Daddy Will You Marry Me

Daddy Will You Marry Me
EPS. 42



"Ra lu yakin gamau nunggu sampe kelulusan dulu" ucap Arya pada Aira


"Engga Ya' gabisa, persiapan gua banyak, kalo mepet gaakan sempet" ucap Aira


"ya tapi kan ga sekarang juga, bentar lagi kita lulusan loh" sahut Arya


"Kan gua bisa ikut lulusan online" ucap Aira


"ya tapi.... astaghfirullah cape gua" ucap Arya


"Dah dah, lagian juga gua gaakan lama, setelah pengumuman pulang, udah selesai" ucap Aira


"Ah serah lu lah... eh" sahut Arya tiba tiba berhenti


"kenapa berenti?" tanya Aira


"gua punya ide" ucap Arya


.


.


.


.


Arya dan Aira sampai di rumah Brian, begitu Aira turun dari motornya Tian berlari dan langsung memeluk nya.


"Kak Airaaa~" seru Tian bersemangat


"Lihat deh Tian naik kelas loh, peringkat pertama" ucap Tian


"waahhh keren nya anak kakak" ucap Aira mengelus lembut kepala Tian dan memberikannya kecupan singkat di pipi


"Ayah blom pulang, tadi aja Tian dijemput sama pak joko, bukan sama ayah" gerutu Tian kesal dengan bibir yang manyun


"Gitu ya.... mungkin ayah kamu sibuk, yaudah gimana kalo hari ini kakak buatin kue buat Tian karena udah peringkat satu di kelas?" ucap Aira


"uwaahh mau!!, Tian mau kue coklat ya" seru Tian bersemangat


"Tentu ayo buat bareng" ucap Aira


"aku ga diajak nih??" sahut Arya


"Ayo kak" seru Tian menggandeng tangan Arya


Mereka bertiga membuat kue bersama sama, membuat pesta kecil dan merayakan kelulusan mereka bersama, hingga hari mulai gelap


"Ayah kok belum pulang kak?" ucap Tian


"Mungkin sebentar lagi pulang, Tian tidur aja Oke?, biar nanti kakak yang nunjukin surat piagam nya ke om Brian" ucap Aira


"uhmm.... iya" ucap Tian tersenyum lembut lalu memejamkan matanya perlahan, dan mulai tertidur setelah mendengar alunan lagu tidur yang Aira nyanyikan


Setelah memastikan Tian tertidur lelap Aira keluar dari kamar Tian, ia melihat Arya yang sedang duduk di sofa menunggu nya selesai menidurkan Tian


"udah selesai?" tanya Arya


"udah kok, eh tapi tunggu om Brian pulang dulu" ucap Aira


"hahh??, buat apaan??" ucap Arya


"gue harus nunjukin sertifikat penghargaan punya Tian" ucap Aira


"Yailah gue ngantuk" sahut Arya


"bentar doang, gosah manja jadi cowok" ucap Aira


"lama lama jadi uke nih gua" ucap Arya


"boleh, ntar gua ajarin *******" ucap Aira


Tak berapa lama mereka melihat taxi datang, Aira membuka pintu nya dan melihat Brian yang sedang di bopong oleh sopir taxi, terkejut?? tentu, dengan sigap Arya dan Aira membantu sang sopir membawa Brian ke kamar nya, setelah itu Arya menanyakan beberapa hal ke supir taxi, sedangkan Aira membantu Brian melepas jas juga sepatu nya agar Brian merasa nyaman


"Ugghh" gumam Brian masih tidak sadar


Brian melihat Aira yang sedang merapikan jas nya, dengan sempoyongan dan kepala yang masih berputar putar Brian mencoba untuk bangun,Aira yang melihat hal itu langsung membantu Brian untuk bangun.


"Om butuh sesuatu? mau ku ambilin minum?" ucap Aira


Tiba-tiba Brian menyentuh wajah Aira hingga membuat Aira terkejut, Brian memperhatikan dengan seksama tapi pandangannya tetap tidak jelas


"Apa aku salah kalau aku ingin yang terbaik untuk seseorang yang kucintai!?" tanya Brian tiba tiba membuat Aira bingung


"Aku.... padahal aku yang menyuruh nya untuk menjauhi ku, tapi kenapa rasanya sangat menyakitkan" ucap Brian


"Aku mencintai nya, dia sangat dekat dengan ku tapi juga terasa jauh di saat yang sama" gumam Brian


"Tolong jangan membenci ku.... tolong tatap mataku lembut seperti dulu, sekali.... " ucap Brian


"hanya sekali saja.... aku ingin melihat mu tersenyum pada ku... seperti dulu" lanjut nya


Aira kembali membantu Brian yang tengah tidur sadarkan diri, ia membuka kancing baju Brian sedikit agar Brian tidak merasa kepanasan


saat akan pergi Brian menggandeng tangan nya, Aira melepas cengkraman tangan Brian dan tidak sengaja mendengar Brian menggumamkan sesuatu


"Aku mencintaimu Ira...." gumam Brian yang langsung membuat airnya tak bisa bergerak


Sesegera mungkin ia pergi meninggalkan kamar Brian dan berlari keluar, menyeret Arya yang baru saja selesai membayar taxi ke motor dan pergi meninggalkan rumah Brian


"Woi kalo mau mati jangan ngajak anjirr, gue masih pen punya cewek!!" seru Arya


Mereka berhenti di pantai yang sangat sepi, Aira berlari ke arah pantai dan tiba tiba berteriak


"GUE JUGA SUKA SAMA LU OM!!!" teriak Aira


Arya yang masih heran tiba tiba temannya bersikap aneh sedikit takut dan mulai sedikit menjauh juga, Aira menghampiri Arya dan memegang pundak nya lalu menatap nya dalam


"Ra sadar ra, ngucap ngucap" sahut Arya


"Tadi gue denger om Brian bilang suka ke guee!!" ucap Aira


"Oh... selamat, gue kira lu kemasukan jin, baru aja gue mau mesen dukun" ucap Arya


"Tapi bukan nya om gue lagi mabok??" lanjut nya


"iya, kan katanya kalo orang lagi ga sadar perasaan yang sebenernya bakal muncul, ternyata pengorbanan gue pacaran ma vvibu kek lu ga sia sia" ucap Aira


"wibu ngomong wibu" gumam Arya


"Yaudah trus gimana?, lu tetep pergi ato stay nih?" ucap Arya


"Gua tetep pergi lah, gue mau om Brian sadar, dan ungkapin ke gue perasaannya secara sadar gak harus pake bantuan minuman haram" ucap Aira


"Gue dukung aja deh, sekarang kita pulang dulu, lu harus beres beres kan" ucap Arya


Mereka kembali pulang, Aira membereskan koper nya dan semua yang ia butuhkan dibantu oleh Reza dan Arya lalu memesan tiket penerbangan pagi


Setelah selesai membereskan semua persiapan Aira tertidur karena terlalu lelah, hari ini Arya pergi ke sekolah sendirian karena Aira masih sangat lelah, dan dia juga tidak akan bisa menghadiri kelas karena ada jadwal penerbangan pagi


Aira yang lupa memberitahu Tian segera mengirimi Tian pesan saat akan pergi ke bandara, Tian yang tiba tiba mengetahui Aira akan pergi membuka pintu kamar Brian kasar hingga membuat Brian tersadar


"APA YANG AYAH LAKUIN KE KAK AIRA SAMPAI KAK AIRA PERGI!!" ucap Tian penuh amarah dengan air mata yang berlinang


Brian masih sangat merasa pusing, perlahan ia ingat ia memarahi seseorang saat mabuk, bahkan membentak nya


"Apa maksud mu Aira pergi??" ucap Brian setelah berhasil sedikit sadar


"KAK AIRA PERGI, DIA PERGI JAUH GARA GARA AYAH, TIAN BENCI AYAH!!" ucap Tian lalu mengurung dirinya di kamar nya


Brian masih belum paham apapun, ingatan nya tentang kemarin kabur dan tidak jelas sama sekali, tapi ia ingat kalau ia sempat berlaku kasar pada seseorang tapi entah siapa