
"Aira!!" seru Angga menghampiri Aira
"Tumben rajin" seru Aira yang melihat Angga sudah datang pagi pagi sekali
"Yaa.... ini kan mos terakhir kita" ucap Angga
"Jadi lu rajin karena ini mos terakhir gitu" seru Aira
"iyalahh" jawab Angga begitu semangat hingga membuat Aira tertawa
Melihat Aira yang tertawa lepas tanpa sadar Angga mengusap kepala Aira lembut, yang membuat Aira heran
"Ah.... wkwk ucul bet sih ketawa lu, kalo ketawa pasti mata lu langsung hilang" sahut Angga kelabakan sambil mengacak-acak rambut Aira
"iihh berantakan nanti rambut guaaa!!" sahut Aira
"Haha, biarinnn, biar kek kembaran lu, landak" ejek Angga
"hish ngeselin, auk ah masuk gua" ucap Aira lalu pergi meninggalkan Angga
'Arrgghhh nih tangan gua kenapa spontan banget sihhhh' batin Angga menutupi wajahnya malu
Selama MOS terakhir Aira kembali dibawa berkeliling area kampus, mereka juga berfoto dan berkenalan dengan para dosen yang akan mengajar mereka. Hingga akhir acara mereka menerbangkan balon yang berisikan harapan untuk mereka ke depannya sebelum akhirnya pulang.
*******
"Mamaaaa~" seru Tian melihat Aira yang sudah menunggu nya di depan gerbang sekolah
Tian berlari sambil menggenggam tangan seorang gadis yang se usia dengan nya,
"hmm... siapa nihhhh" goda Aira
"Ini teman Tian ma, namanya Caca" seru Tian
"halo tantee" ucap Caca sopan
"halo juga cantik" sapa Aira ramah yang membuat Caca terpesona
"tante cantik banget, kaya kakak kakak ga kayak ibu ibu" ucap caca polos
"ahahaha, makasihh, caca juga cantik kok" balas Aira lagi
"Caca, Tian pulang duluan ya" ucap Tian
"iya, dadah tiann!!"
"eehh temennya ga dianterin aja??" ucap Aira
"oohh gitu ya, yaudah deh, jangan keluar keluar ya, tetep di dalam sekolah aja sampai kakak kamu jemput, oke??" ucap Aira, caca membalas iyaa dengan menganggu paham 3 kali
Aira dan Tian pergi meninggalkan area sekolah dan akan menuju ke rumah, dalam perjalanan saat hampir sampai Tian tanpa sengaja melihat mobil Brian yang berjalan di belakang mobil mereka.
"Mama mama!!, liat itu ayahh!" seru Tian menunjuk ke belakang
"wahhh bener itu mobil om Brian, keren Tian bisa tauu" puji Aira sambil mengusap kepala Tian lembut.
Aira sampai lebih dulu di rumah, disusul Brian di belakang mereka, Brian keluar dari mobil, wajahnya terlihat sangat kelelahan.
"Tian masuk duluan ya, mama mau nyamperin ayah dulu, liat tuh wajahnya, udah kaya kain pel, kusut" ucap Aira yang membuat Tian tertawa lalu pergi sesuai permintaan Aira
Aira menghampiri Brian yang terlihat sangat kelelahan, membaws tas koper nya juga melepaskan jas yang dipakai Brian, saat memasuki rumah Aira menyerahkannya pada para pelayan untuk di bersihkan dan di bereskan.
"om kenapa hmm??" tanya Aira lembut membelai wajah Brian
Seketika itu juga sikap Brian berubah, Brian sedikit membungkuk dan memeluk Aira, sekali lagi Aira memegang wajah Brian dengan kedua tangan nya dan berkata dengan lembut.
"sayang kenapa??" kali ini dengan panggilan yang berbeda membuat Brian langsung tersenyum seakan kondisinya sudah ada di 100%
"oohh jadi mau dipanggil pake panggilan sayang ya?" ucap Aira tertawa kecil
"kita udah berapa bulan menikah, tapi kamu tetep manggil saya om" ucap Brian mengacak-acak rambut Aira
"iihh berantakan nanti ayanggg~" rengek Aira
"IIHH AYAHH!! JANGAN GANGGUIN MAMAA!!" seru Tian dari atas tangga
Tian sedikit berlari menuruni tangga, dan berdiri dengan membuka lebar kedua tangan nya berniat melindungi Aira.
"Jangan gangguin mamaaa!!" sahut Tian lalu memeluk Aira
"Jadi kamu ingin mendominasi Aira sendiri?, bukankah itu sedikit tidak adil?, Aira kan istri ku" ucap Brian menyeringai
"iihh tapi kak Aira mama Tiannnn!!" ucap Tian
"pfftt, ahahaha, iya iyaa, mama cuma buat Tian kok" ucap Aira mengusap lembut kepala Tian
"Wleee mama punya Tian!!" ejek tian
"Hah dasar anak nakal, sebenarnya mirip siapa sifat keras kepala mu itu" ucap Brian
"mirip ayah lahhh, Tian kan putra ayahh!!" balas Tian lagi tidak mau kalah, Aira hanya tertawa melihat perdebatan antara ayah dan anak itu