang bahu Arya


"Alahh jangan banyak bacott! lu gaakan ngerti perasaan gue, gaakan ngerti!" sahut Arya menepis tangan A'am


A'am menampar wajah Arya cukup keras hingga Arya terjatuh ke lantai, tiba tiba terdengar isakan tangis kecil dari Arya, A'am membantu Arya untuk duduk dan memegang pundaknya lalu menatap mata Arya dalam


"Lu kenapa, kalo ada masalah tuh cerita ke kita, kita temenan udah lama ya', lari dari kenyataan tuh bukan solusi!" ucap A'am


"Sebenernya kenapa Ira gapernah liat gue, gue yang selalu ada di sampingnya, gue yang paling ngerti tentang dia, tapi kenapa dia gapernah liat gue!!" ucap Arya nanar


A'am dan Haykal terdiam, dalam circle mereka udah jadi rahasia umum kalo Arya udah lama suka sama Aira, tapi Aira gatau tentang itu.


Cukup lama A'am dan Haykal mendengar Arya bergumam tentang hal yang sama hingga akhirnya Arya tertidur, A'am dan Haykal memutuskan untuk membawa pulang Arya sesegera mungkin, karena banyak panggilan dari ibunya Arya, saat mereka sampai sudah ada orang tua Arya yang menunggu di depan rumahnya


"Assalamualaikum om, tante" ucap Haykal sementara A'am membopong Arya yang tidak sadarkan diri


Mita menghampiri anak semata wayangnya yang tengah tidak sadarkan diri, penampilan Arya sangat sangat kacau membuat Mita bertanya tanya sebenarnya apa yang sudah terjadi pada putranya, ayah Arya hanya menghela nafas panjang lalu menyuruh A'am membawa Arya ke kamarnya sementara itu Haykal menjelaskan situasinya di ruang tamu


"Tadi Arya tiba tiba hubungin kami dan minta kami ke bar, karena kami hawatir jadi kami nyusul dia ke bar, dan waktu disana kondisinya lebih parah dari ini, kami bener bener gatau karna Arya gamau cerita apapun om" jelas Haykal panjang lebar


"begitu yaa..... terima kasih sudah menjaganya, kalian pasti kerepotan" ucap Jaya yang adalah ayah Arya


"Eehh enggak kok om, kami ga ngerasa kerepotan" balas Haykal


Karna A'am juga sudah kembali mereka berdua memutuskan untuk segera pulang agar tidak ditanyai lebih lanjut, karna ini hak Arya untuk menjelaskan situasinya....


Jaya memasuki kamar sang anak dan melihat lagi kamar yang dipenuhi oleh foto Aira yang berserakan di lantai, juga album foto kaca yang pecah lalu menghela nafas panjang


"Kenapa harus putra ku yang menerima karma dari kesalahan keluarga kami" gumam jaya frustasi