Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS.33



Akhirnya hari yang mereka tunggu tunggu tiba, iya! hari ini hari Sabtu, karena sekolah mereka sekolah negeri jadi..... libur dong


"Hmmm..... Arya laperrr~" rengek Aira tapi masih fokus ke layar ponselnya liatin para boty yang lagi berjoget ria


"Mau gue pesenin sesuatu di gopud?" tanya Arya


"hmm.... gak ah, pen jalan jalan" ucap Aira menoleh ke Arya


"Jalan jalan??" - Arya


"Iya, pen jalan jalan" - Aira


"Yaudah gue siap siap bentar" -Arya


"Ngapain dah pake siap siap segala" -Aira


"Yakali gitu kan gue dapet sugar mommy yang mau jadiin gue sugar baby nya" -Arya


"Dih dih jijik, gue juga ah" -Aira


"Ngikut aja lu!" -Arya


"Bodo' gue kan juga mau dapet dedi dedi tamvan nan sugih" -Aira


Setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai bersiap, Arya dengan Korean boy outfit, sedangkan Aira dengan outfit simpel dengan sweeter rajut dan rok pendek berwarna hitam



*itu Arya



*ini Aira


"Beuhh gue imoed beut!" seru Aira


"Iyadah lu imut pake telor biar spesial" ejek Arya


"Ihh gue lempar sendal nih!!" sewot Aira


"Ayo buruan aelah!" ucap Arya udah naik ke motor ninja nya


"Tar tar gue mo Poto biar estetik kek di titok" ucap Aira lalu mulai berpose, setelah selesai ia menaiki kursi belakang motor Arya, Aira memilih untuk duduk seperti biasa, ga so alim + ga so cantikkkk, alias ya boncengan biasa adep depan


"Lah lah lah!! bukannya lu pake rok pendek!?" sahut Arya saat Aira akan naik motor


"Gue pake daleman kok" jawab Aira enteng sambil angkat roknya ke atas, dikit tapi


"Yaudah yaudah turunin astaga, ga malu apa di liat orang" ucap Arya


"Gue kan ga bugil, kenapa harus malu coba" ucap Aira


"Antara polos ma bego beda tipis" cicit Arya


"Lu ngomong sesuatu?" sahut Aira


"Kaga!, dah pegangan yang bener, ntar lu nyungsep ke belakang gue gamau tanggung jawab" ucap Arya mulai tancap gas


Mereka mengelilingi kota dan terkadang mampir ke ruko ruko kecil untuk membeli camilan atau minuman lalu melanjutkan perjalanan mereka, sampai tiba tiba Aira menyuruh Arya untuk menghentikan motornya saat ia melihat anak dengan baju SD yang baru pulang sekolah


"Arya stop deh!" ucap Aira


"Hahh!? Kenapa? ada yang jatoh?" tanya Arya


"bukan ajg-,....liat deh tuh ada anak kecil pake seragam SD" ucap Aira nunjuk anak yang lagi beli cilok


"Ya terus??" tanya Arya masih ga paham


"Gue.... kangen ma Tian, sekarang dia juga pasti udah SD kan" ucap Aira


"hmm..... lu mau ketemu Tian?" tawar Arya


"Emang lu tau sekolahnya?!" sahut Aira


"iya gue mau!" Jawab Aira


Arya memutar balik arahnya dan pergi ke sekolah Tian, saat sampai Aira dan Arya menunggu untuk beberapa menit hingga bel berbunyi dan semua anak mulai keluar dari sekolah


Aira melihat dengan teliti satu persatu anak yang keluar hingga ia berhasil menemukan sosok yang ia cari, Aira sedikit berlari kecil ke arah Tian lalu memeluknya lembut dari belakang membuat Tian sedikit terkejut


"Kak Ira!!" ucap Tian terkejut saat melihat orang yang memeluknya adalah Aira, tanpa sadar air mata Tian turun dan ia langsung memeluk Aira dengan erat


"Kak Ira... hiks, kak Ira kemana aja.... Tian.... Tian kangen, hiks..." ucap Tian sambil terisak membuat orang orang sekitar jadi memperhatikan mereka


"Tian jangan nangis dong, jangan nangis ya" ucap Aira panik


"Ra kita pindah ke kafe situ aja tuh, ga enak diliatin orang banyak" ucap Arya


Akhirnya mereka bertiga pergi ke kafe yang tadi di tunjuk oleh Arya, Aira dan Tian pergi duluan untuk duduk di salah satu kursi yang kosong sedangkan Arya memesankan makanan


"Kita duduk di sini gapapa? mau kakak bantu buat naik ke kursinya ga?" ucap Aira


"Tian udah besar tau, tinggi Tian juga udah nambah" ucap Tian lalu duduk di kursinya


"Iya deh yang makin tinggi" ucap Aira tersenyum ramah


"Kak .... apa kakak benci sama Tian, karena itu kak Ira ga nemuin atau hubungi Tian lagi?" ucap Tian memegang erat ujung jaket yang ia pakai sambil terus tertunduk


Aira mendekat ke arah Tian, berlutut untuk menyesuaikan tinggi nya lalu mengangkat wajah Tian lembut untuk menatap ke arahnya, mata Tian terbendung air mata yang mungkin akan turun lagi dengan hidung nya yang sedikit merah


"Maaf ya kak Ira ga hubungi atau nemuin Tian, kak Ira salah, tapi Tian harus inget satu hal ini, sampai kapanpun kak Ira gaakan pernah benci ke Tian" ucap Aira membelai lembut pipi Tian


Tangis Tian kembali pecah, meskipun tinggi Tian memang bertambah banyak tapi Tian tetaplah anak kecil jika di hadapan Aira


"Tian kira kak Ira benci ke Tian..., ayah udah jahat ke kak Ira...padahal kak Ira udah suka sama ayah, Tian benci ke ayah karena udah nyakitin kakak, kak Ira tolong jangan pergi lagi, Tian sayang kak Ira, dari kecil Tian ga punya ibu, kak Ira janji bakal jadi ibu Tian kan..., karena itu.... karena itu jangan tinggalin Tian, Tian mau ikut kak Ira, Tian gaakan nakal, Tian janji bakal jadi anak baik, jangan benci Tian" ucap Tian sesenggukan


"Hey hey hey! udah jangan nangis, kak Ira gapernah benci ke Tian, sekalipun ga pernah, jangan mikir kayak gitu ya?, Tian itu punya ibu, bukannya Tian anggap kak Ira ibunya Tian?, jadi jangan pernah bilang kalo Tian ga punya ibu, oke?" ucap Aira


Tian mengangguk kecil sambil sesekali Aira mengusap lembut air mata yang turun di pipi Tian


"Kalo gitu apa kak Ira benci ayah?" tanya Tian


"hmm.... maaf ya kak Ira gabisa Jawab" ucap Aira


"Gapapa kok, Tian paham, sikap ayah emang jahat, jadi Tian gaakan marah meskipun kak Ira benci ke ayah, karena Tian juga benci ayah!" ucap Tian


"hey gaboleh gitu dong, itu ayah Tian loh, masa Tian benci ke ayah" ucap Aira


"tapi ayah jahat, ayah udah nyakitin kak Ira" ucap Tian


"tapi tetep aja gaboleh, bukannya tadi Tian bilang gaakan nakal?" sahut Aira


"uhmm ... tapi kan ayah jahat" ucap Tian


"tetep aja itu ayah Tian, Tian gaboleh benci ke ayah Tian sendiri oke?" ucap Aira


'Meski gue juga agak benci sih ke dia' batin Aira


"Iya kak" ucap Tian paham


"Anak pintar!" seru Aira mengusap lembut kepala Tian


"Ciee yang udah ga sedih lagi!" seru Arya membawa semangkuk besar es krim


"Nih gue udah pesenin es krim segede gunung buat kita bertiga, sekaligus ngerayain Tian yang udah masuk SD" ucap Arya


"Asik es krimm!" seru Tian


"makasih kak Arya" ucap Tian mencium pipi Arya


Semuanya baik-baik saja sampai tiba tiba Aira melihat seseorang yang ia kenal, hatinya berdebar, matanya panas, dan pikirannya di penuhi dengan kenangan mereka yang terakhir


"Ra lu kenapa?!" tanya Arya yang bingung karena tiba tiba Aira berhenti memakan es krim nya bahkan menjatuhkan sendok es krim nya


"om Brian" gumam Aira pelan yang masih terdengar oleh telinga Arya dan Tian