Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 44



Brian menyiapkan semua barang yang ia perlukan, ia juga sudah menyuruh orang menyiapkan pesawat pribadinya agar ia bisa segera lepas landas.


Tanpa butuh waktu lama kini Brian sudah sampai di salah satu landasan pribadinya di Bandung, setahu nya Aira pindah kesini, tapi Brian masih belum tau kalau Aira hanya ke Bandung untuk Olimpiade


Saat Brian sampai ia disambut oleh para pesuruh nya, juga orang orang yang mengurus usaha nya di Bandung saat ia fokus pada perusahaan inti


"Tuan terimakasih sudah menyempatkan diri untuk hadir" ucap salah seorang ceo yang mengurus perusahaan Brian


"ya" balas Brian singkat


"Ada apa tuan tiba tiba kesini" tanya seorang ucap ceo yang lain


"Aku kesini untuk mencari seseorang, bagi yang memiliki teman atau kerabat yang bisa membantu ku untuk menemukan nya, aku akan memberi kalian hadiah yang setimpal" jelas Brian


Semuanya mulai tergiur dengan tawaran Brian, mereka mulai menghubungi kerabat dan teman mereka yang pandai mencari orang yang hilang, sedangkan Brian kembali ke vila nya yang ada di bandung


"Aira... aku pasti akan menemukan mu" gumam Brian di dalam mobil


sementara itu di hotel tempat Aira menginap untuk persiapan Olimpiade


"Hatchu" Aira bersin beberapa kali


"Kenapa?? sakit?" ucapan Andri menempelkan punggung tangan nya ke Aira


"Engga kok kak, mungkin ada yang ngomongin aku, makanya aku jadi bersin" jawab Aira


"Ada ada aja kamu, yaudah lanjut materi" ucap Andri


Aira fokus dengan materi yang mungkin akan muncul saat Olimpiade, dan benar perjuangan nya selama 3 hari membuahkan hasil, ia memenangkan Olimpiade tahap ke dunia, juara ke 2


"Selamat ya~" ucap Andri dengan membawa buket bunga mawar putih


"Uhmm makasih kak, tapi hasilnya kurang memuaskan" ucap Aira sedikit kecewa


"Hey udah, kau kan sudah bekerja keras, ini hasil yang cukup bagus, jangan berkecil hati" ucap Andri menyemangati juga memberikan Aira sekotak coklat


"ini untuk mu, setahu ku makanan manis bisa memperbaiki mood, semangat oke?" ucap Andri tersenyum ramah


Dari jauh seorang pria yang kira kira berusia 30 an sedang memandang mereka siapa lagi kalau bukan Brian, Brian melihat Andri yang sangat dekat dengan Aira


Andri menyadari kehadiran Brian, saat Brian akan mendekati mereka Andri sengaja menyuruh Aira pergi untuk membelikannya minuman, tentu saja itu hanya alasan agar Brian tidak dapat bertemu dengan Aira


"wahh sudah lama sekali aku tidak melihat mu kak, dulu kita selalu berkompetisi menjadi yang terbaik, jadi.... ada urusan apa di sini??" ucap Andri saat melihat Brian


"Ah itu... tidak, ngomong ngomong siapa yang tadi bersama mu?" ucap Brian memastikan


"Ah gadis kecil yang manis itu??, dia anak pindahan, aku menolongnya yang sedang bersedih karena cinta nya bertepuk sebelah tangan, dan kami langsung jadi sangat dekat" ucap Andri berbohong


Brian hanya terdiam, setelah itu langsung berpamitan, beberapa saat kemudian Aira kembali dengan membawa dua minuman


"Siapa kak??" ucap Aira


"Oh hanya senior kampus ku, sekarang sudah jadi alumni , dulu aku menganggap nya rival yang sepadan" ucap Andri menyeringai


"Ahh gitu" ucap Aira tidak tertarik


"Yaudah ku antar pulang ya?" ucap Andri


Aira hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu Andri mengantarkan ke tempat hotel Aira menginap, tak butuh waktu lama mereka sampai di hotel, Aira turun dan berterimakasih karena sudah mengantarkannya lalu masuk ke hotel


Dari jauh Brian melihat mereka terlihat sangat dekat, ia merasa sedikit tak suka dengan kedekatan mereka, ia tau bahwa Andri tipe orang yang sering berganti ganti wanita.


.


.


.


.


"Ayah gimana??, ayah udah nemuin kak Aira?" ucap Tian dalam telfon


"Udah" jawab Brian


"Terus gimana??, udah minta maaf ke kak Aira??" tanya Tian


Tidak ada jawaban dari Brian, tentu saja Tian juga tidak berharap lebih pada ayah nya yang hanya tau bekerja


"Kata nenek Tian bisa pergi ke ayah setelah rapotan, jadi jika bisa tolong berbaikan sebelum Tian datang ke sana, Tian percaya ayah pasti bisa kok" ucap Tian menyemangati ayah nya


"Semangat ya om~" sahut Arya terdengar agak jauh


"Disana ada Arya?" ucap Brian


"Iya Tian di rumahnya kak Arya" Jawab Tian


"yaudah Tian mau ngerjain tugas Tian dulu, dah yah" ucap Tian lalu mematikan panggilan secara sepihak


Brian benar benar tidak tau bagaimana ia bisa meminta maaf, ia bahkan tidak tau harus berbicara apa jika bertemu dengan Aira


Dan selama seminggu Brian sama sekali tidak berani menghampiri Aira, yang ia lakukan hanya melihat Aira dan Andri dari jauh.


"Sebenarnya apa yang kulakukan seperti seorang penguntit?" ucap Brian frustasi


Saat Brian akan pergi tidak sengaja ia melihat Andri yang akan mencium Aira, seketika tubuh nya bergerak lebih dulu dari pada pikiran nya, ia sengaja menyenggol Andri dari belakang lalu pergi secepatnya dari sana


"Ah kakak gapapa??" ucap Aira


"ya aku gapapa" ucap Andri sedikit terkejut


Sekilas Aira mencium bau yang tak asing, ia kembali melihat pria yang tadi menyenggol Andri dengan keras, tapi nihil pria itu sudah menghilang.


Ia lihat sekelilingnya, mencoba mencari keberadaan seseorang, tapi tetap tidak menemukan siapapun


"mungkin cuma hayalan gua aja kali ya" gumam Aira sedikit kecewa


Andri menyusul Aira yang tiba tiba berlari, menghampiri Aira yang terlihat kebingungan mencari seseorang


"Aira ada apa??" tanya Andri heran


"Ah gak... uhmm aku ngerasa liat orang yang kukenal, tapi keknya cuman orang yang agak persis" ucap Aira sedikit kecewa


"gitu ya... yaudah kita pulang aja ya?, kayaknya mood kamu jadi jelek gitu gara gara orang yang nyenggol aku tadi, mau kubelikan sesuatu yang manis gak?" tawar Andri


"Engga deh kak makasih, aku mau pulang aja" Jawab Aira


"yaudah kalo gitu" sahut Andri tersenyum


Aira pergi duluan disusul Andri di belakangnya, sedangkan Brian tetap bersembunyi diantara banyak kerumunan orang, saat melihat Aira yang sudah semakin jauh ia juga kembali ke mobilnya dan pulang ke villa.