
"Eh kayy!!" seru Aira menyapa Kayla yang sepertinya sedang menunggu nya
"Gila lu, gua lama banget nunggu lu" ucap Kayla
"Ya maab, namanya juga pengantin baruuu~" ucap Aira memegang pipi nya malu malu
"dih jijik" seru Kayla
"Jadi yang sekolah di kampus ini cuma kita nih?" ucap Aira
"Engga, ada A'am juga, dia masuk TKJ tapi" ucap Kayla
"Jadi kepisah dongg" rengek Aira dengan wajah sok sok sedih
"Gosah di imut imutin gitu, kalo om Brian sih mungkin tertarik, gua jijik"
"Ajg, gua sedih ***, ngapa jadinya di imut imutin dah"
"Hehhh!! mulut mulutt!!"
"eh iya astagfirullah"
mereka saling menatap lalu tertawa bersama, rasanya mereka ingin kembali saat masa masa SMA, saat mereka hanya memikirkan kesenangan mereka.
Mereka berjalan sambil bercerita kenangan lama saat mereka masih SMA, hingga tanpa sadar mereka sudah harus berpisah, karena yaa jurusan mereka berbeda.
"Eh gua belok sini" sahut Kayla
"Beda ya arah nya, gua belok sana" ucap Aira
"Yaudah good luck ya buat kita" ucap Kayla merentangkan tangan nya
"Aahhh good luck juga" seru Aira memeluk Kayla.
Aira pergi menuju jurusan nya, ia lihat semuanya sudah berkumpul, dan ada seniornya juga yang terlihat sedang berdiskusi, saat Aira akan pergi ke barisan untuk wanita ada seorang pria yang berlari dan menabrak nya.
*BRUGG!!
"Awwhhh, hishhh" desis Aira karena pantatnya sakit dan telapak tangannya juga terasa perih
"Ada apa di sana!?" seru salah satu senior lalu mendatangi Aira dan pria yang juga terjatuh karena hilang keseimbangan
"Ah maaf maaf, aku ga sengaja" ucap pria itu
jujur Aira merasa sangat geram, dia langsung menoleh ke pria yang tadi menabrak nya dan menatap mata pria itu tajam, "Lu itu punya mata kan?, kenapa ga lu pake hahh!!" ucap Aira dengan nada tinggi
"Ada apa ini?" tanya senior yang mendatangi mereka
"Dia duluan kak yang nabrak saya, punya mata tapi ga di pake!!" ucap Aira menunjuk pria yang tadi menabrak nya
"hishhh sakit banget gilak" lanjut nya melihat telapak tangan nya yang tergores hingga berdarah terkena jalan aspal yang kasar
"Maaf kak, aku gasengaja, sorry ya" ucap pria itu dengan nada sedih, sepertinya dia memang benar benar merasa bersalah
Aira yang melihat hal itu mau ga mau luluh dan membiarkan masalah itu berlalu, "yaudah, lagian lu juga ga sengaja kan, mau gimana lagi" ucap Aira pasrah
"tangan kamu berdarah, mending di obatin dulu di uks, uks nya sebelah sana ya" tunjuk senior
"Kamu yang nabrak, jadi bantu dia ke uks" lanjut nya
"Ah iya kak, sini ku bantu buat berdiri" pria itu mengulurkan tangan nya
"gapapa gua bisa sendiri kok" ucap Aira
Melihat Aira yang kesusahan berdiri, pria itu secara impulsif langsung menggendong Aira ala bridal style.
"Ehh turuninn guaa!!, gua bisa jalan sendiri!!" ucap Aira memberontak
"Lu aja gabisa berdiri, udah diem aja, ntar lu malah jatuh lagi, anggap aja ini permintaan maaf gua" ucap pria itu
"yang sakit tuh tangan gua, kaki gua ga sakittt!!" bantah Aira
"tadi pantat lu juga jatoh kan, kalo lu gerak terus bisa jatuh lagi lu, jadi diem!!" ucap pria itu tegas di akhir kalimat yang membuat Aira langsung terdiam
"Hishhh" desis Aira saat telapak tangannya nya di tempeli kasa yang sudah diberi obat merah
"Perih ya, maaf ya" ucap pria itu
"Humm... lagian lu juga ga sengaja" ucap Aira
Pria itu membalut perban di telapak tangan Aira yang terluka agar tidak terkena kotoran lalu mengikat perban nya agar tidak terbuka.
"Gua ngiket nya ke kencengan ga" tanya pria itu
"Engga, makasih ya" ucap Aira
"iya gapapa kok, lagian udah tanggung jawab gua juga, kan gua yang nabrak lu" ucap pria itu
"Ah iya ngomong ngomong kenalin, nama gua Angga, lu?" ucap pria itu memperkenalkan diri
"Ah gua-"
"Udah selesai?, kalo udah ayo kumpul lagi, kami mau bagiin aturan selama kalian mos 1 minggu ini" ucap sang senior tiba tiba dan memotong ucapan Aira
"Ah iya udah kok kak" ucap Aira lalu segera bangkit dari tempat tidur uks dan pergi keluar, disusul Angga yang mengikutinya di belakang
'Humm.... mungkin emang ga jodoh kali ya' batin Angga.
.
.
.
.
Aira kini sudah ada di tempat parkir depan fakultas nya, ia berbaris di barisan untuk wanita dan mendengarkan dengan baik ucapan seniornya.
"Nah karena udah ngumpul semua dengerin ya, mulai besok kalian harus pake telinga dan ekor hewan, terserah hewan apa, lalu kalian buat kertas berukuran 15 × 20, hias dan tulis nama kalian, wajib di hias biar berwarna, ga kaya hidup kalian yang warnanya cuma hitam putih, ucapan senior selalu benar, kalian gaboleh ngebantah, dan kalo ketemu seniornya harus disapa, kalo engga kalian kena sanksi" ucap senior
"Udah cuma gitu aja, sekarang kalian bisa pulang dan nyiapin persyaratannya, bagi yang ga menaati peraturan, ingatt!!, kalian bakal kena sanksi juga denda" ucap sang senior menyeringai membuat semuanya merinding.
Aira menelfon supirnya untuk meminta di jemput, seorang pria yang memakai motor kawasaki ninja menghampiri nya, dan berhenti di depan nya, Aira mencoba mengabaikan pria itu dan tiba tiba pria itu membuka kaca helm kepala nya
"Belom di jemput?" tanya Angga
"Otw" jawab Aira
"Mau nebeng gua ga?" tawar Angga sambil menoleh belakang, menawarkan Aira jok belakang yang masih kosong
"Engga, bentar lagi gua di jemput kok" sahut Aira
"Humm.... yaudah deh kalo gitu, btw gua belum denger nama lu siapa tadi" tanya Angga
"Gua Aira" jawab Aira seadanya sambil melihat ponsel nya
"Oke, salam kenal Aira" ucap Angga tertawa polos, yang membuat Aira tanpa sadar tertawa
"Lah kenapa tiba tiba ketawa dah" sahut Angga heran
"pofft, ga... senyum lu polos bet, kek anak kecil" ucap Aira menahan tawa
"Keren gini masa dianggap kek bocah, ternistai gua" ucap Angga
"Iya dah lu keren" jawab Aira
Tidak lama datang sebuah mobil BMW X6 yang berhenti tak jauh dari Aira berdiri yang membuat semua orang memperhatikan mobil itu dan menjadi pusat perhatian.
"Ah jemputan gua udah dateng, dadah, gua duluan ya" ucap Aira menghampiri mobil bmw x6 yang saat ini menjadi pusat perhatian
Supir keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu belakang untuk Aira, Aira masuk ke dalam mobil dan meninggalkan univ tanpa sadar bahwa dia menjadi pusat perhatian
"Hmm.... Dinding penghalang gua keknya harta nih" gumam Angga tersenyum pasrah